57 research outputs found
Not of all Schoolchildren Knows about Dengue Hemorrhagic Fever
More than 30% dengue patients in Depok City were school age children. Infection does not always happened in school in which a child spend their time 25% of his time a day. School has strategic role in dengue control. It means that schoolchildren must have to adequate information so that its positive behavior. This quantitative study aims to assess information exposed and their knowledge in dengue vector control. Mean difference and correlation analyze were used in this study. Result of this study indicated that information exposed among schoolchildren and dengue knowledge were still lower
Masyarakat Depok Memilih Fogging yang Tidak Dimengerti
Sampai kini, demam berdarah dengue masih menjadi masalah kesehatan yang utama di Kota Depok. Hal tersebut terlihat pada jumlah kasus yang terus meningkat dan semua kelurahan sudah berkembang menjadi daerah endemis demam berdarah dengue yang dapat dicegah dengan mengendalikan vektor. Upaya pembersihan sarang nyamuk PSN 3M Plus adalah teknologi yang disarankan untuk mengendalikan kejadian demam berdarah dengue, tetapi belum mendapat dukungan pelaksanaan dari masyarakat. Studi ini bertujuan untuk menggali informasi tentang pengetahuan, sikap dan praktek masyarakat dalam pengendalian vektor demam berdarah dengue di Kota Depok. Hasil studi menunjukkan bahwa pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam pengendalian vektor DBD masih rendah, dan lingkungan sosial berpengaruh sangat dominan terhadap keputusan masyarakat.Kata kunci: Demam berdarah, pengendalian vektor, promosi kesehatanAbstractUntil now, dengue hemorrhaegic fever (DHF) is the major health problem in Depok City, number of cases was increasing, and nowadays all sub-district have DHF endemic areas. DHF can be prevented by vector control. PSN 3M Plus is the recommended technology, but the community has not been implemented it yet. This study aims to explore information about knowledge, attitude and practice in dengue control among the communities. Results of this study indicated that knowledge and community participation dengue vector control were still low, and social environment factor was the dominant factor influencingcommunity decision. Keywords: Dengue, vector control, health promotio
Perilaku Hidup Bersih Sehat dengan Pendekatan Partisipatif
Murid sekolah dasar adalah sasaran strategis upaya promosi kesehatan, karena mereka berjumlah besar serta berada pada tahap awal perkembangan kepribadian. Mereka seharusnya berperilaku sehat, tetapi di Cisalak memperlihatkan keadaan yang sebaliknya. Studi intervensi yang dilakukan terhadap anak-anak sekolah dasar menunjukkan bahwa observasi sebelum intervensi memperlihatkan bahwa tingkat pengetahuan dan praktik mereka adalah ren- dah. Namun, pada akhir studi, skor pengetahuan dan praktek mereka terlihat lebih tinggi daripada sebelumnya. Uji non parametric seperti Wilcoxon sam- pel berpasangan dan korelasi Spearman digunakan dalam analisis. Studi ini menyimpulkan : a) intervensi promosi kesehatan yang dilakukan pada anak sekolah dasar terbukti dapat meningkatkan perilaku murid pada kisaran 30% - 240 %. b) pengetahuan anak sekolah berkorelasi kuat dengan praktek. Oleh sebab itu, disarankan agar pemerintah menyelenggarakan upaya promosi kesehatan PHBS secara berkesinambungan melalui sekolah-sekolah dasar.Kata kunci : PHBS, cuci tangan, promosi kesehatan, murid sekolah dasarAbstractElementary school children is a strategic target of health promotion, because of their proportion in the population and considering that they are in the early stage of personality development. They ought to have a healthy behaviour, however evidence in Cisalak showed the contrary. An intervention study con- ducted to elementary school children showed that before the intervention, both knowledge and practice were poor. But, in the end of the intervention the knowledge and practice score was considerably higher than before. Non parametric test such as Wilcoxon paired sample test and Spearman correlation were used to analyze the data. Conclusion of the study were: a) health promotion intervention has been proven to improve pupil’s behavior around 30 – 240 %, b) the knowledge among school children has strong correlation with their practice. For those reason we suggest the government to conduct sustainable promotion of clean and healthy behavior through elementary schools.Key words : Clean and healthy behavior, hand washing, health promotion, elementary school childre
Evaluation Over the Implementation of the No-Smoking Policy in Pariaman City Transportation Office: A Qualitative Study
Introduction: The Pariaman City Government has tried to reduce the number of smokers and the number of people exposed to cigarette smoke by issuing several policies, one of which is the policy regarding the No Smoking Area (KTR) which is contained in the Pariaman City Regional Regulation Number 9 of 2017 concerning No Smoking Areas. This study aims to evaluate the implementation of the implementation of the No Smoking Area at the Office of the Transportation Agency of Pariaman City.
Methods: This research uses a qualitative study, with data collection through in-depth interviews and observations with an evaluation study design. The informants of this study were 7 people, namely 2 from the Health Office of Pariaman City and 5 from the Transportation Office of Pariaman City, taken using purposive sampling method.
Results: The result of this study is that the implementation of the implementation of the No Smoking Area (KTR) at the Pariaman City Transportation Office is still not going well. As there are still employees who smoke in the room, there has been uneven socialisation and monitoring from the Health Office for KTR at the Pariaman City Transportation Office, to the lack of strict sanctions for those who violate the rules in the No Smoking Area (KTR).
Conclusion: In conclusion, our study contributes to evaluating implementation of No Smoking Area (KTR) at the Pariaman city Transportation Office. This research provides insights into the implementation of No Smoking Area (KTR) is still not good enough, so it’s necessary to improve the monitoring and evaluation of this program in the the Pariaman city Transportation Office. Future studies should expand the scope of the research site so that it can describe boarder conditions, which in turn will advancing knowledge in the field of health
PENGETAHUAN DALAM PERILAKU KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI KECAMATAN CIMANGGIS KOTA DEPOK TAHUN 2023
Pendahuluan: Prevalensi anemia pada remaja yang terjadi di negara maju yaitu sebesar 6%. dan di negara berkembang yaitu sebesar 27%. Tren kasus anemia pada proporsi anemia pada kelompok remaja putri usia 15-24 tahun mengalami peningkatan, yaitu 37,1% pada tahun 2013, 48,9% pada tahun 2018. Program pendistribusian tablet tambah darah untuk remaja putri telah dilaksanakan kembali dengan capaian nasional. Remaja putri diberikan tablet tambah darah dengan dosis preventif, yaitu seminggu satu kali dan sehari satu kali saat menstruasi. Akan tetapi, fakta di lapangan pemberian tablet tambah darah hanya berkisar pada ibu hamil, sedangkan untuk remaja putri belum secara optimal dilakukan. Metode: Penelitian kualitatif menggunakan FGD dan Wawancara Mendalam. Sebanyak 19 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan metode triangulasi data. Hasil dan Pembahasan: Sebagian besar remaja putri memiliki perilaku dan pengetahuan yang tidak baik dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Kesimpulan: Perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri di Kecamatan Cimanggis Kota Depok belum sesuai dengan jumlah TTD dan jadwal konsumsi TTD, perlu dilakukan pemantauan pemberian TTD dari guru ke remaja putri serta konsumsi TTD oleh remaja putri
PENGGUNAAN BAHASA DAERAH DALAM KOMUNIKASI PENDAMPINGAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT
Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO) menjadi bagian permasalahan TBC di dunia maupun di Indonesia. Berhasilnya pengobatan TBC RO dipengaruhi oleh berbagai faktor dan salah satu yang mendukung adalah adanya pendampingan pasien untuk memastikan kepatuhan. Dalam proses pendampingan terjadi komunikasi antara pribadi pasien dan pendamping yang memberikan dukungan, motivasi dan menjadi panutan. Dalam komunikasi terkadang terjadi perbedaan bahasa yang digunakan antara pasien dan pendamping yang bisa menjadi hambatan. Komunikasi dengan bahasa daerah terjadi di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan bahasa daerah dalam komunikasi selama pendampingan pengobatan TBC RO. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumen. Wawancara dilakukan terhadap 3 (tiga) informan yang terdiri dari pengelola program pendampingan dan pendamping pasien. Hasil dari studi ini adalah bahasa daerah mempengaruhi keterbukaan dan penerimaan pasien terhadap keberadaan pendampingnya. Pemahaman pasien akan isi pesan juga lebih baik dengan penggunaan bahasa daerah. Untuk itu perlu dipertimbangkan untuk pengembangan materi KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) dengan penggunaan bahasa daerah
