9 research outputs found

    ASPEK NARATIF DALAM FILM HARAP TENANG ADA UJIAN KARYA IFA ISFANSYAH

    No full text
    Setyawan. Rihadha Nandar. 2018. “Aspect of narative in Harap Tenang Ada Ujian Film by Ifa Isfansyah”. Thesis arranged and mentors by Laura Andri R.M., S.S., M.A. as mentor I and Khothibul Umam, S.S., M.Hum. as mentor II in Literature and Indonesian Language Program, Faculty of Cultural Sciences, Diponegoro University. The material object of this research is Harap Tenang Ada Ujian film Ifa Isfansyah’s work. Film is a product of art and culture that has value because it purpose to give entertainment and satisfaction for the audience. Means of the story, the audience can indirectly learn to feel and inspire the various problems of life which expressly offered by author so that the artwork and culture products can make the audience become a wiser human and humanize human. This research has a purpose to analyze aspect of narative in Harap Tenang Ada Ujian Film. The method used in this research is the film’s structural method, the film’s structural method in this study aims to analyze the intrinsic elements and extrinsic element contained in film. Besides, this research also uses structural narative theory to analyze Harap Tenang Ada Ujian’s elements. After analyze about aspect of narative in Harap Tenang Ada Ujian Film using theory of structural narative got result that figures of boy and japan volunteer are the main character because the character often appears in every scane, while the figure of father, friends of boy and friends of japan volunteer are supporting characters. In Harap Tenang Ada Ujian Film there are also problems among others : about learning history in elementary school, the arrival of Japan volunteer, use of language and school that were destroyed by the earthquake. In Harap Tenang Ada Ujian Film there are values of nationalism, among others: Love in the homeland, willing to sacrifice, Responsible, brave, and never give up. Keywords : Film, Narration, Nationalism, Structure

    Respon Masyarakat terhadap Kegiatan Tabligh Mahasiswa KPI dalam Program PPM. (Penelitian Deskriptif terhadap Jamaah Mesjid Al-Barkah Jln Manisi 1 Kp. Kebonterong Kel. Pasirbiru Kec. Cibiru Kota Bandung Mengenai Respon Kegiatan PPM Tahun 2014)

    No full text
    Pada dewasa ini banyak munculnya pusat pengkajian Islam baik dalam pendidikan formal maupun nonformal. Hal ini karena Dakwah telah mengalami peningkatan baik mutu maupun materinya, dan dakwah sudah berorientasi pada tingkatan ratio yang lebih tinggi. Diantaranya yaitu Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang bertujuan mendidik calon mubaligh profesional (cendekiawan muslim yang mubaligh) berstrata satu supaya memiliki akidah Islam yang kuat, berwawasan Islam, istiqamah dalam berakal dan bersikap menurut ajaran islam serta memiliki keahlian menyampaikan Islam kepada masyarakat. kemudian kegiatan PPM merupakan intrakulikuler fakultas dakwah dan komunikasi serta sarana latihan atau uji coba mempraktikan keahlian di masyarakat atau di dunia kerja, serta menjadi sarana penelusuran (pengamatan, penelitian, pengkajian) relevansi antara keahlian yang dipelajari dengan kebutuhan masyarakat atau dunia kerja, sarana melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian pada masyarakat, media pengenalan mahasiswa di dunia kerja, juga sekaligus media penyaluran alumni kelak di dunia kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman, perhatian, dan sikap masyarakat khususnya jamaah masjid AL-Barkah setelah mengikuti kegiatan tabligh mahasiswa KPI dalam program PPM. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori S-O-R, yang terdiri dari Stimulus-Organism-Response. Teori S-O-R sesuai dengan penelitian yang akan dikaji dimana teori ini mendasarkan asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahan perilaku tergantung kepada kualitas ransangan. Teori S-O-R ini semula berasal dari psikologi, karena objek material dari psikologi dan ilmu komunikasi adalah sama, yaitu manusia yang jiwanya meliputi komponen-komponen sikap, opini, prilakum kognisi, afeksi, dan konasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penggunaan metode ini dimaksudkan untuk menggambarkan secara jelas tentang respon masyarakat terhadap kegiatan tabligh mahasiswa KPI dalam program PPM. Alasan pemakaian metode ini juga karena metode deskriptif dapat memberikan gambaran secara empirik fenomenal aktual yang terjadi pada masalah penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan perhatian masyarakat terhadap kegiatan tabligh mahasiswa KPI dalam program PPM adalah positif, hal itu dapat dilihat dari penerimaan yang kemudian diaplikasikan menjadi pemahaman masyarakat yang baik terhadap kegiatan keagamaan. Hal itupun dinilai jamaah tidak lepas dari aspek metode, materi, dan media yang dilakukan oleh mahasiswa KPI dalam Program PPM

    Interpretation and analysis of deep reinforcement learning driven inspection and maintenance policies for engineering systems

    No full text
    The application of Deep Reinforcement Learning (DRL) for the management of engineering systems has shown very promising results in terms of optimality and scalability. The interpretability of these policies by decision-makers who are so far mostly familiar with traditional approaches is also needed for implementation. In this work, we address this topic by providing a comprehensive overview of POMDP- and DRL-based management policies, along with simulation-based implementation details, for facilitating their interpretation. By mapping a sufficient statistic, namely a belief state, to the current optimal action, POMDP-DRL strategies are able to automatically adapt in time considering long-term sought objectives and the prior history. Through simulated policy realizations, POMDP-DRL-based strategies identified for representative inspection and maintenance planning settings are thoroughly analyzed. The results reveal that if the decision-maker opts for an alternative, even suboptimal, action other than the one suggested by the DRL-based policy, the belief state will be accordingly updated and can still be used as input for the remainder of the planning horizon, without any requirements for model retraining.Architectural Technolog

    HYDRAULIC LIFT DAN DINAMIKA LENGAS TANAH HARIAN PADA PERTANAMAN JAMBU METE

    No full text
    &lt;p class="IsiabstrakIndonesia"&gt;Produktivitas lahan kering dapat ditingkatkan bila periode ketersediaan lengas tanah pada musim kering dapat diperpanjang. &lt;em&gt;Hydraulic lift&lt;/em&gt; sebagai proses redistribusi air tanah dari lapisan bawah yang lebih lembab ke lapisan dangkal yang cepat mengering oleh aktivitas akar tanaman, merupakan aspek ekologis yang layak diperhitungkan dalam mengelola tata air di lahan kering. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kemampuan &lt;em&gt;hydraulic lift&lt;/em&gt; tanaman jambu mete yang diindikasikan oleh nilai recovery lengas tanah harian (RLTH) pasca kehilangan lengas tanah oleh aktivitas evapotranspirasi pada siang hari. Penelitian dilakukan pada area terbuka berdampingan dengan blok koleksi jambu mete umur 20 tahun di Kebun Percobaan Cikampek, Jawa Barat. Penilaian RLTH dilakukan pada radius 1,0; 1,5; 2,0 dan 2,5 kali jari-jari kanopi dari pangkal jambu mete sebagai faktor perlakuan tunggal yang disusun dalam rancangan acak kelompok, enam ulangan. Hasil penelitian menunjukkan nilai RLTH jambu mete selalu positif dan lebih besar dari 0,010 MPa sebagai nilai ambang minimal suatu tanaman dinyatakan memiliki kemampuan &lt;em&gt;hydraulic lift&lt;/em&gt;. Nilai rata-rata RLTH pada kedalaman tanah 25-75 cm tidak berbeda nyata diantara posisi dari pangkal jambu mete, dan mencapai sekitar 0,25-0,28% (w/w) atau setara 0,043–0,048 MPa. Berdasarkan nilai RLTH, hasil perhitungan volumetrik penambahan air tanah harian pada blok jambu mete mencapai kisaran 0,26-1,35 l air m&lt;sup&gt;-2&lt;/sup&gt;. Status lengas tanah terdeteksi masih berada pada kisaran 40-60% air tersedia, kecuali untuk perlakuan 1,0 kali jari-jari kanopi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah tanaman jambu mete terbukti memiliki kemampuan &lt;em&gt;hydraulic lift&lt;/em&gt;, dan mengindikasikan turut berkontribusi memelihara kelengasan tanah pada musim kering.&lt;/p&gt;</jats:p

    Knowledge, Attitude, and Practice Among Nurses Regarding Nutrition Management of Diabetes Mellitus Patients

    No full text
    Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder that contributes significantly to the global health burden, with a rising prevalence globally. Understanding nurses' knowledge, attitudes, and practices (KAP) is crucial because knowledge provides essential insights into how diet affects blood glucose levels, a positive attitude encourages support for patient adherence, and efficient practices ensure the consistent application of dietary management strategies. This study aimed to assess the KAP among nurses about the nutritional management of Diabetes. This descriptive study involved 100 nurses working in medical and surgical wards of a hospital, with 99 respondents included in the analysis following the dropping out of one respondent. Data was collected using a structured questionnaire designed to evaluate the KAP of nurses concerning diabetes nutritional management. The study found disparities in the levels of knowledge among nurses: 14.1% demonstrated high knowledge, 49.5% demonstrated intermediate knowledge, and 36.4% demonstrated poor knowledge. Despite these variations, none demonstrated a bad attitude, a lousy 11.1% demonstrated an intermediate attitude, and the majority of nurses (88.9%) exhibited high attitudes towards Diabetes nutritional management. Additionally, 0% engaged in harmful practices, 4% demonstrated intermediate practices, and nearly all respondents (96%) reported engaging in good practices. These results underscore the need for targeted educational interventions to bridge knowledge gaps. Enhancing nurses' knowledge in Diabetes nutritional management is essential to improve the quality of care and health outcomes for patients with Diabetes

    Wave Power Assessment in the Middle Part of the Southern Coast of Java Island

    No full text
    An assessment of the wave power at the southern coast of the middle part of Java Island (Indonesia) was conducted based on a 15-year hindcast spectral wave model using the MIKE 21 Spectral Wave software. The model was forced with wind data with a 0.125&deg; spatial interval and hourly time resolution. The obtained model was validated with field data collected from a buoy station that provided a set of significant wave height data with an hourly data interval for the whole month of June 2014. The validation showed that the obtained model matched the observed data with a minor average error. A spatial analysis was conducted in order to find the most suitable location for installing wave energy converters while taking into consideration the potential area demand, the wave power intensity, and the distance from the shore. Moreover, spatial analysis is conducted in order to find a suitable location to install wave energy converters, with consideration to potential area demand, wave power intensity, and distance from the shore. The best prospective location reached 30 kW/m of mean wave power intensity, 2.04 m of mean significant wave height, 8.9 s of mean wave period, 150 m of distance from the shoreline

    Hubungan antara Skor MoCA Ina dan Faktor Demografi dengan Skala Fazekas pada Pasien Pasca Stroke Trombosis dengan Gangguan Kognitif di RS dr. Saiful Anwar Jawa Timur

