1,720,961 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Pengembangan Teknologi Audio dalam Pembelajaran Bahasa Arab

    Get PDF
    This paper aims to determine the concept of audio media in Arabic learning and its development concept in learning listening skills. Audio media is one of the ideal choices in learning Arabic, especially in teaching listening skills / istima> 'because students can focus on the sounds they hear. In addition, this audio medium is cheaper and easier to use. Audio media is also very helpful for the shortage of educators who have small voices in delivering material, who have inappropriate intonations, or are not physically fit during the learning process. The audio media development procedure consists of four stages, namely planning, script writing, media production, and evaluation. This paper is considered important to be studied because it can be used as a material for thought for Arabic language educators in utilizing and developing the use of audio media in learning Arabic istima ', so that learning competence listening / istima' can be prioritized as an initial stage in learning Arabic. Keywords: Audio Technology. Arabic Learnin

    MAJRURAT AL-ASMA’ DALAM SURAH AL-KAHFI (Studi Analisis Sintaksis

    Get PDF
    Tulisan ini menggunakan desain penelitian library research. Data dalam penelitian ini adalah majrurat al-asma dalam Al-Qur'an surat Al-Kahfi. Sumber data dalam penelitian ini adalah Al-Qur'an surat Al-Kahfi. Hasil penelitian ini adalah 1. Majrurat al-asma yang terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi berjumlah 492 data yang terdiri dari: Isim dibaca jar karena terinjuksi huruf jar 249 yaitu: 63 huruf jar min, 9 huruf jar ilaa, 12 huruf jar ‘an, 30 huruf jar ’alaa, 31 huruf jar fii, 40 huruf jar ba’, 6 huruf kaaf, dan 58 huruf jar laam. Isim dibaca jar karena berpola idhafah 220 data, dan tawabi 23 data. 2. Tanda-tanda i’rab jar dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi meliputi: kasrah 179 data yang terdiri dari isim mufrad 157 data, regular plural (jama’ taksir) 13 data dan 9 feminin regular plural (jama’ muannas salim). Ya, berjumlah 19 data, dan fathah, berjumlah 6 data. Adapun bentuk mabni berupa isim dhamir sebanyak 258 data, isim isyarah 9 data, isim maushul sebanyak 15 data, bentuk masdar muawwal 2 data, dan dzarf mabni 4 data

    Pembelajaran Bahasa Arab pada Pondok Pesantren di Kota Pontianak dalam Perspektif Era Posmetode

    No full text
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah dan Madrasah Diniyah Mathla’ul Anwar, Darunna’im Putri, dan Assalam memiliki kesesuaian dengan tiga parameter posmetode, yaitu kekhususan (particularity), kepraktisan (practicality), dan kemungkinan (possibility). Parameter kekhususan terlihat dalam tujuan dan perencanaan pembelajaran yang dilakukan dengan menyesuaikan pada konteks lokal dan karakteristik peserta didik dan pondok pesantren. Parameter kemungkinan terlihat dalam penyesuaian tujuan dan perencanaan pembelajaran Bahasa Arab pada konteks sosial politik dengan tetap mengacu pada standar isi dan kompetensi dasar kurikulum 2013 sebagai standar tujuan pembelajaran bahasa secara Nasional. Sementara parameter kepraktisan ditunjukkan dengan fleksibilitas dalam kegiatan perencanaan. Namun, masih perlu dimaksimalkan dengan lebih rutin melakukan refleksi dan penyesuaian perencanaan, khususnya pada Pondok Pesantren Darunna’im Putri. Pelaksanaan pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah dan Madrasah Diniyah Mathla’ul Anwar, Darunna’im Putri, dan Assalam menunjukkan kesesuaian dengan tiga parameter posmetode dalam kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. Parameter kekhususan ditunjukkan dengan pelaksanaan pembelajaran yang relevan dengan konteks lokal dan sosial budaya pesantren, konteks situasi pembelajaran, dan konteks kemampuan dan kebutuhan peserta didik. Parameter kepraktisan ditunjukkan dengan pembelajaran yang efektif, praktis, interaktif, partisipatif, dan berkesinambungan. Parameter kemungkinan ditunjukkan dengan pembelajaran yang memungkinkan pemberdayaan potensi peserta didik, melatih berpikir kritis, mandiri belajar dan tanggung jawab. Sementara relevansi pembelajaran Bahasa Arab dengan 10 strategi makro posmetode menunjukkan kemiripan antara ketiga pondok pesantren tersebut. Namun, Darunna’im Putri yang dominan dengan pembelajaran interaktifnya memiliki relevansi lebih dengan strategi memaksimalkan kesempatan belajar. Sementara Mathla’ul Anwar dan Assalam yang dominan dengan pembelajaran eksploratif dan kolaboratifnya memiliki relevansi dengan strategi meningkatkan otonomi peserta didik. Kegiatan evaluasi pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah dan Madrasah Diniyah Mathla’ul Anwar, Darunna’im Putri, dan Assalam juga menggambarkan relevansi dengan tiga parameter posmetode. Pada parameter kekhususan terlihat dalam pelaksanaan penilaian yang sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan lembaga. Untuk parameter kepraktisan terlihat dalam kegiatan evaluasi yang praktis sesuai kondisi, fleksibel dalam teknik penilaian, dan berkesinambungan. Sementara parameter kemungkinan terlihat dalam penilaian yang menjadi bahan refleksi kritis, pemberdayaan potensi dan berpikir kritis peserta didik. Keselarasan pembelajaran bahasa Arab dengan parameter posmetode stratergi makro berimplikasi pada perlunya penguatan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, praktis, dan memberdayakan yang dapat dilakukan dengan memperluas wawasan guru Bahasa Arab melalui pelatihan, workshop, seminar, dan membentuk forum guru bahasa Arab Pondok Pesantren seperti yang dilakukan oleh Madrasah Aliyah melalui MGMP

    EKSISTENSI BAHASA ARAB DALAM DUNIA DAKWAH

    Get PDF
    Dakwah merupakan suatu bentuk komunikasi keagamaan yang tujuan utamanya adalah amar ma’ruf dan nahi munkar dengan objek dakwah, mad’u, baik berupa individu maupun kelompok. Da’i sebagai pelaku dakwah dituntut untuk menguasai materi dakwah yang akan disampaikan kepada mad’unya, yang mana mencakup masalah aqidah, syariah, muamalah, dan akhlaq. Adapun yang menjadi sumber dari materi dakwah yaitu Alquran dan hadis yang merupakan sumber ajaran dan sumber hukum Islam yang tertinggi. Eksistensi bahasa Arab dalam dakwah menjadi begitu penting karena kedua sumber materi dakwah tersebut menggunakan bahasa Arab, sehingga bahasa Arab menjadi kunci pembuka bagi ilmu pengetahuan keislaman. Untuk mengkaji dan mendalaminya dibutuhkan pula penguasaan terhadap berbagai cabang ilmu seperti Ilmu Tafsir, Ilmu Nahwu, Ilmu Bayan, Ushul Fiqih, dll., yang tidak jauh dari bahasa Arab. Selain itu, buku-buku literatur asli yang merupakan hasil pemikiran, penafsiran, syarahan terhadap Alqur’an dan hadis oleh para ulama-ulama masa lalu tertulis dalam bahasa Arab yang kesemuanya itu merupakan bagian dari sumber materi dakwah yang harusnya diketahui oleh para da’i. Semua itu bertujuan agar dalam penyampaian materi dakwah yang bersumber dari Alquran maupun hadis sesuai dengan syariat Islam dan menjauhkan dari kesalahpahaman pemahaman yang diterima si mad’u dalam menerima pesan-pesan yang disampaikan oleh seorang da’i

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore