5,820 research outputs found

    BIOGRAFI TRI BROTO WIBISONO, KONSEP DAN PANDANGAN TERHADAP SENI TARI

    No full text
    Abstrak Tulisan ini  mengungkap ketokohan atau biografi Tri Broto Wibisono sebagai seorang seniman tari  Jawa Timur. Tri Broto Wibisono seorang seniman tari memiliki banyak prestasi baik prestasi berupa karya cipta seni berupa tari garapan baru berupa tari Galuh Kusumaning Jurit, tari Remo Jugag dan beberapa tari hasil pemadatan seperti tari Topeng Sebrang. Selain karya berupa karya tari, Tri Broto Wibisono juga aktif menghasilkan karya tulis berupa buku Buku Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Seni Tari Bagi Guru Sekolah Dasar yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur tahun 2001. Ruusan Masalah atau Fokus penelitian ini adalah Bagaimana biografi Tri Broto Wibisono sebagai seorang seniman tari di Surabaya dan konsep dan pandangan Tri Broto Wibisono tentang dunia seni tari? Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis penelitian ini studi tokoh dengan pendekatan penelitian menggunakan Kualitatif.         Berbicara tentang hasil karya Tri Broto Wibisono telah mendapatkan banyak prestasi dalam perjalanan kesenimanannya. Prestasi tersebut diantaranya mendapat Penghargaan sebagai Seniman Tradisi dari Pemerintah Jawa Timur tahun 2005, dan Penghargaan atas Prestasi dan Dedikasi dalam Mengem-bangkan Seni Tari dan Melestari-kan Budaya Jawa Timur. Hasil karya dan prestasi telah dimiliki oleh Tri Broto Wibisono sehingga selayaknya peru digali tentang konsep dan pandangannya dalam seni tari. Adapun konsep yang telah dimiliki berupa konsep kesenian tradisi Jawa Timuran, konsep ini disebutnya dengan keras harus mampunyai kemampuan yang bisa diandalkan karena rata-rata gerak dalam tari jawa timuran adalah gerak-gerak keras dan tegas. Sedangkan pandangan terhadap seni tari berupa keindahan dalam menari terdapat saat wiraga, wirama, wirasa dapat selaras sehingga menimbulkan rasa senang bagi penonton atau penikmatnya. Biografi Tri Broto Wibisono sebagai seorang seniman melalui konsep dan pandangan dalam dunia tari dapat menjadi acuan bagi generasi muda. Diharapkan dengan penelitian ini dapat menjadi rujukan atau direktori bagi penelitian selanjutnya.   Kata kunci: Tri Broto Wibisono, Biografi, Konsep dan Pandanga

    ANALISIS UNSUR INTRINSIK NOVEL MENGGAPAI MATAHARI KARYA DERMAWAN WIBISONO

    No full text
    Writing of literature will be more interesting when combined with intrinsic elements that can attract the interest of readers in various circles, be it children, teenagers, adults, and parents. Analysis of this novel aims to describe the intrinsic elements contained in the novel Menggapai Matahari by Dermawan Wibisono. The data source used in this research is the novel Menggapai Matahari by Dermawan Wibisono. The method used is qualitative descriptive method. The results of this study indicate that the novel Menggapai Matahari by Dermawan Wibisono there is a theme that is a child trying to restore the confidence of his mother, a pareatif figure, using a forward flow, with the background place, time and atmosphere. The point of view that is used is the first person the main actor and there is a mandate to keep the parents brightening and the mandate contained in the novel Reach the Sun by Dermawan Wibisono is to always distrust to anyone except to God

    “Laku Kreatif Tri Broto Wibisono Dalam Proses Menciptakan Karya Tari”

