1,720,959 research outputs found

    ANALISIS ISI (CONTENT) BLOG SEBAGAI MEDIA KAMPANYE CALON ANGGOTA LEGISLATIF (CALEG) PADA PEMILU LEGISLATIF 2009

    Full text link
    Pesta demokrasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif menghadirkan maraknya persaingan di antara para calon anggota legislatif (caleg). Setiap caleg berlomba untuk menyampaikan aspirasinya melalui berbagai media komunikasi, mulai dari media cetak hingga media elektronik. Salah satu media elektronik yang mulai digunakan oleh para caleg adalah blog yang merupakan layanan internet. Berbeda dengan media komunikasi pada umumnya seperti televisi, radio, koran, spanduk, brosur atau leaflet, blog menawarkan berbagaikeunggulan seperti kemudahan akses kapan dan dari manapun, mudah dan secara cepat dapat dimutakhirkan isiny serta memilliki daya jangkau yang relatif tak terbatas. Penelitian ini merupakan analisis terhadap blog yang digunakan oleh para caleg sebagai media kampanye menghadapi Pemilihan Umum Legislatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kandungan pesan yang termuat pada blog milik para caleg sebagai media kampanye. Analisis dilakukan berdasarkan parameter yang ditetapkan sesuai perspektif teori ilmu komunikasi politik, terhadap kandungan/isi (content) dari blog-blog yang dipilih secara acak. Penelitian ini menghasilkan satu luaran berisi hasil evaluasi penggunaan blog sebagai media kampanye para caleg pada Pemilu Legislatif 2009

    ANALISIS ISI (CONTENT) BLOG SEBAGAI MEDIA KAMPANYE CALON ANGGOTA LEGISLATIF (CALEG) PADA PEMILU LEGISLATIF 2009

    Full text link
    Pesta demokrasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif menghadirkan maraknya persaingan di antara para calon anggota legislatif (caleg). Setiap caleg berlomba untuk menyampaikan aspirasinya melalui berbagai media komunikasi, mulai dari media cetak hingga media elektronik. Salah satu media elektronik yang mulai digunakan oleh para caleg adalah blog yang merupakan layanan internet. Berbeda dengan media komunikasi pada umumnya seperti televisi, radio, koran, spanduk, brosur atau leaflet, blog menawarkan berbagaikeunggulan seperti kemudahan akses kapan dan dari manapun, mudah dan secara cepat dapat dimutakhirkan isiny serta memilliki daya jangkau yang relatif tak terbatas. Penelitian ini merupakan analisis terhadap blog yang digunakan oleh para caleg sebagai media kampanye menghadapi Pemilihan Umum Legislatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kandungan pesan yang termuat pada blog milik para caleg sebagai media kampanye. Analisis dilakukan berdasarkan parameter yang ditetapkan sesuai perspektif teori ilmu komunikasi politik, terhadap kandungan/isi (content) dari blog-blog yang dipilih secara acak. Penelitian ini menghasilkan satu luaran berisi hasil evaluasi penggunaan blog sebagai media kampanye para caleg pada Pemilu Legislatif 2009

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOTA DENGAN PENGUATAN PENGETAHUAN E-COMMERCE PASCA PANDEMI COVID-19

    Full text link
    In an e-commerce situation that is developing very rapidly, the COVID-19 pandemic hit Indonesia and not only had an impact on the public health system but also had an impact on the people's economy. Traders, both small and retail businesses, are feeling the effects of the COVID-19 pandemic, and it is not uncommon for some to go out of business because their income is not proportional to their expenses. Ultimately, this directly or indirectly impacts the economy of the lower middle class. Residents in Pesanggrahan Village, which has a population of approximately 4,300 people with 1,000 families, are one of the affected communities. Most people's livelihoods in RW.03 Pesanggrahan Village are as traders, private employees, and laborers. This Community Service Program is one of the efforts to revive the people's economy affected by the COVID-19 pandemic. This activity aims to provide broader knowledge about e-commerce for the lower middle class affected by the COVID-19 pandemic in the Industrial Age 4.0. The results show that the target community finds the education provided useful and motivates them to strive to restore the economy through entrepreneurshipKeywords: COVID-19 Pandemic, Community Services, E-commerce, Small Medium EnterpriseAfter the pandemic ends, the economic impact can still be felt in society. Traders, both small businesses and retail, who are affected by the COVID-19 pandemic are often forced to close down because their income is not commensurate with their expenses. This directly or indirectly has an impact on the economy of the lower middle class. Residents in the Pesanggrahan sub-district area, which has a population of approximately 4,300 people with 1,000 families, are one of the community groups affected. The majority of people's livelihoods in RW 03 Pesanggrahan Village are traders, private employees and laborers. Even though the pandemic has ended, the economic downturn is still being felt. Indicators can be seen from the weakening of purchasing power and business movements in the area, which includes entrepreneurial and residential areas. This Community Service Program is an effort to revive the economy of communities affected by the COVID-19 pandemic. The aim of this activity is to provide broader knowledge about e-commerce for the public so that they can more quickly revive the MSME economy after the pandemic. The results of the activity show that the target community understands the education provided and implements expanding their business by using social media to restore the family economy

    Implementasi Website E-Commerce Berbasis Content Management System Wordpress Pada Toko Pesona Tanaman

    Full text link
    Di masa pandemi Covid-19 ini pemerintah membatasi aktivitas diluar dan menghindarikontak fisik secara langsung. Sehingga banyak memanfaatkan media internet untukpenjualan dan pembelian. Pesona Tanaman yaitu usaha yang bergerak pada bidangpenjualan tanaman hias. Meskipun sudah menggunakan WhatsApp dan Marketplace,ada beberapa kendala yang dihadapi yaitu, persaingan harga yang terlalu bervariatifsehingga mempunyai selisih harga yang jauh, banyaknya yang menjual produk yangsama sehingga membuat pelanggan memilih rekomendasi produk dari toko lain,minimnya dalam promosi penjualan sehingga produk lama terjual dan pemilik tokomasih menggunakan sistem pencatatan kertas untuk laporan. Untuk mengatasi kendalakendalatersebut, dibutuhkan sebuah website e-commerce. Dalam pengembangan ecommerceini menggunakan metode Business Model Canvas (BMC) untuk menganalisakekuatan dan kekurangan serta strategi bisnis. Perancangan sistem menggunakanmetode Unifield Modeling Language (UML), dan websitenya menggunakan aplikasiWordpress dengan Content Management System (CMS). Website juga dioptimalisasidengan menggunakan teknik Search Engine Optimization (SEO), agar website berada dihalaman awal pada mesin pencari, sehingga memudahkan pelanggan untuk menemukansitus web tersebut. Dengan website e-commerce ini diharapkan pemilik toko bisa lebihmemaksimalkan penjualan produk yang dijual melalui website e-commerce, penerapanSEO dan marketing dapat membantu meningkatkan penjualan serta dengan adanya fiturcetak laporan penjualan dapat mempermudah pemilik toko dalam merekapitulasilaporan

    PENINGKATAN MUTU SISWA DENGAN PELATIHAN MICROSOFT OFFICE BAGI SISWA PKBM JAKARTA SELATAN

    Full text link
    PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) sebagai satuan pendidikan non-formal,merupakan prakarsa pembelajaran masyarakat, yang perlu dibina secaraberkesinambungan. Siswa yang mengikuti pelatihan ini setara dengan SMA. Kegiatanpengabdian kepada masyarakat ini, bekerjasama dengan PKBM Negeri 27 Jakarta Selatan.Pelatihan ini lebih dipusatkan pada penggunaan Microsoft Office, khususnya MicrosoftWord untuk meningkatkan mutu dan kemampuan ilmu komputer agar dapat menambahnilai lebih pada diri siswa. Kendala yang dihadapi, adalah PKBM tidak memiliki fasilitasruang komputer dan tenaga pelatih untuk memberikan pelatihan kepada siswa, serta siswatidak memiliki biaya untuk meningkatkan kemampuan diri dalam penguasaan teknologikomputer. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah 63% menyatakan hasil pelaksanaanpelatihan sangat baik, dan sisanya 37% menyatakan hasil pelaksanaan pelatihan baik. Halini membuktikan bahwa kegiatan pelatihan Microsoft Office sangat bermanfaat dan mampumeningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di bidang aplikasi komputer

    Sistem Pendukung Keputusan Untuk Pemilihan Supplier Terbaik Dengan Metode Analytical Hierarchy Process Dan Simple Additive Weighting

    Full text link
    Penelitian ini membahas tentang pemilihan supplier terbaik pada PT. Talkindo Selaksa Anugrah(Breadtalk). Melakukan pemilihan supplier terbaik penting dilakukan untuk mempermudah dalampengambilan keputusan untuk memilih supplier yang sebelumnya dilakukan berdasarkan subjektivitas saja.Hal itu dapat menimbulkan kesalahan dalam pemilihan supplier, karena jika salah memilih supplier makaakan menghambat proses produksi. Masalah yang ditemui antara lain belum memiliki kriteria penilaian darisetiap supplier, belum adanya proses penilaian dari supplier yang ada, proses penilaian supplier masihberdasarkan dari penilaian subjektivitas atau berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak saja, belummemiliki laporan data dan penilaian supplier, dan belum memiliki laporan ranking setiap supplier. Kriteriayang digunakan antara lain harga, kualitas produk, waktu pengiriman, ketersediaan barang, dan kualitaspelayanan. Untuk itu, perlu dibuat sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang memberikan solusi darimasalah tersebut. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan karena perlu dilakukanpembobotan dari kriteria-kriteria, dan metode Simple Additive Weighting (SAW) digunakan untukmenentukan perangkingan alternatif pada setiap kriteria. Tujuan dari penelitian ini adalah membuatkan SPK,membuatkan kriteria serta bobot dari kriteria supplier agar supplier dapat dinilai lebih rinci, membuatkanlaporan data profil dan hasil penilaian supplier agar dapat melihat kinerja dan kualitas dari setiap supplier,dan membuatkan hasil akhir (perankingan) supplier sehingga dapat melihat ranking dari setiap supplier yangada

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore