1,721,110 research outputs found
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA: KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
Puisi memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain, adanya sebuah karakteristik dikarenakan ada faktor pembeda. Karakteristik puisi adalah ciri khas yang terdapat didalam puisi. Karakteristik puisi memiliki peranan penting dalam suatu pembelajaran, biasanya menggunakan bahasa yang singkat dan dirangkai dalam bentuk bait-bait serta memiliki sifat sesuai dengan kenyataan sebuah puisi.
Tujuan penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan cinta libidinal dalam kumpulan puisi karya-karya W.S Rendra (2) mendeskripsikan cinta humanisme dalam kumpulan puisi karya-karya W.S Rendra (3) mendeskripsikan cinta sufisme dalam kumpulan puisi karya-karya W.S Rendra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. sember data penelitian adalah menggunakan tiga buku puisi karya-karya W.S Rendra yang buku pertama berjudul Doa Untuk Anak Cucu diambil 20 data dari 61 puisi. Judul buku kedua Stanza dan Blues diambil 20 data dari 81 puisi dan buku ketiga berjudul Puisi-Puisi Cinta diambil 20 data dari 68 puisi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencari data mengenai hal-hal yang berkaitan dengan fokus kajian permasalahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik puisi karya-karya W.S Rendra memiliki karakteristik tersendiri seperti cinta libidinal membahas tentang suatu kecintaannya terhadap kekasih yang saling mencintai satu sama lain, cinta humanisme membahas tentang suatu kecintaanhya terhadap sesama manusia atau sosial kemasyarakatan dan cinta sufisme membahas tentang suatu kecintaannya terhadap sebuah agama
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL ANIMASI DOKUMENTER \"W.S RENDRA\"
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL ANIMASI DOKUMENTER \"W.S RENDRA\"
Kritik Moral dalam Antologi Puisi Potret Pembangunan Karya W.S. Rendra
Poetry that is enough to provide moral criticisms, one of which is the stroke poems of W.S. Rendra\u27s pen. His poems were enough to give a scathing critique of his time and to the end of his life. W.S. Rendra in writing his poems dared to launch a considerable criticism of the risk. The purpose of this research is so that the resulting literary works do not deviate from things that endanger the existence of the author. The method used in this study is the qualitative method. Data analysis will be done using the analysis of the contents of the document (content analysis document) namely by recording the important content expressed in the document or archive, but also its implied meaning. That W.S. Rendra\u27s poems containing the value of moral criticism include poems titled poor people, nursery rhymes, spy rhymes, corn rhymes, rhymes of an old man under a tree, and rhymes of girls and masters
DRAMA W.S RENDRA SEBAGAI KRITIK SOSIAL TAHUN 1973-1977
Abstrak
Drama sudah ada di Indonesia sejak sebelum kemerdekaan Bangsa Indonesia. Drama merupakan suatu bentuk cerita konflik sikap dan sifat manusia dalam bentuk dialog, yang diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan dan gerak (action) dihadapan pendengar atau penonton. Pada masa setelah kemerdekaan Indonesia, Sastrawan-sastrawan mulai banyak yang muncul dalam sejarah sastra Indonesia. W.S Rendra salah satu seniman yang banyak dikenal oleh masyarakat luas sebagai Seniman yang kritis terhadap keadaan pada masa Orde Baru. Kekritisan Rendra ditulis dalam karya drama-dramanya.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut (1) Apa yang melatarbelakangi W.S Rendra membuat karya–karya kritis dalam pementasan Drama pada Tahun 1973-1977, (2) Bagaimana karya-karya Drama W.S Rendra sebagai kritik sosial pada Tahun 1973-1977. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan latar belakang W.S Rendra membuat karya-karya kritis dalam pementasan Drama pada pada Tahun 1973-1977 dan mendeskripsikan karya-karya Drama W.S Rendra sebagai kritik sosial pada Tahun 1973-1977. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Pada proses heuristik, peneliti memperoleh sumber utama berupa copy naskah drama Matadon dan Burung Kondor, Kisah Perjuangan Suku Naga, Sekda. Peneliti kemudian mengkritik isi sumber untuk memperoleh fakta. Selanjutnya, mencari keterkaitan antar fakta tersebut agar dapat diinterpretasikan sesuai dengan tema penelitian yang disusun secara kronologis agar dapat menjadi hasil penelitian yang ilmiah dalam bentuk historiografi.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, latar belakang W.S Rendra membuat karya-karya drama yang berisi kritik sosial adalah karena didasarkan oleh rasa peduli yang tinggi terhadap keadaan sosial pada masa Orde Baru yang penuh dengan ketidakadilan, ketimpangan sosial, banyaknya KKN, suap menyuap, pembangunan yang merusak lingkungan, macetnya aspirasi rakyat. W.S Rendra melakukan kritik sosial terhadap kondisi masyarakat pada masa Orde Baru melalui karya-karya drama yang telah dipentaskannya. Drama yang penuh dengan kritik sosial tersebut adalah drama Mastadon dan Burung Kondor yang mengkritisi masalah ketimpangan sosial, pemerintahan yang otoriter. Drama Kisah Perjuangan Suku Naga yang mengkritisi tentang eksploitasi yang dilakukan oleh modal asing, suap menyuap dan KKN, dan drama Sekda mengkritisi tentang para pejabat yang melakukan pemanfaatan fasilitas untuk kepentingan pribadi.
