1,723,141 research outputs found

    Adab terapis Islam dalam layananan kesehatan Al Wahida Banjarmasin

    Full text link
    Isnawati,2013,Adab terapis Islam dalam layananan kesehatan Al Wahida Banjarmasin,Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah IAIN Antasari Banjarmasin, Dosen Pembimbing : (1) Hatmansyah, S.Ag, M.E. Skripsi ini disusun berdasarkan suatu penelitian lapangan yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam tentang adab terapis Islam dalam layanan kesehatan Al Wahida Banjarmasin.Untuk mencari,menemukan dan menggali data mengenai sumber data penelitian yaitu manajer,staff karyawan dan pasien tentang adab terapis Islam dalam layanan kesehatan Al Wahida Banjarmasin. Adapun lokasi penelitian adalah Pondok Sehat Al Wahida Banjarmasin. Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana berdirinya Al Wahida sebagai pusat layanan terapi Islam, bagaimana adab terapis dalam layanan kegiatan terapi Islam yang dilakukan oleh Al Wahida. Metode penelitian ini adalah penelitian lapangan. Penelitian berlokasi di Jl.Manggis RT.20 No.02samping Gg.Sawo belakang poltabes Banjarmasin, Telp.0511-3272136/7134040. Subjek penelitian Manager dan Staff karyawan Al Wahida .Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumenter. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Al wahida sebagai pusat layanan terapi Islam pada awalnya pendiri Pondok Sehat Al Wahida, ustadz Humaidi(owner) beserta istri, ustadzah Chairunnisa,belajar bekam melalui seorang guru, kemudian mengaplikasikannya pada orang tua beliau yang sakit. Setelah diterapi bekam,kondisi orang tua beliau membaik,keluhan berkurang dan tubuh terasa nyaman. Dari sana muncul keinginan untuk mensyiarkan thibbun nabawi, dalam hal ini utamanya adalah bekam. Adapun adap yang harus dimiliki oleh seorang terapis/ahli medis adalah (1) sadar bahwa ia hanyalah yang bertugas menyembuhkan dan tidak menganggap dirinya sebagai penyembuh hakiki,(2) memiliki sifat sabar,(3)memberikan rasa optimis,(4)tetap menjaga syariat,(5) memberikan resep yang tepat dan paling berkhasiat sesuai yang dibutuhkan,(6) tidak boleh berambisi mencari uang

    Strategi Pemasaran Pengobatan Tradisional Pada Pondok Sehat Al-Wahida Banjarmasin

    Full text link
    M.Darmawan. 2017. Strategi Pemasaran Pengobatan Tradisional pada Pondok Sehat Al-Wahida Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Pembimbing: (I) Rahman Helmi, S.Ag, MSI, (II) Arie Sulistyoko, S.Sos, M.H Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Pengobatan Tradisional, Pondok Sehat Al-Wahida Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menariknya strategi pemasaran yang dilakukan Pondok Sehat Al-Wahida. Hal ini terlihat dari jumlah pasien mulai awal berdiri tahun 2009 hingga sekarang yaitu sekitar 30.000 lebih pasien yang sudah berobat di Pondok Sehat Al Wahida Banjarmasin, terdiri dari laki-laki 16.678 orang dan perempuan 13.989 orang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis keadaan lingkungan pemasaran baik internal maupun eksternal Pondok Sehat Al-Wahida, serta menentukan prioritas strategi pemasaran yang tepat bagi Pondok Sehat Al-Wahida untuk menghadapi persaingan. Penelitian ini berupa penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini berlokasi di Pondok Sehat Al-Wahida beralamat dijalan Manggis No. 2 Rt 20, (samping Gang Sawo) Kuripan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara dan dokumenter. Sumber data berasal dari tenaga kerja Pondok Sehat Al-Wahida. Melalui teknik analisis kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini menghasilkan faktor eksternal yaitu peluang utama yang dimiliki oleh Pondok Sehat Al-Wahida yaitu mayoritas penduduk Muslim di Banjarmasin dengan skor 0,15. Sebagai ancaman utama bagi Pondok Sehat Al-Wahida adalah peraturan Pemerintah yang belum mendukung industri obat herbal dengan skor 0,12. Secara umum total skor perusahaan, yaitu sebesar 3,12 berada diatas nilai rata-rata skor matriks EFE 2,5. Faktor internal yaitu memiliki tenaga ahli yang berpengalaman dan professional serta dilengkapi peralatan kesehatan yang modern, hubungan pelanggan yang kuat dan memiliki branding di hati masyarakat, tempat terapi terbesar di Banjarmasin dan mudah diakses, memiliki kelengkapan administrasi dengan adanya database dengan skor masing-masing 0,572 dan rating 4. Kekuatan selanjutnya jaringan kemitraan yang kuat dengan berbagai instansi terkait, menjual herbal yang berkualitas dengan masing-masing skor 0,213. Kelemahan yang paling menonjol ialah tempat tidak terlalu strategis karena tidak terletak di jalan utama dan struktur organisasi tidak memiliki bidang pemasaran dengan skor masing-masing 0,096. Total skor matriks IFE sebesar 3,096, nilai ini berada diatas rata-rata 2,5 nilai skor matriks IFE. sehingga posisi perusahaan terletak pada kuadran 1 yaitu tinggi dan kuat. Selanjutnya dianalisis menggunakan quantitative strategies planning matrix (QSPM) dan mendapatkan Alternatif strategi yang tepat untuk Pondok Sehat Al-Wahida. Pertama, menambah sumber daya tenaga kerja serta memperluas ruangan terapi,. Kedua, melakukan pendekatan kepada pemerintah dalam upaya mencari solusi terhadap masalah tenaga terapis di Pondok Sehat Al-Wahida. Ketiga, memelihara kepercayaan dan menjalin komunikasi aktif dengan pasien

    Benchmark visit of teaching innovation tools in pharmacy practice by the Innovative and Creative Group (KIK) from the Faculty of Pharmacy, Universiti Teknologi MARA, to the Faculty of Pharmacy, Universiti Kebangsaan Malaysia / Nur Wahida Zulkifli

    Full text link
    On April 18, 2024, a benchmark visit was conducted by the Innovative and Creative group (KIK), led by Dr. Nur Wahida Zulkifli, along with seven other members, to the Faculty of Pharmacy, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). The group, known as ELEVATE, aims to address the issue of students, particularly those in their first, second, and third years, who lack clarity regarding the pharmacy profession. They are eager to gain insights into various career paths within pharmacy, including academia, community pharmacy, hospitals, industry, and pharmaceutical companies

    APB Research Workshop on Research and Publication / NoorAileen Ibrahim and Nur Fatima Wahida Mohd Nasir

    No full text
    In February of 2024, the Academy of Language Studies or Akademi Pengajian Bahasa (APB) UiTM Perak in association with Research, Industrial Linkages, Community & Alumni Network or Bahagian Penyelidikan, Jaringan Industri, Masyarakat dan Alumni (PJIM&A) organized a research workshop at the Smart Classroom in UiTM Tapah campus. The workshop aims to encourage the APB lecturers to produce high impact and quality publications. Puan Sheema Liza Idris the Ketua Pusat Pengajian (KPP) of APB UiTM Perak, En Mohd Syahir Rani the Coordinator of Tapah campus, Puan Nur Fatima Wahida Mohd Nasir the APB PJIM&A coordinator along with the APB research committee had invited experts in the field of research to share their insights and invaluable knowledge on research and publication

    ENT 530 Social Media Portfolio: Dochoco / Nur Alya Wahida Zulkiffly

    Full text link
    Dochoco is an abbreviation for Double Cookies Chocolate. The major goals of the company are to expand the business globally and to allow customers to experience superior taste at an inexpensive price that they cannot obtain anywhere else. During the Covid-19 epidemic last year, the company was founded in 2020. Initially, our business, solely sold online via Facebook called Dochocobyalya. Furthermore, as customer demand grows, it is feasible to operate a cookies business in Setia Alam. It is convenient for customers who live close to the business to purchase. We consistently utilize the best and most premium ingredients, such as Callebaut Chocolate, Cacao Barry, and Luprak Butter. Customers will receive the greatest and quality flavor at a reasonable price from our company. Our target audience is a collection of consumers who enjoy cookies and chocolate. They may be tasted and purchased easily online or in the Setia Alam store. Furthermore, our Dochoco will be perfect for gift or occasion of any gatherings since they will be able to savor and experience the quality taste that they have never had before. Dochoco has sold over 100 bottles of cookies since its inception. Increasing demand for Dochoco leads in a solid profit margin for our company enterprise. Because of the overwhelming demand from clients, we were able to open a store. The marketing technique that we implemented was to keep the Instagram feed and story updated so that customers could see the list price and promotions on the items. As a result, customers will be aware of the offering and will not miss it. We also continue to post our clients' reviews so that they are aware that our company always provides the greatest and great quality in the flavor of cookies and services. Dochoco is currently owned by Nur Alya Wahida Bt Zulkiffly. Our company uses Facebook as its primary channel to attract clients, raise visibility, and produce more sales all at once, since the number of Facebook users grows by the day. Dochoco will advertise itself to clients using tease posts, soft sells, and hard sells on Instagram

