1,721,056 research outputs found
IDENTIFIKASI SUHU PERMUKAAN DARAT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI GEOSPASIAL: Studi Kasus Kota Bukittingi, Provinsi Sumatera Barat (Identification of Land Surface Temperature Using Geospatial Technology: Case Study in Bukittinggi City, West Sumatra Province)
Perubahan lahan permukiman di area perkotaan mempengaruhi perubahan iklim mikro di area kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan suhu permukaan darat yang dipengaruhi oleh perubahan penggunaan lahan, kondisi vegetasi dan kepadatan bangunan di Kota Bukittinggi penelitian ini menggunakan data citra satelit landsat ETM 5 tahun 2011 dan citra satelit landsat OLI 8 tahun 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan klasifikasi maximum likelihood, Normalized Difference Vegetation Index, Normalized Difference Build-up Index, dan land surface temperatur yang dirposes menggunakan teknologi geospasial. Hasil penelitian menemukan bahwa dari rentang tahun 2011 ke tahun 2017 telah terjadi perubahan penggunaan lahan (43,9 ha) yang tidak terlalu luas di Kota Bukittinggi akan tetapi fenomena ini sangat berpengaruh besar terhadap dinamika suhu permukaan darat dimana dalam rentang 6 tahun terakhir suhu permukaan darat telah meninggkat sekitar 4,567 oC peningkatan suhu ini dipengaruhi oleh tingkat kepadatan bangunan di Kota Bukittinggi dan kondisi vegetasi yang sangat minim pada area pusat kota yang menjadikan lingkungan di sekitar area kota menjadi sangat panas setiap tahunnya
OPTIMALISASI PEMANFAATAN PERALATAN BENGKEL PEMESINAN DI SMK MUHAMMADIYAH 1 SALAM
OPTIMALISASI PEMANFAATAN PERALATAN BENGKEL
PEMESINAN DI SMK MUHAMMADIYAH 1 SALAM
Oleh
Agus Triyatno
NIM. 11503247007
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi bengkel pemesinan dan
keoptimalan pemanfaatan peralatan bengkel yang dilakukan oleh siswa di SMK
Muhammadiyah 1 Salam.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sumber data penelitian
adalah kepala bengkel, guru praktik, dan siswa program keahlian teknik
pemesinan. Responden siswa adalah siswa kelas XI dan XII diambil secara acak.
Jumlah responden siswa ditentukan dengan tabel Morgan pada tingkat kesalahan
5% sebanyak 97 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara,
angket, observasi dan dokumentasi. Validitas instrumen penelitian diperoleh dari
expert judgement, reliabilitas angket dihitung dengan rumus Alpha Cronbach.
Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kondisi bengkel pemesinan
Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 1 Salam dapat
dijelaskan sebagai berikut: a) Luas bengkel pemesinan adalah 150 m² dengan
kapasitas menampung 15-18 peserta didik. Dengan kondisi luas bengkel dan
kapasitas peserta didik seperti itu, jika dirujukkan ke Permendiknas No.40 tahun
2008 bengkel pemesinan masih belum layak. Di dalam bengkel pemesinan
terdapat fasilitas kerja bangku, kerja mesin bubut, kerja mesin frais, kerja mesin
gerinda, ruang toolman dan ruang instruktur. b) Peralatan bantu di bengkel
pemesinan meliputi perabot ruangan, peralatan bengkel, media pendidikan, dan
perlengkapan bantu lain. 2) Keoptimalan pemanfaatan peralatan bengkel
pemesinan yang digunakan oleh siswa dalam proses belajar mengajar
menunjukkan kecenderungan kategori cukup optimal (43,3 %) bila digunakan
untuk kegiatan pembelajaran praktik. Bengkel belum digunakan untuk kegiatan
unit produksi, kegiatan hanya difokuskan pada proses belajar mengajar praktik.
