1,720,985 research outputs found
KEBUTUHAN PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA PADA PENDIDIKAN TINGGI
Penelitin ini dilaksanakan untuk menganalsis kebijakan Program Kampus Merdeka serta manfaat dari program tersebut bagi perguruan tinggi. Penelitian ini berusaha mengungkap apa saja yang didapatkan oleh semua pihak perguruan tinggi yang terlibat, baik itu mahasiswa, dosen maupun perguruan tinggi itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literature/studi kepustakaan. Pengumpulan data diambil berdasarkan hasil pencarian kata kunci (merdeka belajar, kampus merdeka, IKU) di berbagai sumber referensi daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwaprogram Merdeka Belajar Kampus Mengajar (MBKM) adalah salah satu bentuk implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) ke-2 yang menyebutkan “mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus.†Hal ini jelas sangat membantu perguruan tinggi dalam penilaian IKU.Selain itu, MBKM juga membantu mensukseskan pemenuhan IKU ke-1 (lulusan mendapat pekerjaan yang layak) dan IKU ke-3 (Dosen berkegiatan di luar kampus). Lebih jauh lagi, program tersebut juga menambah poindalam akreditas sejak dicanangkannya kebijakan Kampus Merdeka dengan ketentuan minimal 30% mahasiswa mendapat minimal 20 sks di luar program studi. Akhirnya, program MBKM telah membawa imbas yang sangat positif bagi keberlangsungan pendidikan di Indonesi
Integrasi Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara Sebagai Ruh Sistem Pendidikan Indonesia dalam Literasi Digital
Literasi digital meretas batas, memungkinkan interaksi tak terbatas, sampai pada memodifikasi dan memanipulasi karakter individu dan kelompok. Informasi dan interaksi yang tak terbatas ini, menjadikan kita memahami lebih luas ihwal semua yang terjadi di hampir setiap sudut dunia. Jangan sampai kekayaan informasi ini justru menjadikan sikap mental kita terbelenggu. Kita menjadi tidak percaya diri terhadap semua potensi yang kita miliki. Kita menjadi merasa lebih hebat ketika menggunakan barang impor dibanding barang lokal. Jika itu yang terjadi, kita sejatinya belum merdeka. Secara fisik, kita memang sudah terlepas dari bingkai penjajahan, tapi mental kita belum. Jangan-Jangan hal itulah yang membuat menteri pendidikan kita saat ini, mencetuskan konsep merdeka belajar. Pada tataran teknis kita memang harus merdeka belajar, bukan lagi belajar merdeka. Dalam dunia pendidikan, kita memiliki Ki Hajar Dewantara dengan konsep pendidikan yang sangat khas. Maka konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara mestinya diintegrasikan dalam literasi digital. Agar setinggi apapun kita meliterasi digital, kita tetap berpijak dalam bumi ke-Indonesia-an
ABSURDISME INDONESIA DALAM “SUMUR TANPA DASAR” KARYA ARIFIN C. NOER
The issue that arises from the limitations of absurdism on the drama's text is: is it possible that the drama STD (The Well Without Basic) by Arifin C.Noer does not in any way recognize the existence of God in his narrative? Another issue is how the form of absurdism in this drama text ?. This research utilizes a hermeneutic approach. Data were collected using reading technique and record technique. There are two sources of data in this study, namely primary data sources and secondary data sources. The primary data source in this research is the drama of No Drawing Well by Arifin C.Noer. The data contained in this research are words, phrases, clauses, or phrases in the drama dialogue of the Unfounded Wells by Arifin C.Noer which allegedly contains markers of drama absurdism. The data were analyzed using hermeneutic readings. Then presented in the form of a neatly arranged and systematic report. The forms of absurdism in this text lie in the following points. First, this drama uses the myth as a source of storytelling. Secondly, in this drama script also occur events outside the logic that utilize the human subconscious. The story of human life or figure in the drama script is oscillated in uncertainty. Third, the storyline in the drama script STD contains events that can still trace the plot. The existence of God still appears in this drama script. The traces of God's power also appear to be intertwined in several dialogues
NILAI MORAL PUISI KETIKA AGAMA KEHILANGAN TUHAN KARYA GUS MUS
