41 research outputs found

    Studi Analisis Panjang Antrian Pada Perlintasan Sebidang Tanpa Palang Pintu dan Harapan Masyarakat Terhadap Early Warning

    No full text
    Pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi di Indonesia mempengaruhi peningkatan volume kendaraan, terutama di kota Surabaya. Peningkatan volume kendaraan, menyebabkan kemacetan di beberapa titik di Surabaya. Salah satu faktor kemacetan di perlintasan kereta api adalah durasi waktu penutupan saat kereta melewati persimpangan. Durasi penutupan perlintasan yang tidak pasti menyebabkan pengguna jalan menjadi tidak disiplin dengan menerobos perlintasan saat kereta melintas yang berakibat pada meningkatnya tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di persimpangan sebidang tidak berpalang pintu. Oleh karena itu maka dilakukan studi analisis harapan masyarakat dalam pembangunan model early warning system. Metode yang dilakukan dalam studi ini adalah dengan cara melakukan pengumpulan data primer (wawancara). Data primer yang berupa kuisioner kemudian dianalisis menggunakan analisa regresi logit binner. Sebelumnya, dibuat dua model hubungan antar variable. Model pertama yaitu hubungan antara panjang kereta, waktu penutupan perlintasan, dan panjang antrian kendaraan, smodel kedua yaitu model hubungan antara lama waktu penutupan perlintasan dan panjang antrian. Digunakan metode regresi berganda (multiple regression) untuk membuat model tersebut. Dari penelitian ini, hasil yang didapatkan yaitu model regresi hubungan antara lama waktu penutupan perlintasan sebidang dengan panjang kereta dan kecepatan kereta memiliki pengaruh positif. Sedangkan model regresi antara lama waktu penutupan perlintasan sebidang dengan panjang antrian kendaraan memiliki pengaruh yang sangat kuat pada masing – masing arah. Selanjutnya nilai probabilitas harapan masyarakat yang menginginkan waktu tunggu selama 35 detik pada ketiga perlintasan sebidang, didapatkan bahwa variable usia berpengaruh pada semua perlintasan. Responden yang berusia 19-30 tahun mengharapkan waktu tunggu 35 detik agar patuh/tidak melanggar dengan nilai probabilitas pada masing-masing perlintasan berturut-turut yaitu: 25.7%, 21.2%, dan 15.57%. ================================================================================================ Population growth and the development of economic in Indonesia affect the increase in vehicle volume, especially in the city of Surabaya. Furthermore, the increasing of vehicles volume, causing congestion at some points in Surabaya. One of the congestion factors at the railway level crossings is the duration of closing time as the train passes through the crossing. The uncertain duration of gate closing time cause road users to be undisciplined by break through the crossing gates while the train pass through the crossings, which resulted in increased of traffic accidents that occurred at the railway level crossing without barriers. Considering of those problems, it is necessary to do analysis study of society’s expectations in the development of early warning system model. The method which used in this study is to collect primary data (interview). Primary data in the form of questionnaires are statistically analyzed by using binary logit regression analysis. Before, it was necessary to make two models of relations between variables. The first model is the relationship between the length of the train, the closing time of the railway level crossing, and the length of the vehicle queue, the second model is the relationship model between the length of railway level crossing closing time and the length of the vehicle queue. Multiple regression method is used to create the model. In addition, it is necessary to analyze the length of the queue when the railway level crossing closes. The result of this study are a regression relationship model between the length of closing time, length of the train and the speed of the train are have a positive influence. While the regression model between the length of closing time and the vehicle queue length has a very strong influence on each direction. Furthermore, the probability value of society expectations who want a waiting time of 35 seconds before the train pass through the railway level crossings, it is found that the age variable are give significant affects toll all crossings. Respondents aged 19-30 years are expected to have 35 seconds waiting time to be obedient / not violate with a probability value for each consecutive crossing, are: 25.7%, 21.2%, and 15.57%

    Perencanaan Dermaga Island Berth Untuk Kapal Tanker 85.000 Dwt Untuk Loading Oil Product : Bbm Ron 85 Di Tersus Pt Badak Ngl, Bontang

    Get PDF
    Seiring dengan peningkatan permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium yang diprediksi oleh BUMN minyak dan gas (MIGAS) sebesar 31 juta kiloliter dimulai dari tahun 2013, maka PT. Pertamina (Persero) berencana untuk meningkatkan kapasitas kilang-kilang minyak yang ada dengan cara melakukan pengembangan untuk kilang baru yang akan diletakkan pada area offshore PT. Badak NGL Bontang. Kilang tersebut direncanakan mengalami penambahan kapasitas produksi sebesar 200.000 barel/hari. Untuk mendukung peningkatan kegiatan produksi dan pengiriman Bahan Bakar Minyak Premium diperlukan adanya suatu dermaga yang dapat melayani peningkatan arus bongkar muat minyak yang akan meningkat seiring dengan peningkatan produksi. Dermaga Island Berth yang direncanakan adalah dermaga minyak untuk kapal tanker dengan kapasitas 85000 DWT. Perencanaan dermaga baru ini telah diwujudkan dalam bentuk gambar rencana pengembangan dermaga. Namun untuk mewujudkan pembangunan dermaga tersebut diperlukan detail engineering desain yang meliputi perencanaan loading platform, breasting dolphin, mooring dolphin, catwalk, dan floating pontoon. Selain detail engineering desain perlu juga ditinjau ii kebutuhan kedalaman perairan pada area dermaga Island Berth, hal ini dikarenakan kedalaman perairan harus mencukupi draft dari kapal 85.000 DWT yang direncanakan akan bersandar di dermaga minyak PT. Pertamina (Persero). Pengerjaan konstruksi dermaga Island Berth sepenuhnya dilakukan di laut, sehingga dalam pengerjaannya digunakan kapal pontoon sebagai direksi kit. Perencanaan dermaga Island Berth ini mencakup perencanaan fasilitas laut, perencanaan struktur dermaga, dan perencanaan alat-alat yang digunakan untuk proses bongkar muat. Selain itu perlu juga direncanakan terkait metode pelaksanaan pembangunan yang akan digunakan dalam pembangunan dermaga tersebut. Dalam perencanaan dermaga juga harus ditinjau terkait rencana anggaran biaya dari dermaga tersebut. Dari hasil analisis perhitungan didapatkan kebutuhan dermaga dengan ketentuan Loading Platform sebesar 35,5 x 24 m2, Breasting dolphin 8 x 8 m2, Mooring Dolphin 6,5 x 6,5 m2 ,Catwalk dengan panjang 24, 28, dan 30 meter, dan struktur floating pontoon. Rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk pembangunan dermaga ini adalah Rp. 192. 194.800.00 ============================================================ The increasing needs of fuel which is predicted by BUMN Oil and Gas division is about 31 million ton/year start from the beginning of 2013, so PT. Pertamina (Persero) have a planned to increase the capasity of the fuel refinary by develop new refinary which is located in the offshore area of PT. Badak NGL, Bontang. These refinaries were planned to increase the capasity of BBM RON 85 about 200.000 barrel/day. In order to support the increasing of production and distribution of fuel, the port need to be able to serve ships which has bigger capasity by the increasing of fuel’s production. Island Berth’s design is expected to be able to handle ship up to 85000 DWT. The drawing of this Island Berth have been planned as a dock development. In order to realize this project, there should be a detail of engineering design of the Island Berth include : loading platform structure, breasting dolphin, mooring dolphin, catwalk, and floating pontoon. Besides the detail of engineering design, there should be an evaluation to evaluate the depth of the Island Berth’s area because of the depth should be sufficient for draft of 85000 DWT tankershp which si plan to berthing on the dock of PT. Pertamina (Persero). iv The construction of the Island Berth is on the offshore area, so during the construction process using pontoon ship as the direction keet. The objective development of this Island Berth contain of offshore fasilities, dock structure, and equipments which is used for loading and unloading of oil product. Besides, there should be plann for the construction method of the Island Berth. In the dock development, there should be budget plan of the project. From the construction analysis, the requirement of the dock design are : loading Platform 35,5 x 24 m2, Breasting dolphin 8 x 8 m2, Mooring Dolphin 6,5 x 6,5 m2 ,Catwalk 24, 28, and 30 meter, andd floating pontoon structure. The budget plan to construct this project is about Rp. 192. 194.800.000

    ANALISIS MANAJEMEN LALU LINTAS KINERJA SIMPANG BERSINYAL BERDASARKAN PKJI 2014 (STUDI KASUS JL. CIPUTAT RAYA, PONDON PINANG)

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang manajemen lalu lintas jalan simpang bersinyal yang berlokasi di Jl. Ciputat Raya, Pondok Pinang. Persimpangan ini berada di daerah komersil dengan arus lalu lintas yang tinggi, sehingga menimbulkan antrean kendaraan dan kemacetan pada jam sibuk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besar kinerja simpang bersinyal serta memberikan solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014. Hasil dari penelitian ini didapatkan, untuk kinerja simpang eksisting bahwa tingkat pelayanan simpang berada dalam golongan F (Buruk Sekali) ditandai tundaan simpang rata-rata sebesar 433,82 det/skr dan derajat kejenuhan pada masing-masing lengan simpang untuk arah Bintaro, Pondok Indah, dan Lebak Bulus sebesar 1,95 dan untuk arah Kebayoran sebesar 1,89. Namun, setelah dilakukan peningkatan kinerja simpang berupa perencanaan underpass, nilai derajat kejenuhan mengalami penurunan yang signifikan yaitu untuk arah Bintaro sebesar 0,35, arah Kebayoran sebesar 0,20, arah Pondok Indah sebesar 0,47, dan arah Lebak Bulus sebesar 0,23 dan tingkat pelayanan simpang menjadi B (Baik

    PENGARUH PENERAPAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PADA SISTEM DAN PROSEDUR BELANJA DI PEMERINTAH KOTA CIMAHI

    No full text
    Penerapan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) masih mengalami berbagai masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas penerapan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) dan untuk mengetahui kualitas sistem dan prosedur belanja serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) terhadap sistem dan prosedur belanja di Kota Cimahi baik secara simultan maupun parsial. Objek penelitian pada penelitian ini adalah Sistem Informasi pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) serta sistem dan prosedur belanja di Pemerintah Kota Cimahi. Sampel yang diambil oleh penulis yaitu 11 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang merupakan unit terbesar di Pemerintah Kota Cimahi. Metode pengambilan sampel yang digunakan penulis yaitu metode sampling purposive. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu metode explanatory dengan pendekatan survei menggunakan data primer dengan menyebarkan kuisioner kepada 33 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas efektivitas penerapan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) telah mencapai kriteria efektif dan untuk kualitas efisiensi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) telah mencapai kriteria sangat efisien. Sedangkan untuk sistem dan prosedur belanja daerah berada dalam kriteria sangat baik. Kemudian dari uji simultan dengan uji F diperoleh hasil bahwa kualitas efektivitas sistem dan kualitas efisiensi sistem secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap sistem dan prosedur belanja daerah

    ANALISIS KINERJA JALAN BOURAQ KOTA TANGERANG AKIBAT PENERAPAN SISTEM SATU ARAH (SSA)

    Get PDF
    Kota Tangerang sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara tidak luput dari masalah kemacetan. Salah satu langkah yang dilakukan dalam mengatasi kemacetan adalah dengan menerapkan Sistem Satu Arah (SSA) pada Jalan Bouraq  dan Jalan Daan Mogot. Namun penerapan SSA mengakibatkan perubahan pola pergerakan yang ada sehingga mempengaruhi kinerja jalan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja Jalan Bouraq sebelum dan sesudah penerapan SSA, meramalkan kinerja jalan 5 tahun mendatang serta mengetahui kinerja pada skenario pelebaran jalan. Metode yang digunakan dalam analisis ini yaitu PKJI 2014. Hasil dari penelitian diketahui penerapan SSA menyebabkan penurunan kinerja pada Jalan Bouraq. Awalnya derajat kejenuhan didapatkan sebesar 0,61 namun setelah SSA diterapkan meningkat menjadi 1,397. Terjadi penurunan kecepatan dimana sebelum penerapan SSA didapat sebesar 24,2 km/jam kemudian menurun menjadi 7,48 km/jam. Hal tersebut mempengaruhi waktu tempuh dimana sebelumnya Jalan Bouraq dapat ditempuh dalam 0,107 jam namun meningkat menjadi 0,347 jam. Berdasarkan analisis diperkirakan volume lalu lintas dalam 5 tahun mendatang mencapai 4.459 skr/jam dengan derajat kejenuhan sebesar 1,54. Untuk mengakomodasi volume lalu lintas 5 tahun mendatang, skenario pelebaran jalan Bouraq hingga 12 m dapat meningkatkan kapasitas sebesar 5.708 skr/jam dan menghasilkan derajat kejenuhan sebesar 0,71

    Penerapan Metode Earned Value Dalam Analisis Kinerja Biaya dan Waktu Proyek Konstruksi RSU. Vina Estetica

    Get PDF
    Penelitian ini mengevaluasi kinerja proyek konstruksi berdasarkan penggunaan anggaran dengan metode earned value. Tujuannya adalah menilai besarnya anggaran, progres, dan waktu dalam proyek pada periode tertentu. Metode earned value diterapkan menggunakan MS Project dan MS Excel untuk mengontrol biaya dan waktu. Data meliputi laporan belanja, pencapaian kinerja, RAB, dan gambar teknik hingga minggu ke-55. Hasil analisis earned value menggunakan MS Project dan MS Excel menunjukkan tidak ada keterlambatan, dengan nilai ETS 3 minggu, sejalan dengan durasi pekerjaan hingga minggu ke-58. Nilai ACWP dari MS Project dan MS Excel adalah Rp 2,853,590,751 dan Rp 2,842,986,148. Keuntungan diperoleh melalui variabel CV, yaitu Rp 627,382,487 (MS Excel) dan Rp 622,159,839 (MS Project). Kesimpulannya, kinerja proyek tidak terlambat dan anggaran yang digunakan lebih rendah dari yang direncanakan, terlihat dari nilai BCWP Rp 3,476,303,225 (MS Excel) dan Rp 3,475,750,590 (MS Project). Dengan pencapaian kinerja 88.34%, variabel BCWS menunjukkan anggaran seharusnya sebesar Rp 3,752,341,036 (MS Excel) dan Rp 3,812,355,239 (MS Project). Nilai ACWP lebih rendah dari BCWS, menghasilkan keuntungan proyek. Hasil analisis perbedaan nilai antara MS Excel dan MS Project dijelaskan dalam laporan. Penelitian ini menyoroti pemanfaatan metode earned value dengan dukungan MS Project dan MS Excel untuk mengontrol biaya dan waktu dalam proyek konstruksi, memastikan penyelesaian tepat waktu dan sesuai anggaran

    Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Membentuk Generasi Tertib Berlalu Lintas di SMK Brawijaya Batu

    No full text
    Kecelakaan kendaraan roda dua adalah kecelakaan yang sering terjadi, terutama pengendara yang masih berusia remaja. Salah satu penyebab pelajar sering mengalami kecelakaan adalah kurangnya pemahaman etika dan aturan dalam berlalu lintas dengan SMK Brawijaya Batu merupakan sekolah swasta kejuruan yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur. Berdasarkan data yang di dapat dari kaprodi Teknik Komputer dan Jaringan, siswa yang bersekolah di sekolah ini 65% berdomisili di luar kota Batu. Menurut hasil wawancara dengan pihak sekolah, jumlah siswa untuk kelas 10,11 dan 12 adalah 40 siswa dengan rentang usia 16 hingga 19 tahun. Melihat usia tersebut tentu saja pihak sekolah telah melarang siswa untuk mengendarai motor ke sekolah. Akan tetapi diluar jam sekolah bisa jadi terdapat siswa yang masih melanggar peraturan tersebut, yaitu mengendarai motor. Hal ini menunjukkan adanya pelanggaran dari segi usia berkendara dan juga kepemilikan SIM. Segi lain yang perlu diperhatikan adalah pada usia 15 hingga 16 tahun, siswa-siswa seharusnya memiliki pengetahuan lebih mengenai peraturan dan pelanggaran berlalu lintas guna mempersiapkan diri untuk mendapatkan SIM di usia 17 tahun. Berdasarkan hal tersebut, salah satu solusi dalam memecahkan permasalahan yang ada dengan cara melakukan Edukasi keselamtan berkendara untuk membentuk generasitertib berlalu lintas. Kegiatan dilakukan dalam bentuk edukasi langsung kepada siswa SMK Brawijaya Batu. Dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap lalu lintas sebesar 47%

    Evaluasi Beban Kendaraan Terhadap Derajat Kerusakan dan Umur Sisa Jalan (Studi Kasus: Jalan Pematang Raya-Siantar)

    Get PDF
    Road damage due to excessive vehicle load on Pematang Raya - Siantar Road threatens regional transportation and economy. This study evaluates the relationship between vehicle load and road damage to recommend more effective supervision. Secondary and primary data are used to analyze traffic growth, excess load, Vehicle Damage Factor (VDF), degree of road damage, and remaining life of the road. The results showed that the micro truck vehicle type had the highest excess load percentage (33.96%). Pematang Raya - Siantar Road experienced a decrease in the design life of 2.43% per year under normal load conditions. Still, under actual load conditions, it showed a decrease in the design life of 25.36%, reducing the road life to 7.20 years with a truck factor (TF) value reaching 1.3. Based on the research results, it is recommended to improve supervision and implementation of the Heaviest Axle Load (MST), repair road pavement layers, conduct periodic socialization and raids, utilize sensor technology, and conduct economic analysis to determine the financial impact of road damage

    Pengaruh Marketing Mix Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Produk Minuman Mixue Cabang Mojosari

    Get PDF
    The development of franchise businesses in the field of f&b is a form of human innovation and creativity as we live in modern times and this has led to high competition. This competition makes business actors implement marketing strategies with the aim of attracting consumers through purchasing decisions. This study aims to determine the effect of Marketing Mix and Service Quality on Purchase Decisions for Mixue beverage products in the Mojosari branch. This study used a quantitative method with a sample of 100 respondents using accidental sampling technique. The data collection method used online questionnaires and used data processing tools in the form of IBM SPSS 26. The results showed that marketing mix and service quality had a positive and significant effect on purchasing decisions at Mixue outlets Mojosari branch
    corecore