    MANAJEMEN PENGELOLAAN BISNIS MULTI LEVEL MARKETING SYARI’AH PT HERBA PENAWAR AL WAHIDA INDONESIA (HPAI) PEKANBARU DITINJAU DARI ASPEK EKONOMI ISLAM

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih adanya beberapa hal yang perlu diperbaiki supaya bisnis Multi Level Marketing Syariah PT Herba Penawar Al Wahida Indonesia (HPAI) Pekanbaru ini lebih berkembang lagi, sehingga diperlukan manajemen pengelolaan yang lebih baik dan terarah. Penulis tertarik meneliti karena ingin mengetahui bagaimana manajemen pengelolaan bisnis multi level marketing syariah PT herba penawar Al wahida Indonesia (HPAI) Pekanbaru, Apa saja kendala dalam manajemen pengelolaan bisnis multi level marketing syariah PT herba penawar Al wahida Indonesia (HPAI) Pekanbaru, dan bagaimana tinjauan aspek Ekonomi Islam terhadap manajemen pengelolaan bisnis multi level marketing syariah PT herba penawar Al wahida Indonesia (HPAI) Pekanbaru. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang berlokasi di Jl. Tuanku Tambusai Ujung (depan Kantor Pro XL Pekanbaru), Pekanbaru, Riau. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan manajemen pengelolaan bisnis multi level marketing syariah PT herba penawar Al wahida Indonesia (HPAI) Pekanbaru, untuk menjelaskan kendala dalam manajemen pengelolaan bisnis multi level marketing syariah PT herba penawar al wahida Indonesia (HPAI) Pekanbaru, dan untuk menjelaskan bagaimana tinjauan aspek Ekonomi Islam terhadap manajemen pengelolaan bisnis multi level marketing syariah PT herba penawar Al wahida Indonesia (HPAI) Pekanbaru. Populasi penelitian ini berjumlah 26 orang yang terdiri dari CP/Penggerak bisnis multi level marketing syariah PT herba penawar Al wahida Indonesia (HPAI) Pekanbaru dan 25 orang karyawan PT herba penawar Al wahida Indonesia (HPAI) Pekanbaru. Karena jumlah populasi yang sedikit maka semua populasi dijadikan sampel. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dan angket. Data dari penelitian adalah data primer dan data sekunder yang kemudian menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa manajemen pengelolaan bisnis multi level marketing syariah PT herba penawar Al wahida Indonesia (HPAI) Pekanbaru telah melakukan fungsi-fungsi dari manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan controlling. Kendala dalam manajemen pengelolaan bisnis multi level marketing syariah PT herba penawar Al wahida Indonesia (HPAI) Pekanbaru adalah kendala dalam kurangnya pengalaman. Tinjauan dari aspek Ekonomi Islam terhadap manajemen pengelolaan bisnis multi level marketing syariah PT herba penawar Al wahida Indonesia (HPAI) Pekanbaru yaitu dari segi akhlak, kompensasi ekonomis, kemanusiaan dan spiritual dan struktur organisasi (kedekatan atasan dengan bawahan) sudah sesuai dengan tinjauan aspek Ekonomi Islam

    PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK HERBAL PT WAHIDA INDONESIA PADA STOKIS UTAMA PALEMBANG

    Full text link
    This study aims to know how is consumers perseption toward purchasing product decision in PT Wahida Indonesia. Other side, its aim is also to know which one of perception’s demensions is the most dominant in affecting purchase herb product decision in PT Wahida Indonesia. Data acquired from questionnaires have given to consumers. The output was processed using percentage formula and analyzed using interpretation score criteria. There are 8 dimensions of cosumers perception toward purchasing herb product decision in PT Wahida Indonesia, they are performance, reliability, feature, durability, conformance, serviceability, aesthetic, and preceived quality. The result was obtained by spreading questionnaire to 90 respondents, the most dominant dimension is product perfomance which gain 85,8% and not dominant dimension is serviceability which gain 62,2%. Purchasing Herb Wahida product decision has result 83,6% of 90 total sample, consumers declare that they are agree to purchase Herb Wahida product at main storage Palembang because of some factors, they are product quality, nothing bad impact, it has halal label, achievable, and herb Wahida helps protecting their health beside other herb produc

