1,720,961 research outputs found
Job Relocation and Its Predictors in Indonesian Public Sector
ABSTRACT
This study is aimed to be a preliminary research related to job relocations in Indonesian public sector, mainly in Ministry of Finance Indonesia. Interviews with employees experiencing job transfers were conducted to further analyze the predictors of job transfers. Results of this research revealed that there are some factors affecting positively to willingness to transfer such as career opportunity, clear transfer path, obligation of officials, culture, and new skills and knowledge. In addition, there are also some factors affecting negatively to willingness to transfer such as initial information, social attachment, pension, unclear transfer path, fairness perception, financial problems, children, spouse’s career, geographic location, and adjustmen in new workplaces.
Keywords: job transfer, predictors, relocation
THE RELATIONSHIP BETWEEN MANAGEMENT SUPPORT, TRAINING MOTIVATION, INTENTION TO TRANSFER, AFFECTIVE REACTION, UTILITY REACTION, SUPERVISOR SUPPORT, AND LEVEL III AND IV LEADERSHIP TRAINING TRANSFER: A CASE IN INDONESIAN MINISTRY OF FINANCE
The purpose of this research is to examine how training transfer is influenced by management support, training motivation, intention to transfer, affective reaction, utility reaction, supervisory support. To achieve this purpose, this study used the employees in Indonesian Ministry of Finance. A sample of 258 employees from level III and level IV leaders completed questionnaires that include measurements such as training motivation, supervisor supports, affective reaction, utility reaction, intention to transfer, training transfer, perceived training transfer, training retention, managerial transfer support, motivation to learn, training self-efficacy, and demographic characteristics. Hypothesis testing was done by using three steps of hierarchical regression analysis. The results of this study indicate that there are significantly positive relationships between the aforementioned independent variables and training transfer. Implications of this study were discussed.Â
PELATIHAN ONLINE MARKETING KEPADA PELAKU UMKM DESA CIBOGO, CISAUK, TANGERANG
Aktivitas perekonomian di Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang sangat kontras dengan Kawasan BSD di sekitarnya. Kondisi ini berimplikasi terhadap kesejahteraan masyarakatnya yang masih tergolong rendah. Masyarakat Desa Cibogo sebenarnya mempunyai potensi yang bisa dikembangkan, yaitu usaha rumah tangga atau UMKM. Namun, pengelolaan usaha rumah tangga yang ada selama ini masih bersifat tradisional dan konvensional, baik itu proses dan skala produksinya, maupun pemasarannya. Masyarakat Desa Cibogo, terutama kaum ibu rumah tangga mempunyai berbagai keterampilan dalam membuat makanan kecil dengan kualitas yang cukup baik dan mempunyai potensi untuk ditingkatkan lebih lanjut. Begitu pula dengan pemasaran produk yang selama ini masih dalam lingkup internal desa tanpa kepercayaan diri untuk memasarkannya dalam pasar y ang lebih luas. Hal ini membuat usaha rumah tangga di Desa Cibogo cenderung stagnan dan belum cukup membantu perekonomian pelaku usahanya. Oleh karena itu diperlukan pendampingan yang mampu mendorong para pelaku usaha rumah tangga di Desa Cibogo untuk memproduksi barang yang lebih berkualitas, mengemas produk dengan lebih menarik dan diterima oleh pasar, serta mampu memasarkan produk ke pasar yang lebih luas. Pada akhirnya, tujuan dari kegiatan pendampingan ini bisa tercapai, yaitu menjadikan kesejahteraan masyarakat Desa Cibogo menjadi lebih baik dan mempunyai produk unggulan yang bisa diproduksi dan dipasarkan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan memberikan kesadaran dan pelatihan terkait pentingnya pemasaran secara online yang saat ini sudah bisa diakses dengan lebih mudah dan murah. Dengan pemasaran secara online, pasar akan mudah diakses secara cepat dan lebih efisien
An Integration of BSC and AHP for creating VOE’s Barriers of Entry Strategy
Purpose: The aim of this study is to create social constructs related to Village-owned Enterprise (VOE) performance measurement tools and establish a hierarchy of strategy formulation using the Analytical Hierarchy Process (AHP).
Research Methodology: The methods used in this research were interviews, observations, and literature reviews to gain overall information to achieve the research goals. The purposively chosen sample was PH Village and PL VOE in Yogyakarta Province. Based on the data obtained, a BSC simulation was conducted, followed by strategic analysis using AHP.
Results: This study established a social construct of VOE’s performance measurement model based on the social enterprise BSC introduced by Bull (2007) and Somers (2005). A simulation was conducted by measuring the performance of the PL VOE. A total score of 96,49% was obtained for the PL performance measurement result. In addition, a strategy to create barriers to entry was established in this study. The analysis showed that the product differentiation strategy had the highest score (0,66394). To obtain the strategy, the village head, as a village vision creator, must create vision (0,47037) focusing on how to satisfy the PL’s consumers (0,35131).
Limitations: The limitation of the research is the lack of an observable sample since not all the villages and VOEs have the required data for research purposes.
Contribution: The benefit of this study is that it focuses on the Yogyakarta Provincial Village Community Empowerment Service. This research can be used to formulate strategic policies for the Yogyakarta Provincial government to improve VOE performance, mainly in terms of barriers to entry creation.
Novelty: This study contributes to the strategic management of social enterprises in Indonesia, particularly VOE. The use of social BSC and AHP in one article to measure the performance of VOE and to create barriers to entry strategies is still scarce in Indonesia
INVENTARISASI ASET TETAP BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDESA): STUDI KASUS PADA BUMDESA TIRTA MANDIRI, PONGGOK, KLATEN
Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Tirta Mandiri, Ponggok, Klaten, Jawa Tengah didirikan untuk mengelola aset desa Ponggok untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa Ponggok. Meskipun kegiatan BUM Desa mengalami peningkatan, namun masih terdapat kendala dalam pembukuan aset tetap BUM Desa, sehingga nilai aset tetap tidak dapat dilaporkan dengan baik dan akurat. Penelitian ini membahas akuntansi aktiva tetap yang dilakukan oleh BUM Desa. Melalui pendekatan kualitatif (wawancara dengan personel BUM Desa) dan pengolahan data, penelitian ini berhasil menunjukkan kelemahan akuntansi aset tetap yang dilakukan oleh BUM Desa, dan akhirnya mengajukan solusi berupa usulan data referensi inventarisasi aset tetap.Kata Kunci : BUMDesa, Akuntansi Untuk Aset Tetap, Inventarisasi Aset Teta
Exploring How Learning Style Relates to General and Career Management Self-Efficacy Beliefs in a Managerial Context
This study examined how learning style relates to self-efficacy beliefs in a managerial context. To make a theoretical frame, the study relied on Kolb’s experiential learning theory and a model of self-efficacy–performance relationship proposed by Gist and Mitchell. The study analyzed not only general efficacy but also specific efficacy focused on career management. Participants of this study consisted of 235 managers who worked for the Ministry of Finance in Indonesia. Results showed that managers’ learning orientation towards abstract conceptualization over concrete experience was associated with increased self-efficacy beliefs, whereas an orientation towards active experimentation over reflective observation was associated with general self-efficacy development but had a marginal influence on career management self-efficacy. This study sheds light on a link between learning style and self-efficacy development in organizations. Based on the findings, the study offers theoretical and practical implications for leveraging learning styles and self-efficacy beliefs in organizations
PENINGKATAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN DESA MELALUI LITERASI KEUANGAN KELUARGA BAGI DEBITUR MITRA BUMDESA TIRTAYASA
Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga tahap: Observasi Awal, Pelatihan, dan Pendampingan. Observasi awal yang dilakukan pada awal Agustus 2024 bertujuan mengidentifikasi kebutuhan dan masalah yang dihadapi debitur BUMDesa Tirtayasa. Pelatihan yang diadakan pada 24 Agustus 2024 berfokus pada peningkatan literasi keuangan dan kapasitas kewirausahaan dengan menggunakan metode GoDisKo (Goal, Disiplin, Komitmen). Metode ini membantu peserta menetapkan tujuan keuangan, menerapkan pencatatan keuangan yang disiplin, serta melibatkan komitmen keluarga. Pendampingan dilakukan melalui grup WhatsApp selama tiga bulan untuk memastikan penerapan pengetahuan pengelolaan keuangan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai manajemen keuangan, terutama dalam menetapkan tujuan keuangan yang jelas dan pengelolaan arus kas yang disiplin. Tantangan yang dihadapi termasuk keragaman latar belakang usaha peserta dan perlunya disiplin keuangan yang terus diterapkan pasca pendampingan.
