7 research outputs found

    UPAYA GURU EKONOMI MEMBERI PEMAHAMAN SISWA TENTANG PRINSIP-PRINSIP ISLAM PADA PROSES PEMBELAJARAN EKONOMI DI MADRASAH ALIYAH DINIYAH PUTRI PEKANBARU

    No full text
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui upaya guru ekonomi memberi pemahaman siswa tentang prinsip-prinsip Islam dalam proses pembelajaran ekonomi di Madrasah Aliyah Diniyah Putri Pekanbaru. Sedangkan rumusan masalahnya adalah bagaimana upaya guru ekonomi memberi pemahaman siswa tentang prinsip-prinsip Islam dalam proses pembelajaran ekonomi di Madrasah Aliyah Diniyah Putri Pekanbaru. Subjek dalam penelitian ini guru ekonomi dan siswa kelas XI IPS yang berjumlah 17 orang, sedangkan objeknya adalah upaya guru ekonomi memberi pemahaman siswa terhadap prinsip-prinsip Islam dalam proses pembelajaran ekonomi di Madrasah Aliyah Diniyah Putri Pekanbaru. Karena populasinya sedikit maka penulis tidak mengambil sampel, artinya semua populasi diteliti. Untuk mendapat data yang dibutuhkan, penulis mengunakan 3 (tiga) teknik pengumpulan data yaitu angket, wawancara dan dokumentasi. Dalam mengelolah data, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa upaya guru ekonomi memberi pemahaman siswa tentang prinsip-prinsip Islam dalam proses pembelajaran ekonomi di Madrasah Aliyah Diniyah Putri Pekanbaru dikatakan “baik” dengan persentase sebesar 78% berada pada rentang 61%-80%

    PENGARUH AKUNTANSI KONSERVATISME TERHADAP KONTRAK PINJAMAN BANK

    No full text
    Akuntansi konservatisme merupakan salah satu penentu kualitas laporan keuangan. Laporan keuangan dengan akuntansi konservatisme memiliki peran penting dalam kontrak pinjaman bank. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akuntansi konservatisme dengan kontrak pinjaman bank pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012– 2015. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur sebanyak 528 perusahaan pada tahun 2012 – 2015 dan sampel yang digunakan sejumlah 351 perusahaan tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya tingkat konservatisme yang tinggi memiliki pengaruh signifikan positif terhadap jumlah pinjaman, jatuh tempo pinjaman, dan tingkat suku bunga pinjaman

    What Drives Customer Loyalty in Culinary Businesses

    No full text
    Warunk Upnormal is renowned for its popularity as a favored dining establishment, thanks to its distinctive concept, inviting ambiance, and effective marketing techniques that contribute to its success. Currently, Warunk Upnormal is facing a contrasting situation, characterized by issues such as a decline in tourists, which has resulted in the closure of several of its stores. Hence, the author perceives that this phenomena indicates the presence of a disparity, which may serve as the foundation for this investigation. The objective of this study is to assess the impact of Food Quality, Price, Service Quality, Location, and Environment on Customer Loyalty by means of Customer Satisfaction at Warunk Upnormal. This study employs a survey methodology with a quantitative orientation. The data collection method employs a questionnaire. The Non Probability Sampling Technique was employed to collect samples, specifically using the Judgmental Sampling approach. These samples were disseminated to a total of 240 consumer respondents from Warunk Upnormal. The testing tool employs the SmartPLS software. The research findings indicate that all variables have been deemed valid and trustworthy, and satisfy the criteria for both Inner Model and Outer Model testing. The research findings indicate that Food Quality, Price, and Service Quality positively impact Customer Satisfaction, whereas Location and Environment have little impact on Customer Satisfaction. In addition, Customer Satisfaction has a beneficial impact on Customer Loyalty

