4,288 research outputs found

    SISTEM PREDIKSI KUALITAS SANTAN KELAPA MENGGUNAKAN NEAREST MEAN CLASSIFIER (NMC)

    No full text
    Santan kelapa adalah salah satu bahan pokok yang selalu dijadikan bahan untuk segala jenis makanan. Kualitas menjadi hal yang penting dalam pemilihan santan kelapa. Bagaimanapun juga pengidentifikasian kualitas santan secara manual tidak efisien, hal ini terjadi karena sulitnya membedakan mana santan yang murni dan mana santan yang bercampur dengan air. Tujuan penelitian ini adalah membangun sistem deteksi kualitas santan berdasarkan warna santan. Algoritma klasifikasi yang digunakan adalah nearest mean classifier (NMC),  Metode ini menghitung jarak vektor input citra ke masing-masing mean kelas dari citra latih, jarak terdekat merupakan dasar dalam menentukan hasil dari klasifikasi.  Evaluasi menggunakan metode validasi holdout menggunakan total 135 citra dengan perbandingan 2/3 untuk data sampel dan 1/3 digunakan untuk data uji. Evaluasi dilakukan dengan 3 menggunakan 3 jenis kamera smartphone yaitu kamera 1 Xiaomi Mi 8 Lite, kamera 2 Oppo F7, dan kamera 3 Samsung Galaxy J3 Pro. Pada pengujian kamera pertama memiliki tingkat akurasi tertinggi yaitu 86,66% dibandingkan dengan kamera 2 dengan akurasi 60% dan kamera 3 dengan akurasi 46%

    BID’AH DALAM KEHIDUPAN BERKELUARGA MENURUT KITAB AL HABIB USMAN BIN ABDULLAH BIN ‘AQIL BIN YAHYA

    No full text
    Abstract: The difference in understanding among Muslims is a social and historical reality that has been going on since the first time after the death of Rasulullah SAW. This is caused by the conflict of interpretation in understanding religious texts. One of the religious terms that is always popular in modern times, namely "Bid'ah". In Indonesia, bid'ah is often a topic of prolonged religious polemic that has no resolution. Moreover, bid'ah has become a daily habit and a hereditary tradition that is difficult to get rid of. This study aims to determine heresy in family life, especially from marriage to childbirth. The method used is qualitative through a literature study using the book Al Habib Usman bin Abdullah bin 'Aqil bin Yahya and various literature.     Abstrak: Perbedaan pemahaman di antara umat Islam merupakan realitas sosial dan sejarah yang telah berlangsung sejak dulu setelah Rasulullah SAW wafat. Hal ini disebabkan oleh adanya konflik interpretasi dalam memahami naskah-naskah keagamaan. Salah satu istilah keagamaan yang senantiasa populer di zaman modern ini, yaitu “Bid’ah”. Di Indonesia sendiri, bid’ah sering kali menjadi topik polemik keagamaan berkepanjangan yang tiada penyelesaiannya. Apalagi bid’ah telah menjadi kebiasaan sehari-hari dan tradisi turun-temurun yang sulit untuk dihilangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bid’ah-bid’ah dalam kehidupan berkeluarga khususnya dari menikah hingga melahirkan. Metode yang digunakan, yaitu kualitatif melalui studi kepustakaan yang menggunakan kitab Al Habib Usman bin Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya dan berbagai literatur. Dapat disimpulkan bahwa bid’ah yang terjadi di Indonesia merupakan hasil turun-temurun yang disebabkan oleh lemahnya pemahaman masyarakat terhadap agama islam.   &nbsp

    Pemerintahan Khalifah Usman bin Affan (Analisis Historis Sebab-Sebab Munculnya Pemberontakan)

