1,721,004 research outputs found

    MODEL WARMING UP BERBASIS PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 6-8 TAHUN. (PENELITIAN Pada Siswa -siswi Sdn Cipinang Besar 05 Pagi)

    Full text link
    RINGKASAN MOCH ULIL AZMI, “MODEL WARMING UP BERBASIS PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 6-8 TAHUN”, Program Studi Ilmu Keolahrgaan Olahraga Rekreasi, Fakultas Ilmu olahraga Universitas Negeri Jakarta. Ringkasan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model warming up berbasis permainan untuk anak usia 6-8 tahun. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) menurut Sukmadinata, dimana penelitian menggunakan 3 tahapan yaitu studi pendahuluan, uji coba terbatas dan uji coba lebih luas, uji produk dan sosialisasi hasil. Hasil penelitian ini menghasilkan produk yang berupa model warming up bermain melalui permainan untuk anak usia 6-8 tahun sebanyak 24 model yang telah di uji cobakan dalam kelompok kecil melibatkan 20 siswa-siswi kelas bawah Sekolah Dasar Negeri Kayu Putih 03 Pagi dan uji coba kelompok besar melibatkan 30 siswa-siswi kelas bawah Sekolah Dasar Negeri cipinang besar utara 05 Pagi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa model warming up berbasis permainan ini layak diterapkan dan digunakan. Hasil akhir dari model warming up berbasis permainan untuk anak usia 6-8 tahun berupa buku model warming up berbasis permainan. Kata Kunci: Permainan, warming up, anak usia dini. ABSTRACT MOCH ULIL AZMI, "GAME-BASED WARMING UP MODELS FOR BEST ON GAMES FOR CHILDREN 6-8 YEARS", Jakarta, Study Program of Recreational Sports Sport Science, Faculty of Sport Science, State University of Jakarta. Abstract. This study aims to create a game-based warming up model for children aged 6-8 years. This research method uses research and development (R&D) methods according to Sukmadinata, where the research uses 3 stages, namely preliminary studies, limited trials and wider trials, product tests and results socialization. The results of this study produce a product in the form of warming up playing through games for children aged 6-8 years as many as 24 models that have been tested in small groups involving 20 students in the lower grade of SDN cipinang besar utara 05 Pagi and large group trials involving 30 students in the lower class at Sekolah Dasar Negeri cipinang besar utara 05 Pagi. Based on the results of the study showed that the game-based warming up model is feasible to be applied and used. The final result of the game-based warming up model for children aged 6-8 years is in the form of a game-based warming up model book. Keywords: Games, warming up, early childhood

    PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH, INFLASI DAN NERACA PERDAGANGAN TERHADAP GROSS DOMESTIC PRODUCT INDONESIA

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Analisis Pengeluaran Pemerintah, Inflasi dan Neraca Perdagangan Terhadap Gross Domestic Product Indonesia” ini ditulis oleh Muhammad Fajar Ulil Azmi, NIM. 17402153525, pembimbing Dr. Agus Eko Sujianto, S.E, M.M. Penelitian ini merupakan rekomendasi atas jurnal yang ditulis oleh Fatmawati yang membahas masalah Gross Domestic Product atau biasa disebut Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian disuatu negara peran pemerintah disini sangatlah penting seperti intervensi anggaran pada kebijakan anggaran negara atau pengeluaran pemerintah. Selain itu permasalahan yang sering disoroti oleh pemerintah Indonesia maupun negara-nagara lain yang berimbas pada masalah perekonomian adalah inflasi. Inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Ekspor dan impor ternyata tidak kalah penting dalam mempengaruhi peningkatan dan penurunan PDB. Tingkat ekspor yang tinggi juga dapat meningkatkan PDB namun kegiatan impor yang tinggi juga dapan menurunkan PDB. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengeluaran pemerintah, inflasi dan neraca perdagangan terhadap gross domestic produk di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder pada tahun 1981 sampai 2017. Teknik analisis data menggunakan analisis data time series dengan model ECM (Error Correction Model) untuk jangka pendek dan OLS (Ordinary Least Square) untuk jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pengeluaran Pemerintah dalam jangka pendek berpengaruh terhadap GDP, begitupun dalam jangka panjang pengeluaran pemerintah berpengaruh signifikan terhadap GDP sebesar 0,95%. 2) Inflasi dalam jangka pendek dan jangka panjang berpengaruh negatif terhadap GDP sebesar -0.19% dalam jangka pendek, sedangkan dalam jangka panjang sebesar -0.08%. 3) Neraca Perdagangan dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap GDP dengan coefficient sebesar 0,012%, pada jangka panjang neraca perdagangan juga tidak berpengaruh terhadap GDP namun memberikan nilai negatif sebesar -0,022%. Kemudian melalui uji simultan diketahui bahwa variabel pengeluaran pemerintah, inflasi dan neraca perdagangan berpengaruh positif terhadap GDP, terlihat pada angka Adjusted R Square sebesar 0,951% yang menunjukkan bahwa 95,1% variabel GDP mampu dijelaskan oleh ketiga variabel independen yang digunakan dan sisanya 4,9% dijelaskan oleh variabel diluar penelitian. Kata kunci : pengeluaran pemerintah, inflasi, neraca perdagangan dan gross domestic produc

    Potensi Santri Dayah Raudhatul Qur'an Darussalam dalam Menghafal Al-Qur'an Melalui Pembentukan Grup Tahfizh

    Full text link
     &#x0D; Setiap muslim percaya bahwa Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran Islam. Hal tersebut merupakan doktrin yang wajib diyakini oleh setiap muslim. Seseorang tidak dapat dikatakan sebagai muslim sejati jika ia melanggar keyakinan tersebut. Dengan demikian, setiap lembaga pendidikan Islam semestinya menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar pembelajaran dan terkhusus dalam dunia pendidikan dayah. Membaca atau mengaji, menulis, menghafal dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup merupakan kompetensi yang sepatutnya dimiliki oleh setiap muslim. Dayah Raudhatul Qur’an Darussalam yang notabene merupakan salah satu dayah di Aceh yang menganut sistem pendidikan tradisional tidak memiliki program untuk menghafal Al-Qur’an secara khusus, tetapi melakukan proses membaca, menulis dan mengkaji serta mengamalkan kandungannya. Lantas, bagaimana animo dan potensi santri Dayah Raudhatul Qur’an Darussalam dalam menghafal Al-Qur’an. Hal tersebut menjadi masalah utama dalam penelitian ini yang jawabannya ditemukan melalui pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data yang akurat, penulis menggunakan teknik wawancara dan observasi langsung di lapangan. Penelitian ini mengungkapkan beberapa faktor yang mempengaruhi minat santri dalam menghafal Al-Qur’an. Selanjutnya, inovasi yang dilakukan untuk menggerakkan program tahfiz al-qur’an serta sikap pengurus dayah terhadap potensi santri dalam menghafal Al-Qur’an.</jats:p

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    ANALISIS DAYA TERIMA KONSUMEN DAN NILAI GIZI KERUPUK OPAK DENGAN PENAMBAHAN IKAN LUEBIM (CANTHIDERMIS MACULATA)

    Full text link
    ABSTRAKUlil, Azmi. 2019. Analisis Daya Terima Konsumen dan Nilai Gizi Kerupuk Opak dengan Penambahan Ikan Luebim (Canthidermis maculata). Skripsi, Program Studi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1)Dra. Suryati Sufiat, M.Pd., (2) Dra. Indani, M.PdKata kunci: Daya terima, Konsumen, Kerupuk opak, Gizi, Ikan luebimIkan luebim (Canthidermis maculata) merupakan salah satu jenis ikan yang dapat diolah sebagai tambahan nutrisi kerupuk opak. Tujuan Penelitian untuk (1) mengetahui daya terima konsumen melalui uji organoleptik terhadap penambahan ikan luebim, (2) nilai gizi kerupuk opak ikan luebim. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan 2 kali perlakuan dan 3 kali pengulangan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan ini menggunakan 3 tingkatan dari penambahan daging ikan luebim (0%), (20%),(40%). Dari hasil uji penerimaan yang dilakukan oleh 30 orang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan menggunakan 5 tingkatan skala hedonic scale, hasilnya menunjukkan kerupuk opak dengan penambahan daging ikan luebim sangat disukai dan nilai gizinya juga meningkat. Berdasarkan hasil uji penerimaan hampir secara keseluruhan formula yang disukai penelis konsumen adalah pada formula AI dan memiliki nilai tertinggi yaitu dengan penambahan daging ikan luebim 20% pada kerupuk opak karena memiliki karakteristik aroma khas ikan luebim, tekstur renyah, rasa umami sedangkan untuk warna panelis konsumen lebih menyukai formula A0 yakni tanpa penambahan daging ikan luebim pada kerupuk opak. Hasil uji proksimat diketahui kerupuk opak ikan luebim mengandung unsur gizi karbohidrat 83,32%, kadar protein 8,42%, kadar lemak 1,99%, kadar abu 0,47%, dan kadar air 3,00%
    corecore