26 research outputs found

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWI D3 KEPERAWATAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SAMAWA

    No full text
    Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di seluruh dunia. Kematian kanker payudara yang tinggi telah dikaitkan dengan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini Globocan WHO tahun 2020, total penderita kanker nasional sebanyak 0,14%  dari jumlah penduduk Indonesia, dengan penderita kanker wanita lebih banyak dari pada laki0laki. Dan prevalensi kasus paling banyak dalam 5 tahun terakhir adalah kanker payudara yaitu sebanyak 201.143 kasus. Pada tahun 2020 jumlah kasus baru kanker payudar di Indonesia mencapai 68.685 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baruu kanker dengan jumlah kematian lebih dari 22 ribu jiwa (Globacan WHO, 2020).  Sedangkan di NTB prevalensi kanker sebesar 0.85% dengan jumlah terdeteksi benjolan pada payudara sebesar 2,45% dengan jumlah kasus tumor payudara terbanyak kedua setelah tumor serviks (Riskesdas,2018). Metode penelitian  menggunakan penelitian deskriptif kuantitaif dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sample yaitu total sampling dimana semua mahasiswi Program studi D3 keperawatan dijadikan sampel dengan jumlah sebanyak 39 mahasiswi. Dari hasil penelitian ini dapat bahwa tingkat pengetahuan mahasiswi D3 keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Samawa berada dalam kategori cukup. Hal ini ditunjuk dengan hasil presentasi tingkat pengetahuan 46.2 % pada kategori cukup, 33.3% pada kategori Baik sedangkan 20.5% pada kategori kurang. &nbsp

    Inquiry-Based Learning for Improving Student Learning Outcomes: Literature Review

    No full text
    The learning process has entered the 21st century and shifted from Teacher Center Learning (TCL) to Student Center Learning (SCL). Therefore, to improve student learning achievement and activity, innovative learning models are needed to provide more active learning opportunities for students in the learning process. There are a number of innovative learning models, one of which can improve student achievement and activity is inquiry-based learning. It would be better for students to discuss lessons or try to learn the material first, then present the results in front of the class and discuss with other students. Thus, the learning process becomes more active and dynamic with the guidance and direction of the lecturer. This literature review aims to determine the influence of the application of inquiry learning in improving student learning outcomes. The design used is a literature review, articles are collected using the database proquest, google scholar and Science Direct with the keywords “inquiry based learning model” AND “learning outcomes”. The criteria for the articles used are those published in 2014-2018. Based on thirteen articles collected, the results showed that ten articles showed that inquiry learning improved student learning outcomes while the other three did not influence student learning outcomes, but could increase learning motivation. The inquiry-based learning involves students directly and actively in the learning process so that learning has a significant effect on improving learning outcomes

    PENGARUH METODE SIMULASI BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) HENTI JANTUNG TERHADAP KETERAMPILAN DAN EFIKASI DIRI MAHASISWA

    No full text
    Kejadiaan Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) menjadi masalah global dengan angka kematian yang tinggi. Jumlah angka OHCA yang diberikan bantuan hidup dasar lebih besar dilakukan oleh bystander dan terbukti dapat meningkatkan angka harapan hidup. Tempat pendidikan memberikan akses yang lebih besar dalam penyebarluasan pengetahuan tentang bantuan hidup dasar sehingga dapat meningkatkan angka bystander. Hal tersebut menjadi dasar diperlukannya pemberian pembelajaran bantuan hidup dasar henti jantung dengan metode yang efektif pada mahasiswa. Tujuan: Mengetahui pengaruh metode pembelajaran simulasi bantuan hidup dasar terhadap keterampilan dan efikasi diri mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel mengunakan teknik simple random sampling, didapatkan sampel sejumlah 20 responden. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data menggunakan SPSS. Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan antara keterampilan dan efikasi diri melakukan BHD metode simulasi dengan p-value 0,018. Kesimpulan: Terdapat peningkatan keterampilan dan efikasi diri mahasiswa setelah diberikan pembelajaran metode simulasi BHD

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGANKEPTUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUMBAW

    No full text
    Latar Belakang: Ganguan jiwa masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia dan salah satu bentuk gangguan jiwa yang terdapat diseluruh dunia adalah gangguan jiwa berat yaitu Skizofrenia. Dalam penatalaksaan skizofrenia, kontinuitas pengobatan merupakan salah satu faktor utama keberhasilan terapi pengobatan. Saat seseorang mengalami gangguan jiwa terutama skizofrenia, yang berperan penting dalam proses kesembuhannya adalah lingkungan terdekatnya terutama keluarga sebagai caregiver primer. Keluarga dalam menyikapi mengenai kesehatan jiwa dalam keluarga, harus memperhatikan pengetahuan keluarga tentang kesehatan jiwa. Pengetahuan mengenai kesehatan jiwa meliputi pengertian, penyebab terjadinya masalah kesehatan jiwa, dan ciri-ciri sehat jiwa.TujuanPenelitian:Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofreniadi poliklinik jiwa rumah sakit umum daera sumbawa.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, dengan disain penelitian cross sectional, mengunakan simple random sampling dengan jumlah sampel ditentukan dengan mengunakan rumus slovin yaitu sebanyak 61 orang keluarga pasien, dengan analisa data menggunakan uji Chi SquareHasil: Mayoritas tingkat pengetahuan keluarga baik yaitu sebanyak (85,2%). Mayoritas kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia berada pada katagori rendah sebanayak (50,8%). Hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di poliklinik jiwa rumah sakit umum daera sumbawa nilai Probabilitas yaitu 0,015 Kesimpulan:Ada hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di poliklinik jiwa rumah sakit umum daera sumbawa

    Pengaruh Metode Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Henti Jantung terhadap Keterampilan dan Efikasi Diri Mahasiswa

    No full text
    Kejadiaan Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) menjadi masalah global dengan angka kematian yang tinggi. Jumlah angka OHCA yang diberikan bantuan hidup dasar lebih besar dilakukan oleh bystander dan terbukti dapat meningkatkan angka harapan hidup. Tempat pendidikan memberikan akses yang lebih besar dalam penyebarluasan pengetahuan tentang bantuan hidup dasar sehingga dapat meningkatkan angka bystander. Hal tersebut menjadi dasar diperlukannya pemberian pembelajaran bantuan hidup dasar henti jantung dengan metode yang efektif pada mahasiswa. Tujuan: Mengetahui pengaruh metode pembelajaran simulasi bantuan hidup dasar terhadap keterampilan dan efikasi diri mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel mengunakan teknik simple random sampling, didapatkan sampel sejumlah 20 responden. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data menggunakan SPSS. Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan antara keterampilan dan efikasi diri melakukan BHD metode simulasi dengan pvalue 0,018. Kesimpulan: Terdapat peningkatan keterampilan dan efikasi diri mahasiswa setelah diberikan pembelajaran metode simulasi BHD

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS POTO TANO

    No full text
    Latar belakang: Hipertensi adalah gangguan pada pembuluh darah dan jantung yang menyebabkan suplai nutrisi dan oksigen yang dibawa oleh darah itu terhambat untuk mencapai ke jaringan tubuh yang membutuhkan sehingga dapat terjadi peningkatan tekanan darah melebihi normal yang ditunjukkan oleh angka sistolik dan diastolik.Kepatuhan diet rendah garam memerlukan waktu yang cukup lama sehingga dibutuhkan dukungan keluarga agar tercapainya kepatuhan diet rendah garam pada pasien Hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet rendah garam pada lansia hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Poto Tano. Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan dengan pendekatan cross sectional dengan teknik sampling menggunakan non probability sampling dengan teknik dan pemilihan sampel menggunakan purposive sampling sejumlah 75 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Sedangkan untuk analisis hasil penelitian menggunakan analisis spearman’s rho. Hasil Penelitian: Didapatkan 47 dari 75 responden memiliki dukungan keluarga dalam kategori mendukung (62,7%), memiliki kepatuhan diet rendah garam sebanyak 43 (57,3%) responden. Dari hasil uji statistik didapatkan hubungan signifikan (p=0,001) dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Poto Tano, dengan kekuatan korelasi sedang bernilai positif (r= 0,384). Kesimpulan: penelitian ini adalah terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Poto Tano

    KECERDASAN SPIRITUAL SEBAGAI PREDIKTOR KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA MAHASISWA

    No full text
    In their first year study of adolescent students commonly met stressor and pressure of adaptation in their novel situation. It can make them have a problem. Adolescents student who can not cope with the problem will be more vulnurable to depression and negative emotions. It can lead them to be unhappy and dissatidfied with their life, but some factors predicted to influence their situation. The purpose of this research was to determine spiritual intelegence can be a predictor ofsubjective wellbeing ofadolescent students. Subject of this research  were 116 (N=116) adolescents students (17-18 years old) at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Subjective wellbeing scale from Utami (2008) and spiritual intelegence scale from Khalqi (2017) was used to collect data with incidental sampling technique. Datawas analyzed by regression technique analysis. The result of the analysis indicate that spiritual intelegence can be a predictor of students subjective wellbeing withr correlation 0.9033 and p = 0,003 (p < 0,005). It means the hyphotheses stated that spiritual intelegence can be a predictor of students subjective wellbeing was accepted. Furthermore there are 7,03% (R square=0,073) effective contribution of spiritual intelegence toward subjective wellbeing of student

    KECERDASAN SPIRITUAL SEBAGAI PREDIKTOR KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA MAHASISWA YANG BERUSIA REMAJA DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

    No full text
    Mahasiswa yang berusia remaja (17 – 18 tahun) berada pada tahun pertama perkuliahan. Suatu keadaan yang dianggap penuh dengan stressor dan tekanan. Mahasiswa remaja yang tidak dapat mengatasi berbagai masalah tersebut akan lebih rentang terhadap depresi dan timbulnya berbagai emosi negatif. Keadaan ini dapat menyebabkan individu merasa tidak bahagia dan tidak puas terhadap kehidupannya sehingga akan mmpengaruhi kesejahteraan mahasiswa remaja tersebut. Dengan dimilikinya kecerdasan spiritual yang baik, akan membantu mahasiswa dalam menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi di hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediksi kesejahteraan subjektif melalui kecerdasan spiritual. Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa yang berusia remaja (17&18 tahun) di UIN Sunan Kalijaga yang berjumlah 116 (N=116) Mahasiswa. Teknik pengambilan data menggunakan incidental sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu modifikasi skala Kesejahteraan Subjektif Utami (2008) dan skala Kecerdasan Spiritual Khalqi (2017). Metode analisis data menggunakan teknik statistik analisis regresi untuk melihat prediksi satu variable bebas terhadap satu variabel tergantung. Hasil analisis regresi menunjukkan kecerdasan spiritual dapat memprediksi kesejahteraan subjektif mahasiswa dengan nilai signifikansi p = 0,003 (p < 0,005). Artinya bahwa hipotesis yang menyatakan kecerdasan spiritual dapat menjadi prediktor kesejahteraan subjektif diterima. Diketahui pula sumbangan efektif kecerdasan spiritual dalam memprediksi kesejahteraan subjektif sebesar 7,03 % (Rsquare = 0,0703)

    EDUKASI KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA DI MAN 2 SUMBAWA

    No full text
    Kesehatan mental adalah suatu kondisi manusia yang berada dalam keadaan sejahtera, mampu mengenal potensi dirinya, menghadapi tekanan dan berkontribusi secara sosioemosional. Berdasarkan hasil riset Kesehatan Dasar tahun 2020, prevalensi gangguan mental emosional berupa stres dan depresi pada masyarakat berumur di atas 15 tahun di Indonesia mencapai 14 juta orang atau sekitar 6% dari jumlah seluruh penduduk. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan mental pada remaja. Metode pengabdian dilakukan dengan cara penyuluhan tentang konsep kesehatan mental pada remaja yang dilakukan pada tanggal 23 Juli 2024.  Hasil pengabdian memberikan manfaat pada peserta dan membantu peserta dalam memahami tentang kesehatan mental pada remajaKesehatan mental adalah suatu kondisi manusia yang berada dalam keadaan sejahtera, mampu mengenal potensi dirinya, menghadapi tekanan dan berkontribusi secara sosioemosional. Berdasarkan hasil riset Kesehatan Dasar tahun 2020, prevalensi gangguan mental emosional berupa stres dan depresi pada masyarakat berumur di atas 15 tahun di Indonesia mencapai 14 juta orang atau sekitar 6% dari jumlah seluruh penduduk. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan mental pada remaja. Metode pengabdian dilakukan dengan cara penyuluhan tentang konsep kesehatan mental pada remaja yang dilakukan pada tanggal 23 Juli 2024. &nbsp;Hasil pengabdian memberikan manfaat pada peserta dan membantu peserta dalam memahami tentang kesehatan mental pada remaja

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TBC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UTAN KECAMATAN SUMBAWA

    No full text
    Ketidakpatuhan pengobatan pada pasien TBC akan menyebabkan rendahnya angka kesembuhan dan resistensi obat OAT sehingga menyebabkan TBC sangat sulit diobati. Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan anti Tuberkulosis. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Utan kabupaten Sumbawa. Metode Penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Sampel yang diambil adalah pasien Tuberkulosis paru yang sedang aktif berobat di wilayah Puskesmas Utan sebanyak 26 orang. Hasil analisis hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis di Puskesmas Utan, berdasarkan hasil Analisa&nbsp; data menunjukkan p-value = 0,001 artinya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis yang menjalani pengobatan
    corecore