1,721,317 research outputs found

    Pendidikan kesabaran para Nabi Ulul Azmi dalam Al-Quran

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana: 1) Kisah Para Nabi Ulul ‘Azmi Dalam Al Quran. 2) Pendidikan Kesabaran Para Nabi Ulul Azmi Dalam Al Quran. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah Penelitian Kualitatif, dengan Penelitian Kepustakaan(library research)menggunakan Alquran sebagai sumber Primer didukung oleh beberapa tafsir dan buku-buku terkait . Adapun Hasil temuan dalam Penelitian ini adalah: 1) Kisah Nabi Ulul ‘Azmi dalam Alquran Secara umum adalah menjelaskan tentang dakwah yang mengajak kaumnya untuk bertauhid kepada Allah.Adapun kaum atau ummat yang dihadapi adalah yang sangat keras kepala, sombong dan raja yang zalim. 2) Pendidikan Kesabaran Para Nabi Ulul ‘Azmi Ulul Azmi mencakup: a). Pengertian Kesabaran, b). Kesabaran Dalam Pengertian Waktu, c). Lebih Mencintai Allah Daripada Anak. d). Kesabaran Psikologis. e). Sabar Dalam Pengertian Kasih Sayang, dan f). Antara Ketegasan dan Kelembutan

    ULUL AZMI DALAM PEMAHAMAN ISLAM PADA NASKAH SERAT KADIS

    Full text link
    The culture of a nation is priceless with its many relics,and among these legacies are manuscripts.Fiber kadis (PB. F. 6. I43) is one of the manuscripts in the collection of the Sonobudoyo MuseumYogyakartawhich is evidence of the history of the work of previous scholars, Arabic manuscript that discusses the five main teachings of Islam, namely creed, Shari'a, philosophy of the creed, the pillars of Faith and Islam and the nature of Allah and His messengers. This research is a philological study that uses ancient Arabic manuscripts as the object of study using the basic method. Philological studies are included in the category of library research. This philological study is refined with several text discussions that according to researchers need to be considered and analyzed, as in the text that Prophet Adam includes Ulul Azmi and Ulul Azmi consists of six prophets. Meanwhile, based on content analysis, Ulul Azmi only consists of five prophets

    Perancangan Informasi Kisah Para Nabi Ulul Azmi Melalui Video Animasi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video animasi pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar pada anak, Ulul Azmi adalah gelar yang di berikan Allah kepada Nabi yang berjumlah 5, yaitu Nabi Muhammad, Nabi Isa, Nabi Musa, Nabi Nuh, dan Nabi Ibrahim, anak-anak sekolah dasar harus mengetahui kisah-kisah beserta mukjizat yang ada pada Nabi Ulul Azmi, penyampaiannya melalui Media Video Animasi sehingga membuat anak menjadi lebih tertarik kerena penyampaian informasinya melalui Video yang di dalamnya juga terdapat music, sehingga membuat anak-anak menjadi lebih tertarik dan tidak bosan. Tujuan Penelitian ini juga untuk menghasilkan media pembelajaran dan mendeskripsikan efektivitas media video animasi untuk meningkatkan motivasi belajar pada anak-anak

    ASALIB AD'IYAH ULUL AZMI MIN AL RASUL FI AL QUR'AN : DIRASAH BALAGHAH

    Full text link
    Doa mempunyai kedudukan yang mulia bagi kalangan umat Islam, Karena Doa merupakan Inti dari setiap Ibadah, dengan berdoa kita menyadari bahwa diri kita lemah tanpa bantuan dari Allah. Allah memerintahkan kita untuk berdoa kepadaNya, dan Allah Berjanji akan Mengabulkannya. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah tentang gaya bahasa doa yang di gunakan oleh para Rasul Ulul Azmi dengan fokus pada pembahasan apa yang disebut dengan Uslub (gaya bahasa),? Bagaimana Uslub (Gaya Bahasa) Doa para rasul Ulul Azmi? Dan apa makna dari Uslub itu?) Berkenaan dengan itu dalam peneliti literatur ini digunakan metode analisis bahasa, dengan pendekatan Ilmu Ma’ani dalam kajian balaghoh. Dalam penjelasannya digunakan metode Induktif dan deduktif, sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa Uslub doa para rasul Ulul azmi menggunakan sighot Amar dan Nahyi yang bermakna doa

    Model Pendidikan Adversity Intelligence Berbasis Kisah Rasul Ulul Azmi dalam Al-Qur’an

    Full text link
    Pendidikan merupakan sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai atau karakter Adversity Intelligence kepada peserta didik. Melalui pendidikan, pendidik dapat menanamkan Adversity Intelligence kepada peserta didik agar menjadi lebih tangguh, tidak mudah menyerah, lebih tahan terhadap segala bentuk ujian dan tantangan, dan tidak mudah putus asa terhadap masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya serta memiliki adab dan iman yang teguh, sebagaimana Adversity Intelligence yang dicontohkan oleh Allah dalam Al-Qur’an melalui kisah rasul Ulul Azmi. Maka, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana Adversity Intelligence pada kisah Rasul Ulul Azmi dalam Al-Qur’an dan bagaimana model pendidikan Adversity Intelligence berbasis kisah Rasul Ulul Azmi dalam Al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) dengan jenis penilitian studi teks kewahyuan. Adapun metode tafsir yang digunakan dalam penelitian adalah metode tafsir tematik. Sebagai penelitian literatur, sumber data primer yang digunakan adalah Al-Qur’an, Hadis, dan Sirah. Sementara sumber data sekunder atau pelengkap dalam penelitian ini adalah dari kitab tafsir, teori dan literatur untuk menginterpretasikan sumber data primer. Pengumpulan data menggunakan studi pustaka, sementara teknik analisis data penelitian menggunakan teknik content analysis (analisis isi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adversity Intelligence yang terdapat di dalam kisah Rasul Ulul Azmi adalah Transcendental Adversity Intelligence atau Adversity Intelligence berbasis transenden. Dalam konteks ini, ujian yang dihadapi oleh manusia bukan hanya masalah fisik atau materi saja, ujian yang dihadapi manusia juga menyangkut aspek transendental. Jenis-jenis kesulitan tersebut lebih lengkapnya adalah ujian keimanan (belief adversity), ujian pemikiran (brain adversity), ujian hawa nafsu (pleasure adversity), ujian kebijakan penguasa (policy adversity), ujian sosial (social adversity), ujian materi (material adversity), ujian alamiah (natural adversity) dan ujian fisiologis (physical adversity). Dari ujian-ujian ini dapat diungkap bahwa indikator control, ownership, reach, dan endurance yang dimiliki Rasul Ulul Azmi adalah tauhid, sabar, tawakkal, syukur, berjiwa besar, berfikir positif, ikhtiar, kerja keras / jihad serta optimis dan pantang menyerah. Oleh karena itu, semua Rasul ulul Azmi yang diceritakan dalam Al-Qur’an berada pada tingkatan Climber. Adapun model pendidikan Adversity Intelligence berbasis kisah Rasul Ulul Azmi dalam Al-Qur’an adalah Model Pendidikan Tauhid, Model Pendidikan Sabar, Model Pendidikan Tawakkal, Model Pendidikan Syukur, Model Pendidikan Berjiwa besar, Model Pendidikan Berfikir Positif, Model Pendidikan Ikhtiar, Model Pendidikan Kerja Keras / Jihad dan Model Pendidikan Optimis dan Pantang Menyerah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang signifikan. Kontribusi teoretis dari penelitian ini adalah menemukan bahwa Adversity Intelligence yang dimiliki oleh Rasul Ulul Azmi dalam Al-Qur'an adalah masuk dalam katetori climber. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa ujian yang dihadapi manusia tidak hanya masalah fisik atau materi saja, tetapi juga menyangkut aspek transendental, seperti ujian keimanan, ujian pemikiran, ujian hawa nafsu, ujian kebijakan penguasa, ujian sosial, ujian materi, ujian alamiah, dan ujian fisiologis. Kontribusi praktis dari penelitian ini adalah menyediakan model pendidikan Adversity Intelligence berbasis kisah Rasul Ulul Azmi dalam Al-Qur'an. Melalui model pendidikan ini, pendidik dapat menanamkan Adversity Intelligence kepada peserta didik agar menjadi lebih tangguh, tidak mudah menyerah, lebih tahan terhadap segala bentuk ujian dan tantangan, dan tidak mudah putus asa terhadap masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya serta memiliki adab dan iman yang teguh. Dengan demikian, model pendidikan Adversity Intelligence berbasis kisah Rasul Ulul Azmi dalam Al-Qur'an dapat membantu mengembangkan karakter peserta didik yang tangguh dan kuat dalam menghadapi segala ujian dan tantangan kehidupan

    PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL DI TK ULUL AZMI WAY HUWI LAMPUNG SELATAN

    No full text
    ABSTRAK Karakter merupakan nilai-nilai prilaku manusia yang berhubungan dengan budaya dan adat istiadat. Media audio visual yaitu salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk menyampaikan cerita pada anak guna membantu mengembangkan karakter anak usia dini Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana peranan guru dalam membentuk karakter anak usia dini melalui media audio visual di Taman Kanak-kanak Ulul Azmi way huwi Lampung selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian 1 guru dan 16 peserta didik. Alat pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan reduksi, display dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan penulis dapat dilihat bahwasanya karakter anak usia dini di Taman Kanak-kanak Ulul Azmi way huwi mulai berkembang, dapat dilihat dari kondisi anak yang mulai berkembang (MB) 8 anak Dari 16 anak. penulis meyimpulkan bahwa peran guru dalam membentuk karakter anak usia dini melalui media audio visual di Taman Kanak-kanak Ulul Azmi way huwi yaitu sebagai: sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing, motivator, evaluator, dapat membentuk karakter Anak usia dini melalui kegiatan menonton cerita dengan memperhatikan langkah-langkah dan indikator pencapaian yang sesuai dengan perkembangan karakter anak usia dini Kata Kunci: Media Audio Visual, Membentuk Karakter, Peran Guru iii ABSTRACT Character is human behavioral values related to culture and customs. Audio visual media is one of the learning media that can be used to convey stories to children to help develop the character of early childhood. This research aims to find out the role of teachers in forming the character of early childhood through audio visual media at the Ulul Azmi Way Huwi Kindergarten. South Lampung. This research used a qualitative descriptive approach with research subjects of 1 teacher and 16 students. The data collection tools that researchers use are observation, interviews and documentation. Data was analyzed qualitatively using reduction, display and drawing conclusions. From the results of the research carried out by the author, it can be seen that the character of early childhood children at the Ulul Azmi Way Huwi Kindergarten is starting to develop, it can be seen from the condition of the children who are starting to develop (MB) 8 children out of 16 children. The author concludes that the role of teachers in forming the character of early childhood through audio-visual media at the Ulul Azmi Way Huwi Kindergarten is as: learning resource, facilitator, manager, demonstrator, mentor, motivator, evaluator, can form honest, cooperative, and responsibilities for early childhood through the activity of watching stories by paying attention to the steps and achievement indicators that are appropriate to the character development of early childhood. Keywords: Audio Visual Media, Character Building, Teacher's Rol

    Analisis keterampilan menulis karangan sederhana siswa pada pembelajaran tematik kelas III di MI Ibrahim Ulul Azmi : Penelitian kualitatif deskriptif terhadap siswa kelas III di MI Ibrahim Ulul Azmi

