99 research outputs found

    PENGARUH PEMANFAATAN INTERNET DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN (PKK) KELAS XI SMK NEGERI 3 JAKARTA

    No full text
    WINDA TRIANA, 8105153013, The Effect Of Internet Utilization And Learning Motivation To Learning Outcomes Of Creative Product And Entrepreneurship (PKK) In XI Class Of SMK Negeri 3 Jakarta. Thesis, Jakarta: Faculty of Economics, Jakarta State University, 2018. This study aimed to determine the effect of internet utilization and learning motivation to learning outcomes based on valid and reliable data and facts. This research was conducted in SMK Negeri 3 Jakarta. The method used is the questionnaire. The sample of this study is the students of class XI SMK Negeri 3 Jakarta amounted to 114 students. Samples were taken by using the Proportional Random Sampling technique. The technique used is multiple linear regression and hypothesis testing consisting of T-test and F-test. Based on the results of data analysis it is known that there is a relationship between partial internet utilization towards learning outcomes. It can be seen from the results of data analysis that shows the value of t count (6,251) > t table (1,98157). Learning motivation partially also has an influence on learning outcomes, this is seen from the results of data analysis that shows the values of t count (2,904) > t table (1,98157). Simultaneously there is an influence between internet ultilization and learning motivation on learning outcomes. Can be seen from the results of data analysis that shows the value of Fcount > Ftable (31,084 > 3,08). There is a positive and significant influence between internet ultilization and learning motivation on learning outcomes with multiple correlations 0,599. Thus, the research hypothesis is accepted, then it is known that determination coefficient is 35,9% of the results of the above research, it can be concluded that there is a positive and significant influence between internet ultilization and learning motivation on learning outcomes Of Creative Product And Entrepreneurship (PKK). Keywords: Internet Utilization, Learning Motivation, Learning Outcome

    LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) PADA BAGIAN KEUANGAN KANTOR PERTANAHAN KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA

    No full text
    ABSTRAK Winda Triana, 8105153013. Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Konsentrasi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta. Laporan Praktik Kerja Lapangan ini dibuat sebagai gambaran hasil pekerjaan yang telah dilakukan selama PKL dengan tujuan untuk memenuhi salah satu persyaratan mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan. Praktik Kerja Lapangan yang dilaksanakan oleh praktikan bertempat di Kantor Pertanahan Jakarta Utara yang beralamat di Jl. Melur no. 10 Rawabadak Utara, Kec. Koja, Jakarta Utara. Pelaksanaan PKL kurang lebih satu bulan terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2017 sampai dengan 31 Agustus 2017 dengan 5 hari kerja, Senin- Jumat pada pukul 08.00-16.30 WIB. Selama pelaksanaan PKL di Kantor Pertanahan Jakarta Utara, praktikan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pengadaan barang dan jasa dalam pemerintahan dan rincian gaji karyawan. Meskipun dalam melaksanakan PKL terdapat beberapa kendala yang sering dihadapi, namun kegiatan PKL dapat berjalan dengan lancar dan berhasil dengan cukup baik.Praktik Kerja Lapangan yang diwajibkan kepada Para Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta bertujuan agar mahasiswa dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat selama perkuliahan dalam kegiatan kerja secara langsung, sehingga praktikan mempunyai profesionalitas dalam dunia kerja dan untuk menambah pengetahuan, wawasan dan keterampilan dalam dunia kerja.Dalam laporan ini menjelaskan tentang gambaran kegiatan secara umum Kantor Pertanahan Jakarta Utara serta penempatan praktikan pada Bagian Keuangan di Kantor Pertanahan Jakarta Utara

    PERBANDINGAN KINERJA REKSADANA KONVENSIONAL DAN REKSADANA SYARIAH UNTUK MENENTUKAN INVESTASI (KETEGORI REKSADANA SAHAM)

    No full text
    This study compares the performance was aimed at stake and with mutual funds in conventional LQ45 index market and JII. By using 10 sample conventional stock mutual funds and mutual fund shariah 5 sure to know the performance of mutual funds which is superior in the last 3 years. Testing was done using different independent sample t test. The results of testing shows that there are differences between return and the risk of stock mutual funds with conventional LQ45 index as comparison, there were differences return and the risk of mutual funds with the syariah stock market index goes and there are differences between the performance of mutual fund shares Shariah and conventional stock mutual fund

    PENGEMBANGAN MEDIA GAME PETUALANGAN BERBASIS RPG-MAKER VX ACE DALAM PEMBELAJARAN PAI KELAS X SMAN 79 JAKARTA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran game petualangan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada kelas X di SMAN 79 Jakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) mengembangkan media pembelajaran game petualangan pada materi pengendalian diri, prasangka baik, dan persaudaraan untuk siswa kelas X. Game ini dibuat dengan menggunakan Game engine RPG Maker VX Ace. Penelitan ini menggunakan desain penelitian ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara dan angket. Tahap analisis adalah mencari akar permasalahan yang dihadapi guru serta kebutuhan siswa terhadap media pembelajaran. Dengan demikian setidaknya dapat memberi gambaran tentang apa yang diharapkan dan kenyataan yang terjadi dalam pembelajaran. Tahap desain adalah tahapan perencanaan yang matang untuk sebuah media. Tahap pengembangan ini sudah merambat dalam ranah media game animasi yang berbasis komputer. Sementara tahap penerapan adalah uji kelayakan media pembelajaran yang memerlukan validasi pakar untuk memberi penilaian serta saran untuk media pembelajaran. Adapun yang terakhir adalah tahap evaluasi yang didalamnya ada perbaikan materi dan media sesuai pakar dan memberi ulasan tentang kelebihan dan kekurangan produk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media game petualangan yang dikembangkan dinilai melalui validasi pakar media dengan prolehan sebesar 4,5 d dengan kategori “Sangat Baik” dan validasi pakar materi dengan perolehan sebesar 4,6 dengan kategori “Sangat Baik”. Kemudian dilakukan uji penerapan media oleh guru PAI dengan perolehan persentase sebesar 91% dengan kategori “Sangat Baik” dan uji penerapan media oleh siswa dengan perolehan persentase sebesar 95% dengan kategori “Sangat Baik”. Maka dapat disimpulkan bahwa media game petualangan berbasis RPG-Maker Vx Ace dalam pembelajaran PAI Kelas X SMAN 79 Jakarta dalam kategori layak dan tepat digunakan. This research aims to develop the medium of adventure game learning in Islamic Education learning in grade X at SMAN 79 Jakarta. This type of research and development develops adventure game learning media on self-control, prejudice, and fraternity materials for X-grade students. This research uses ADDIE research design consisting of five stages namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection techniques consist of interviews and questionnaires. The analysis stage is to look for the root problems facing teachers as well as students' needs for learning media. Thus it can at least give an idea of what to expect and the reality that happens in learning. The design stage is a mature planning stage for a medium. This stage of development is already creeping into the realm of computer-based animated game media. While the implementation stage is a learning media due diligence that requires expert validation to provide assessment and advice for learning media. The culmination is the evaluation stage in which it gives a review of the advantages and disadvantages of the product. The results of this study show that the developed adventure game media is assessed through validation of media experts with the category "Excellent" and validation of material experts with the category "Excellent". Then carried out media application test by PAI teacher with category "Excellent" and media application test by students with category "Excellent". Then it can be concluded that the medium of learning game adventure material on the material of self-control, good prejudice, and fraternity is in the category of worthy and appropriate use

    Peran Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Dalam Program Inklusi Sosial

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang peran Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dalam program inklusi sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dalam Program Inklusi Sosial. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu pustakawan di Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara berperan aktif dalam program inklusi sosial. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan penyebaran literasi kepada masyarakat dan dihadiri oleh masyarakat umum, pustakawan, mahasiswa dan pegawai Bank Indonesia

    ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS AKTIVA TETAP BERWUJUD PADAPT GLOBAL MULTIPACK PALEMBANG

    No full text
    The Analysis Accounting Treatment of Tangible Fixed Assets at PT. Global Multipack palembang Winda Qurnia Rahmawaty, 2015 (xiv + 92 halaman) [email protected] The title of this final report is “ analysis accounting treatment of tangible fixed assets at PT. Global Multipack Palembang” which is located on Pangeran Sido Ing Kenayan No. 89 RT. 18 Rw. 06, Kel. Karang Anyar, Kec. Gandus, Palembang. The company is a company engaged in the production and sales packing ruber. The purpose of this final report is to analyze the accounting treatment of tangible fixed assets at PT Global Multipack palembang based on financial Accounting Standards. The author uses some research methods such as interviews and observation. After anayzing the data was gottern from the company. After analyzing the data was gotten from the company, found some problems, that the calculating of the cost of fixed assets of the company is not in suitble with Financial Accounting Standards and the calculating of depreciation charging that less than one-year period by using the straight-line method for all assets in not correct. To overcome these problems, some of the suggestions presented in the report, the company should follow generally accepted accounting principles that is Accounting Standards to recognize the cost incurred in connection with fixed assets as an alement of cost and depreciation calculations for the imposition of fixed assets purchased for less than one accounting period and the company should record the fixed assets in suitble in financial Accounting Standards so that the financial statements reflect the true valu