Kata kunci: Optimalisasi, peralatan bengke
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PENGARUH PEMASANGAN ELEKTROMAGNET PADA SISTEM BAHAN BAKAR DAN IGNITION BOOSTER PADA KABEL BUSI TERHADAP EMISI GAS BUANG CO DAN HC PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA JUPITER Z
ABSTRAK Agus Triyatno. Pengaruh Pemasangan Elektromagnet Pada Sistem Bahan Bakar Dan Ignition Booster Pada Kabel Busi Terhadap Emisi Gas Buang CO Dan HC Pada Sepeda Motor Yamaha Jupiter Z. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. September 2015. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menyelidiki pengaruh pemasangan elektromagnet pada saluran bahan bakar dan penggunaan Ignition Booster pada kabel busi dengan variasi letak terhadap emisi gas buang CO dan HC pada sepeda motor Jupiter Z. (2) Menyelidiki kadar emisi gas buang CO dan HC pada sepeda motor Jupiter Z dengan pemasangan elektromagnet pada saluran bahan bakar, dan pemasangan Ignition Booster pada kabel busi dengan variasi letak pemasangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Penelitian dilakukan di Laboratorium Otomotif Program Studi Pendidikan Teknik Mesin FKIP UNS Surakarta. Alat yang digunakan untuk mengukur emisi gas buang CO dan HC adalah gas analyzer (TYPE STARGAS 898). Populasi penelitian ini adalah sepeda motor Yamaha Jupiter Z tahun 2007 dan sampel penelitian adalah sepeda motor Yamaha Jupiter Z tahun 2007 bernomor mesin 2P2675042. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis varian dua jalan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Terdapat pengaruh signifikan antara diameter kawat lilitan elektromagnet terhadap penurunan emisi gas buang CO dengan hasil sebesar 1.712 % vol menggunakan kawat lilitan elektromagnet diameter 0,20 mm, sedangkan yang menggunakan kawat lilitan elektromagnet diameter 0,30 mm sebesar 1.738 % vol. (2) Terdapat pengaruh signifikan antara diameter kawat lilitan elektromagnet terhadap penurunan emisi gas buang HC dengan hasil sebesar 377 ppm menggunakan kawat lilitan elektromagnet diameter 0,20 mm, sedangkan yang menggunakan kawat lilitan elektromagnet diameter 0,30 mm sebesar 359,6 ppm. (3) Terdapat pengaruh signifikan antara letak pemasangan Ignition Booster terhadap penurunan emisi gas buang CO dengan hasil terendah sebesar 1.529 % vol, menggunakan perlakuan pemasangan Ignition Booster dekat busi. (4) Terdapat pengaruh signifikan antara letak pemasangan Ignition Booster terhadap penurunan emisi gas buang HC dengan hasil terendah sebesar 476 ppm, menggunakan perlakuan pemasangan Ignition Booster dekat busi. (5) Terdapat pengaruh signifikan antara diameter kawat lilitan elektromagnet dan letak pemasangan Ignition Booster terhadap penurunan emisi gas buang CO dengan hasil terendah sebesar 1.476 % vol, menggunakan perlakuan pemasangan lilitan kawat diameter 0,30 mm dan Ignition Booster dekat busi. (6) Terdapat pengaruh yang signifikan antara diameter kawat lilitan elektromagnet dan, letak pemasangan Ignition Booster terhadap penurunan emisi gas buang HC dengan hasil terendah sebesar 211,3 ppm, menggunakan perlakuan pemasangan lilitan kawat diameter 0,30 mm dan Ignition Booster dekat busi. . Kata kunci: Gas buang CO dan Gas buang HC, kawat lilitan elektromagnet, Ignition Booste
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PEMAHAMAN BELAJAR SISWA KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK N 1 SAWIT PADA MATA PELAJARAN MEMPERBAIKI SISTEM INJEKSI BAHAN BAKAR DIESEL
ABSTRAK Sunu Triyatno. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PEMAHAMAN BELAJAR SISWA KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK N 1 SAWIT PADA MATA PELAJARAN MEMPERBAIKI SISTEM INJEKSI BAHAN BAKAR DIESEL. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Oktober 2015. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk membuktikan peningkatan aktivitas belajar siswa kelas XI TKR 1 SMK N 1 Sawit Boyolali pada mata pelajaran Memperbaiki Sistem Injeksi Bahan Bakar Diesel dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) (2) Untuk membuktikan peningkatan pemahaman belajar siswa kelas XI TKR 1 SMK N 1 Sawit Boyolali pada mata pelajaran Memperbaiki Sistem Injeksi Bahan Bakar Diesel dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR 1 SMK N 1 Sawit Boyolali. Sumber data berasal dari hasil lembar amatan aktivitas belajar siswa kelas XI TKR 1 dan hasil tes pemahaman belajar siswa kelas XI TKR 1 SMK N 1 Sawit Boyolali. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah teknik tes yang berupa butir-butir soal tes tertulis dan non tes berupa lembar observasi aktivitas belajar siswa yang diambil selama pelaksanaan tindakan. Validitas data menggunakan validitas isi untuk data dari tes belajar dan validitas konstruk untuk validasi non tes. Prosedur penelitian ini terdiri dari rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan aktivitas dan pemahaman belajar siswa pada mata pelajaran Memperbaiki Sistem Injeksi Bahan Bakar Diesel kelas XI TKR 1 SMK N 1 Sawit. Hal ini dapat dibuktikan melalui data hasil penelitian sebagai berikut: (1) Aktivitas belajar pra siklus sebesar 45,45%. Siklus I aktivitas belajar mencapai 66,67%. Siklus II aktivitas belajar mencapai 81,82%. (2) Ketuntasan tes pemahaman belajar pada Prasiklus sebesar 48,48%. Siklus I ketuntasan tes pemahaman belajar siswa sebesar 66,67%. Siklus II ketuntasan tes pemahaman belajar siswa sebesar 81,82%. Kata kunci: Teams Games Tournament, Aktivitas Belajar, Pemahaman Belajar, Penelitian Tindakan Kelas, Memperbaiki Sistem Injeksi Bahan Bakar Diese
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