    No full text
    Penelitian ini sebagai bentuk usaha yang bertujuan untuk mengkaji dan menelaah kembali kondisi pemerintahan pada masa Khalifa Usman bin Affan terkhusus enam tahun terakhir masa pemerintahan Usman bin Affan, dimana telah terjadi banyak penafsiran dari para sejarawan tentang kondisi yang terjadi saat itu, enam tahun terakhir pemerintahan Usman bin Affan merupakan masa awal timbulnya kegaduhan dalam negara Islam. Pembahasan ini mencakup, 1). Memaparkan sosok dan kepribadian Khalifah Usman bin Affan. 2). Mengungkap kondisi kekhilafahan pada masa khalifah Usman bin Affan. Dan 3). Mengungkap Kebijakan-kebijakan apa yang menimbulkan kontroversi ditengah kaum muslimin pada masa khalifah Usman bin Affan. Jenis penelitian ini bersifat library research atau penelitian kepustakaan, dalam arti semua referensi dan data yang dibutuhkan bersumber dari buku-buku yang berkaitan dengan judul penelitian. Data yang dipergunakan dalam pembahasan ini bersifat kualitatif, karenanya untuk menemukan yang diinginkan, penulis mengola data yang tersedia, selnjutnya diinterpretasikan dalam bentuk konsep yang dapat mendukung obyek pembahasan. Berdasarkan penelusuran terhadap berbagai literature, pemerintahan Usman bin Affan berlangsung selama dua belas tahun(23-35 Hijriah) enam tahun masa pemerintahan yang berlangsung secara tentram dan damai, kemudian enam tahun berikutnya yang mengalami masa pergolakan dan munculnya gerakan-gerakan penentangan terhadap pemerintahanKhalifa Usman bin Affan dan pembantu-pembantunya, hingga terjadinya yaum ad-dar(hari pengepungan) dan berakhir dengan wafatnya Khalifah Usman bin Affan. Gerakan-gerakan atau kelompok pemberontak ini tidak begitu saja muncul dari masyarakat, namun telah direncanakan dengan begitu rapi oleh tokoh pemberontakan yaitu Abdullah bin Saba’ yang sebelumnya telah membentuk sebuah kelompok dengan sebutan saba’iyyun(pengukut saba’), dialah yang menyebar fitnah-fitnah dan mempengaruhi masyarakat yang memiliki keimanan dan akidah yang rendah sebab mereka ini adalah mualaf yang belum mendalami agama lebih dalam. Selain itu, karakteristik kepemimpinan Usman, perluasan wilayah Daulah Islam dan kesejahteraan masyarakat, munculnya generasi baru yang jauh berbeda kualitas keimananya dengan generasi sahabat Rasulullah, dan kebijakan-kebijakan kontroversial Khalifah Usman bin Affan baik dalam pemerintahan seperti pengangkatan sanak saudara, kebijakan ekonomi, dan ijtihad-ijtihad dalam agama, turut andil menjadi bahan provokasi dalam mempercepat terjadinya pemberontakan. Uraian diatas melahirkan implikasi bahwa di dalam sebuah pemerintahan akan nada sekelompok atau golongan yang tidak menyenangi pemerintahan yang sedang berlangsug dan mungkin diantara kelompok tersebut telah berupaya untuk merusak citra pemerintah, menjatuhkan dan bahkan menggulingkanya dari tampuk kekuasaan, olehnya itu, dibutuhkan sebuah tindakan ofensif sebelum bibit-bibit fitnah itu merajalela ditengah masyarakat

    Kaidah-Kaidah Dasar Pendidikan Anak (Studi Komparasi Pemikiran Abdullah Nasih Ulwan dengan Maria Montessori)

