1,720,965 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Studi Tampilan Visual Desain Kemasan Pada Ekuitas Merek Lunpia Semarang

    No full text
    Salah satu hal yang menjadi ciri khas dari kota Semarang adalah makanannya. Makanan di kota Semarang juga merupakan hasil dari akulturasi budaya masyarakat di dalamnya, contohnya lunpia semarang. ‘Lunpia Semarang’ adalah makanan khas kota Semarang yang terbuat dari rebung yang dibungkus oleh kulit yang terbuat dari tepung terigu, yang muncul akibat adanya akulturasi antara budaya tionghoa dan budaya jawa di Semarang. Saat ini, merek-merek Lunpia Semarang telah tersebar di seluruh kota Semarang dengan berbagai macam merek. Merek yang prestisius dapat disebut memiliki brand equity (ekuitas merek) yang kuat. Kemasan sebagai salah satu bagian dari ekuitas merek memiliki fungsi sebagai pemicu ketertarikan konsumen dan menjadi salah satu alat bagi sebuah usaha untuk melindungi dan membedakan produknya dari pesaingnya. Studi Tampilan Visual Desain Kemasan Pada Ekuitas Merek Lunpia Semarang adalah konsep pengkajian seni Desain Komunikasi Visual untuk mengetahui pengaruh tampilan visual desain kemasan terhadap niat beli masyarakat dengan pemediasi Ekuitas Merek. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan analisis regresi di dalam prosesnya. Terdapat tiga merek Lunpia Semarang yang diteliti yaitu ‘Lunpia Semarang Gang Lombok No. 11’, ‘Lunpia Delight’ dan ‘Lunpia Mbak Lien’. Dari penelitian ini didapatkan dua kesimpulan penting. Pertama, tampilan visual desain kemasan memiliki pengaruh terhadap ekuitas merek dari Lunpia Semarang. Kedua, tampilan visual memiliki pengaruh signifikan terhadap niat beli konsumen dengan ekuitas merek sebagai pemediasinya. Oleh karenanya, disarankan bahwa produsen yang bergerak di bidang usaha makanan khususnya Lunpia Semarang dapat lebih memperhatikan dan menyadari bahwa tampilan visual dari desain kemasan dapat memberikan pengaruh pada ekuitas merek. Hal ini akan membantu perusahaan memenangi persaingan pada industri Lunpia Semarang di masa depan

    Perancangan komunikasi visual panduan pertolongan pertama untuk remaja pada kejadian darurat

    No full text
    Kompleksitas kehidupan membuat seseorang dengan mudah dapat terlibat di dalam suasana yang mengharuskan menolong orang lain. Sebagai Warga Negara yang memiliki kewajiban untuk menolong sesama, tidak boleh acuh tak acuh terhadap orang yang membutuhkan bantuan. Pertolongan pertama sangatlah penting karena Kecelakaan berakibat pada kelangsungan hidup seseorang selanjutnya, dan dengan adanya pertolongan pertama dapat membantu menyelamatkan jiwa seseorang. Akan tetapi, tidak semua orang memahami dan mengerti bagaimana penanganan pertolongan pertama yang baik, sehingga seringkali orang yang mengalami kejadian darurat justru menjadi tidak tertolong karena terlambat mendapatkan pertolongan. Remaja, sebagai insan yang akan menjadi bagian dari masyarakat, penting untuk mengetahui pertolongan pertama, karena dapat membantu mereka untuk menghadapi kejadian darurat yang sewaktu - waktu bisa terjadi. Untuk itulah dibuat sebuah buku panduan dengan teknik ilustrasi yang menampilkan kejadian - kejadian darurat di sekitar remaja dan cara penanganan kasusnya sehingga pertolongan pertama dapat dipelajari dengan mudah

    Analisis Makna Gambar Label Kemasan Produk Pureco Floor Cleaner sebagai “Household Representation”

    No full text
    Produk rumah tangga merupakan produk yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari di dalam rumah tangga, terutama bagi orang tua yang memiliki bayi atau hewan peliharaan di rumahnya. Untuk merepresentasikan image dari produk, desain kemasan memiliki peran yang sangat penting. Pureco merupakan merek dari produk-produk rumah tangga yang menggunakan bahan alami dari tanaman sebagai bahan baku utama di dalam pembuatannya. Pada kemasan produk Pureco terdapat gambar yang berbentuk ilustrasi ember, pel, bayi, anak anjing, dan anak kucing yang menunjukkan makna gambar sebagai household representation. Gambar-gambar tersebut dapat diartikan sebagai representasi dari sebuah rumah tangga yang ramah anak, hewan peliharaan, dan aman. Penelitian ini menggunakan tinjauan desain dengan pendekatan kritik seni dan bertujuan untuk mengetahui apa makna yang terkandung di dalam ilustrasi kemasan produk Pureco Floor Cleaner sebagai “household representation.

    Analisis Makna Gambar Label Kemasan Produk Pureco Floor Cleaner sebagai “Household Representation”

    No full text
    Produk rumah tangga merupakan produk yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari di dalam rumah tangga, terutama bagi orang tua yang memiliki bayi atau hewan peliharaan di rumahnya. Untuk merepresentasikan image dari produk, desain kemasan memiliki peran yang sangat penting. Pureco merupakan merek dari produk-produk rumah tangga yang menggunakan bahan alami dari tanaman sebagai bahan baku utama di dalam pembuatannya. Pada kemasan produk Pureco terdapat gambar yang berbentuk ilustrasi ember, pel, bayi, anak anjing, dan anak kucing yang menunjukkan makna gambar sebagai household representation. Gambar-gambar tersebut dapat diartikan sebagai representasi dari sebuah rumah tangga yang ramah anak, hewan peliharaan, dan aman. Penelitian ini menggunakan tinjauan desain dengan pendekatan kritik seni dan bertujuan untuk mengetahui apa makna yang terkandung di dalam ilustrasi kemasan produk Pureco Floor Cleaner sebagai “household representation.

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore