24 research outputs found
Pengaruh Peran Orang Tua Selama Pembelajaran Daring Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IV SDN Centre Mangalli Kabupaten Gowa.
Nurafny Mutmainnah. S, 2021. Pengaruh Peran Orang Tua Selama
Pembelajaran Daring Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IV SDN Centre
Mangalli Kabupaten Gowa. Dibimbing oleh: Suarlin, Selaku pembimbing I dan
Hikmawati Usman, Selaku pembimbing II. Program Studi Pendidikan Guru
Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Tujuan penelitian ini yaitu : (1) Untuk mengetahui peran orang tua selama
pembelajaran daring terhadap motivasi belajar siswa kelas IV SDN Centre
Mangalli. (2) Untuk mengetahui motivasi belajar siswa kelas IV SDN Centre
Mangalli selama pembelajaran daring. (3) Untuk mengetahui pengaruh peran
orang tua terhadap motivasi belajar siswa kelas IV SDN Centre Mangalli. Metode
penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian expost
facto. Populasi pada penelitian ini berjumlah 150 siswa. Metode pengumpulan
data menggunakan angket. Instrumen yang diberikan, sebelumnya dilakukan
pengujian normalitas Kolmogorov- smirnov yaitu 0,154. Pengaruh Peran orang tua
terhadap motivasi belajar memberikan sumbangan sebesar 5,3% dengan t = 2,400
dan nilai signifikansi 0,018. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan (1) Peran
orang tua selama pembelajaran daring sangat mempengaruhi motivasi belajar
siswa kelas IV SDN Centre Mangalli. Hal ini dapat dilihat dari peran non fisik
pemberian motivasi belajar mempengaruhi hingga 33%. (2) Motivasi belajar
siswa kelas IV SDN Centre Mangalli selama pembelajaran daring yang diberikan
orang tua yaitu peran fisik berupa penyediaan fasilitas tempat belajar
mempengaruhi hingga 26% dan pemberian alat bantu belajar di rumah
mempengaruhi 23%. Non fisik berupa pemberian bimbingan mempengaruhi 18%
dan arahan kepada anak dan pemberian motivasi belajar mempengaruhi 33%. (3)
Ada pengaruh Peran orang tua terhadap motivasi belajar siswa, hal ini dibuktikan
dengan menggunakan bantuan SPSS 22 memperoleh nilai thitung sebesar 2,400
dan nilai signifikansi 0,018. Karena signifikansi menunjukkan 0,018 sehingga
0,018 < 0,05, maka keputusannya adalah hipotesis penelitian diterima
DESKRIPSI KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF DAN KEMAMPUAN AWAL SISWA
This study is descriptive research which employs qualitative approach, aims at describingMathematics reasoning ability in solving story questions based on cognitive style and initial ability of students. The cognitive styles examined are Field Independent (FI) and Field Dependent(FD). Whereas, initial ability of students arecategorized as high and low. The research site was at MtsN 1 Makassar City with 8 students of grade VIII as the research subjects. The research subjects represented four categories, namely (1) FI with high initial ability, (2) FI with low initial ability, (3) FD with high initial ability and (4) FD with low initial ability. Data collection techniques were conducted through interview based on mathematics reasoning ability test. Theresearch instruments were Group Embedded Figure Test (GEFT), initial ability test, mathematics reasoning ability test, and interview guidance which were valid and reliable.
The results of the study reveal that: (1) FI subjects with high initial ability has a good reasoning level in understanding the structure in solving mathematics problems, (2) FDsubjects with high initial ability has minor problems in understanding the structure when solving rectangular story questions but still able to arise his reasoning ability, (3 ) FI subjects with low initial ability has reasoning ability but inaccurate in conducting solution plan, and (4) FDsubjects with low initial ability has less reasoning ability so that they need guidance in solving rectangular story questions.
Keywords: reasoning ability, cognitive style, initial ability, rectangular story questions
Uji Stabilitas dan Aktivitas Sabun Mandi Cair Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea americana Mill.)
Alpukat (Persea americana Mill) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan seperti tannin, alkaloid, saponin, alfa tokoferol dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula, evaluasi stabilitas fisik dan menguji aktivitas antibakteri dari sediaan sabun mandi cair dari ekstrak etanol daun alpukat. Formula sediaan dibuat dalam 3 konsentrasi ekstrak yaitu F1 (10%), F2 (15%), dan F3 (20%). Uji stabilitas menggunakan metode penyimpanan dipercepat selama 6 siklus (1 siklus = 1x24 jam disuhu 4oC dan 1x24 jam disuhu 40oC), sedangkan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan bakteri uji Staphylococcus aureus. Hasil uji stabilitas menunjukkan F1, F2, dan F3 secara organoleptis memiliki bentuk yang cair, bau yang khas, dan warna hijau tua. Pada uji stabilitas menunjukkan tidak terjadi perubahan secara organolpetik dan homogenitas baik sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat. Perubahan nilai pH terjadi pada F2 dan perubahan tinggi busa terjadi pada F1. Meski demikian, perubahan yang terjadi pada F1 dan F2 masih memenuhi syarat SNI. Secara keseluruhan stabilitas yang paling memadai adalah F3 karena tidak terjadi perubahan di setiap parameter uji stabilitas sediaan. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa zona hambat rata-rata yang terbentuk dari kontrol negatif, F1, F2, F3 dan kontrol positif terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aurreus berturut-turut 0; 6,67 mm; 8,33 mm; 10,43 mm dan 14,57 mm. Dapat disimpulkan bahwa formula terbaik adalah F3 karena memiliki stabilitas yang paling baik dan aktivitas antibakteri yang paling kuat dibandingkan F1 dan F2. Jadi, semakin tinggi konsentrasi ekstrak pada formula semakin stabil dan tinggi pula zona hambat yang dihasilkan
Avocado (Persea americana Mill) is a plant that contains tannin, alkaloid, saponin, alpha tocopherol and flavonoid. This study aims to make a formula, evaluate physical stability and antibacterial activity test of a liquid body wash made from ethanol extract of avocado leaves. The preparation formula was made in 3 extract concentrations, namely F1 (10%), F2 (15%), and F3 (20%). The stability test used the accelerated life testing for 6 cycles (1 cycle = 1x24 hours at 4oC and 1x24 hours at 40oC), while antibacterial activity test used the diffusion method with Staphylococcus aureus as bacteria agent. Stability test results showed that organoleptic of F1, F2, and F3 had a liquid form, a characteristic odor, and a dark green color. The stability test showed no changes in organoleptic and homogenity both before and after accelerated life testing. Changes in pH values occur in F2 and changes in foam height occur in F1. However, the changes that occur in F1 and F2 still appropriate with value of SNI. Overall the most adequate stability was F3 because there was no change in any of the stability test parameters of the preparation. The results of the antibacterial activity test showed that the average inhibition zone formed from negative controls, F1, F2, F3 and positive controls on the growth of Staphylococcus aurreus bacteria was 0; 6.67mm; 8.33mm; 10.43mm and 14.57mm. It can be concluded that the best formula is F3 because it has the best stability and the strongest antibacterial activity compared to F1 and F2. So, the higher the concentration of the extract in the formula, the more stable and the higher the inhibition zone produce
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Fractional Food Math Craft Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN No. 6 Kampung Baru Majene Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Fractional Food Math Craft terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN No. 6 Kampung Baru Majene Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene. Variabel bebas dalam penelitian ini menggunakan media pembelajaran fractional food math craft, variable terikat ialah hasil belajar matematika. Pemilihan sampel yang dilakukan yaitu menggunakan teknik pemilihan sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, dokumentasi dan tes. Tes dikumpulkan dari pemberian tes pada ranah kognitif kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan uji Independent sample T-Test. Hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: (1) Gambaran penggunaan media pembelajaran fractional food math craft masuk ke dalam kategori sangat efektif; (2) Hasil belajar matematika keterampilan berhitung pecahan siswa yang menggunakan media pembelajaran fractional food math craft diperoleh pada posttest kelas eksperimen masuk ke dalam kategori sangat tinggi, posttest pada kelas control masuk ke dalam kategori sedang; (3) Terdapat pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Fractional Food Math Craft Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN No. 6 Kampung Baru Majene Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene. Hal ini dibuktikan pada nilai probalititas 0,09 ttabel (2,695 > 1,697
DIFFERENCES IN FOLKLORE BETWEEN SANGKURIANG (INDONESIA) AND THE OEDIPUS (GREECE) (A COMPARATIVE STUDY)