    PENERAPAN SYARI’AT ISLAM PADA SISTEM MULTI LEVEL MARKETING SYARI’AH HERBA PENAWAR AL WAHIDA (HPA) STUDI KASUS DI PEKANBARU

    Full text link
    Skripsi ini berjudul “PENERAPAN SYARI’AT ISLAM PADA SISTEM MULTI LEVEL MARKETING SYARI’AH HERBA PENAWAR AL WAHIDA (HPA) STUDI KASUS DI PEKANBARU”. Lokasi penelitian ini beralamat di Jl. Jend. Sudirman No. 168 Pekanbaru Pekanbaru Telp (0761) 24108. Yang membahas tentang bagaimana penerapan Syari’ah Islam pada sistem multi level marketing syari’ah herba penawar al wahida (hpa) studi kasus di Pekanbaru. Apakah telah berjalan dengan semestinya. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana Sistem Multi Level Marketing Syari’ah Herba Penawar Al Wahida (HPA) Pekanbaru ? 2. Apa saja faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan Sistem Multi Level Marketing Syari’ah Herba Penawar Al Wahida (HPA) Pekanbaru ? 3. Bagaimana analisis ekonomi Islam terhadap Sistem Multi Level Marketing Syari’ah Herba Penawar Al Wahida (HPA) Pekanbaru ? Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Untuk mengetahui bagaimana sistem Multi level Marketing Syariah Herba Penawar Al Wahida (HPA). 2. Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan Multi Level Marketing Syariah Herba Penawar Al Wahida (HPA). 3. Untuk mengetahui bagaimana analisis ekonomi Islam terhadap sistem Multi Level Marketing Syariah Herba Penawar Al Wahida (HPA). Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, penelitian kepustakaan, dokumentasi. Tehnik analisa data menggunakan metode analisa deskriptif kualitatif, sedangkan tehnik penulisan data yaitu secara deduktif, induktif, deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah member HPA cabang Pekanbaru yang berjumlah 100 orang. Dari jumlah tersebut peneliti mengambil sampel sebesar 30 %. Adapun metode pengambilan sampel yaitu Random sampling. Temuan penelitian di lapangan menyatakan bahwa sistem Multi Level Marketing Syariah Herba Penawar Al Wahida (HPA) adalah boleh, karena tidak mengandung unsur ghoror atau penipuan, sesuai dengan syari’at Islam, dan produk yang terjamin kehalalannya. Namun pada saat sekarang ini begitu banyak berkembang sistem MLM dan yang menyerupai MLM seperti sistem PIRAMIDA, MONEY GAME, sehingga masyarakat sulit untuk membedakannya. Pada akhirnya para member HPA banyak yang pasif dalam menjalankan jaringan MLM tersebut. Pihak perusahaan juga masih kurang dalam memberikan pemahaman yang baik kepada member tentang MLM syari’ah, serta kurangnya sosialisasi produk HPA kepada masyarakat ditambah lagi dengan harganya yang tergolong mahal di banding produk sejenis lainnya membuat para konsumen cenderung memilih produk yang lebih murah walaupun kehalalan dan kualitasnya masih diragukankan