Penelitian ini mendeskripsikan tentang nilai-nilai moral pada puisi Ketika Agama Kehilangan Tuhan karya Gus Mus. Penelitian ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan bagi penulis dan pembaca. Nilai moral juga ada banyak bagian-bagiannya dan akan dijelaskan lebih di bawah nanti. Metode yang digunakan pada pengumpulan data adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah puisi Ketika Agama Kehilangan Tuhan karya Gus Mus yang menceritakan tentang esensi agama yang telah dilupakan dan disalahartikan oleh pemeluknya dan mengandung nilai religious yang sangat tinggi serta nilai-nilai moral yang ada
Eksploitasi Lingkungan dalam Cerpen Di Seine Meratapi Citarum melalui Pendekatan Ekokritik
BAHAN AJAR MULTIMEDIA INTERAKTIF ILMU PENGETAHUAN ALAM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF
Penelitian terkonsentrasi pada pengembangan bahan ajar berbentuk multimedia interaktif sebagai alternatif media pembelajaran inovatif. Penelitian ini menggunakan model four-D yang telah dimodifikasi, menjadi tahap Define (analisis materi, analisis laboratorium, dan merumuskan tujuan pembelajaran), Design (pemilihan media, pemilihan format, dan draft awal) dan Develop (validasi ahli dan uji coba). Analisis data yang dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji beda rata-rata. Nilai validasi untuk multimedia interaktif secara rata – rata 3.72 termasuk dalam kategori valid. Hasil uji kelas kontrol menghasilkan mean 61.15 dan kelas eksperimen 88.75 dengan signifikansi hitung yang digunakan 0.004. Secara keseluruhan multimedia interaktif sangat baik dan inovatif digunakan dalam permbelajara
Perjuangan Tokoh Perempuan dalam Cerita Pendek “Air†Karya Djenar Maesa Ayu
This short "water" story by Djenar Maesa Ayu is the background of the life of a woman who struggled and worked hard to raise her child, without getting the responsibility of the prospective baby's father. The problem of this research is the struggle of female leaders. This study aims to describe the struggles of female leaders in the short story Air by Djenar Maesa Ayu. This study uses a feminist literary criticism approach. The method used is descriptive qualitative. The data source is Air's short story by Djenar Maesa Ayu. The technique used is the data validation technique. This research draws conclusions about the struggles of female leaders. Keywords: the struggle of female leaders; short stories
Persepsi Mahasiswa terhadap Penggunaan Augmented Reality (Ar) sebagai Media Ajar Bahasa Indonesia
Tujuan penelitian ini ialah dapat ditemukan persepsi mahasiswa terhadap augmented reality sebagai media ajar Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik nontes. Data yang digunakan ialah hasil angket dan mahasiswa sebagai sumber data. Intrumen penelitian menggunakan angket yang akan diberikan kepada mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unissula. Data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan cara mendeskripsikan hasil angket. Hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemuakan bahwa sebagaian besar mahasiswa tertarik terhadap augmented reality sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia. Mahasiswa menyatakan bahwa penggunaan media sangat mempengaruhi hasil belajar. Sehingga, media berbasis augmented reality sangat cocok untuk beberapa materi pada pembelajaran Bahasa Indonesia
REALISASI FRASA ATRIBUTIF DALAM NOVEL “NEGERI PARA BEDEBAH” KARYA TERE LIYE DALAM MATERI AJAR MENYUNTING FRASE
Frase dibagi atas dua jenis, yaitu frase endosentris dan eksoosentris. Penelitian ini akan mendeskripsakan frase endosentris atributif . Adapun tujuan penelitian ini, yaitu untuk merealisasikan frasa endosentris atributif dalam Novel “Negeri Para Bedebah†karya Tere Liye dalam materi ajar menyunting frase Siswa kelas X SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi kualitatid. Metode ini dilakukan tanpa menggunakan angka statistik. Data penelitian ini berupa kata dan frase. Sumber data penelitian ini ialah novel dengan judul “Negeri para Bedebah†karya dari Tereliye. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Teknik baca dan catat. Peneliti membaca dengan teliti novel yang dianalusus kemudian mencatat data frase andosentris atributif yang ditemukan dalam novel. Analisis data menggunakan deskripsi. Hasil penelitian disampaikan dalam artikel ini sebagai sampel adalah 30 data. Data tersebut dimaksudkan agar  dapat  direalisasikan dalam  pembelajaran Bahasa Indonesia. Materi  yang  dapat direalisasikan adalah menyunting frase. Realisasi hasil analisis frasa endosentris atributif dalam pembelajaran dapat diaplikasikan dalam materi ajar menyunting frase. Guru dapat menggunakan hasil analaisis sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran yang disampaikan dalam rencana pembelajaran. Dalam artikel ini hanya beberapa data frase endosentris atributif yang digunakan dalam re alisasi dalam pembelajaran.Â
- …