Every country has its own folklores, whether they are true stories or just fairy tales. The world consists of folklore from a different country but has a similar folklore story. One of them is Sangkuriang a folklore from Indonesia and The Oedipus Greece. This study aims to determine how the similarities and differences of the two folklores are. In analyzing this research, the author uses two approaches. The first is Greimas’ structural theory to analyze the structure of the folklore. And the second is a literary comparison approach. The result of this study indicated that there was both similarities and differences of story structure. There are similarities and differences in the structure of the story between Sangkuriang and The Oedipus. However, both not influence and influenced by another, because Sangkuriang represented of his own country, likewise of The Oedipus
Meningkatkan Minat Belajar Matematika Melalui Pendekatan Contextual Teaching And Learning Dan Kemampuan Berfikir Kreatif Pada Siswa MTs Manbaul Ulum DDI Patobong
Dalam proses pembelajaran matematika di kelas masih banyak ditemui permasalahan. Salah satu masalah di kelas tersebut adalah kurangnya minat siswa dalam pembelajaran. Hal ini ditandai adanya sikap siswa yang cenderung bersikap pasif, enggan bertanya, takut atau malu untuk bertanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran dengan kemampuan berfikir kreatif siswa terhadap minat belajar matematika siswa. Penelitian ini dilakukan di MTs Manbaul Ulum DDI Patobong . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi Experiment yang melibatkan dua kelompok yang diberikan perlakuan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Manbaul Ulum DDI Patobong. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes untuk membedakan siswa yang memiliki kemampuan berfikir kreatif tinggi dengan siswa kreatif rendah, kemudian menggunakan angket (angket awal dan angket akhir). Uji ANAVA diterapkan untuk menganalisis data diperoleh pada signifikan 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) minat belajar siswa yang menggunakan pendekatan CTL lebih baik dari pada pembelajaran langsung; (2) minat belajar siswa yang memiliki kemampuan berfikir kreatif tinggi tidak berbeda dengan pemiliki berfikir kreatif rendah; (3) tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan tingkat kemampuan berfikir kreatif; (4) minat belajar siswa dengan kemampuan berfikir kreatif tinggi yang menggunakan pendekatan CTL tidak berbeda dengan pembelajaran langsung; (5) minat belajar siswa dengan kemampuan berfikir kreatif rendah yang menggunakan pendekatan CTL lebih baik daripada pembelajaran langsung. (6) minat belajar siswa yang menggunakan pendekatan CTL dengan kemampuan berfikir kreatif tinggi tidak berbeda dengan kreatif rendah; (7) minat belajar siswa yang menggunakan pendekatan pembelajaran langsung dengan kemampuan berfikir kreatif tinggi tidak berbeda dengan kreatif rendah
Stres Kerja pada Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar
ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL PUREE MANGGA PODANG URANG PADA SKALA INDUSTRI KECIL MENENGAH (STUDI KASUS PADA IKM KELOMPOK WANITA TANI BUDIDAYA TIRON MAKMUR BANYAKAN, KEDIRI)
Abstrak Mangga podang urang merupakan komoditas utama di Kabupaten Kediri. Ketersedian bahan baku untuk pembuatan produk berbasis mangga podang urang tidak tersedia sepanjang tahun. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengolahnya menjadi puree mangga podang urang. Kelompok Wanita Tani (KWT) Budidaya memproduksi puree mangga podang urang sebagai produk antara untuk memenuhi kebutuhan bahan baku mangga podang urang diluar masa panen. Diperlukan analisis kelayakan teknis dan finansial untuk mengupayakan keberhasilan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis teknis pembuatan puree mangga podang urang layak untuk dilakukan. Pemanfaatan satu mesin untuk dua proses produksi menyebabkan terjadinya bottleneck dan kualitas bahan baku menurun sehingga ditambahkan usulan perbaikan berupa penambahan mesin pencampur. Kapasitas produksi puree mangga podang urang direncanakan sebesar 210 kg/hari atau 139 unit @ 1 kg. HPP usulan perbaikan Rp9.900,00 harga jual per unit Rp12.200,00. BEP unit usulan perbaikan 8.074 unit atau Rp98.358.400,00. R/C ratio usulan perbaikan 1.24, NPV usulan perbaikan Rp29.179.600,00. IRR usulan perbaikan 22.2%. Payback period usulan perbaikan 3 tahun 1 bulan. Incremental IRR lebih besar dari suku bunga yaitu 75.9%. Pengembangan usaha produksi puree mangga podang urang layak untuk dilakukan.Kata kunci: Internal Rate Return (IRR), Incremental, Mesin PencampurAbstract Mango podang urang is the main commodity in Kediri Regency. The availability of raw materials for the manufacture of mango-based podang urang products is not available throughout the year. One alternative to overcome the problem is to process it into puree mango podang urang. Kelompok Wanita Tani (KWT) Cultivation produces puree mango podang urang as intermediate product to meet raw material requirement of mangoes urang podang outside harvest period. Technical and financial feasibility analysis is required to pursue that success. The results showed that technical analysis of puree mango podang urang was feasible to be done. Utilization of one machine for two production process causing bottleneck and quality of raw material decrease so that added suggestion of improvement in the form of addition of mixing machine. Production capacity of puree mango podang urang is planned to be 210 kg / day or 139 units @ 1 kg. HPP proposed repair Rp9.900,00 selling price per unit Rp12.200,00. BEP proposed repair unit 8,074 units or Rp98,358,400.00. R / C ratio proposed improvement 1.24, NPV proposed repair Rp29.179.600,00. IRR proposed improvement of 22.2%. Payback period proposal improvement 3 years 1 month. Incremental IRR is greater than the interest rate of 75.9%. Development of production business puree mango podang urang feasible to do.Keywords: Internal Rate Return (IRR), Incremental, Mixing machin
Penerapan Media Flashcard AR (Augmented Reality) dalam Peningkatan Kosakata Bahasa Mandarin Siswa Kelas VIII SMP Budi Kasih Makassar
Penelitian ini bertujuan meningkatkan kosakata bahasa Mandarin siswa kelas VIII SMP Budi Kasih Makassar dengan penerapan media flashcard AR, mengatasi masalah kesulitan belajar siswa serta keterbatasan media pembelajaran oleh guru. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dalam dua siklus. Penelitian ini melibatkan observasi, tes kosakata, dan angket siswa dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa media flashcard AR efektif meningkatkan kosakata, motivasi, belajar siswa. Dibuktikan hasil tes kosakata bahasa Mandarin dengan siswa kelas VIII SMP Budi Kasih Makassar dengan menggunakan media flashcard AR dinyatakan meningkat, hal ini telah dibuktikan dengan nilai rata-rata pada siklus I yaitu 79.54 dengan kategori baik, mengalami peningkatan sebesar 10.30 pada siklus II yaitu 89.84 dengan kategori sangat baik. Penelitian ini menyarankan implementasi media tersebut sebagai solusi untuk perbaikan pembelajaran bahasa Mandarin di SMP Budi Kasih Makassar
Analisis Kelayakan Teknis dan Finansial Puree Mangga Podang Urang pada Skala Industri Kecil Menengah (Studi Kasus Pada IKM Kelompok Wanita Tani Budidaya Tiron Makmur Banyakan, Kediri)
Abstrak
Mangga podang urang merupakan komoditas utama di Kabupaten Kediri. Ketersedian bahan baku untuk pembuatan produk berbasis mangga podang urang tidak tersedia sepanjang tahun. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengolahnya menjadi puree mangga podang urang. Kelompok Wanita Tani (KWT) Budidaya memproduksi puree mangga podang urang sebagai produk antara untuk memenuhi kebutuhan bahan baku mangga podang urang diluar masa panen. Diperlukan analisis kelayakan teknis dan finansial untuk mengupayakan keberhasilan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis teknis pembuatan puree mangga podang urang layak untuk dilakukan. Pemanfaatan satu mesin untuk dua proses produksi menyebabkan terjadinya bottleneck dan kualitas bahan baku menurun sehingga ditambahkan usulan perbaikan berupa penambahan mesin pencampur. Kapasitas produksi puree mangga podang urang direncanakan sebesar 210 kg/hari atau 139 unit @ 1 kg. HPP usulan perbaikan Rp9.900,00 harga jual per unit Rp12.200,00. BEP unit usulan perbaikan 8.074 unit atau Rp98.358.400,00. R/C ratio usulan perbaikan 1.24, NPV usulan perbaikan Rp29.179.600,00. IRR usulan perbaikan 22.2%. Payback period usulan perbaikan 3 tahun 1 bulan. Incremental IRR lebih besar dari suku bunga yaitu 75.9%. Pengembangan usaha produksi puree mangga podang urang layak untuk dilakukan.
Kata kunci: Internal Rate Return (IRR), Incremental, Mesin Pencampur
Abstract
Mango podang urang is the main commodity in Kediri Regency. The availability of raw materials for the manufacture of mango-based podang urang products is not available throughout the year. One alternative to overcome the problem is to process it into puree mango podang urang. Kelompok Wanita Tani (KWT) Cultivation produces puree mango podang urang as intermediate product to meet raw material requirement of mangoes urang podang outside harvest period. Technical and financial feasibility analysis is required to pursue that success. The results showed that technical analysis of puree mango podang urang was feasible to be done. Utilization of one machine for two production process causing bottleneck and quality of raw material decrease so that added suggestion of improvement in the form of addition of mixing machine. Production capacity of puree mango podang urang is planned to be 210 kg / day or 139 units @ 1 kg. HPP proposed repair Rp9.900,00 selling price per unit Rp12.200,00. BEP proposed repair unit 8,074 units or Rp98,358,400.00. R / C ratio proposed improvement 1.24, NPV proposed repair Rp29.179.600,00. IRR proposed improvement of 22.2%. Payback period proposal improvement 3 years 1 month. Incremental IRR is greater than the interest rate of 75.9%. Development of production business puree mango podang urang feasible to do.
Keywords: Internal Rate Return (IRR), Incremental, Mixing machin