Kata Kunci : Drama, Kritik Sosia
Analisis Citraan dalam Puisi ˜Perempuan yang Tergusur Karya W.S. Rendra
Penelitian ini berfokus pada pencitraan dalam kumpulan puisi "Perempuan yang Tergusur" karya W.S. Rendra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berbagai jenis pencitraan yang terdapat dalam kumpulan puisi "Perempuan yang Tergusur" karya W.S. Rendra. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Data penelitian difokuskan pada data tertulis mengenai aspek pencitraan yang terdapat dalam kumpulan puisi "Perempuan yang Tergusur" karya W.S. Rendra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca dan mencatat. Hasil analisis terhadap puisi "Perempuan yang Tergusur" menemukan lima (5) bentuk pencitraan, yaitu: (1) pencitraan visual; (2) pencitraan auditif; (3) pencitraan olfaktori; (4) pencitraan taktil; dan (5) pencitraan gerak. Pencitraan dalam puisi "Perempuan yang Tergusur" digambarkan melalui tokoh “kau”, yaitu “perempuan yang tergusur” yang merupakan representasi dari realitas yang terjadi di kalangan masyarakat marginal yang hidup di berbagai kota besar dengan berbagai macam penderitaan dan ketidakadilan yang mereka alami
Analisis Citraan dalam Puisi “Perempuan yang Tergusur” Karya W.S. Rendra
Puisi adalah karya sastra yang diciptakan untuk memberikan gambaran suasana hati pengarang, selain itu juga untuk menggugah munculnya suasana yang khusus. Puisi juga mampu membangun gambaran dalam pikiran dan penginderaan manusia aga lebih hidup. Visualisasi pikiran yang munculnya dipengaruhi oleh puisi disebut citraan. Melalui puisi, penyair dapat membangun imajinasi yang segar, hidup serta berada dalam suasana keindahan. Penelitian ini mengambil fokus pada citraan dalam kumpulan puisi Perempuan yang Tergusur karya W.S. Rendra. Sedangkan Tujuan dalam penelitian, untuk mendeskripsikan berbagai jenis citraan dalam kumpulan puisi Perempuan yang Tergusur karya W.S. Rendra. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sedangkan Jenis penelitian yang digunakan adalah library research. Data penelitian difokuskan pada data tertulis mengenai aspek citraan yang terdapat dalam kumpulan puisi Perempuan yang Tergusur karya W.S. Rendra. Untuk pengumpulan data, teknik yang digunakan adalah teknik baca dan teknik catat
Kondisi dan Kritik Sosial pada Masa Rezim Orde Baru dalam Puisi-Puisi W.S Rendra
Penelitian ini mengkaji puisi-puisi karya W.S. Rendra pada masa rezim Orde Baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tema, kondisi dan kritik sosial yang disampaikan W.S. Rendra dalam puisi-puisi yang dia ciptakan. Penelitian ini penting dilakukan bukan saja karena kuat kondisi dan kritik sosial yang terkandung di dalam karya-karya W.S. Rendra, tetapi karena sebagian kondisi dan kritik sosial yang disampaikan masih terjadi sampai saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teori yang digunakan untuk mengkaji kondisi dan kritik sosial di dalam puisi-puisi karya W.S. Rendra adalah sosiologi sastra dan semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi dan kritik sosial yang disampaikan oleh W.S. Rendra di dalam puisi-puisinya mencakup enam tema besar. Gaya bahasa dalam menyampaikan kondisi dan kritik sosial dalam puisi-puisinya ditandai dengan penggunaan metafora, repetisi, paradoks, pertanyaan retoris, dan sinisme. Sikap W.S. Rendra menyampaikan kondisi dan kritik sosial lewat puisi-puisinya membuat dia berhasil tampil sebagai sastrawan yang paling produktif dalam sejarah sastra Indonesia.This study analyzes the poems created by W.S. Rendra at the regime of New Order’s era. This study aims at revealing the themes, social condition and criticism expressed by W.S. Rendra in the poems he created. This study was importantly conducted as the social condition and criticism of the literary works W.S. Rendra created were not only strong but are still currently occur as well. Qualitative study was used as method of study. The theory of sociology of literature and the theory of semiotics were used to analyze the social condition and criticism expressed by W.S. Rendra through his literary works. The result showed that the social condition and criticism expressed by W.S. Rendra in his poems included six great themes. The language styles used to convey his social condition and criticism were marked by the use of metaphors, repetitions, paradoxes, rhetorical questions, and cynicisms. His attitude in expressing social condition and criticism through his poems made him successful in becoming the most productive man of letters during the history of Indonesian literature.300 halamanTesis Magiste