    Pelaksanaan Stimulasi Perkembangan Bahasa dan Bicara Anak Usia 0-3 Tahun dalam Keluarga di Posyandu Seruni Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan Kota Blitar

    No full text
    Stimulasi merupakan kegiatan merangsang kemampuan dasar anak agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal khusunya dalam perkembangan bahasa dan bicara karena merupakan indikator dari seluruh perkembangan anak. Tujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan stimulasi perkembangan bahasa dan bicara anak dalam keluarga. Metode penelitian deskriptif. Sebagai Populasi keluarga yang mempunyai anak usia 0-3 tahun terdaftar di posyandu Seruni Kelurahan Bendogerit Kota Blitar berjumlah 35 keluarga, sampelnya adalah salah satu orang tua (ayah atau ibu) yang dominan dalam mengasuh anak setiap hari sebanyak 35 dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan stimulasi perkembangan bahasa dan bicara dalam keluarga 20% pelaksanaan tepat dipengaruhi oleh ibu yang dominan dalam mengasuh anak, 57,1% pelaksanaan cukup tepat karena semua keluarga memiliki APE dan 22,9% pelaksanaan kurang tepat karena faktor informasi yang kurang. Rekomendasi untuk Dinas kesehatan memberikan pelatihan pada kader Posyandu tentang stimulasi dan Deteksi dini Tumbuh Kembang Anak, yang akan diterapkan  pada balita saat posyandu dengan melibatkan orang tua Balita agar bisa memberikan stimulasi pada anak balitanya dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.</jats:p

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT SCABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL IMAN ULU GEDONG KOTA JAMBI TAHUN 2019

    No full text
    ABSTRAKPendahuluan: Kebersihan asrama sebagai tempat tinggal para santri, akan menyebabkan terjadinya masalahantara lain kebersihan kamar tidur, kebersihan individu, dan pembuangan sampah merupakan masalah yangperlu mendapat perhatian khusus. Pondok Pesantren Nurul Iman adalah sebuah pondok pesantren yangberada di wilayah kerja Puskesmas Olak Kemang, di desa Ulu Gedong Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi.Dari data jumlah siswa terbanyak adalah SMP dari data UKS yang terbanyak menderita Scabies adalah SiswaSMP dengan jumlah siswa terbanyak sehingga fasilitas / sarana baik di kelas maupun di asrama terbatas / tidakberimbang dengan siswa.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan â€cross sectional†yaitupenelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari adanya suatu dinamika kolerasi. SampelProporsional Random Sampling. 97 orang. Instrumen yang digunakan kuesioner dan lembar observasi carapengisisan menggunakan check-list yang terdiri dari beberapa petanyaan. Analisa yang digunakan adalahanllisa univariat dan bivariat.Hasil: Berdasarkan penelitian perilaku pencegahan scabies pengetahuan, sarana, lingkungan sebagian kecilkurang baik, Berdasarkan hasil penelitian responden memiliki perilaku yang benar dalam hal menjagakebersihan badan dengan mandi 2 kali sehari secara teratur, menjaga pondok pesantren agar selalu dalamkeadaan bersih, tidak meminjam pakaian secara bersama-sama agar tidak tertular penyakit scabies.Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan penyakit scabies pada santri diPesantren Nurul Iman Kota Jambi Tahun 2019 diharapkan Agar dapat lebih memperhatikan sarana dan prasranayang lebih mendukung untuk mencegah meluasnya penyakit scabies. Seperti penambahan sarana tempatmandi, pembuatan jadwal khusus untuk pengontrolan kamar tidur para santriKata Kunci : scabies, Pengetahuan, sarana parasan

    ANALISIS SET DAN PROPERTI FILM PENYALIN CAHAYA KARYA SUTRADARA WREGAS BHANUTEJA DALAM MENDUKUNG DRAMATIK

    No full text
    ABSTRACTThe film Copying Light directed by Wregas Bhanuteja is a thriller drama genre that lasts 120 minutes and 73 scenes, tells the story of a student who is framed by her own friends so that she threatens to have her scholarship revoked. The research entitled "Analysis of Sets and Properties of Light Copying Films by Wregas Bhanuteja in Supporting Dramatic", aims to describe about sets and properties that support dramatic. This study uses a qualitative method with a descriptive approach as an effort to describe the data obtained in the form of pictures and descriptive words.            Based on the analysis of the data used, it can be concluded that there are five scenes presenting sets and properties to build suspense, namely Scene 18, Scene 22, Scene 54. Scene 62, and Scene 62. Four scenes presenting sets and properties to build coiousity namely in Scene 25, Scene 27, Scene 33, Scene 51, then four times the scene that presents sets and properties to build conflict namely in Scene 23, Scene 43, Scene 62, Scene73. And there are six scenes that present sets and properties to build Surprise, namely Scene 39, Scene 58, Scene 46, Scene 58, Scene 54, and Scene 88. Keywords: Set and Properti, Dramatic, Penyalin Cahaya ABSTRAKFilm Penyalin Cahaya disutradarai oleh Wregas Bhanuteja bergenre drama thriller yang berdurasi 120 menit dan 73 scene, menceritakan tentang seorang mahasiswi yang dijebak oleh temannya sendiri sehingga terancam beasiswanya dicabut. Penelitian dengan judul “Analisis Set Dan Properti Film Penyalin Cahaya Karya Wregas Bhanuteja Dalam Mendukung Dramatik”, bertujuan untuk mendeskripsikan tentang set dan properti yang mendukung dramatik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif sebagai upaya mendeskripsikan data yang diperoleh berupa gambar dan kata-kata yang deskriptif.Berdasarkan analisis data yang digunakan diperoleh kesimpulan bahwa bahwa terdapat lima kali adegan yang menghadirkan set dan properti untuk membangun suspense yaitu pada Scene 18, Scene 22, Scene 54. Scene 62, dan Scene 62. Empat kali adegan yang menghadirkan set dan properti untuk membangun coriousity yaitu pada Scene 25, Scene 27, Scene 33, Scene 51, lalu empat kali adegan yang menghadirkan set dan properti untuk membangun konflik yaitu pada Scene 23, Scene 43, Scene 62, Scene73. Dan terdapat enam kali adegan yang menghadirkan set dan properti untuk membangun Surprise yaitu pada Scene 39, Scene 58, Scene 46, Scene 58, Scene 54, dan Scene 88. Kata Kunci: Set Dan Properti, Dramatik, Film Penyalin Cahaya 1.      PENDAHULUAN  Film tercipta dari hasil olah pikir yang dituangkan dalam bentuk naskah dan diproduksi oleh pembuat film. Sehingga tercipta sebuah  film yang terdiri dari antara gabungan audio dan visual, film juga dapat menyampaikan pesan dan hiburan tersendiri kepada penikmat film.  Jika membahas sebuah film, film secara umum  terbentuk atas dua unsur naratif dan sinematikPenelitian pada film ini, mengidentifikasi  tiap adegan yang mengandung unsur dramatik berdasarkan teori yang dipaparkan oleh Elizabeth Lutter dalam bukunya yang berjudul Kunci Menulis Skenario. Lutter mengelompokkan dramatik menjadi empat unsur yaitu, Suspense, Surprise, Coriousity dan  Konflik.  Selain itu penulis juga memaparkan set dan properti berdasarkan teori yang dipaparkan oleh Himawan Pratista dan boggs dalam bukunya Memahami film dan The art of watching film,Objek penelitian yaitu Penyalin Cahaya diproduksi oleh dua rumah produksi, Rekata Studio dan Kaninga Pictures Film ini dirilis pada tanggal 08 Oktober 2022. Film yang bergenre thriller drama ini berdurasi 120 menit di disutradarai oleh Wregaas Bhanuteja yang sekaligus sebagai penulis cerita.  Film Penyalin Cahaya menceritakan  seorang mahasiswa pintar yang bernama Suryani, ia merupakan mahasiswa jurusan informatika yang mendapatkan beasiswa dari kampusnya, ia juga mengikuti organisasi  kampus  yang bernama Teater Matahari. Ia merupakan anggota baru sebagai pembuat web Teater Matahari. Awal mula permasalahan dimulai dari kemenangan kelompok Teater tersebut, Sur yang menghadiri pesta  perayaan atas kemanangan Teater Matahari,  ia yang  mengikuti sebuah permainan yang harus terpaksa meminum alkohol sehingga membuat dirinya tidak sadarkan diriSur mencoba mencari tahu kebenaran pada pesta malam itu karena curiga sesuatu telah terjadi kepadanya. Ia yang dibantu oleh Amin yang diperankan oleh Chico Kurniawan merupakan sahabatnya dari kecil, amin yang berkerja sebagai fotokopi didekat kampusnya dan merasa kasihan terhadap Sur mencoba  membantu menyelesaikan masalanya2.      TINJAUAN PUSTAKAUntuk menghindari kesamaan dalam penelitian yang sudah ada sebelumnya, maka peneliti menemukan beberapa hasil penelitian yang sejenis dengan topik penelitian yang berbeda, antara lain. Asih Sayekti dengan judul Analisis Konsep Tata Artistik Program Pangkur Jenggleng TVRI Stasiun Yogyakarta, 2015 Jurusan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam, Insititut Seni Indonesia Yogyakarta. Penelitian  Asih mendeskripsikan bagaimana penerapan konsep tataartistik pada program Pangkur Jenggleng TVRI Stasiun Yogyakarta. Asih mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif,  skripsi ini membahas proses perancangan dan perubahan pada  Properti pada program Pangkur Jenggleng TVRI Stasiun Yogyakarta disebabkan oleh putusnya sponsor sebagai properti utama,Properti menjadi identitas  program karena dapat memberikan ciri khas pada program. Skripsi tersebut menjadi acuan dalam penelitian yang akan dilakukan karena sama-sama meneliti tentang, Properti artistik, yang membedakanya dari segi objek penelitian, karena penulis lebih fokus meneliti properti untuk mendukung dramatik pada film Penyalin Cahaya, sedangkan Asih lebih meneliti program televisi .Dipa Utomo dalam skripsinya berjudul “Analisis Pengunaan Mise-En-Scene  Yang mendukung Realisme Pada Film Siti”. Dipa yang menempuh pendidikan S1 di Fakultas Seni Rupa Dan Desain, Program Studi Televisi Dan Film di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Pada Skripsi tersebut Dipa menganalisis bagaimana pengunaan Mise-en Scene  dalam sebuah film, Skripsi ini dapat menjadi acuan bagi penulis karena  Mise-en Scene  adalah bagian dari properti hal yang membedakan adalah penulis lebih fokus membahas properti sebagai pendukung DramatikSkripsi dari Reo Saputra mahasiswa ISI Surakarta yang berjudul “Visualisai Properti dalam film Aku Jatuh Cinta”  yang ditulis pada tahun 2018 penelitian ini membahas mengenai properti sebagi penunjuk waktu. Kesamaan dengan penelitian sama-sama membahas mengenai properti. yang membedakan dengan penulis mengunakan metode deskriptif sedangkan skripsi ini mengunakan metode deskriptif kualitatif.Wahyu Rianto dalam skripsinya berjudul fungsi Properti dalam mendukung karakter tokoh utama pada film, “Copy Of Mind “  Wahyu yang menempuh pendidikan S1 di Fakultas Seni Rupa dan Desain, program studi Televisi dan Film di Institut Seni Indonesia Padang Panjang, persamaan penulis dengan skripsi lebih fokus menganalisis tentang properti, sebagai acuan bagi penulis.3.      METODEmengunakan pendekatan kualitatif Dalam penelitian kualitatif tidak mengunakan angka-angka namun lebih mengunakan  pada bentuk kata-kata, kalimat, pernyataan, foto sebagainya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif  ini lebih mengandalkan manusia sebagai alat penelitian. Sebagai penunjuk sasaran penelitianya pada usaha mengunakan teori penelitianya.Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primier dan data sekunder. Data primier pada penelitian ini Film Penyalin Cahaya dan data sekunder pada penelitian ini adalah buku buku yang berkaitan dengan set dan properti, juga buku yang berkaitan dengan dramatik. Beserta jurnal yang mengenai penelitian ini.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan studi Pustaka Teknik analisis data mencari, menganalisis, dan menarik kesimpulan pada penelitian ini yaitu berupa data yang sudah terklarifikasi, dilakukan analisi data dengan mengunakan teori setting dan properti dan dramatik. Aktivitas dalam analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan cara mengelompokkan data dan membandingkan data, menginterprestasikan data.4.      HASILSet Dan Properti Yang Mendukung Dramatik4.1  Set Dan Properti Yang Mendukung Dramatik suspens  menghadirkan set diruang sidang kampusnya Sur, ruang sidang tersebut diperjelas dengan menghadirkan beberapa meja dengan bentuk yang sama disusun membentuk leter U, dan menempatkan sebuah kursi dan meja kecil ditengah-tengah sebagai tempat duduk Sur, lalu terdapat lampu support di dinding bewarna tungsten sebagai pencahayaan utama di ruangan tersebut tanpa memperlihatkan adanya jendela, sehingga membuat set tersebut minim cahaya atau low light, ditambah dengan penggunaan warna gelap pada dinding, hal tersebut bertujuan untuk mendukung adegan sidang yang dialami oleh Sur, dengan menempatkan Sur di tengah-tengah diantara para dewan mahasiswa membuat Sur lebih tertekan, dan yang didapat Sur lebih tinggi, sehingga adegan sidang tersebut lebih natural dan lebih dramatismenghadirkam tumpukan kertas yang berada di atas meja, sebagai data dan bahan yang telah dikumpulkan sebelum persidangan dimulai dan menunjukkan bahwa permasalahan tersebut akan berpengaruh terhadap perkuliahan Sur, juga untuk meyakinkan penonton bahwa lokasi benar-benar berada diruang sidang. Laptop dan layar proyektor yang berwana putih dihadirkan sebagai key prop yang digunakan untuk menunjukan foto-foto Sur yang sedang mabuk, sehingga menampilkan ekspresi cemas dan takut dari Sur, Sur tidak menyangka persidangan tersebut akan membahas hal itu dan juga tidak mengira bahwa foto-foto resebut akan terekspos. Penggunaan properti tersebut menambah ketegangan bagi penonton karena membuat suasana jadi tegang.4.2  Sett Dan Properti Yang Mendukung Dramatik Konflik adegan Sur yang baru saja tiba di rumah, namun ia disambut dengan raut wajah kecewa ibunya karena mendapatkan Surat dari kampus yang menyatakan bahwa dia tidak berprilaku baik sehingga beasiswanya  dicabut, ayah Sur yang mendengar percakapan antara Sur dan ibunya, langsung marah karena sebelumnya dia telah diperingati untuk tidak meminum alkohol, Sur mencoba membela diri, sehingga menimbulkan perdebatan anatara Sur dan ayahnya dan membuat ayahnya semakin emosi dan menjetik mulut Sur karena dianggap melawan, lantaran emosi, ayahnya kemudian menarik  Sur keluar bersama sebuah tas yang berisi pakain miliknyaSet yang dihadirkan disebuah ruangan yang menggunakan warna abu-abu tua agar terlihat lebih Suram, adanya meja, kursi, lemari es, buah, kotak-kotak kerupuk yang digantung didinding, dan etalase yang berisi sambal dan lauk, yang ditempatkan persis seperti warung warteg (warung tegal). Penggunaan properti tersebut untuk memperjelas status ekonomi karakter karena pekerjaan mereka adalah pedagang makanan menandakan bahwa mereka bukanlah orang kaya.Pintu rolling yang ditutup setengah padahal mereka lagi jualan sebagai petanda mereka belum buka karena sedang berdebat dan tidak ingin orang lain tau, hal tersebut menandakan konflik tersebut sangat sensitive untuk diketahui orang lain. Selain itu penggunaan asap untuk memperjelas cahaya terobosan dibuat agar konflik keluarga yang terjadi lebih dramatis.Properti yang digunakan untuk mendukung dramatik konflik pada Scene 23 adalah handphone sebagai key prop, karena Surat pemberitahuan dari kampus yang dikirim melalui handphone membuat Ibu dan ayah terkejut dan marah, sehingga mengakibatkan konflik diantara mereka yang membuat Sur diusir dari rumah. Adegan pengusiran yang dilakukan tersebut juga didukung dengan penggunaan tas yang berisikan baju dilempar keluar pintu, tas tersebut menjadi penanda bahwa Sur diusir dari rumah dan membuktikan bahwa konflik yang terjadi sangat berat dan berpengaruh besar terhadap cerita.Pada Scene 23 dramatik yang dihadirkan adalah konflik,  ayahnya sangat marah kepada Sur,  langsung mengusirnya dari rumah karena perbuatannya Sur dianggap telah merusak nama baik keluarga dan kehilangan beasiswa yang menunjukan kalau kelurga Sur bukan keluarga kaya, dan meletakkan harapan mereka terhadap Sur yang mendapat beasiswa pendidikan agar bisa sukses, tetapi dihancurkan oleh tindakan yang dilakukan oleh Sur, sehingga menjadi penambah motivasi konflik, dimana prilaku Sur yang mabuk menimbulkan pertingkian antara ia dan keluarganya.4.3   Sett Dan Properti Yang Mendukung Dramatik curiosity   dari lantai 2 toko tersebut Sur mencoba meretas data pribadi anggota Teater Matahari yang berada dilantai 1 disaat mereka menghubungkan handphone-nya disalah satu komputer yang berada difotokopi tersebut, Sur pun dengan cepat dapat langsung menyalin data pribadi anggota Teater Matahari.Penerapan properti disett fotokopi sudah natural menggambarkan sebuah ruangan tempat fotokopi pada umumnya, key prop dalam Scene 33 adalah satu set komputer, satu unit handphone yang dipegang oleh salah satu anggota Teater Matahari, laptop pribadi milik Sur yang digunakan untuk mencuri data pribadi anggota Teater Matahari, dan satu unit speaker. Handphone, speaker dan laptop tersebut menjadi properti kunci karena adanya adegan pemindahan data non fisik yang hanya bisa dilakukan oleh dua perangkat elektronik tersebut. Sedangkan speaker digunakan Sur untuk mengkode Amin, di mana jika lagu dangdut diputarkan maka berarti Sur sedang menyalin data sehingga Amin harus mengulur waktu agar handphone anggota Teater Matahari tetapp terhubung ke komputer fotokopi Amin, lalu jika lagu rocks diputarkan maka berarti Sur sudah selesai menyalin data.Properti tersebut menjadi pendukung unSur dramatik coriousity karena menambah penasaran penonton terhadap adegan selanjutnya, apakah tindakan yang mereka lakukan akan berhasil dan akan sempat karena waktu yang singkat, dan apakah akan ada masalah ketika melakukan tindakan tersebut, karena berhubungan dengan alat electronic dan mengakses privasi oranglain secara illegal. Tindakan yang Sur lakukan dalam mencoba mengungkap siapa pelaku dibalik masalahnya dapat membuat penonton merasa terpancing untuk juga ingin mengetahui siapa pelakunya, apakah pelaku tersebut ada diantara orang-orang yang handphone nya diretas oleh Sur, apakah Sur akan mendapatkan petunjuk dari handphone tersebut atau apakah Sur akan ketahuan atas tindakan yang dilakukannya itu4.4   Sett Dan Properti Yang Mendukung Dramatik surpeise . 63 berada dilantai dua tempat fotokopi, terdapat beberapa lemari yang digunakan untuk menyimpan barang-barang pribadi Amin, penggunaan warna gelap pada Properti yang digunakan serta cahaya yang minim (mati lampu) menunjukan setting waktu pada malam hari, serta memberikan kesan intimidasi untuk karakter tokoh. Set pada scene 63 masih sama seperti yang penulis bahas pada scene 63, karena masih di ruangan yang sama dan adegan yang berkelanjutan, set ini adalah space kosong yang dimamfaatkan sebagai tempat tinggal dan tempat penyimpanan barang.Properti sebagai pendukung dramatik pada Scene 63 adalah laptop dan hardisk, Sur kaget setelah mengeatahui isi hardisk tersebut yang dibuka melalui laptop, Sur menemukan bahwa terdapat banyak foto-foto seksi perempuan anak kampusnya, termasuk dirinya yang disimpan oleh rama dan Amin, hal tersebut membuat Surprise (kejutan) baru antara Amin dan Sur yang sebelumnya adalah sahabat, Scene ini merupakan klimaks atas beberapa konflik yang dihadirkan pada film, Dita Gambiro juga menambahkan bahwa setiap adegan dibikin semisteri mungkin, sehinnga dapat dinikmati oleh penonton dengan pencapain konsep yang dinginkan (Wawancara, 2023) .Dramatik yang dibangun pada Scene 63 adalah Surprise ,  penonton dibuat kaget karena tidak menyangka Amin yang merupakan sahabat Sur mempunyai hubungan dekat dengan Rama yakni orang yang dicurigai Sur sebagai pelaku dibalik foto selfinya dan telah melakukan tindakan yang tidak disangka oleh Sur, rama dan Amin bekerja sama menyimpan foto-foto cewek seksi dari data yang mereka dapatkan secara ilegal, termasuk Sur, hal tersebut membuat penonton dan Sur kaget, Amin yang selalu membantu Sur, bahkan memberikan tempat tinggalnya kepada Sur untuk menetap setelah Sur di usir dari rumah, pada Scene ini Amin diketahui bekerjasama dengan rama, sehingga membuat jalan cerita semakin tidak midah ditebak.5.      SIMPULANFilm Penyalin Cahaya meruapakan film bergenre drama thriller yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja yang menceritakan tentang tentang perjuangan Suryani yang biasa dipanggil Sur merupakan seorang mahasiswi penerima beasiswa untuk kuliah. Sur yang tidak pernah  berpesta, terpaksa minum alkohol  hingga mabuk dan tak sadarkan diri. Lalu Sur bergegas kekampus dan mendapatkan kabar bahwa beasiswanya dicabut pihak kampus. Hal ini bukan tanpa sebab karena foto Sur yang sedang mabuk telah tersebar ke penjuru kampus, Sur mencari bantuan dari teman masa kecilnya, yang bernama Amin yang bekerja dan tinggal di toko fotokopi dekat kampus. Di toko itu mereka mencoba menemukan kebenaran tentang foto pada malam  pesta tersebut dengan meretas ponsel para mahasiswaFilm Penyalin Cahaya memiliki beberapa Scene yang menghadirkan set dan properti yang digunakan untuk membangun dramatik didalam alur ceritanya, set dan properti tersebut diidentifikasi kemudian dianalisis apa saja yang membangun dramatik seperti suspense, Surprise, coriousity, dan konflik, menggunakan teori setting dan dramatik yang diutarakan oleh Elizabeth Lutters.Berdasarkan analisis data yang digunakan diperoleh hasil bahwa terdapat 4 kali adegan yang menghadirkan set dan properti untuk membangun suspense yaitu pada Scene 18, Scene 22, Scene . Scene 62, dan Scene 62. Lima kali adegan yang menghadirkan set dan properti untuk membangun coriousity yaitu pada Scene 25, Scene 27, Scene 33, 54 Scene 51, lalu empat kali adegan yang menghadirkan set dan properti untuk membangun konflik yaitu pada Scene 23, Scene 43, Scene 62, Scene 94 Dan terdapat enam kali adegan yang menghadirkan set dan properti untuk membangun Surprise yaitu pada Scene 39, Scene 58, Scene 46, Scene 58, Scene 54, dan Scene 88.Penelitian mengenai set dan properti untuk membangun dramatik dalam film Penyalin Cahaya disimpulkan bahwa set dan properti mampu untuk membangun dramatik pada film Penyalin Cahaya, sehingga properti yang digunakan sangat berpengaruh terhadap alur dan cerita film6.      DAFTAR AJUAN Biran, Misbach Yusa. 2006. Teknik Menulis         Skenario Film Cerita. Jakarta:        Dunia Pustaka Jaya.Boggs, M Joseph.1992.The art of watching film, terjamahan Drs.Asrul Sani. Jakarta: Yayasan CitraJ. Moleong, Lexy. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandug: Remaja RosdakaryaLutters, Elizabeth. 2004. Kunci sukses menulis skenario. Jakarta : PT. Gramedia    Widiasarana IndonesiaMiles, and Michel Huberman 1992. Analis Data Kualitatif Buku Sumber Metode-Metode Baru; Jakarta: UIP Pratista, Himawan. 2018. Memahami Film           Edisi 2. Yogyakarta : Montase Press. Sugioyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitattif, Kualitatif dan R&D. Indonesia : Alfabeta.Sumarno, Marselli 1996. Dasar- Dasar Apreasiasi Film. Jakarta :Gramedia Widiasarana IndonesiaSkripsi. Syekti, asih. 2015 . “Analisis Konsep      Tata Artistik Program Pangkur    Jenggleng         TVRI Stasiun     Yogyakarta”,  Insititut Seni Indonesia   Yogyakarta. YogyakartaSkripsi. Rianto wahyu ,2019. Analisis Properti     Dalam Mendukung Karakter Tokoh          Utama Pada Film Copy Of Min.             Padang panjang : Institut Seni    Indonesia Padang Panjang,Skripsi Utomo, Dipo, 2018 .Analisiss Yang         mendukung Realisme Pada Film Siti.      yogyakarta : insititut seni indonesia             yogyakartaSkripsi. Saputra , Reo. 2018. Visualisasi             Properti Dalam Film Aku Jatuh Cinta       .yogyakarta: institut seni indonesia             yogyakartaSubranto, Darwanto.1994. Produksi Acara          Televisi. Yogyakarta: Duta Wancana      University Press            Skripsi Dicha, Nurlaily, 2019. Mise en     Scene Dalam Membangung Adegan                    Dramatik Pada Film Torture. Jember:            Universitas JemberINTERNET https://www.google.com/ =poster+film+penyalin+cahaya )(https://www.google.com/film+penyalin+cahaya )https://www.intipseleb.com/lokal/32625-2022Sumber:https://arsip.festivalfilm.id/name/gunnar-nimpuno/)://www.festivalfilm.id/arsip/name/dita-gambiro)NARASUMBERDita Gambiro Crew Film Penyalin Cahaya Sebagai ART DIRECTOR Film Penyalin Cahaya  

