1,731,470 research outputs found

    fofo123-r/Wafa-DATS6103 Wafa

    No full text
    The Impact of COVID-19 on Employment in the U

    Web Authoring for Accessibility (WAfA)

    No full text
    Conventional thought from the Semantic Web community equates the use of ontologies with the representation of the meaning of content. Here, we skew this viewpoint by describing our ontology, Web Authoring for Accessibility (WAfA), which investigates the way ontologies can describe the semantic structure of documents. By understanding the way heterogeneous XHTML (Extensible Hypertext Mark-up Language) documents are structured we can better transform documents, currently inaccessible to visually impaired users. WAfA performs two tasks: (1) it allows us to flexibly model an XHTML document within the context of navigation and orientation through the Web resource; (2) it enables non-expert users to quickly annotate a Web document by providing a ‘lingua franca ’ between author and Web Accessibility Domain Experts. Here we describe our ontology, its use, novelty, and importance

    PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP PEMBELAJARAN WAFA DI RA INSAN MULIA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi orang tua terhadap pembelajaran wafa di ra insan mulia dan bagaimana keterlibatan orang tua terhadap pembelajaran wafa. Pembelajaran wafa merupakan salah satu metode yang digunakan dalam mengajarkan Al Quran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi orang tua siswa terhadap pembelajaran wafa di ra insan mulia sangat baik. Pembelajaran wafa dianggap membantu siswa dalam membaca, menulis dan menghafal huruf hijaiyyah. Pembelajaran wafa dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghafal Al Quran. Wujud keterlibatan orang tua dalam pembelajaran wafa adalah orang tua selalu mendampingi ananda dalam mengikuti pembelajaran wafa selama dirumah. Pembelajaran wafa juga dapat dilaksanakan dirumah karena metode wafa memiliki buku panduan yang dapat digunakan oleh orang tua dalam mendampingi ananda dalam belajar, khususnya selama masa pandemi. Kata kunci:  persepsi, orang tua, metode waf

    PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP PEMBELAJARAN WAFA DI RA INSAN MULIA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi orang tua terhadap pembelajaran wafa di RA Insan Mulia dan bagaimana keterlibatan orang tua terhadap pembelajaran wafa. Pembelajaran wafa merupakan salah satu metode yang digunakan dalam mengajarkan Al Quran. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah angket, wawancara dan dokumentasi . Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, angket dan pedoman dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu milles dan hubberman meliputi data reduction, data display dan conclusion. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi orang tua siswa terhadap pembelajaran wafa di RA Insan Mulia sangat baik. Pembelajaran wafa dianggap membantu siswa dalam membaca, menulis dan menghafal huruf hijaiyyah. Pembelajaran wafa dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghafal Al Quran. Wujud keterlibatan orang tua dalam pembelajaran wafa adalah orang tua selalu mendampingi ananda dalam mengikuti pembelajaran wafa selama dirumah. Pembelajaran wafa juga dapat dilaksanakan dirumah karena metode wafa memiliki buku panduan yang dapat digunakan oleh orang tua dalam mendampingi ananda dalam belajar, khususnya selama masa pandemi Kata kunci: persepsi, orang tua, pembelajaran wafa

    The Wafa Group: Case studies in audition

    No full text
    WAFA Berhad was registered as a trademark in Malaysia in 1984 and is now registered in more than 20 countries, thus laying the foundation for global expansion. In 1988, the WAFA Group commenced manufacturing and marketing of Electrical Home Appliances under the WAFA Berhad brand. Henceforth, this Malaysian owned-and-grown and operated brand entered history as the nation�s first �Made in Malaysia� electrical home appliances.For the first time, a locally conceived and produced range of electrical products took its place among established brands from Japan, Europe and the United States.The WAFA Group: Case Studies in Auditing is very useful to accounting students as it mirrors both the accounting profession and a complete auditing cycles.The cases in this book aim to create a realistic view of how an auditor organizes and performs an audit examination. These cases provide a simulation that permits students to put the abstract and difficult concepts of auditing into practice

    IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN WAFA DI SDIT NURUL ISLAM PARE

    No full text
    Skripsi dengan judul “Implementasi Metode Pembelajaran Wafa di SDIT Nurul Islam Pare” ini ditulis oleh Khurotul Uyun, NIM. 126205213226, Jurusn Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Diana Lutfiana Ulfa, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Metode Wafa, Perencanaan, Implementasi, Evaluasi. Konteks penelitian ini membahas mengenai metode pembelajaran yang sangat penting dalam menerapkan pembejaran Al-Qur’an di Lembaga Pendidikan formal maupun non formal. Bila dalam pemilihan dan penerapan metode pembelajaran yang kurang tepat, pembelajaran Al-Qur’an tidak akan berkembang dengan baik. Metode wafa berkembang sebagai bagian upaya dalam mengembangkan sistem pembelajaran yang komprehensif dan menumbuhkan rasa cinta kepada Al-Qur’an. Salah satu lembaga yang menggunakan metode tersebut yaitu SDIT Nurul Islam Pare. Lembaga tersebut telah berhasil dalam menerapkan metode wafa, banyak prestasi yang telah diraih dalam bidang pembelajaran Al-Qur’an. Oleh karena itu peneliti akan mendeskripsikan lebih dalam lagi mengenai implementasi metode pembelajaran wafa di SDIT Nurul Islam Pare. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah (1) bagaimana proses perencanaan pembelajaran Al-Qur’an metode wafa di SDIT Nurul Islam Pare? (2) bagaimana implementasi pembelajaran Al-Qur’an metode wafa di SDIT Nurul Islam Pare? (3) bagaimana evaluasi pembelajaran Al-Qur’an metode wafa di SDIT Nurul Islam Pare? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, termasuk dalam penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk mengetahui keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, ketekunan peneliti dan triangulasi teknik/metode dan sumber. Sedangkan analisis data yang dilakukan yaitu langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitan mnunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran metode wafa meliputi perencanaan administrasi, persiapan SDM, perencanaan media pembelajaran, serta perencanaan penilaian atau evaluasi. (2) Implementasi metode wafa dalam pembelajaran Al-Qur’an telah menggunkan model 5P (Pembukaan, Pengalaman, Pengajaran, Penilaian, dan penutupan. (3) Evaluasi metode wafa dilakukan dengan berbagai tahapan evaluasi kenaikan halaman ditentukan kelancaran dalam membaca, kenaikan jilid, dan penilaian akhir (pra-munaqosyah dan munaqosyah)

    Marketing Public Relations

    No full text
    Makalah Marketing Public Relation Nama : WAFA NIM : 1182305

    Bay' bi'l-wafa contract in the Majalla

    No full text
    Kredi temin etmek maksadıyla ortaya çıkan vefaen satış sözleşmesi hukuk tarihinin en tartışmalı konularından biridir. Bu sözleşmeye yönelik ileri sürülen farklı hukuki nitelendirmeler sebebiyle uygulanacak hükümler konusunda da birbirinden farklı sonuçlara ulaşılmıştır. Mecelle-i Ahkâm-ı Adliyye vefaen satış sözleşmesi için hukuki nitelendirme ve özel düzenlemeler yapmıştır. Fakat bu hukuki nitelendirme ile düzenlenen maddeler arasında tamamen uyumun olduğunu söylemek mümkün değildir.Bu çalışma kapsamında Mecelle'de satış sözleşmesinin düzenleme şeklinden sonra sırasıyla vefaen satış sözleşmesinin tarifi, hukuki niteliği, kurulması, hükümleri, sona ermesi, bu sözleşmeye ilişkin uyuşmazlıklar ve bu sözleşmenin tarih boyunca ortaya çıkan farklı görünümleri ele alınacaktır.Bay‘ bi'l-wafa contract, which has emerged to provide loans, is one of the most controversial issues in the legal history. As a result of the different legal qualifications put forward for this agreement, different results have been emerged regarding the rules to be applied. Majalla Al-Ahkam Al-Adliyyah has made the legal qualification and special arrangements for the bay‘ bi'l-wafa contract. However, it is not possible to say that there is a definite uniformity between this legal qualification and those regulated rules.In the extent of this study, after the arrangement of the sale contract in Majalla, the description, legal qualification, forming a bay‘ bi'l-wafa contract, consequences of bay‘ bi'l-wafa contract, discharge of bay‘ bi'l-wafa contract, legal disputes related to this contract and the different appearances of this contract over the history will be discussed

    Bai’ al-wafa dalam hukum ekonomi syariah di Indonesia : Studi tentang bai’ al-wafa> dan implementasinya pada Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia

    No full text
    Para ulama berbeda pendapat tentang bai’ al-wafa>’, lembaga keungan syariah sudah menerapkan bai’ al-wafa> meskipun belum ada fatwa DSN MUI yang mengatur langsung. Regulasi yang banyak dirujuk adalah KHES. Perdebatan akademik ini menghasilkan penerapan yang berbeda. Bagi yang mengharamkan, akad ini tidak dilakukan, dan lebih memilih gadai. Bagi yang membolehkan, ia memberlakukan bai’ al-wafa> . Penelitian bertujuan untuk :1) menganalisis istinba>t} ulama dalam ragam pendapatnya mengenai bai’ al-wafa>, 2) menganalisis mekanisme bai’ al-wafa> dalam kaitan antara pendapat ulama dengan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, 3) merumuskan implikasi bai’ al-wafa> di Indonesia dalam konteks Lembaga Keuangan Syariah, dan 4) menganalisis Prosfek Pengembangan Bai’ al-Wafa> pada Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia. Kerangka pemikiran penelitian terdiri atas Grand theory adalah kepastian hukum. Middle theory adalah kemaslahatan. Applied theory adalah pelaksanaan akad muamalah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dengan metode penelitian deskriptif analitis. Pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan dengan wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan. Pertama, tidak bolehnya bai’ al-wafa>’ merupakan pandangan mayoritas, dari Mazhab Maliki, Syafi'i, Hanbali, dan sebagian Hanafi. Mereka menetapkan hukum dengan metode Baya>ni yaitu penjelasan yang merujuk pada pendekatan teks beberapa hadis bahwa bai’ al-wafa> termasuk jual beli dan pinjaman, atau pinjaman yang mendatangkan keuntungan, riba, dan jual beli bersyarat. Adapun ulama Hanafiyah yang beristinbath hukum dengan metode ‘urfi dan istihsa>n yang memandang jual beli ini sudah menjadi hal yang lumrah dan banyak dipraktikkan (‘urf) karena transaksi tersebut memiliki kemaslahatan agar terhindar dari riba. Kedua, istilah bai al-wafa> disebutkan secara eksplisit dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) melalui PMA No. 2 Tahun 2008, dalam pasal 112-115. Sehingga menjadi kekuatan dan payung hukum pelaksanaan bai’ al-wafa>’ bagi bangsa Indonesia. KHES membolehkan bai’ al- wafa>’ mirip dengan pendapat Hanafiyah. Transaksi ini dijalankan sesuai prosedur. BMT tidak menjual barang kepada selain anggota ketika nasabah tertentu menjualnya kepada pihak BMT. Hal ini menyiratkan transaksi bai’ al-wafa> di BMT ini menggunakan prinsip muamalah mazhab Hanafi. Ketiga, praktik bai’ al- wafa> pada BMT yang diteliti menghasilkan tambahan keuntungan bagi BMT dan nasabah. Keuntungan ini menunjukkan bahwa praktik transaksi berdampak positif pada kesehatan Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Keempat, transaksi ini dapat berkembang dalam lembaga keuangan syariah karena relevan dengan solusi keuangan yang etis dan sesuai dengan syariah

    Analisis Kedudukan Bai’ Al- Wafa’ dalam Perspektif Fiqh Muamalah

    No full text
    Bai’ al-wafa’ adalah salah satu bentuk jual beli yang telah dipraktekkan sejak abad ke- 5 H, yang mana jual beli ini adalah jual beli yang dilakukan oleh dua pihak yang salah satunya menjual barang kepada pihak lain dengan syarat bahwa barang yang telah dijual dapat dibeli kembali oleh pihak pertama dengan harga pertama pula. Biasanya barang yang diperjualbelikan dalam jual beli ini adalah barang yang tidak bergerak, seperti tanah, sawah dan lain-lain. Dalam pelaksanaan akad bai’ al-wafa’ ini terdapat beberapa perbedaan pendapat antara ulama. Mereka melarang akad ini karena salah satu alasan tidak diperbolehkan akad ini adalah akad bai’ al-wafa’ sama dengan akad rahn, yaitu di mana apabila dilihat dari segi barang yang menjadi jaminan harus kembali kepada pihak pertama sampai tempo waktu yang dijanjikan. Ulama Hanafiyah, membolehkan praktek bai’ al-wafa’ ini karena syarat dalam jual beli sudah terpenuhi yaitu ijab dan kabul di mana dengan adanya ijab dan kabul tersebut sudah adanya unsur ridha sehingga akad tersebut dianggap sah. Selain itu, akad ini ada ataupun berkembang untuk menghindari dari praktek riba dalam pinjam-meminjam. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan bagaimana kedudukan bai’ al-wafa’ dalam fiqh muamalah dan bagaimana relevansi bai’ al-wafa’ pada masa sekarang ini. Penulisan skripsi ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan (library research). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ulama Hanafiyah membolehkan akad tersebut. Pembolehan akad ini berdasarkan istihsan ‘urf yaitu sesuatu yang dianggap baik dan telah dijalankan oleh suatu masyarakat. Akad ini juga memberi keuntungan kepada para pihak di mana masing-masing pihak mendapat kembali barang miliknya yaitu pihak pembeli mendapat kembali uangnya, sedangkan pihak penjual mendapat barangnya dan juga akad ini tidak memberikan mudharat kepada salah satunya. Praktek bai’ al-wafa’ pada zaman sakarang masih dijalankan namun masyarakat menjalankannya dengan memakai akad rahn. Sehingga akad ini dianggap masih relevan untuk dijalankan oleh masyarakat karena akad ini sampai sekarang masih dijalankan walaupun dengan penamaan akad rahn namun praktek yang dilakukan adalah akad bai’ al-wafa’
    corecore