Kata Kunci: pengabdian masyarakat, literasi keuangan, metode GoDisKo, kewirausahaan, pendampinganProgram pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga tahap: Observasi Awal, Pelatihan, dan Pendampingan. Observasi awal yang dilakukan pada awal Agustus 2024 bertujuan mengidentifikasi kebutuhan dan masalah yang dihadapi debitur BUMDesa Tirtayasa. Pelatihan yang diadakan pada 24 Agustus 2024 berfokus pada peningkatan literasi keuangan dan kapasitas kewirausahaan dengan menggunakan metode GoDisKo (Goal, Disiplin, Komitmen). Metode ini membantu peserta menetapkan tujuan keuangan, menerapkan pencatatan keuangan yang disiplin, serta melibatkan komitmen keluarga. Pendampingan dilakukan melalui grup WhatsApp selama tiga bulan untuk memastikan penerapan pengetahuan pengelolaan keuangan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai manajemen keuangan, terutama dalam menetapkan tujuan keuangan yang jelas dan pengelolaan arus kas yang disiplin. Tantangan yang dihadapi termasuk keragaman latar belakang usaha peserta dan perlunya disiplin keuangan yang terus diterapkan pasca pendampingan.
Kata Kunci: pengabdian masyarakat, literasi keuangan, metode GoDisKo, kewirausahaan, pendampinga
Human Centered AI Integrating Ethical Psychological and Computational Perspectives for Inclusive Innovation
The rapid evolution of Artificial Intelligence (AI) has reshaped social, economic, and cultural landscapes, yet its development often prioritizes technical efficiency over human values. This study proposes the Human-Centered AI Integration Framework, a multidisciplinary model that unites ethical, psychological, and computational perspectives to promote inclusive and responsible AI innovation. Employing a mixed-method and Design Science Research (DSR) approach, data were gathered from literature studies, user surveys, and AI system analyses to identify gaps between ethical principles, user perception, and algorithmic design. The proposed framework consists of three interrelated layers: the Ethical Layer, emphasizing fairness, accountability, and transparency; the Psychological Layer, focusing on trust, empathy, and human experience; and the Computational Layer, ensuring algorithmic integrity through bias mitigation and explainability. Evaluation results from interdisciplinary experts confirm that the model effectively bridges human values with technical implementation, enhancing trust, inclusivity, and transparency across AI systems. This research contributes to the growing discourse on responsible AI by providing a holistic foundation for designing systems that are not only intelligent and efficient but also empathetic, equitable, and aligned with human well-being
EKSPLORASI KELAYAKAN USAHA DESA WISATA
Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah menyusun kajian pemetaan potensi dan peluang usaha BUM Desa. Program pengabdian ini telah berhasil dan mendapatkan output sesuai dengan tujuannya. Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan sesuai dengan tahapannya, yaitu Focus Group Discussion (FGD), observasi, dan pendampingan. Hasil FGD adalah memetakan masalah dan prioritas pennyelesaian masalah. Observasi menghasilkan temuan kondisi bentang alam dan potensi serta tantangan konsep desa wisata di Desa Janaka. Pandampingan menghasilkan buku potensi dan peluang usaha BUMDesa Janaka.Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah menyusun kajian pemetaan potensi dan peluang usaha BUM Desa. Program pengabdian ini telah berhasil dan mendapatkan output sesuai dengan tujuannya. Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan sesuai dengan tahapannya, yaitu Focus Group Discussion (FGD), observasi, dan pendampingan. Hasil FGD adalah memetakan masalah dan prioritas pennyelesaian masalah. Observasi menghasilkan temuan kondisi bentang alam dan potensi serta tantangan konsep desa wisata di Desa Janaka. Pandampingan menghasilkan buku potensi dan peluang usaha BUMDesa Janaka
- …