    Broca's Aphasia Word Production of Sodderland in My Beautiful Broken Brain Movie

    No full text
    مستخلص البحث الحبسة هي نوع من جنس اضطراب اللغة التي تُسبب عن تلف وظائف الدماغ كمعالج لغة. كم الأمراض التي تسبب أن تجعل الشخص من الحبسة هي السكتة الدماغية والصدمات ونزيف الدماغ. يمكن أن تختلف شكاوى مرضى الحبسة عن بعضها البعض ، وذالك الفرق بسبب موقع تعطل وظيفة اللغة في الدماغ. و لذلك ، يهدف هذا البحث إلى تحليل وملاحظة بعض الصعوبات التي يجع منها ، خاصة حبسة بروكا في لوتجي سودرلاند باعتبارها الشخصية الرئيسية في فيلم My Beautiful Broken Brain. من خلال الأخطاء التي صنعها سودرلاند عند إنتاج الكلمات ، يمكن للباحثين استنتاج الصعوبات التي يواجهها وكيف يحاور مع الأشخاص من حوله. و بالتالي ، استخدم الباحثون نهجًا وصفيًا نوعيًا لأن البيانات التي تُحلَل من العديد من التصريحات التي أنتجها سودرلا ند في فيلم My Beautiful Broken Brain كمواضيع بحثية ، قارن الباحثون نصوص الأفلام مع عبارات سودرلاند في الأفلام في جمع البيانات. لذلك ، يمكن للباحثين فهم السياق بناءً على المشاهد في الفيلم ، بحيث يمكن ملاحظة البيانات في شكل إنتاج الكلام من قبل سودرلاند بشكل صحيح. تطبق هذا بحث نظريا اقترحها Reason (2000) حول نموذج إنتاج الكلام التفصيلي و مع مشاكله أو أخطائه في الأشخاص الذين يجعو ن من تلف في الدماغ ، و Gall (2010) حول موقع اللغة في الدماغ. أوضحت النتائج أن هناك 20 كلمة سودرلاند تمثل بعض الصعوبات التي واجهها. تُظهر14 كلمات سودرلاند التي تظهر أن هناك بعض المشاكل في عملية إنتاج الكلمات ، من بين أمور أخرى ، حسب نوع الخطأ الذي أنتجته ، وهي: خطأ الاختيار المعجمي ، سوء التغذية ، الاستبدال ، التحول والإغفال. في حين تشير العبارات 6الأخرى إلى أن هناك بعض الصعوبات التي واجهها سودرلاند كمعاناة من حبسة بروكا وفقًا لـ Yule (2016) ، وهي: الكلام العنيف ، وتشويه التعبير والتلعثم. علاوة على ذلك ، وجد الباحثون أن موقع تلف الدماغ الذي عانت منه سودرلاند كان في منطقة بروكا ، حيث عانى من اختلال في استخدام اللغة التي كانت سائدة في إنتاج اللغة. بعض عواقب تعطيل منطقة بروكا هي عدم إتقان إنتاج اللغة ، وسيئة في تكرار الكلمات وسيئة في تسمية موضع . وهكذا يقترح الباحث على الباحث القادم أن يكون أكثر حذراً في اختيار المراجع. وذلك لأن دراسة الحبسة لا تتم مناقشتها فقط في عالم اللغويات النفسية ، ولكن أيضًا في علم اللغة العصبي. ABSTRACT Aphasia is one of the types of language disorder caused by damage to the function of the brain as a language processor. Some diseases that can cause people to experience aphasia are stroke, trauma and brain hemorrhage. Complaints of aphasia sufferers can differ from each other, and the differences are caused by the location of the disruption of language function in the brain. Therefore, this study aims to analyze and observe some of the difficulties experienced by aphasia sufferers, particularly Broca's aphasia on Sodderland as the main character in My Beautiful Broken Brain movie. Through the mistakes made by Sodderland when producing words, the author can deduce what difficulties she has and how she interacts with the people around her. Furthermore, the author used a qualitative descriptive approach because the data studied in the form of utterances produced by Sodderland in My Beautiful Broken Brain movie as research objects. In collecting data, the author compared the movie’s transcripts with Sodderland’s utterances in the movie. Therefore, the author can understand the context of Sodderland’s utterances based on the scenes in the movie, so that the data in the form of speech production by Sodderland can be observed correctly. This study applies a theory proposed by Reason (2000) about a detailed speech production model and its problems or errors in people with brain damage, and Gall (2010) about the location of language in the brain. The results of this research showed that there were twenty Sodderland’s utterances which represented some of the difficulties she experienced. Fourteen of Sodderland’s utterances shows that there are some problems in the process of producing words, among others, are shown by the types of error she produces, namely: lexical selection error, malapropism, substitution, shift and omission. While the other six utterances indicate that there are some difficulties experienced by Sodderland as a sufferer of Broca's aphasia, according to Yule (2016), namely: effortful speech, distortion of articulation and stutter. Furthermore, the author found that the location of brain damage experienced by Sodderland was in the area of Broca so that she experienced a disruption in the use of language that was dominant in language production. Some of the consequences of disrupting Broca's area are non-fluency in language production, bad in the repetition of words and wrong in naming objects. Thus, the author provide the suggestion to the further researchers that the selection of references from several previous studies, must be done more thoroughly. It is caused by the study of aphasia is discussed in not only the realm of psycholinguistics, but also neurolinguistics. ABSTRAK Afasia adalah salah satu jenis gangguan bahasa yang diakibatkan oleh rusaknya fungsi kerja otak sebagai pemroses bahasa. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan seseorang mengalami afasia adalah stroke, trauma dan pendarahan otak. Keluhan yang dimiliki oleh penderita afasia dapat berbeda satu sama lain, perbedaan tersebut disebabkan oleh lokasi terganggunya fungsi bahasa pada otak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa kesulitan yang dialami oleh penderita afasia, khususnya afasia Broca pada Sodderland sebagai pemeran utama dalam film My Beautful Broken Brain. Melalui kesalahan yang dilakukan oleh Sodderland saat memproduksi kata, peneliti dapat menyimpulkan kesulitan apa saja yang ia miliki dan bagaimana ia berinteraksi dengan orang disekitarnya. Selanjutnya, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena data yang diteliti berasal dari beberapa ujaran yang diproduksi oleh Sodderland dalam film My Beautiful Broken Brain sebagai subyek penelitian. Dalam mengumpulkan data, peneliti membandingkan transkrip film dengan ujaran Sodderland dalam film. Oleh karena itu, peneliti dapat memahami konteks berdasar pada adegan yang ada pada film, sehingga data yang berupa produksi ujaran oleh Sodderland dapat diamati dengan benar. Penelitian ini menerapkan teori yang diajukan oleh Reason (2000) tentang model produksi wicara yang rinci beserta masalah atau kesalahannya pada orang dengan kerusakan otak, dan Gall (2010) tentang lokasi bahasa yang ada pada otak. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 20 ujaran Sodderland yang merepresentasikan beberapa kesulitan yang ia alami. 14 ujaran Sodderland menunjukan bahwa terdapat beberapa masalah dalam proses memproduksi kata diantaranya ditunjukan oleh jenis kesalahan yang ia produksi, yaitu: lexical selection error, malapropism, substitution, shift and omission. Sedangkan 6 ujaran lainnya mengindikasikan pada beberapa kesulitan yang dialaminya sebagai penderita afasia Broca menurut Yule (2016), yaitu: effortful speech, distortion of articulation and stutter. Selanjutnya, peneliti menemukan bahwa lokasi kerusakan otak yang dialami Sodderland adalah pada area Broca, sehingga ia mengalami gangguan pada penggunaan bahasa yang dominan ada pada produksi bahasa. Beberapa akibat dari terganggunya area Broca adalah tidak lancar pada produksi bahasa, buruk pada pengulangan kata dan buruk pada penamaan objek. Sehingga, peneliti menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk lebih teliti dalam memilih referensi. Hal ini dikarenakan studi tentang afasia tidak hanya dibahas dalam ranah psikolinguistik, namun juga pada neurolinguistik

    Tinjauan Yuridis Terhadap Para Pelaku Tindak Pidana Pencucian Uang Dalam Transaksi Perbankan Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

    No full text
    Pada saat melakukan Tindak Pidana seperti Korupsi, Pencurian, hingga Perdagangan Narkotika serta kejahatan lainnya. Para pelaku cenderung mendapatkan harta dengan jumlah yang sangat banyak dan harta tersebut akan dibuat seolah-olah sah di mata hukum, caranya adalah dengan melakukan Pencucian Uang. Atau dalam hal ini dikenal dengan Tindak Pidana pencucian Uang. Tindak Pidana pencucian Uang merupakan sebuah tindakan sebagai upaya menyembunyikan asal muasal harta kekayaan yang didapat dari hasil melawan hukum, untuk menjalankan aksinya para pelaku melakukan berbagai macam cara untuk menyembunyikan harta tersebut termasuk didalamnya dengan mengalihkan uangnya melalui transaksi yang disediakan oleh Perbankan. Perbankan dalam pencucian uang mempunyai peran yang penting terutama jika mengingat bahwa perbankan mempunyai sistem seperti merahasiakan identitas nasabah dan membuat rekening atas nama yang berbeda dengan cara yang sangat mudah. Sistem pembuktian terhadap para pelaku Tindak pidana pencucian uang dalam transaksi perbankan sangat diperlukan juga pembuktiannya harus berdasarkan kepada Undnag-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dalam praktiknya Pencucian uang senantiasa dilaksanakan lewat perantara perbankan dimana ia menjaga kerahasiaan nasabahnya termasuk dalam hal ini melindungi identitas Nasabahnya. Dalam penelitian ini Penulis menggunakan analisis secara yuridis normatif melalui teknik pendekatan undang-undang, juga mengumpulkan data-data yang didapat dari Undang-Undang, Tulisan Hukum dan pendapat para ahli dengan melakukan analisa secara kualitatif. Tindak Pidana Pencucian Uang yang seringkali.Hasil penelitian ini yang berfokus juga ke dalam ketentuan Undang-Undang Pencucian Uang disebutkan terlebih dahulu sebelum melakukan pemidanaan adalah membuktikan tindak pidana asal dari para pelaku untuk dapat melakukan pemidanaan. Namun, didalam Undang-Undang tersebut juga terdapat kata tidak wajib membuktikan yang menjadi kontradiktif dan bertentangan dengan Pasal lain didalamnya. Untuk itu diperlukan sekali kepastian mengenai hal tersebut karena perbedaan kata dapat menimbulkan arti yang berbeda pula. Sementara selain menjamin kepastian hukum terhadap ketentuan Pasal yang kontradiktif diperlukan pula pertanggungjawaban para pelaku terhadap kerugian yang ia timbulkan dengan pasti tanpa terkecuali selama kejahatannya bisa dibuktikan. Sementara didalam membuktikan kejahatan pelaku juga perlu diuraikan unsur-unsur apa saja yang menjadi kejahatan tersebut. Dalam tindak pidana pencucian uang yang transaksinya dilalui dengan perantara Perbankan tentu diperlukan peranan perbankan dalam membuktikan kesalahan para pelaku, dan agar para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dianggap merugikan korban dari Tindak pidana asalnya juga menimbulkan kerugian kepada Negara bahkan perbankan ini sendiri. / When criminal act happen by the culprit like corruption, the theft, drugs trafficking and many more. A criminal always got the property or money from what they did with a very large number of money. And they often make it as if the money is fine or legal on eyes of law. The thing they did is Money Laundering. In this case often called as Money Laundering Crime. Money Laundering is an action to hide their treasure or money that they get by do something illegaly and against the law. To do his action all the criminals always do a many way to hide their money including do the something with Bank transaction. Bank have a main role on a Money Laundering crimes. If not mistaken the bank has an action to hide the identity of their customers and make another name so easily. To proof that all the criminals of money laundering that did transaction on the Bank has been wrong and against the law is need to Under the law of Prevention and eradication of Money Laundering Number 8 year 2010. Money laundering on the other of the sides always getting done by the Bank who always hide the identity of their customers and including all their secret eventhough the criminals rather they knew it or not. On this case the Author gonna used Normative juridical Analystic by statute approach. And collect all of the data from the law, including legal writing by expert opinion, or the expert itself. With qualitative analystic. And the results of this case is to proof there is Money laundering crime and make the criminals deserve to sentencing law need to proof it that what all they did is wrong and against the law. But the law in this case Jurisdiction number 8 said that they doesn’t need to proof the predicat crime happen or not. Its make confused just because one word it still ruined everything, one word itself really can changed anything because there is gonna have different translation. So it needs to be proof by legal certainly. And to proof that they against the law it means The bank should have an act though to proof the criminals is wrong and do transcaction by the bank. If all of this true and the criminals got accused by do money laundering they need to take all the responbility from what they did, cause it make a loss lot money of the victim including they could harmful The country and even the bank itself

    AKULTURASI BUDAYA ISLAM DAN JAWA DALAM TRADISI MENGUBUR TEMBUNI

    No full text
    This article analyzes the acculturation of Islamic and Javanese culture in the tradition of burying tembuni in the Panti community. This study aims to determine the construction of the community in understanding the history of the burial of the Tembuni tradition, the meaning of the forms and symbols of the rituals of the community in the burial of the Tembuni tradition and how the values contained in the tradition.  This type of research is descriptive qualitative, using an ethnographic approach with observation, documentation, and in-depth interviews.  The results of this study are that there are no special records regarding this tembuni burial tradition, both in terms of when and who first triggered it.  Where in this ritual there are elements of Hindu-Buddhist belief, kejawen and finally intersect with Islam, which in this process the author calls the process of cultural acculturation.  Tradition in the ritual of burying tembuni has existed since ancient times and nothing has changed, for centuries.  Therefore, it has become a consideration related to the form of rituals and symbols that are believed to have a sacred value by the Panti community.  So that this can have sociocultural implications and a strong relationship with the future of children in community life in the future. The tradition of burying the tembuni seeks to reveal the relationship between humans and God through prayer, rituals as a mediation to express gratitude and ask for salvation.  This tradition contains values that are meaningful to the Panti community, such as religious values, moral values, and social values. Artikel ini menganalisis tentang akulturasi budaya Islam dan Jawa dalam tradisi mengubur tembuni di masyarakat Panti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi masyarakat dalam memahami sejarah penguburan tradisi Tembuni, makna bentuk dan simbol ritual masyarakat dalam penguburan tradisi Tembuni dan bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, menggunakan pendekatan etnografi dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini bahwa tidak ada catatan khusus mengenai tradisi penguburan tembuni ini, baik dari segi kapan dan siapa yang pertama kali memicunya. Dalam ritual ini terdapat unsur kepercayaan Hindu-Budha, kejawen dan akhirnya bersinggungan dengan agama Islam, yang dalam proses ini penulis sebut sebagai proses akulturasi budaya. Tradisi dalam ritual mengubur tembuni sudah ada sejak zaman dahulu dan tidak ada yang berubah, selama berabad-abad. Oleh karena itu, telah menjadi pertimbangan terkait bentuk ritual dan simbol-simbol yang diyakini akan nilai kesakralitasnya oleh masyarakat Panti. Sehingga hal tersebut dapat berimplikasi pada sosiokultural dan hubungannya yang kuat dengan masa depan anak dalam kehidupan masyarakat kelak. Tradisi mengubur tembuni ini berupaya mengungkap hubungan manusia dengan Tuhan melalui sembahyang, ritual sebagai mediasi untuk mengungkapkan rasa syukur dan meminta keselamatan. Tradisi ini mengandung nilai-nilai yang bermakna bagi masyarakat Panti, seperti nilai-nilai religius, nilai moral, dan nilai sosial

    Konsep Sabar Dalam Surah Al-Anbiya Ayat 83-84 (Implementasi Pada Pembentukan Karakter Mahasiswa)

    No full text
    AbstrakKesabaran adalah salah satu prinsip utama dalam ajaran Islam yang menjadi dasar penting bagi pengembangan karakter individu. Penelitian ini mengkaji konsep sabar sebagaimana tercermin dalam surah Al-Anbiya serta aplikasinya dalam pembentukan karakter mahasiswa. Penelitian ini mengkaji pentingnya kesabaran seperti yang ditunjukkan dalam kisah-kisah para nabi dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesabaran dalam surah Al-Anbiya meliputi kesabaran dalam menghadapi ujian hidup, keteguhan dalam melaksanakan perintah Allah, serta keberanian dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran. Penerapan konsep ini dalam kehidupan mahasiswa dapat membentuk karakter yang tahan uji, disiplin, dan bermoral tinggi, yang relevan untuk mengatasi tantangan kehidupan modern. Penelitian ini diharapkan dapat membantu kemajuan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.Kata Kunci: Sabar, Surah Al-Anbiya, Karakter Mahasiswa, Pendidikan Islam
    corecore