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari pengamatan peneliti yang dilakukan di kelas III MI Ibrahim Ulul Azmi ketika pembelajaran menulis. Berdasarkan hal tersebut, masih ada siswa yang belum lancar dalam hal menulis baik itu dalam menuangkan dan mengembangkan ide ke dalam tulisan. Di samping itu, masih banyak siswa yang mengalami kesalahan dalam penggunaan struktur kalimat dan ejaan. Hal ini mengakibatkan tingkat keterampilan menulis siswa menjadi rendah. Pada proses pembelajaran menulis pun, guru masih terpaku pada penyelesaian kompetensi dasar sehingga untuk pelaksanaan pembelajaran terkait pengembangan keterampilan menulis masih kurang diperhatikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tingkat keterampilan menulis karangan sederhana, kesalahan dan kesulitan siswa ketika menulis karangan sederhana serta proses pembelajaran menulis karangan sederhana pada pembelajaran tematik di kelas III MI Ibrahim Ulul Azmi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah unjuk kerja, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model Miles and Huberman terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yakni (1) keterampilan menulis karangan sederhana siswa pada pembelajaran tematik di kelas III MI Ibrahim Ulul Azmi berada pada kategori kurang dengan perolehan skor rata-rata keterampilan menulis 60. Dari 25 orang siswa, tidak ada siswa yang memperoleh kategori sangat baik atau 0%. Adapun banyak siswa yang memperoleh kategori baik sebanyak 1 orang atau 4%, kategori cukup sebanyak 10 orang atau 40%, kategori kurang sebanyak 14 orang atau 56% dan tidak ada siswa yang mendapat kategori sangat kurang atau 0%. (2) bentuk kesalahan dan kesulitan siswa meliputi menuangkan dan mengembangkan gagasan, penggunaan pilihan kata baku, penulisan kalimat efektif, penggunaan ejaan, penggunaan tanda baca dan penggunaan huruf kapital. (3) proses pembelajaran menulis karangan sederhana pada pembelajaran tematik di kelas III MI Ibrahim Ulul Azmi secara mekanisme sudah cukup baik. Hanya saja, guru kurang maksimal dalam menghidupkan pembelajaran. Hal ini dilihat dari kondisi siswa yang kurang antusias mengikuti pembelajaran. Penggunaan metode pembelajaran masih kurang maksimal dan variatif. Begitu juga pada penggunaan media pembelajaran yang kurang melibatkan siswa, sehingga perlu dimaksimalkan kembali

    SOCSO Seri Manjung / Noor Iylia Ulul Azmi

    Full text link
    This report summarized six-month industrial training at SOCSO Seri Manjung. The training period of the internship started on 1 March and ended on 13 August 2021. Pn Rossita Binti Ladin is my supervisor. SOCSO Seri Manjung Office officially was opened to all its customers on 15 March 2016.SOCSO Seri Manjung offers internship opportunities to the students in need of practical training about how is the exactly of SOCSO and the process of claiming the benefits. During my internship period, I was assigned to all department. The main responsibility is to filing organisational letters and documents and recording them, filing compensation payment cases (BGB) and making payments, filing recovery cases, register employment insurance system (SIP) benefit application and file it, register new employers and employees and pay them, recording and registering office assets. The knowledge and experience that have gained during this industrial training at the company enabled to interact and approach with various types of people and clients which will further improved communication skills and others skills also. For the SWOT analysis, this report will summarize based on experience at SOCSO Seri Manjung. In terms of strength, SOCSO has sustained value of assets & reserves and also variety of services that provided. For the weakness, SOCSO has facing unsystematic filling system and they sometimes late on picking up the telephone. Apart from that, the opportunities of SOCSO is SOCSO will become the premier of social security and they have investment proactive measure. Last but not least, threats. SOCSO currently is facing other private insurance provider. They need to compete with other private insurance. During this pandemic, SOCSO also facing that some project or task being postpone due to Covid-19. Lastly, I am grateful for the knowledge I acquired during my industrial training which will be useful in my future career and will prepared me to face any challenges. This training has helped me becomes more self-assured and independent when dealing with people and problems

    Penafsiran Ayat-Ayat Mukjizat Ulul Azmi: studi komparatif tafsir the holy qur'an dan tafsir al-mishbah)

    Full text link
    Sejarah penafsiran ayat-ayat al-Qur’an sejak periode awal hingga saat ini telah mengalami perkembangan, sehingga menghasilkan penafsiran yang berbeda-beda walaupun menggunakan metode yang sama. Maulana Muhammad Ali dan M. Quraish Shihab adalah mufasir yang sama-sama menggunakan metode bi al-ra’y (logika), namun dalam menafsirkan ayat-ayat mukjizat ulul ‘azmi memiliki kecenderungan penafsiran yang berbeda. Dari latar belakang masalah di atas, diformulasikan rumusan masalah yaitu, (1). Bagaimana penafsiran Maulana Muhammad Ali dan M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat mukjizat ulul ‘azmi dalam The Holy Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah?. (2). Apa yang melatarbelakangi Maulana Muhammad Ali dan M. Quraish Shihab dalam menafsirkan ayat-ayat mukjizat para nabi ulul ‘azmi. (3). Bagaimana komparasi penafsiran Maulana Muhammad Ali dan M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat mukjizat ulul ‘azmi dalam The Holy Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berbasis riset kepustakaan (library research). Sumber utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tafsir The Holy Qur’an Maulana Muhammad Ali dan Tafsir Al-Mishbah M. Quraish Shihab. Dalam analisis data, peneliti menggunakan teknik penulisan memo analitik (analytic memo writing), sebagai tipe khusus catatan analitis yang memanajemen diskusi, pemikiran, refleksi, komentar, dan ide dari peneliti dalam proses klasifikasi, koding dan pentemaan. Studi melakukan integrasi, analisis, dan sintesis selektif dengan memperhatikan teks, konteks dan wacana (discourse). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, penafsiran ayat-ayat mukjizat ulul ‘azmi dalam The Holy Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah terdapat perbedaan penafsiran. Maulana Muhammad Ali cenderung menafsirkan dengan “teologis liberalis”. sedangkan M. Quraish Shihab cenderung menafsirkan secara “teologis dogmatis.” Kedua, faktor yang dominan melatarbelakangi penafsiran Maulana Muhammad Ali dan M. Quraish Shihab adalah faktor sosial lingkungan. Hal ini bisa dilihat dari sumber yang digunakan oleh kedua mufasir banyak kesamaan, namun menghasilkan penafsiran yang berbeda. Ketiga, penafsiran ayat-ayat mukjizat ulul ‘azmi antara Maulana Muhammad Ali dan M. Qurais Shihab menemukan beberapa perbedaan dan persamaan. Persamaan yang mendasar adalah kedua mufasir ketika menafsirkan ayat-ayat mukjizat memberikan bukti-bukti ilmiah atas kebenaran al-Qur’an. Perbedaan mendasar adalah Maulana Muhammad Ali inkonsisten dalam memaknai mukjizat, dengan menolak mukjizat para nabi sebelum Muhammad saw, namun menerima mukjizat Muhammad saw berupa al-Qur’an. Berbeda dengan M. Quraish Shihab yang tetap konsisten dalam memaknai mukjizat para nabi dan nabi Muhammad saw

    Hubungan hafalan al-Qur’an dengan pembentukan karakter siswa MI : Penelitian korelasi di kelas III MI Ibrahim Ulul Azmi Bandung

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi karena MI Ibrahim Ulul Azmi menerapkan program hafalan al-Qur’an. Namun beberapa siswa memiliki keluhan atau hambatan yakni, dikarenakan dengan adanya target dari setiap tahunnya yaitu satu tahun satu juz, maka ada beberapa siswa yang memiliki kesulitan dengan hal tersebut. Bahkan ada beberapa siswa 1 sampai 6 tahun ini hanya mampu 1 juz saja itu punya dinamakan program ziadah karena pada dasarnya seharusnya ketika lulus dari MI tersebut seharusnya hafal 3 sampai 4 juz bahkan 6 juz. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Hafalan al-Qur’an siswa kelas III MI Ibrahim Ulul Azmi Bandung, 2) karakter siswa kelas III MI Ibrahim Ulul Azmi Bandung dan 3) hubungan hafalan al-Qur’an dengan pembentukan karakter siswa kelas III MI Ibrahim Ulul Azmi Bandung Indikator dari hafalan al-Qur’an meliputi kelancaran dalam menghafal al-Qur’an, kesesuaian bacaan dengan kaidah ilmu tajwid & fashahah. Sedangkan indikator karakter siswa meliputi relijius, jujur, disiplin, kerja keras, tanggung jawab. Metode yang digunakan ialah metode korelasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel responden diambil dari kelas III-A dan III-B MI Ibrahim Ulul Azmi Bandung yang berjumlah 51 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket dan dokumentasi teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yang di mana diawali uji realitas, uji normalitas, uji korelasi dan menghitung koefisien determinasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hafalan al-Qur’an siswa kelas III memiliki rata rata sebesar 88,96 dan masuk ke dalam kategori baik. Hubungan hafalan al-Qur’an dengan pembentukan karakter siswa di kelas III MI Ibrahim Ulul Azmi Bandung diperoleh sebesar 0,308 dan termasuk dalam kategori rendah atau lemah. Hasil tersebut diperoleh dari uji korelasi dengan hafalan al-Qur’an memberikan kontribusi terhadap pembentukan karakter siswa sebesar 9,48%
    corecore