26 research outputs found
ANALISIS ASPEK TEKNIS DAN HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DASAR DI PERAIRAN KABUPATEN MAROS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek teknis jaring insang dasar (dimensi alat tangkap dan kapal) dan untuk menganalisis hasil tangkapan jaring insang dasar seperti komposisi jenis hasil tangkapan dan ukuran panjang ikan tangkapan dominan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2018 di Sulawesi Selatan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada jaring insang dasar yang ada dilokasi penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan turun langsung kelapangan dengan mengikuti operasi penangkapan sebanyak 30 trip. Parameter yang diamati adalah dimensi alat tangkap, ukuran utama kapal, panjang cagak hasil tangkapan ikan dominan, jenis dan total hasil tangkapan. Hasil penelitian dengan ukuran mata jaring 13/4 inci (4,445 cm) menangkapan ikan kapas-kapas dengan panjang 9,0 – 16,0 cm, ikan gulamah dengan panjang 12 – 16,4 cm, ikan tenggiri dengan panjang 18,5 – 26,9 cm dan ikan belanak dengan panjang 10,0 – 17,55 cm dengan shortening atas 38% dan shortening bawah 34% menunjukkan ikan terbelit dan terjerat. Daya apung pelampung 2178,87369 g dan total daya apung 2206,4156 g. Daya tenggelam pemberat 19,7035 g dan total daya tenggelam 3350,3017 g. Panjang jaring 71,12 m, luas jaring 1087 m² dan tinggi jaring 2,44 m. Hasil tangkapan dominan yaitu ikan kapas-kapas (Gerres erytrourus), ikan gulamah (Johnius amblycephalus), ikan tenggiri (Scomberomorus sp.), dan ikan belanak (Mugil sp.). Kata kunci: Aspek teknis, Jaring insang dasar, Hasil tangkapan dominan, Kabupaten Maro
PENGETAHUAN DAN PRAKTEK MEMBACA LABEL INFORMASI PRODUK PANGAN KEMASAN PADA MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN
Berdasarkan hasil kajian Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), di Indonesia label pangan masih kurang mendapat perhatian dari konsumen. Hanya sekitar 6,7% konsumen yang memperhatikan kelengkapan label produk pangan yang mereka beli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan praktek membaca label informasi pada mahasiswa kesehatan masyarakat Universitas Hasanuddin. Penelitian ini menggunakan studi observasional dengan desain deskriptif. Untuk pengambilan jumlah sampel dari mahasiwa kesmas dan mahasiswa gizi 2015 maka dilakukan dengan cara proporsional sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden yang pengetahuan baik selalu membaca label informasi kadaluarsa (97,8%) dan informasi kehalalan (91,2%). Karakteristik responden berdasarkan usia 18 tahun yaitu mempunyai praktek selalu membaca label informasi kehalalan (100%), sedangkan yang berusia 19 tahun selalu membaca label informasi kadaluarsa (97,9%), praktek membaca label informasi bersasarkan tempat tinggal menunjukkan untuk informasi nilai gizi selalu dibaca oleh responden yang tinggal di kos (72,9%), sedangkan responden yang tinggal di rumah bersama keluarga selalu membaca label kadaluarsa (96,9%), informasi kehalalan (85,6%) dan informasi petunjuk penggunaan (11,3%), karakteristik berdasarkan hasil responden yang memiliki riwayat penyakit yang selalu membaca label informasi nilai gizi yaitu penyakit asma (75%), komposisi penyakit maag dan cacar (37,5%), kadaluarsa dan kehalalan penyakit cacar (100%), dan petunjuk penggunaan adalah responden yang mempunyai riwayat penyakit asma (50%).Disimpulkan bahwa praktek membaca label informasi sudah dapat dikatakan baik yang sebagian besar selalu membaca label informas
Hubungan obesitas dan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi di kelurahan bila kecamatan lalabata kabupaten soppeng
Pengaruh edukasi gizi terhadap perubahan pengetahuan dan gaya hidup sedentary pada anak gizi lebih i SDN Sudirman I Makassar Tahun 2013
Hubungan investasi cacingan terhadap kejadian anemia pada siswa SD inpres sangnging -sangnging desa patalassang kecamatan patalassang kabupaten gowa tahun 2012
Hubungan pengetahuan dan pola konsumsi makanan sumber natrium dengan kejadian hipertensi di kelurahan bila kecamatan lalabata kabupaten soppeng tahun 2012
GAMBARAN SIKAP DAN TINDAKAN TERHADAP KEAMANAN PANGAN PADA KELOMPOK MASYARAKAT (PKK, IRT, GURU, KARANG TARUNA) DI KOTA MAKASSAR DAN KABUPATEN SOPPENG
Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia. Jenis penelitian adalah deskriptif, dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik Cluster Accidental sampling. Pertimbangan Cluster Accidental sampling, sebanyak 60 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat, diuji dengan menggunakan descriptive crosstab. Hasil dari penelitian ini bahwa pada kelompok masyarakat Guru, IRT, Karang Taruna keseluruhan bersikap postif sebanyak 25,2 % sedangkan ibu PKK ada bersikap negatif 3,3 % positif sebanyak 20,7%. Pada pengambilan tindakan rata-rata telah mengambil keputusan tindakan cukup karang taruna cukup 66,7% PKK 96,7% IRT 93,3% Guru 96,3%. Keseluruhan kelompok masyarakat bersikap lebih besar positif dan pengambilan tindakan cenderung cukup. Hal ini dikarenakan seringnya diadakan pelatihan kader oleh instansi yang berhubungan. Perlunya pemahaman yang baik pada keseluruh kelompok masyarakat terutama pada kelompok IRT dan PKK karena masih kurang pemahaman terhadap keamanan pangan dan kelompok guru dan karang taruna semua lebih di tingkatkan pemahaman terhadap keamanan pangan.\ud
\ud
Food safety is a condition and effort needed to prevent food from possible contamination of biological, chemical, and other objects that can disturb, harm and endanger human health. The study was descriptive, with a cross-sectional design. Cluster sampling using accidental sampling technique. Cluster considerations Accidental sampling, as many as 60 people. Data analysis was performed using univariate analysis, were tested using descriptive crosstab. In this study is the purpose of society is Housewife, PKK, Teachers and Youth, respectively 15 respondents. Results from this study that the teacher community groups, IRT, Youth overall positive attitude as much as 25.2% while the PKK is no negative attitude positive 3.3% 20.7%. Taking action on average have taken enough action decision youth enough PKK 96.7% 66.7% 93.3% IRT Teacher 96.3%. Overall larger groups of people behave positively and taking action tends to be pretty. This is due to frequent training of cadres held by related agencies. The need for better understanding of the group throughout the community, especially in the group of IRT and the PKK because they still lack the understanding of food safety and a group of teachers and youth all the more improved understanding of food safety
Pola jajanan Dan pola Kosumsi buah dan Sayur Pada Anak Usia 9-11 Tahun di SDN Sudirman 1 Kota Makassar Sulawesi Selatan Tahun 2012
THE ROLE OF BUSINESSWOMEN IN IMPROVING FAMILY ECONOMIC WELFARE IN TANETE VILLAGE, SIMBANG DISTRICT, MAROS REGENCY
The role of female traders in improving the economic welfare of families in Tanete Village, Simbang District, Maros Regency is the title of the research conducted by the researcher. This study focuses on determining the role and factors that encourage women to work as traders in improving the economic welfare of families and households in Tanete Village, Simbang District, Maros Regency.
This study uses a qualitative research method, namely by conducting observations at the research location, conducting in-depth interviews with 6 (six) informants and also documenting activities in the field.
The results of the study obtained by the author are 1) Women who carry out activities or careers as traders can improve the economic welfare of their families or households. Female traders carry out their duties not only in the domestic sector but also in the public sector. Women with the profession of traders can help their families or households from poverty, this is because of the skills they have in trying in this case trading. 2) There are 4 (four) factors for women to enter the business world, namely independence, capital, family and finally coercion
GLOBALISASI EKONOMI VIETNAM DALAM KERANGKA PEMBANGUNAN BELT AND ROAD INITIATIVE
This study aims to see how globalization affects the Vietnamese economy, particularly regards to the construction of the Belt and Road Initiative (BRI). For this reason, the author uses a hyperglobalist approach that focuses on the economic dimension of globalization. The result is that the development of BRI provides benefits for Vietnam, namely optimizing the industry in managing its natural resources, which is known that Vietnam has natural resources that have not been managed optimally. In addition, FDI inflows through BRI are able to create more job opportunities and encourage infrastructure development and domestic economic progress. Furthermore, cooperation within the BRI allows Vietnam to get the positive impact on China's economic growth, both from the sharing of technology, ideas, and investment flows from Beijing