    No full text
    Latar Belakang : Sampai saat ini stroke menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Pada pasien stroke terjadi kerusakan beberapa sel neuron yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi sensoris, fungsi motoris dan fungsi kognitif sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kemampuan bekerja. Namun berdasarkan prospektif yang ada, masih menjadi perdebatan apakah efek kognitif akibat langsung dari stroke atau terkait usia. Evaluasi fungsi kognitif ini sangat dibutuhkan untuk menentukan tingkat kemampuan fungsional yang dapat mempengaruhi penanganan secara tepat dan prognosis kedepannya. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara skor MoCA Ina dan faktor demografi dengan skala Fazekas pada pasien pasca stroke trombosis dengan gangguan kognitif di RS dr. Saiful Anwar Jawa Timur. Metode dan Sampel Penelitian : Penelitian cross-sectional study dengan mengambil data sekunder dari rekam medis pasien pasca stroke trombosis dengan gangguan kognitif berjumlah 51 responden yang diambil di Poli Memori RS dr. Saiful Anwar Jawa Timur pada bulan Agustus 2020 - Desember 2022 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Skoring MoCA Ina dan hasil MRI kepala dimasukkan dalam populasi sampel lalu dikelompokkan berdasarkan skala fazekas yang nantinya akan dinilai korelasinya dengan uji Fisher. Hasil Penelitian: Berdasarkan sampel yang diperoleh didapatkan karakteristik 62.7% (32 orang) berjenis kelamin laki-laki, kelompok usia didapatkan 78.4% (40 orang) berusia >50 tahun, 49% (25 orang) dalam kategori fazekas Grade III, serta sebanyak 52.9% (27 orang) didiagnosis Demensia Vascular + Riwayat Stroke. Penghitungan statistik yang dilakukan dengan uji Fisher berdasarkan usia didapatkan nilai p sebesar 0.027 (p<0.05) | OR (95% CI)=5.833 (1.286- 26.453). Berdasarkan jenis kelamin didapatkan p value sebesar 0.725 (>0.05) | OR (95% CI)=1.493 (0.336-6.633). Hasil uji fisher berdasarkan hubungan antara skala fazekas dengan skor MoCA Ina pada pasien pasca stroke dengan gangguan kognitif didapatkan p value sebesar 0.010 (<0.05) | OR (95% CI)= 0.077 (0.011-0.516). Uji Fisher dengan p-value <0.05 dianggap bermakna secara statistik. Kesimpulan : Terdapat korelasi negatif antara skor MoCA Ina dan skala Fazekas pada pasien pasca stroke dengan gangguan kognitif. Pada penelitian ini juga didapatkan hubungan antara skala Fazekas dan usia pada pasien pasca stroke dengan gangguan kognitif. Evaluasi skala fazekas pada MRI kepala perlu dilakukan karena dapat membantu memprediksi penurunan fungsi kognitif, sehingga dapat dilakukan terapi dini dan rehabillitasi dengan tepat

    Author Correction: Potential health and economic impacts of dexamethasone treatment for patients with COVID-19 (Nature Communications, (2021), 12, 1, (915), 10.1038/s41467-021-21134-2)

    No full text
    The original version of this Article contained an error in the author affiliations. The affiliation of Amirah Azzeri with Department of Primary Care, Faculty of Medicine and Health Sciences, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) was inadvertently omitted. This has now been corrected in both the PDF and HTML versions of the Article.Mahidol-Oxford Tropical Medicine Research Unit Nuffield Department of Medicine University of OxfordInstitute of Biomedical Engineering Department of Engineering Science University of OxfordBig Data Institute Li Ka Shing Centre for Health Information and Discovery Nuffield Department of Medicine University of OxfordCentre for Tropical Medicine and Global Health Nuffield Department of Medicine University of OxfordMedical Research Council Population Health Research Unit at the University of Oxford Nuffield Department of Population HealthWorld Health OrganizationPublic Fund “Institution of social development” in the Kyrgyz RepublicDepartment of Paediatrics Faculty of Medicine Universitas Sumatera UtaraUniversidade da PazUSAID Mission in the Kyrgyz RepublicInstitute of Health Policy Management and Evaluation University of TorontoOxford Policy ManagementDepartment of Mathematics Federal UniversityStop Transmission of Polio Program (STOP) program World Health OrganizationInstitute of Research and Education Development University of Health SciencesLaboratory for Public Health Research biotechnology Biotechnology Center University of YaoundeLondon School of EconomicsDepartment of Medicine Weill Cornell Medicine and Cornell Institute for Disease and Disaster Preparedness Cornell UniversityMathematical And Economic MODelling Group Mahidol-Oxford Tropical Medicine Research Unit Faculty of Tropical Medicine Mahidol UniversityHealth Intervention and Technology Assessment Program (HITAP) Ministry of Public HealthCOVID-19 Task Force for North Sumatera provinceDepartment of Epidemiology and Biostatistics Research Centre for Emerging and Reemerging Infectious Diseases Pasteur Institute of IranCenter for Mathematics Computation and Cognition Federal University of ABCNuffield Department of Medicine University of OxfordMinistry of Public Health of the Kyrgyz RepublicUniversidade Nacional Timor LorosaeMenzies School of Health Research Charles Darwin UniversityUniversity of NottinghamPopulation Services InternationalDepartment of Community Medicine Faculty of Medicine Universitas Sumatera UtaraGovernment of People’s Republic of BangladeshDepartment of Research Development and Innovation University of Malaya Medical CentreDepartment of Primary Care Faculty of Medicine and Health Sciences Universiti Sains Islam Malaysia (USIM)Department of Statistics Payame Noor UniversityMinistry of Public HealthMalawi Ministry of HealthCentro de Simulacion y Modelos (CeSiMo) Universidad de Los AndesHIV/STI Surveillance Research Center and WHO Collaborating Center for HIV Surveillance Institute for Futures Studies in Health Kerman University of Medical SciencesMedical Association in the Kyrgyz RepublicDepartment of Biostatistics Kermanshah University of Medical SciencesUniversity of MalayaInstitute for Theoretical Physics São Paulo State University (UNESP)University College of LondonValid International LtdSoros Foundation in the Kyrgyz RepublicMinistry of Health Timor-LestePEAK Urban and Oxford Martin Informal Cities Programmes COMPAS School of Anthropology and Museum Ethnography University of OxfordFaculty of Pharmacy University of MalaysiaInstitute of Health Economics University of DhakaDepartment of Social and Preventive Medicine Faculty of Medicine University of MalayaDepartment of Marketing & Business Analytics Lucas College and Graduate School of Business San José State UniversityDepartment of Epidemiology and Biostatistics College of Public Health University of the Philippines ManilaFiji Center for Disease Control (CDC)Institute for Theoretical Physics São Paulo State University (UNESP

