1,720,977 research outputs found

    ANALISIS YURIDIS KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PERTANGGUNGJAWABAN REKLAMASI TAMBANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

    No full text
    Industri pertambangan merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia, berkontribusi signifikan terhadap devisa negara, penyediaan lapangan kerja, serta Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, kegiatan pertambangan juga menimbulkan dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan, seperti degradasi lahan, pencemaran air dan udara, serta ancaman terhadap kesehatan masyarakat sekitar. Berdasarkan data Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) tahun 2020, terdapat 3.092 lubang tambang yang tidak direklamasi di seluruh Indonesia, dengan 814 lubang di antaranya berada di Kalimantan Selatan. Kondisi ini menyoroti perlunya kebijakan yang efektif dalam mengelola dan mereklamasi lahan pascatambang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah terkait tanggung jawab reklamasi lahan pascatambang berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menganalisis berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku serta studi kasus terkait implementasi kebijakan reklamasi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi mengenai reklamasi lahan pascatambang sudah cukup lengkap, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, termasuk lemahnya pengawasan dan penegakan hukum, serta kurangnya komitmen dari perusahaan tambang. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pengawasan, penegakan hukum yang lebih tegas, serta peningkatan kesadaran dan tanggung jawab perusahaan tambang dalam melaksanakan reklamasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi pelaksanaan reklamasi lahan pascatambang memerlukan sinergi antara pemerintah, perusahaan tambang, dan masyarakat untuk memastikan pemulihan lingkungan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat sekitar

    Studi Angkutan Sedimen Dl Parit -Raya Tulungagung

    Get PDF
    Kali Ngrowo merupakan anak sungai kali Brantas yang berfungsi mengalirkan air hujan dari daerah Trenggalek dan daerah Tulungagung ke kali Brantas. Aliran kali Ngrowo bermuara di kali Brantas sekitar 7 km sebelah utara kota Tulungagung. Daerah aliran sungai (DAS) kali Ngrowo yang merupakan bagian dari DAS kali Brantas yang terletak di.sudut barat daya dari DAS kali. Brantas bag.tan tengah mempunyai daerah tangkapan seluas 1.600 Km2. Daerah tangkapan ini dibatasi oleh Pegunungan Wilis di sebelah Utara dan Pegunungan Kapour di sebelah Selatan, sedang di bagian tengahnya berupa dataran rendah vseluas 260 km2 dengan elevasi rata-rata + 80 m dari permukaan air lau

    Analisis Keterlambatan Proyek Fiscal Metering Dengan Menggunakan Metode Fault Tree Analysis Pada Pt. Xyz

    Get PDF
    Salah satu barometer dari sustainability refinery operation excellent (SROE) yang telah diresmikan oleh pihak direktorat pengolahan adalah focus dengan pembangunan proyek Fiscal metering system, pembangunan fiscal metering system ini rencananya menghabiskan waktu 1 tahun 2 bulan, dimana aktivitas tersebut dimulai dari akhir bulan maret 2017 hingga berakhir pada bulan may tahun 2018, adapun keterlambatan selama 6 bulan dari perencanaan awal terjadi, adapun perubahan schedule menjadi Maret 2017 berakhir November 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor penyebab dan dampak keterlambatan pada pembangunan proyek fiscal metering system di PT XYZ dengan menggunakan metode fault tree analysis (FTA) dan event tree analysis (ETA). Motede ini digunakan untuk menganalisa keterlambatan proyek, mengidentifikasi sumber yang paling mempengaruhi keterlambatan proyek dan melakukan pencegahan pada proyek dengan cara menganalisa dampak apa saja yang bisa dikurangi dengan membuat mitigasi proyek. Metode penyusunan pohon kegagalan atau logic tree dengam menggunakan focus group discussion (FGD) serta event tree analysis (ETA) dan penentuan nilai probabilitas penyebab terjadinya keterlambatan atau basic event yang dilakukan menggunakan data sekunder dan observasi lapangan. Nilai Probabilitas dari keseluruhan keterlambatan pembangunan proyek fiscal metering system adalah sebesar 0,938 Dari hasil diagram event tree analysis (ETA) Mitigasi resiko yang lakukan pada tahap akhir proyek ini adalah dengan cara membuat daftar resiko yang berkenaan dengan keterlamabatan proyek ini yaitu kendala pada keseluruhan aktivitas proyek, peralatan yang tidak sesuai, sumberdaya terbatas, tenaga kerja yang berkompeten, pengadaan material tidak sesuai spesifikasi, tidak adanya material dipasar lokal dan keahlian pekerja yang kurang memadai. Adapun keterlambatan ini akan berdampak pada pemberian denda sesuai dengan nilai yang telah diperhitungkan sebesar IDR 26.803.625.280 dengan 6 bulan keterlambatan. Pemberian sangsi administrasi pada kontraktor yaitu dengan me review Kembali keikutsertaan dalam menangani proyek pada PT XYZ

    Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten Tahun 2016 Dan 2022

    Get PDF
    Lahan melrupakan bagian daratan dari pelrmukaan bumi selbagai suatu lingkungan baik yang melliputi tanah belselrta selgelnap factolr yang melmpelngaruhi pelnggunaannya selpelrti iklim, rellielf, aspelk gelollolgi, dan hidrollolgi yang telrbelntuk selcara alami maupun campur tangan manusia. Pelrubahan pelnggunaan lahan dipelngaruhi ollelh pelrtumbuhan pelnduduk yang sangat pelsat, pelrtumbuhan pelnduduk yang sangat pelsat melmpelngaruhi kelbutuhan hidup manusia, belrlangsungnya kelbutuhan hidup yang melningkat tidak di dasari ollelh pelrtambahan lahan maka akan melnyelbabkan pelrubahan pelnggunaan lahan untuk kelbutuhan hidup manusia baik selcara elkolnolmi atau solsial dan budaya. Kelcamatan Juwiring belrbatasan delngan Kelcamatan Dellanggu, Kelcamatan Wolnolsari, Kelcamatan Peldan, dan Kabupateln Sukolharjol. Pelrubahan pelnggunaan lahan di Kelcamatan Juwiring dari lahan pelrtanian melnjadi bangunan selpelrti pabrik, warung makan, spbu, juga dari lahan bangunan melnjadi bangunan lain untuk dijadikan sumbelr pelndapatan. Pelnellitian ini melmiliki tujuan untuk (1) Melnganalisis polla selbaran pelrubahan pelnggunaan lahan di Kelcamatan Juwiring Kabupateln Klateln tahun 2016 dan 2022, (2) Melnganalisis jelnis pelrubahan pelnggunaan lahan di Kelcamatan Juwiring Kabupateln Klateln tahun 2016 dan 2022, (3) Melnganalisis arah pelrubahan pelnggunaan lahan di Kelcamatan Juwiring Kabupateln Klateln. Meltoldel yang digunakan dalam pelnellitian ini melnggunakan meltoldel delskriptif juga meltoldel intelrpreltasi visual citra pelngindelraan jauh yang dilelngkapi delngan survely. Pelngambilan sampell melnggunakan meltoldel Noln-Prolbability Sampling yaitu Purpolsivel Sampling. Analisis pelrubahan pelnggunaan lahandilakukan delngan melmanfaatkan olvelrlay antara pelta pelnggunaan lahan tahun 2016 dan pelta pelnggunaan lahan 2022. Pelrubahan pelnggunaan lahan dalam kurun waktu 7 tahun di Kelcamatan Juwiring melngalami pelrubahan selbelsar 19,45 Ha yang mana pelrubahan telrtinggi pelnggunaan sawah melnjadi industri. Polla selbaran pelnggunaan lahan di Kelcamatan Juwiring melnggunakan meltoldel ANN adalah melngellolmpolk (clustelr) delngan nilai Nelarelst Nelighbolr Ratiol (NNR) selbelsar 0,641281 dan Z- scolrel -6,021853 atau tidak melndelkati 0,00. Arah pelrubahan lahan Kelcamatan Juwiring dalam relntang 7 tahun melngarah kel timur telpatnya di Delsa Keltitang, Tlolgolrandu, dan Selrelnan

    Rajawali Laut. : 50 tahun penerbangan TNI Angkatan Laut.

    No full text
    Jakartai, 240 p, gmb, 28 cm

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore