107,847 research outputs found
Leyla Umar ile sözlü tarih görüşmesi
Bu görüşme, Suat Gezgin’in yürütücülüğünde, Veli Polat ve H. Esra Ercan’ın koordinatörlüğünde İstanbul Üniversitesi İletişim Fakültesi Gazetecilik Bölümü’nün katkılarıyla Türkiye Sözlü Basın Tarihi Projesi Cilt II başlığı altında gerçekleştirilmiştir. Bu proje kapsamında yapılan görüşmelerin sayısı 17'dir.1928 doğumlu olan Leyla Umar Samsun'da dünyaya gelmiştir. Sayısal derslerin kabus olması üzerine eğitim hayatını yarım bırakır. Çocukluğundan beri gazeteci olmak istediğini dile getirir ve gazetecilik serüvenine eşinden boşandıktan sonra çalışmak zorunda olduğu için başlar. Gazetecilik camiiasında iyi karşılandığını ve ona her zaman iyi davranıldığını anlatan Umar, en büyük pişmanlığının cemiyet haberleri yazmak olduğunu söyler. Kendi anlatımı ile Fidel Castro ile röportaj yapmayı takıntı haline getirir ve sonunda röportajı gerçekleştirir. Fakat ömrü boyunca politikacılardan uzak durduğunu ve olabildiğince karşılaşmamayı tercih ettiğinin altını çizer. O dönemlerde ülkede etnik ayrımcılığın var olmasına karşın gazetecilik dünyasında dayanışma ve tutum hakimdir. Fidel Castro ile yeniden görüşmesini ve birlikte yemek yapma serüvenini anlatan Umar bu konu hakkında kitap yazacağını söyler.Suat Gezginİstanbul Üniversitesi İletişim Fakültesi Gazetecilik BölümüGezgin, Suat. Türkiye sözlü basın tarihi cilt II. Veli Polat, H. Esra Arcan. İstanbul: İş Bankası Kültür Yayınları, 2016
KEKHALIFAAN UMAR IBN KHATTAB (13-23 H/ 634-644 M)
ketika Umar menjabat sebagai khalaifah, ia menata sistem pemerintahannya dengan memberikan keadilan dan kejujuran kepada masyarakat serta meletakkan dasar-dasar negara yang bersifat demokratis karena Umar beranggapan bahwa rakyat mempunyai hak atau kesempatan untuk campurtangan di dalam pemerintahan. Selain itu selama sepuluh tahun pemerintahan Umar (13 H/ 634 M-23 H/ 644 M) ekspansi sistem pemerintahan Umar sebagian besar ditandai oleh penaklukan-penaklukan untuk melebarkan pengaruh Islam ke luar Arab. Selain itu, Umar dalam menyempurnakan sistem pemerintahan yang telah dijalankan Abu Bakar sebelumnya, mengadakan pembaruan signifikan dalam bidang administrasi negara. Umar meminta kepada tokoh-tokoh sahabat senior (al-sabiqun al-awwalun) untuk tidak meninggalkan kota Madinah. Umar membutuhkan tenaga mereka untuk memberikan masukan-masukan dalam pelaksanaan tugas-tugasnya.
Analisis Senyawa Pemicu Korosi pada Beton Bertulang Terpapar Klorida Menggunakan FTIR
Degradasi beton bertulang akibat penetrasi ion klorida merupakan salah satu penyebab utama penurunan durabilitas struktur di lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kimia pada pasta semen beton bertulang sebelum dan sesudah direndam dalam air laut buatan melalui pendekatan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Spesimen beton bertulang direndam dalam larutan NaCl 3,5% selama 15 dan 30 hari untuk mengevaluasi evolusi gugus fungsi yang berkaitan dengan hidrasi semen, karbonasi, dan pembentukan senyawa klorida terikat. Hasil FTIR menunjukkan bahwa pada kondisi awal, karakteristik spektrum didominasi oleh gugus O–H, Si–O, dan CO₃²⁻ tanpa adanya indikasi interaksi dengan klorida. Setelah 15 hari perendaman, terjadi penurunan intensitas pita O–H, modifikasi vibrasi Si–O, serta munculnya pita baru pada rentang 600–800 cm⁻¹ yang mengindikasikan tahapan awal pembentukan senyawa aluminat–klorida. Pada hari ke-30, perubahan spektral semakin jelas dengan penguatan pita karbonat, pergeseran puncak Si–O, dan peningkatan intensitas pita 460–750 cm⁻¹ yang kompatibel dengan pembentukan Friedel’s salt. Temuan ini menunjukkan bahwa FTIR mampu mendeteksi perubahan kimia mikrostruktur secara bertahap akibat penetrasi klorida, mulai dari modifikasi C–S–H hingga terbentuknya klorida terikat. Dengan demikian, FTIR terbukti efektif sebagai metode identifikasi dini proses degradasi kimia beton bertulang di lingkungan laut.
H. Aveling, The Pilgrim (transl. of Ziarah, by Iwan Simatupang)
Junus Umar. H. Aveling, The Pilgrim (transl. of Ziarah, by Iwan Simatupang). In: Archipel, volume 15, 1978. pp. 207-219
Struktur Komunitas Manggrove di Kawasan Perairan Gampong Geulima Jaya, Aceh Barat Daya
Aceh Barat Daya merupakan salah satu wilayah yang ditetapkan pada tahun 2017 sebagai kawasan perlindungan laut, serta mempunyai potensi ekosistem mangrove yang perlahan mulai membaik dari kerusakan akibat dari tsunami 2004. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan struktur komunitas mangrove yang terdapat di kawasan Perairan Gampong Geulima Jaya, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya dari bulan Maret sampai bulan Juli 2024. Penelitian ini menggunakan metode jalur berpetak, yang terdapat 3 stasiun, kemudian setiap stasiun terdapat 1 line transek, masing- masing line transek terdiri dari 3 plot dengan ukuran 10 x10 m, 5 x 5 m, 1 x 1 m. Hasil yang dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah pada setiap stasiun hanya terdapat satu jenis spesies mangrove yang ditemukan yaitu Sonneratia caseolaris. Kerapatan pada kategori pohon yang tertinggi terdapat pada stasiun I dengan nilai 1.100 ind/ha, yang terendah terdapat pada stasiun II dengan nilai 433.33 ind/ha. Pada kategori anakan kerapatan yang tertinggi terdapat pada stasiun I dengan nilai 1333.33 ind/ha, sedangkan pada stasiun II dan III memiliki nilai kerapatan yang sama dengan masing-masing nilai 1.200 ind/ha. Pada kategori semai kerapatan yang tertinggi terdapat pada stasiun I dengan nilai 33333.33 ind/ha, dan yang terendah terdapat pada stasiun III 6666.67 ind/ha. Indeks nilai penting pada stasiun I, II dan III dari kategori tingkat pohon yaitu dengan masing-masing INP 300, pada kategori anakan yaitu dengan masing-masing INP 200, sedangkan pada kategori tingkat semai yaitu dengan nilai masing-masing INP 200. Indeks keanekaragaman (H’) mangrove pada kawasan perairan Gampong Geulima Jaya, Kacamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya dengan nilai yang di peroleh H’ = 0 dapat digolongkan dalam kategori tingkat keanekaragaman rendah
Struktur Komunitas Terumbu Karang di Perairan Pulau Gosong Kabupaten Aceh Barat Daya
Pulau Gosong adalah sebuah pulau di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya. Pulau Gosong berjarak sekitar 1,6 km dari Pantai Susoh, jarak pantai menuju Pulau Gosong sekitar 15 menit dengan speedboat. Pulau Gosong, Aceh barat daya, berpotensi menjadi pusat penangkaran karang. Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem perairan terpenting yang memiliki keanekaragaman yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung persentase tutupan karang keras, dan untuk mengukur tingkat keanekaragaman terumbu karang diperairan Pulau Gosong, Kabupaten Aceh Barat Daya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Point Intercept Transect (PIT), waktu penelitian dilakukan dari bulan maret sampai bulan juni 2024, letak stasiun I di dalam pulau dan letak stasiun II Diluar Pulau Gosong Kabupaten Aceh Barat Daya. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah indeks keanekaragaman terumbu karang di pulau gosong pada stasiun I sebesar 1,129 dan pada stasiun II sebesar 0,845. Dan indeks keseragaman terumbu karang yang didapatkan pada stasiun I sebesar 1,119 dan pada stasiun II sebesar 0,838, dan untuk indeks dominansi yang didapat kan pada stasiun I 0,150 dan untuk stasiun II 0,176. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Tingkat keanekaragaman terumbu karang yang terdapat di pulau Gosong Kabupaten Aceh Barat daya dikategorikan rendah pada stasiun 1 dan II dengan nilai H’ pada stasiun 1 1,129 dan pada nilai H’ pada stasiun II 0,845
KEBIJAKAN FISKAL KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIZ (99-101 H/717-720 M)
Perkembanganekonomi Islam
saatinitidakbisadipisahkandarisejarahpemikiranekonomi Muslim di masalalu.
Khalifah Umar bin Abdul Aziz (99-101 H/717-720 M) merupakan khalifah ke-8
Dinasti Umayyah yang sukses dalam menjalankan setiap kebijakan-kebijakannya
dengan waktu yang relatif singkat yaitu dua tahun. Dalam konteks kekinian, banyak
terjadi goncangan perekonomian yang disebabkan kurang tepatnya kebijakan fiskal
yang diambil oleh pemerintah. Atas dasar pemikiran tersebut rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana keberhasilan kebijakan fiskal khalifah
Umar bin Abdul Aziz dalam menjalankan kekhalifahannya? 2) Bagaimana konsep
kebijakan fiskal khalifah Umar bin Abdul Aziz dalam konteks kekinian?
Penelitianiniadalahpenelitiankepustakaan (library research),
yaitujenispenelitian yang objekutamanyaadalahbuku-bukuperpustakaan yang
berkaitandenganpokokpembahasandanjugaliteraturlainnya.Dalampenelitianinipenyus
unmenggunakanmetodecontent analysis.Content analysis
biasanyadilakukanuntukmengungkapkansituasipenulisdanmasyarakatpadawaktubuku
ituditulis.Carainidapat pula
digunakanuntukmembandingkanantarasatubukudenganbuku yang
lainnyadalambidangsama, sepertikemampuanbukubukutersebutdalamsasarannyasebagaibahan
yang disajikankepadamasyarakat.Dalam
hal ini penulis akan menganalisis kebijakan fiskal khalifah Umar bin Abdul Aziz
(99-101 H/717-720 M) serta relevansinya dengan konsep kebijakan fiskal kekinian.
Penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu perkataan khalifah
Umar bin Abdul Aziz dalam kitab al-amwa>lkarangan Abu ‘Ubaid al-Qasim, dan
buku karangan Khalid Muhammad Khalid yakni Khulafa> Rasu>l. Sedangkan untuk
sumber sekunder penulis menggunakan buku-buku, dokumentasi dan sumber lain
yang relevan dengan pembahasan.
Adapun kesimpulan dari penelitian tersebut adalah keberhasilan kebijakan fiskal
khalifah Umar bin Abdul Aziz antara lain: 1) kebijakan pengelolaan dana jizyah, 2)
Pengelolaan tanah mati (Ihya> al-Mawa>t), 3) mereformasi pengelolaan zakat.
Sedangkan konsep kebijakan fiskal dalam konteks kekinian antara lain: 1) Desentralisasi
dan dekonsentralisasi sistem pengelolaan zakat, 2) Subsidi silang dalam pengelolaan
zakat, 3) Mendokumentasikan dan Pengadministrasian pengelolaan zakat 4) Pengelolaan
tanah mati (Ihya> al-Mawat)
PELAPORAN KELAS Analisa Laporan Keuangan (RKA317/H) SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2020/2021
KELAS: Analisa Laporan Keuangan
KODE: RKA317/H SKS: 3
PROGRAM STUDI: S1 AKUNTANSI
SEMESTER: GANJIL 2020/2021
DOSEN: Umar Issa Zubaidi, SE., Ak., M.Ak., CA.
BUKTI KINERJA: DAFTAR KEHADIRAN MAHASISW
Igbesi Aiye Chief Mrs. Funmilayo Ransome-Kuti (The life and times of Chief Mrs. Funmilayo Ransome-Kuti)
The entire manuscript is available for download as a single PDF file. Higher-resolution images may be available upon request. For technical assistance, please contact [email protected]. Fieldwork Team: Dr. Mustapha Hashim Kurfi (Principal Investigator), Hauwa Usman (Local Project Manager), Alhaji Abubakar Maikudi Aishat (General Field Facilitator). Technical Team: Prof. Fallou Ngom (Project Director and the Former Director of African Studies Center), and Eleni Castro (Technical Lead, BU Libraries). These collections of Gender in Nigerian Ajami Manuscripts are copied as part of the African Studies Center’s Ajami Library.
Access Condition and Copyright: These materials are subject to copyright. All rights reserved to the author. For use, distribution or reproduction contact Professor Fallou Ngom ([email protected]).
Materials in this web edition may be cited as: Kurfi, M. H., Hauwa U., Ngom, F., and Castro, E. (2020). African Ajami Library: Gender in Nigerian Ajami Manuscripts. Boston: Boston University Libraries: http://hdl.handle.net/2144/41953. For Inquiries: Please Contact Professor Fallou Ngom ([email protected]).Provenance / Custodial history: This manuscript is owned by Sheikh Umar Mustapha Hajji who wrote it in 2019. The manuscript is complete and is in its original form. The writer used the Mashriqi script.This Yoruba Ajami text written in 2020 is a biography of Mrs. Funmilayo Ransome-Kuti, a Nigerian activist, feminist, and the first woman in Abeokuta to drive a car. She is recognized as the first female Nigerian political activist. She is lovingly called as “The Mother of Africa.” Her full name is Francis Abigail Olufunmilayo Thomas. Mrs. Chief Funmilayo Ransome-Kuti was born on October 25, 1900 to Lucretia Phyllis Omoyeni Adeosulu and Daniel Olumeyuwa Thomas. She attended the Abeokuta Grammar School and completed her education in England. She returned to Nigeria and became a teacher. Chief Funmilayo was then married to Reverend Israel Oludotun Ransome-Kuti in 1925. She became the leader of the Nigerian Union of Students and later joined the Nigerian Union of Teachers. This Anjemi text (Ajami in Yoruba) also highlights Mrs. Funmilayo Ransome-Kuti's educational, social, and political struggles as an activist, politician, and educator in Nigeria who fought for gender equality and started a campaign to help Nigerian women obtain the right to drive a car. She created the Commoners' People's Party to challenge the ruling National Council of Nigeria and the Cameroons (NCNC). During the Cold War, Funmilayo Kuti traveled to several countries of the Eastern Bloc, including USSR, China and Hungary. Mao Zedong met with her in 1956. She was one of the most influential people who negotiated for the independence of her country with British authorities. She died at 77 after receiving injuries from a military raid on her family property. Chief Mrs. Funmilayo Ransome-Kuti is the mother of the renowned Nigerian musician Fela Anikulapo Kuti (October 15, 1938–August 2, 1997) who championed Afrobeat music.The contents of this collection were developed with support of the Title VI National Resource Center grant # P015A180164 from the U.S. Department of Education. However, those contents do not necessarily represent the policy of the U.S. Department of Education, and you should not assume endorsement by the Federal Government
Studi Pemikiran Fikih Umar Bin Khattab Dalam Perspektif Humanisme Modern
Aulia Rachman, NIM 11.0202.0777: Studi Pemikiran Fikih Umar Bin Khattab Dalam
Perspektif Humanisme Modern, di bawah bimbingan I: Prof. Dr. H. Ahmadi Hasan, M.Hum. dan II Dr. H. Jalaluddin, M. Hum. pada Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin, 2016.
Kata Kunci: Fikih Umar, Humanisme modern
Sebagai elemen dasar pembentuk peradaban manusia, Islam tidak dapat dipisahkan dari manusia. Karenanya, memahami Islam berarti juga memahami tentang manusia itu sendiri. Maka perlu untuk mengembangkan wawasan yang luas dan mendalam dalam memahami agama, sehingga pesan mulia agama dapat dikembangkan untuk memperteguh kemanusiaan di tengah-tengah kehidupan yang selalu berubah.
Tesis ini merupakan hasil penelitian hukum normatif yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana konsep fikih Umar dalam perspektif humanisme modern dan bagaimana implementasi fikih Umar dengan humanisme modern dalam fikih pidana.
Data penelitian dihimpun dengan menggunakan teknik kepustakaan dalam menelusuri bahan hukum sekunder dan tersier yang berkaitan dengan fikih Umar dan humanisme modern. Selanjutnya data yang telah dihimpun dianalisis menggunakan metode filsafat hukum Islam dan lebih khusus fikih Umar, yaitu diwujudkan melalui teori maqashid syari’ah dan kaidah-kaidah fikih.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fikih Umar mempunyai tujuan yang serupa dengan humanisme modern untuk memuliakan manusia, hanya berbeda pada bentuk konsep. Fikih Umar dalam menggali humanisme dengan memperdalam analisis dan interpretasi teks wahyu secara menyeluruh tapi tetap berpegang pada teks syariah bukan sekedar akal manusia. Hal itu dibuktikan pada ijtihad Umar dalam masalah fikih pidana, pengarusutamaan kemanusiaan sangat terlihat pada pelaksanaan hukum, nilai kemanusiaan diberikan bukan saja kepada objek hukum tapi juga subjek hukum, hukum yang diberikan juga lebih bersifat preventif dan edukatif
Berdasarkan analisis di atas disarankan kepada peneliti normatif hukum Umar agar menggali lebih dalam fikih Umar agar dapat di pahami konstruksi dan maqashid fikih Umar tentang nilai nilai kemanusiaan yang merupakan tujuan utama humanisme modern. Disarankan kepada peneliti hukum Islam agar mendalami hukum Islam dengan selalu berdialektika dengan denyut nadi peradaban manusia dari zaman dan tempat, untuk membumikan rahmat Tuhan atas manusia dan seluruh alam
- …