    HYDRAULIC LIFT DAN DINAMIKA LENGAS TANAH HARIAN PADA PERTANAMAN JAMBU METE

    No full text
    Produktivitas lahan kering dapat ditingkatkan bila periode ketersediaan lengas tanah pada musim kering dapat diperpanjang. Hydraulic lift sebagai proses redistribusi air tanah dari lapisan bawah yang lebih lembab ke lapisan dangkal yang cepat mengering oleh aktivitas akar tanaman, merupakan aspek ekologis yang layak diperhitungkan dalam mengelola tata air di lahan kering. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kemampuan hydraulic lift tanaman jambu mete yang diindikasikan oleh nilai recovery lengas tanah harian (RLTH) pasca kehilangan lengas tanah oleh aktivitas evapotranspirasi pada siang hari. Penelitian dilakukan pada area terbuka berdampingan dengan blok koleksi jambu mete umur 20 tahun di Kebun Percobaan Cikampek, Jawa Barat. Penilaian RLTH dilakukan pada radius 1,0; 1,5; 2,0 dan 2,5 kali jari-jari kanopi dari pangkal jambu mete sebagai faktor perlakuan tunggal yang disusun dalam rancangan acak kelompok, enam ulangan. Hasil penelitian menunjukkan nilai RLTH jambu mete selalu positif dan lebih besar dari 0,010 MPa sebagai nilai ambang minimal suatu tanaman dinyatakan memiliki kemampuan hydraulic lift. Nilai rata-rata RLTH pada kedalaman tanah 25-75 cm tidak berbeda nyata diantara posisi dari pangkal jambu mete, dan mencapai sekitar 0,25-0,28% (w/w) atau setara 0,043–0,048 MPa. Berdasarkan nilai RLTH, hasil perhitungan volumetrik penambahan air tanah harian pada blok jambu mete mencapai kisaran 0,26-1,35 l air m-2. Status lengas tanah terdeteksi masih berada pada kisaran 40-60% air tersedia, kecuali untuk perlakuan 1,0 kali jari-jari kanopi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah tanaman jambu mete terbukti memiliki kemampuan hydraulic lift, dan mengindikasikan turut berkontribusi memelihara kelengasan tanah pada musim kering
    corecore