    No full text
    Tri Broto Wibisono juga memilki ciri khas yang unik dengan kosisten dalam berkarya seni tari Jawa Timuran. Karya tari Tri Broto Wibisono juga dengan mudah ditarikan oleh segala usia sehingga dapat diterima dan dikenang oleh masyarakat sampai sekarang. Sebagai contoh pengabdian pada seni tari yang ada di Surabaya menghantarkan Tri Broto Wibisono untuk mengembangkan tari Remo Sawunggaling, pengembangan ini diberi nama Remo Jugag. Tri Broto Wibisono tidak terbatas menghasilkan karya-karya tari tetapi juga menghasilkan karya tulis berupa buku jurnal dan artikel yang telah menjadi buku dan acuan bagi para peneliti seni tari diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur tahun 2001. Pentingnya penelitian proses kreatif salah satunya untuk mempertahankan sosok pelestari budaya seperti Tri Broto Wibisono.Penelitian ini terinspirasi dari karya terdahulu yang berkaitan dengan penelitian biografi dan proses kreatif seniman. Skripsi yang berjudul “Biografi Tri Broto Wibisono, Konsep dan Pandangan Terhadap Seni Tari” karya Mey Kartika Sari; Jurnal yang berjudul “Proses Kreatif R. Fajar Iriadi Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis Periode 2010-2013” karya Taufiqur Pratama; Skripsi yang berjudul “Proses kreatif penciptaan Tari Parijhoto Sinangling karya Eko Ferianto” oleh Ulivia. Penelitian ini menggunakan teori Kreativitas dari Hawkins, teori proses kreatif dari Ellfeldt, Jequeline Smith, William, dan Rogers. Penulisan ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dan metode penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini ialah Tri Broto Wibisono dan Objek penelitiannya adalah proses kreatif Tri Broto Wibisono dalam menciptakan karya tari. Tri Broto Wibisono menyusun konsep menggunakan teori dari Hawkins serta Jacqueline Smith dengan rangsangan awal, menentukan tipe tari, menghayati, mengkhayal, serta improvisasi. Saat proses studio Tri Broto Wibisono juga menggunakan teori dari Alma Hawkins dan Jacqueline Smith yang dimulai dari mengejawantahkan ( membuat motif bentuk), memberi bentuk, improvisasi, evaluasi, seleksi penghalusan, serta motif. Menyajikan karya tari yang dilakukan Tri Broto Wibisono terdapat elemen-elemen diantaranya karakter, gending, busana, gerak, serta penonton. Dalam tiga bahasan tersebut juga membahas ciri-ciri kreativitas dan faktor yang mempengaruhi kreativitas Tri Broto Wibisono.Laku kreatif Tri Broto Wibisono dalam proses menciptakan karya tari dapat menjadi acuan bagi generasi muda. Karena Tri Broto Wibisono menciptakan karya tari mementingkan dan menggunakan roso untuk menghasilkan karya tari yang dapat memberikan kesan kepada penonton atau penikmat seni. Sehingga diharapkan dengan penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi penelitian sebelumnya.Kata Kunci: Proses Kreatif dan Tri Broto Wibison

    Christianto Wibisono, Ke Arah Indonesia incorporated

    No full text
    Raillon François. Christianto Wibisono, Ke Arah Indonesia incorporated. In: Archipel, volume 34, 1987. pp. 221-222

    Kreativitas Tri Broto Wibisono sebagai Seniman Tari Jawa Timur

    No full text
    The discussion in this study examines the creativity of Tri Broto Wibisono who is one of the traditional dance artists in East Java. The aim of the research is to explore the process that Tri Broto Wibisono does in making a dance work so that he is able to come up with his own dance style. This study uses a descriptive analysis method that describes the creative process of Tri Broto Wibisono in making a dance work and elaborates with Sigmund Freud\u27s psychoanalytic theory. In this research, Tri Broto Wibisono in his creative process carried out several stages, namely nyantrik (studying local dance artists), deepening the material, interpreting traditions, and new interpretations. The conclusion from the creative process of Tri Broto Wibisono is that in creating a dance, a stimulus from outside and inside is needed which will lead to an idea which is then continued by expressing it into creativity and producing a dance work that gives rise to the Tri Broto Wibisono style

    Metode statistik/ Wibisono

    No full text
    728 hal.: ill, tab.; 23 cm

    Metode statistik/ Wibisono

    No full text
    728 hal.: ill, tab.; 23 cm

    Metode statistik/ Wibisono

    No full text
    728 hal.: ill, tab.; 23 cm

    Metode statistik/ Wibisono

    No full text
    728 hal.: ill, tab.; 23 cm

    Mimpi-mimpi Jokowi/ Wibisono

    No full text
    276 hal.; 18 cm
    corecore