    Edukasi Monopoli Anemia (GEMOMIA) pada Remaja Putri di SMAN 01 Kabupaten Muaro Jambi

    No full text
    Anemia is often found in young women, with a ten times greater risk of suffering from anemia in young men. The aim of this community service is to provide an understanding of the importance of preventing anemia in controlling stunting using the anemia monopoly educational game (GEMOMIA) for young women. There are several methods used when providing education, namely by lectures, discussions and interpretation. This service was carried out at SMA N 1 Muaro Jambi with a target number of 100 people. This service activity was carried out by 2 lecturers and 5 students. Understanding assessment is carried out through written tests before and after education. Activities are carried out with a pre-test stage, an education and discussion implementation stage and an evaluation stage with a post-test. PkM activities with pre-test scores obtained with a comparison mean score between pre-test and post-test was 1.48. There were also 73 (73%) respondents who increased their knowledge, 14 (14%) respondents who maintained their knowledge and 13 (13%) ) respondents whose knowledge decreased. The results of the bivariate analysis test with the Wilcoxon T-Test on pre-test and post-test respondents. The results of data testing show a p value = 0.000 &lt; 0.05, so it can be concluded statistically that there is a significant difference in knowledge between knowledge before and after education. Educational media for Stunting Control through the Anemia Monopoly Educational Game for adolescent girls can increase the knowledge of adolescent girls
    corecore