    Droplet microfluidics based platform technology for continuous chemical sensing

    No full text
    Continuous monitoring of biomarkers such as metabolites and hormones can be extremely useful in understanding physiological processes, for drug development, personalised therapy, and many other applications. In environmental analysis, continuous monitoring can help generate nutrient profiles necessary for identifying short-term events, cyclic variations, thereby has potential in expanding our knowledge of aquatic ecosystems and guiding us in taking appropriate remedial actions. Droplet microfluidics, which is the compartmentalization of liquids into nano-litre droplets, provides advantages such as small volumes of sample and reagents consumption, improved sensitivity and temporal resolution, short analysis time, high throughput and parallelisation compared with conventional laboratory assays. In recent times, continuous measurement of analytes in droplets indicates it as a potential new sensor platform in continuous biochemical analysis resulting in a new class of dataset for dynamics to be captured. The most up-to-date systems however address mostly homogenous, single step “mix-and-read” assays. This thesis presents the technology development of advanced droplet platforms for multiple step assays and autonomous analysis for continuous monitoring. Heterogeneous assays such as enzyme-linked immunosorbent assays (ELISA) are commonly used to measure antibodies, antigens, proteins and glycoproteins in biological samples, and with wide applications in disease diagnostics and treatment. ELISA normally requires multiple assay steps to be carried out with complex laboratory equipment. This thesis presents a miniaturised magnetic bead based platform, where a multitude of assays can be implemented using a versatile droplet generation method. The platform incorporates a phased peristaltic micropump and microfluidic chip for droplet generation, a pair of ‘electromagnetic tweezers’ for manipulation of magnetic beads and a spectrophotometer for colorimetric detection. This platform automates the entire process from sample collection to detection. As a proof-of-concept, the platform was used to carry out a heterogeneous assay and analysis of cortisol, a stress related hormone implicated in many diseases including dementia and Cushing’s syndrome. The prototype device is able to analyse sample containing free bioactive cortisol every 10 seconds and has an initial sample-to-signal time of 10 minutes. It is able to measure in the analytical range of 3.175-100 ng/mL with less variability than the well plate-based assay. Droplet microfluidics based platform technology for continuous chemical sensing W. Bhuiyan 3 Ammonium is one of the most important macronutrients and intermediates of the nitrogen cycle. Increased concentrations of ammonium could lead to nutrient enrichment, oxygen depletion and toxicity to aquatic ecosystems. This thesis reports the first of its kind droplet microfluidics ammonium sensor. The sensor miniaturizes the widely adopted indophenol blue assay and can perform high frequency measurement and long-term monitoring with low sample consumption. The sensor has been implemented for two separate applications, which displays its versatility, with the first measuring ammonium in river water samples. Another application of this sensor prototype has been in a sequential batch bioreactor enriched with PHA accumulating bacteria. The sensor can autonomously collect samples (via filter) from the bioreactor, produce droplet trains, regulate temperature for completion of reaction and provide colorimetric measurements (5 per minute) via an in-line spectrophotometer, thus removing human intervention. The preliminary data obtained over a four-day period demonstrates high resolution monitoring and reveals the fast-feeding behaviour of the bacteria. This kind of monitoring data could lead to feedback-controlled bioprocessing and the development of more efficient bioreactors. This thesis further presents the development of a multiple micropump platform for the robust generation of droplet trains, based on phased droplet generation technology. The multiple micropump platform can generate droplet trains containing different sizes, compositions, and sequences on-demand. This setup does not require any change in pump hardware for different assays, therefore making the platform truly versatile. The 3D printed micropumps are robust with low footprint and the platform can be taken to point of care. Latest design can generate droplets from 120 nL upwards with a coefficient of variation of less than 0.7%. Overall, the developments and research findings in this thesis paves the way for a new generation of droplet microfluidic sensors for continuous monitoring

    PENERAPAN NILAI-NILAI HUKUM EKONOMI SYARIAH DALAM SISTEM MULTI LEVEL MARKETING HALAL NETWORK INTERNATIONAL PT. HERBA PENAWAR AL�WAHIDA INDONESIA

    Full text link
    ABSTRAK Viastrid Bara‟Tiku, 2021. Penerapan Nilai-Nilai Hukum Ekonomi Syariah dalam Sistem Multi Level Marketing Halal Network International PT. Herba Penawar Al-Wahida Indonesia. Dibimbing oleh Dr. Abdain, S.HI dan Irma T, S.Kom., M.Kom. Skripsi ini berjudul Penerapan Nilai-Nilai Hukum Ekonomi Syariah dalam Sistem Multi Level Marketing Halal Network international PT. Herba Penawar Al-Wahida Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan nilai�nilai hukum ekonomi syariah dalam pemberian bonus pada multi level marketing herba penawar al-wahida Indonesia, untuk mengetahui penerapan nilai-nilai hukum ekonomi syariah dalam pemberian harga pada herba penawar al-wahida Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan normatif, sosial dan yuridis yang berfokus pada penerapan nilai-nilai hukum ekonomi syariah dalam sistem multi level marketing halal network international PT. Herba penawar al-wahida Indonesia. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisa dengan teknik induktif, deduktif dan deskriptif analitik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pemberian bonus pada HNI HPAI menggunakan akad Ju‟alah (akad bonus bersyarat), dan bonus yang diberikan sesuai dengan hasil kerja para agen serta perhitungan bonus berdasarkan pada pangkat agen, dan juga telah menerapkan nilai-nilai hukum ekonomi syariah dalam pemberian bonus tersebut. Adapun dalam penetapan harga HNI HPAI telah menerapkan nilai-nilai hukum ekonomi syariah, dan harga yang ada pada HPAI ditentukan oleh perusahan. Kata Kunci : MLM, Hukum Ekonomi Syariah, HNI HPA
    corecore