Kritik Sosial Dalam Kumpulan Puisi W.S Rendra: Kehidupan Masyarakat di Indonesia
The poetry of research by W.S Rendra is aimed to describe social condition of society in Indonesia. Social conditions are in the form of social status, poverty, and arbitrariness of the government. The theory used to examine these poems is the theory of genetic structuralism and uses the sociological approach of the work. The method used in this research is qualitative research. The data source used is 3 poems by W.S Rendra. While the data is a quote from a collection of poems W.S Rendra which contains elements of social criticism. Data collection techniques used in this study is literature study techniques. In this research data collection is by reading the collection of poems by W.S Rendra and look for aspects that contain elements of social criticism in a collection of poems by W.S Rendra. The data research procedure used is reading poetry, collecting data in the form of quotation. Data analysis technique used is content analysis technique. The results of this study indicate that there are several social problems in Indonesia that have been criticized by W.S Rendra into a poem of his creation
Gaya Bahasa Metaforis Yang Faunis Pada Puisi Empat Kumpulan Sajak Karya W.S. Rendra
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan larik gaya bahasa metaforis yang faunis pada puisi Empat Kumpulan Sajak (EKS) karya W.S. Rendra, dan mengkaji unsur faunis pada puisi Empat kumpulan sajak karya W.S. Rendra.
Bentuk penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif berkaitan dengan identifikasi terhadap puisi EKS karya W.S. karya W.S. Rendra sehingga lebih mudah untuk dipahami dan disimpulkan. Data penelitian ini berupa larik yang mengandung gaya bahasa metaforis yang faunis pada puisi EKS karya W.S. Rendra. Teknik analisis data mengunakan studi pustaka, simak dan catat. Metode penelitian ini adalah metode padan dan agih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, puisi EKS karya W.S. Rendra ditemukan larik yang mengandung larik gaya bahasa metaforis yang faunis. Pemakaian gaya bahasa metaforis yang faunis pada larik puisi EKS karya W.S. Rendra dipakai untuk mempersamakan alam, binatang, benda mati dengan sifat atau tindakan manusia. Larik metaforis yang faunis didominasi oleh binatang burung yang
disimbolisasikan dengan sosok seorang laki-laki. Kedua, unsur metaforis yang faunis dalam data yang dianalisis berdasarkan tenor dan vehicle diperoleh dua jenis metafora. Yaitu metafora secara implisit dan metafora eksplisit. Puisi Rendra ini memilki subtansi mengenai hubungan percintaan dan perkawinan (hubungan suami istri), seorang laki-laki yang melakukan perbuatan asusila
dengan pelacur, sahabat dan menceritakan kisah ibu dan anaknya
ANALISIS KRITIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI PUISI POTRET PEMBANGUNAN KARYA W.S. RENDRA
The problems raised relate to literary criticism in the poem W.S. Rendra. Poetry is one of the right literature to describe the mind of the author, concerning the social life of the community with its various inequalities, as well as one of the media to convey criticism to individuals and groups. The purpose of this research is to keep literary works away from deviant things that endanger the existence of the author. The method used in this study is qualitative method. The data analysis techniques the authors used in this study are : 1)Read Poetry by W.S. Rendra carefully. 2) then write the value of social criticism contained in the poem. 3) Mark supporting sentences containing social criticism. 4) Analyze social criticism based on data obtained. Social criticism contained in the poem by W.S. Rendra entitled Sajak Orang Miskin, Sajak Joki Tobing untuk Widuri, Sajak Seonggok Jagung, Sajak Pertemuan Mahasiswa, and Sajak Sebatang Lisong contains social criticisms that include the related social life faced by society, the social life gaps experienced by students, and the social lives of the rich and poor people
- …