    No full text
    Penelitian ini terfokus pada studi komparasi Pemikiran Abdullah Nasih Ulwan dengan Maria Montessori tentang pendidikan anak, dengan fokus penelitian : (1). Bagaimana kaidah-kaidah dasar mendidik anak menurut Abdullah Nashih Ulwan dan Maria Montessori? (2). Apa perbedaan dan persamaan kaidah-kaidah dasar mendidik anak menurut Abdullah Nashih Ulwan dan Maria Montessori? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian pustaka. Pandangan Ulwan ditinjau dari filsafat pendidikan adalah pendidikan dalam konteks keseluruhan kehidupan insan. Montessori memandang bahwa manusia adalah makhluk yang aktif beraksi, pintar, mampu berbahasa, kreatif, makhluk sosial, memiliki kesensitifan waktu, emosional, berjenis kelamin, religius dan moralis, sadar akan diri sendiri dan memiliki indera. Tentang tujuan pendidikan, Ulwan menyatakan tujuan pendidikan adalah terbentuknya generasi sempurna kepribadiannya, pikirannya, akhlaknya, dan terhindar dari bahaya kejiwaan. Sedangkan menurut Montessori pembentukan kepribadian utuh anak dalam rangka persiapan mengarungi kehidupan dewasa kelak dengan menekankan pada proses perkembangan anak secara normal dan maksimal. Dari segi metode, Ulwan menekankan pada 5 metode pendidikan, yaitu metode keteladanan, pendidikan dengan adat kebiasaan, pemberian nasehat, metode perhatian, metode pemberian hukuman. Montessori menerapkan metode pendidikan berdasarkan pada teori perkembangan anak. Persamaan pemikiran Ulwan dengan Montessori dapat dilihat dari segi pandangan filosofis, tujuan pendidikan, dan penerapan metode pendidikan. Perbedaan pandangan antara Ulwan dan Montessori adalah dalam menerapkan hukuman.   Kata Kunci : Kaidah Dasar, Pendidikan Anak, Abdullah Nasih Ulwan, Maria Montessori This study focuses on Comparative Thinking of Abdullah Nasih Ulwan with Maria Montessori on child education, with the focus of research: (1). How are the basic rules of educating children according to Abdullah Nashih Ulwan and Maria Montessori? (2). What are the differences and similarities of basic rules of educating children according to Abdullah Nashih Ulwan and Maria Montessori? This study uses a qualitative approach, with a library research type. Ulwan's view of education philosophy is education in the context of the whole human life. Montessori views that human beings are active in action, smart, able to speak, creatively, social beings, have the sensitivity of time, emotionally, sexually, religiously and morally, self-conscious and have senses. Educational goals review, Ulwan states the purpose of education is the formation of a perfect generation of his personality, his mind, his morals, and the avoidance of psychiatric danger. According to Montessori, the formation of a child's full personality in order to prepare for adult life by emphasizing the normal and maximum process of child development. In terms of the method, Ulwan emphasizes on 5 methods of education, the method of exemplary, customary education, advice, attention method, method of punishment. Montessori applies educational methods based on child development theory. The equation of Ulwan's thinking with Montessori can be seen in terms of philosophical views, educational goals, and the application of educational methods. The difference in sight between Ulwan and Montessori is in applying punishment. Keywords: Basic Rules, Children's Education, Abdullah Nasih Ulwan, Maria Montessor

    Live@PTAR pekerja hebat, gaji berkat, 21 September 2021 / Mohd Paizal Usman

    No full text
    Pada 21 September 2021, PTAR Kampus Rembau bersama Fakulti Pengurusan Maklumat dan Unit Hal Ehwal Islam (UHEIJ UiTM Cawangan Negeri Sembilan Kampus Rembau telah berjaya menganjurkan program Live@PTAR Pekerja Hebat, Gaji Berkat yang telah dirasmikan oleh Prof. Madya Dr. Muhammad Hakimi Tew Abdullah, Penolong Rektor UiTM CNS Kampus Rembau serta panel jemputan, Ustaz Abdullah Khairi (UAKJ. Program yang dipancarkan secara langsung menerusi Facebook & YouTube itu menerima lebih 1,500 tontonan serta memperoleh maklumbalas yang sangat positif daripada peserta. Program ini merupakan inisiatif PTAR bagi mencapai dan memenuhi keperluan Pl ke-10 Bilangan Program Siaran Langsung dan Pl ke-43 Bilangan Projek PTAR yang menyokong kepada 17 sasaran Sustainable Development Goals (SDGJ iaitu SDG ke-16: Keamanan, Keadilan & lnstitusi Yang Kuat serta SDG ke-17: Sasaran Berkolaborasi

    Interview with Sofie Abdullah

    No full text
    في هذه المقابلة، تتحدث الكاتبه صوفى عبد الله عن أسرار مهنة الكتابة.In this interview, Sofie Abdullah, a well-known Egyptian author, discusses the intricacies of the writing industry

    A Diary Investigation of Daily Emotions, Emotional Display, and Leaders’ Authenticity in a Cohort of City Traffic Police

    No full text
    In this chapter (Chapter 2), Muhammad Ali Asadullah, Usman Abdullah, and Ahmad Siddiquei report on the findings of a daily diary study they conducted in the context of a Pakistani police department. In their research, the authors sought to investigate the effects of positive and negative emotion on three dimensions of emotional labor (surface-acting, deep-acting, and genuine emotions) and their subsequent impact on both leader and follower perceptions of authenticity. In this study, 69 police officers completed diary entries twice daily - at the beginning and end of their shifts - over two working days, where they reported their emotions (using the PANAS, Watson, Clark, & Tellegan, 1988) and emotional labor (using scales developed by Grandey, 2003, and Kruml & Geddes, 2000). Both the participants and their superior officers then rated their leadership authenticity (using the scale developed by Walumbwa, Avolio, Gardner, Wernsing, & Peterson, 2008). The results were that, while negative emotions were found to link to deep-acting and surface-acting to selfperceptions of authenticity, both deep-acting and genuine emotion were found to relate to self-perceptions of authenticity

    Challenges and obstacles in the implementation of Shariah criminal law in Aceh

    No full text
    This article aims to discuss the challenges faced by the Acehnese in the implementation of Islamic law as the main constitution. The author discusses the implementation of Islamic law in three different contexts, that is, during the Aceh government, during the Dutch colonial era and post-independence era in the Republic of Indonesia

    Read, knowledge & share S5 7 Oktober 2021 / Mohd Paizal Usman

    No full text
    Pada 7 Oktober 2021, PTAR Kampus Rembau menganjurkan program berbentuk ulasan buku di bawah segmen Read@UiTM iaitu Read, Knowledge & Share: Book Review yang kini memasuki siri ke-5. Program yang dijalankan secara atas talian itu menampilkan barisan panel-panel pengulas buku yang hebat seperti YBhg. Prof. Madya Dr. Muhammad Hakimi Tew Abdullah, Penolong Rektor UiTM Cawangan Negeri Sembilan Kampus Rembau, YBhg. Dr. Noorlis Ahmad, Timbalan Rektor HEA UiTM Cawangan Negeri Sembilan, YBhg. Dr. Siti Sara Ibrahim, Timbalan Rektor PJIM&A UiTM Cawangan Negeri Sembilan dan Puan Hajah. Wan Norizan Wan Mansor, Timbalan Ketua Pustakawan PTAR UiTM Cawangan Negeri Sembilan. Perlaksanaan program juga adalah bagi memenuhi keperluan Pl ke-1O bilangan program siaran langsung, Pl ke-11 bilangan program Read@UiTM & Pl ke-43 Bilangan Projek PTAR yang menyokong kepada 17 sasaran Sustainable Development Goals (SDGJ iaitu SDG ke-4: Pendidikan Berkualiti

    sj-docx-1-asw-10.1177_11786221211057496 – Supplemental material for Adsorption of Acid Blue 25 on Agricultural Wastes: Efficiency, Kinetics, Mechanism, and Regeneration

    No full text
    Supplemental material, sj-docx-1-asw-10.1177_11786221211057496 for Adsorption of Acid Blue 25 on Agricultural Wastes: Efficiency, Kinetics, Mechanism, and Regeneration by Junaidi H Samat, Nurulizzatul Ningsheh M Shahri, Muhammad Ashrul Abdullah, Nurul Amanina A Suhaimi, Kanya Maharani Padmosoedarso, Eny Kusrini, Abdul Hanif Mahadi, Jonathan Hobley and Anwar Usman in Air, Soil and Water Research</p
    corecore