143 research outputs found
Insektisida pengganggu pertumbuhan dan perkembangan serangga/ Trisyono
viii, 86 hal.; 23 cm
Techno POL4T sebagai Teknologi Alternatif terhadap Kebersihan Lingkungan Area Pantai
Pantai merupakan tempat ekosistem yang menampung keanekaragaman hayati, berkembangkan spesies laut, keindahan alam yang perlu dijaga kebersihannya agar tidak menimbulkan endemic, penurunan hasil tangkapan ikan, kerusakan laut dan penurunan kunjungan wisatawan. Upaya pembersihan pantai diperlukan alat bantu yang meringankan dan meningkatkan kapasitas serta kualitas agar lebih efisien. Proses perancangan alat bantu pembersih pantai disesuaikan dengan karakteristik, lokasi pantai dan jenis sampah yang ada. Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengeksplorasi kontribusi rancangan teknologi tepat guna dalam meningkatkan kebersihan pantai techno POL4T; 2). Mengidentifikasi tingkat kebersihan pantai sebelum dan setelah penggunaan alat Techno POL4T; 3) Menganalisis jenis sampah yang paling dominan di pantai sebelum dan setelah penggunaan alat; 4) Menilai efisiensi dan kepraktisan alat pembersih pantai Techno POL4T. Metode penelitian adalah deskripsi kualitatif. Tahap penelitian yang dilakukan meliputi study pendahuluan, desain penelitian, pengumpulan data, analisis data dan evaluasi alat techno POL4T. Hasil penelitian adalah alat pembersih pantai POL4T dirancang sesuai dengan kondisi dan karakteristik pantai dengan efektif secara kuantitas. Tingkat kebersihan pantai meningkat sebesar 40% dibanding yang manual. Jenis sampah yang paling dominan adalah sampah dari sungai dengan perbandingan sebesar 75% dibandingkan sampah yang berasal dari kegiatan atau aktifitas dipantai. Efisiensi alat pembersih pantai lebih cepat dibandingkan dengan cara konvensional.Pantai merupakan tempat ekosistem yang menampung keanekaragaman hayati, berkembangkan spesies laut, keindahan alam yang perlu dijaga kebersihannya agar tidak menimbulkan endemic, penurunan hasil tangkapan ikan, kerusakan laut dan penurunan kunjungan wisatawan. Upaya pembersihan pantai diperlukan alat bantu yang meringankan dan meningkatkan kapasitas serta kualitas agar lebih efisien. Proses perancangan alat bantu pembersih pantai disesuaikan dengan karakteristik, lokasi pantai dan jenis sampah yang ada. Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengeksplorasi kontribusi rancangan teknologi tepat guna dalam meningkatkan kebersihan pantai techno POL4T; 2). Mengidentifikasi tingkat kebersihan pantai sebelum dan setelah penggunaan alat Techno POL4T; 3) Menganalisis jenis sampah yang paling dominan di pantai sebelum dan setelah penggunaan alat; 4) Menilai efisiensi dan kepraktisan alat pembersih pantai Techno POL4T. Metode penelitian adalah deskripsi kualitatif. Tahap penelitian yang dilakukan meliputi study pendahuluan, desain penelitian, pengumpulan data, analisis data dan evaluasi alat techno POL4T. Hasil penelitian adalah alat pembersih pantai POL4T dirancang sesuai dengan kondisi dan karakteristik pantai dengan efektif secara kuantitas. Tingkat kebersihan pantai meningkat sebesar 40% dibanding yang manual. Jenis sampah yang paling dominan adalah sampah dari sungai dengan perbandingan sebesar 75% dibandingkan sampah yang berasal dari kegiatan atau aktifitas dipantai. Efisiensi alat pembersih pantai lebih cepat dibandingkan dengan cara konvensional
Analisis pengendalian kualitas pada proses produksi pembuatanOkky Jelly Drink rasa jeruk di PT. Triteguh Manunggal Sejati
S1TEKNIKINDUSTR
Kajian Penerapan Nilai-Nilai Karakter Aswaja dan Nilai Olimpisme Pada Siswa MAS Al-Hidayah Kecamatan Gunungpati Kota Semarang
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebeserapa besar Penerapan Nilai-Nilai Karakter Ahlussunah Wal Jama’ah dan Nilai Olimpisme di Madrsah Aliyah Al-Hidayah Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang. Objek penelitian ini dibatasi pada Madrsah Aliyah Al-Hidayah Kecamatan Gunungpati Kota Semarang dengan populasi keseluruhn sebanyak 66 responden. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dengan metode survey. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari angket/kuisioner dan wawancara. untuk pengambilan sampel menggunakan rodom sampling. Dan hasil dari penelitian ini untuk penerapan nilai-nilai karakter ahlussunah wal jama’ah  di Madrasah Aliyah Al-Hidayah Kecamatan Gunungpati kota Semarang sudah kategori baik dengan presentase sebesar 68,2% dan untuk penerapan nilai olimpisme di Madrasah Aliyah Al-Hidayah Kecamatan Gunungpati kota Semarang sudah masuk kategori sangat baik dan baik dengan presentase 50%/50%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai karakter Ahlussunah Wal Jama’ah dan nilai olimpisme sudah diketahui.Kata kunci : Nilai Aswaja, Nilai Olimpisme, Siswa MTs AbstractThe purpose of this study was to find out how much the Implementation of Ahlussunah Wal Jama'ah Character Values and Olympic Values in Madrsah Aliyah Al-Hidayah, Gunung Pati District, Semarang City. The object of this research is limited to Madrsah Aliyah Al-Hidayah, Gunungpati District, Semarang City with a total population of 66 respondents. By using a qualitative descriptive approach and the survey method. Data collection techniques in this study consisted of questionnaires and interviews. for sampling using random sampling. And the results of this study for the application of the ahlussunah wal jama'ah character values at Madrasah Aliyah Al-Hidayah, Gunungpati District, Semarang City are in a good category with a percentage of 68.2% and for the application of Olympic values at Madrasah Aliyah Al-Hidayah, Gunungpati District, Kota Semarang is in the very good and good category with a percentage of 50%/50%. From this study it can be concluded that the application of Ahlussunah Wal Jama'ah character values and Olympic values is well known.Keywords : Aswaja, Olympism, Student
Techno POL4T sebagai Teknologi Alternatif terhadap Kebersihan Lingkungan Area Pantai
Pantai merupakan tempat ekosistem yang menampung keanekaragaman hayati, berkembangkan spesies laut, keindahan alam yang perlu dijaga kebersihannya agar tidak menimbulkan endemic, penurunan hasil tangkapan ikan, kerusakan laut dan penurunan kunjungan wisatawan. Upaya pembersihan pantai diperlukan alat bantu yang meringankan dan meningkatkan kapasitas serta kualitas agar lebih efisien. Proses perancangan alat bantu pembersih pantai disesuaikan dengan karakteristik, lokasi pantai dan jenis sampah yang ada. Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengeksplorasi kontribusi rancangan teknologi tepat guna dalam meningkatkan kebersihan pantai techno POL4T; 2). Mengidentifikasi tingkat kebersihan pantai sebelum dan setelah penggunaan alat Techno POL4T; 3) Menganalisis jenis sampah yang paling dominan di pantai sebelum dan setelah penggunaan alat; 4) Menilai efisiensi dan kepraktisan alat pembersih pantai Techno POL4T. Metode penelitian adalah deskripsi kualitatif. Tahap penelitian yang dilakukan meliputi study pendahuluan, desain penelitian, pengumpulan data, analisis data dan evaluasi alat techno POL4T. Hasil penelitian adalah alat pembersih pantai POL4T dirancang sesuai dengan kondisi dan karakteristik pantai dengan efektif secara kuantitas. Tingkat kebersihan pantai meningkat sebesar 40% dibanding yang manual. Jenis sampah yang paling dominan adalah sampah dari sungai dengan perbandingan sebesar 75% dibandingkan sampah yang berasal dari kegiatan atau aktifitas dipantai. Efisiensi alat pembersih pantai lebih cepat dibandingkan dengan cara konvensional.Pantai merupakan tempat ekosistem yang menampung keanekaragaman hayati, berkembangkan spesies laut, keindahan alam yang perlu dijaga kebersihannya agar tidak menimbulkan endemic, penurunan hasil tangkapan ikan, kerusakan laut dan penurunan kunjungan wisatawan. Upaya pembersihan pantai diperlukan alat bantu yang meringankan dan meningkatkan kapasitas serta kualitas agar lebih efisien. Proses perancangan alat bantu pembersih pantai disesuaikan dengan karakteristik, lokasi pantai dan jenis sampah yang ada. Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengeksplorasi kontribusi rancangan teknologi tepat guna dalam meningkatkan kebersihan pantai techno POL4T; 2). Mengidentifikasi tingkat kebersihan pantai sebelum dan setelah penggunaan alat Techno POL4T; 3) Menganalisis jenis sampah yang paling dominan di pantai sebelum dan setelah penggunaan alat; 4) Menilai efisiensi dan kepraktisan alat pembersih pantai Techno POL4T. Metode penelitian adalah deskripsi kualitatif. Tahap penelitian yang dilakukan meliputi study pendahuluan, desain penelitian, pengumpulan data, analisis data dan evaluasi alat techno POL4T. Hasil penelitian adalah alat pembersih pantai POL4T dirancang sesuai dengan kondisi dan karakteristik pantai dengan efektif secara kuantitas. Tingkat kebersihan pantai meningkat sebesar 40% dibanding yang manual. Jenis sampah yang paling dominan adalah sampah dari sungai dengan perbandingan sebesar 75% dibandingkan sampah yang berasal dari kegiatan atau aktifitas dipantai. Efisiensi alat pembersih pantai lebih cepat dibandingkan dengan cara konvensional
Ecdysone Agonist: New Insecticides with Novel Mode of Action
Development of insect resistance to insecticide has been the major driving force for the development of new insecticides. Awareness and demand from public for more environmentally friendly insecticides have contributed in shifting the trend from using broad spectrum to selective insecticides. As a result, scientists have looked for new target sites beyond the nervous system. Insect growth regulators (IGRs) are more selective insecticides than conventional insecticides, and ecdysone agonists are the newest IGRs being commercialized, e.g. tebufenozide, methoxyfenozide, and halofenozide. Ecdysone agonists bind to the ecdysteroid receptors, and they act similarly to the molting hormone 20-hydroxyecdysone. The binding provides larvae or nymphs with a signal to enter a premature and lethal molting cycle. In addition, the ecdysone agonists cause a reduction in the number of eggs laid by female insects. The ecdysone agonists are being developed as selective biorational insecticides. Tebufenozide and methoxyfenozide are used to control lepidopteran insect pests, whereas halofenozide is being used to control coleopteran insect pests. Their selectivity is due to differences in the binding affinity between these compounds to the receptors in insects from different orders. The selectivity of these compounds makes them candidates to be used in combinations with other control strategies to develop integrated pest management programs in agricultural ecosystems
PEMANFAATAN SERANGGA Helicoverpa armigera UNTUK MENDETERMINASI KEBERADAAN DAN LAJU DEGRADASI TOKSIN Bacillus thuringiensis Cry1Ac DI TANAH
Tanaman kapas yang memproduksi toksin Bacillus thuringiensis CrylAc (kapas transgenik) telah ditanam di Sulawesi Selatan. Salah satu risiko penanaman kapas transgenik adalah adanya efek toksin hasil dekomposisi tanaman terhadap organisme bukan sasaran di dalam ekosistem tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode uji hayati dengan menggunakan larva Helicoverpa armigera sebagai indikator untuk mendeteksi keberadaan dan laju degradasi CrylAc yang ada di dalam tanah. Pengujian dilakukan dengan menambahkan CrylAc ke dalam 1 g tanah kemudian dicampurkan ke dalam 120 g pakan buatan. Pakan yang telah mengandung CrylAc (0,1 1.000.000 ng/120 g pakan) kemudian digunakan untuk memberi pakan larva yang baru menetas. Pengamatan dilakukan satu minggu setelah pemaparan dengan mengamati mortalitas larva, berat, dan instar larva yang hidup. Uji degradasi protein dilakukan dengan menginkubasikan 1 g tanah yang mengandung 100.000 dan 1.000.000 ng CrylAc selama 0 30 hari. Metode pengujian dilakukan dengan cara yang sama dengan pengujian sebelumnya. H. armigera peka terhadap CrylAc dan dengan menggunakan penghambatan pertumbuhan sebagai parameter pengamatan mampu mendeteksi jumlah CrylAc yang rendah. Degradasi CrylAc dalarn kondisi ruangan (26 290C dan panjang penyinaran lampu ± 10 jam/hari) mulai tedadi pada 20 hari setelah inkubasi
- …