Tingkat Pengetahuan Pandemi Covid-19 Kader Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Jakarta Timur
Pandemi COVID-19 ialah tantangan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan serta pembangunan Indonesia. Salah satu akibat dari keadaan tersebut ialah terganggunya penerapan pelayanan kesehatan publik yaitu penutupan ataupun penundaan layanan di posyandu yang ialah sarana pelayanan kesehatan primer serta merupakan kekuatan utama dalam peningkatan derajat kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan kader posyandu terkait pandemi COVID-19 di Jakarta Timur. Penelitian dilakukan secara deskriptif menggunakan kuesioner. Subjek penelitian sebanyak 382 kader posyandu yang terbagi dalam 10 Wilayah Puskesmas Kecamatan di Jakarta Timur. Pengetahuan kader posyandu mengenai pandemi COVID-19 secara umum baik. Namun terdapat beberapa pertanyaan dengan jawaban benar terendah. Sebanyak 53,14% kader posyandu tidak mengetahui bagaimana upaya untuk menjaga diri terhindar dari COVID-19 di rumah, 43,46% tidak mengetahui suhu tubuh yang bisa diindikasikan sedang terjangkit penyakit termasuk COVID-19, dan 39,01% tidak mengetahui etika batuk/bersin yang benar.Pandemi COVID-19 ialah tantangan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan serta pembangunan Indonesia. Salah satu akibat dari keadaan tersebut ialah terganggunya penerapan pelayanan kesehatan publik yaitu penutupan ataupun penundaan layanan di posyandu yang ialah sarana pelayanan kesehatan primer serta merupakan kekuatan utama dalam peningkatan derajat kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan kader posyandu terkait pandemi COVID-19 di Jakarta Timur. Penelitian dilakukan secara deskriptif menggunakan kuesioner. Subjek penelitian sebanyak 382 kader posyandu yang terbagi dalam 10 Wilayah Puskesmas Kecamatan di Jakarta Timur. Pengetahuan kader posyandu mengenai pandemi COVID-19 secara umum baik. Namun terdapat beberapa pertanyaan dengan jawaban benar terendah. Sebanyak 53,14% kader posyandu tidak mengetahui bagaimana upaya untuk menjaga diri terhindar dari COVID-19 di rumah, 43,46% tidak mengetahui suhu tubuh yang bisa diindikasikan sedang terjangkit penyakit termasuk COVID-19, dan 39,01% tidak mengetahui etika batuk/bersin yang benar
The Relationship between Dietary Habits and Type 2 Diabetes for Contribution to Health Promotion: Literature Review
Introduction: Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic condition largely influenced by dietary habits and eating behaviors. Poor dietary choices, such as high consumption of refined sugars, unhealthy fats, and low intake of fiber, are well-established risk factors for the development of T2DM. The promotion of healthy eating behaviours and active lifestyles is essential to address the increasing prevalence of T2DM and improve public health.
Objective: This study aimed to examine the impact of various dietary patterns and specific food intakes on the risk of T2DM, as well as the role of meal timing and dietary quality in influencing blood glucose levels and insulin sensitivity.
Method: This research employs a literature review method by analyzing several relevant studies. The articles were sourced from Scopus and Google Scholar, using keywords such as "feeding behavior," "eating behavior," "feeding patterns," "food habits," "dietary habits," and "type 2 Diabetes," "diabetes Type 2," "type 2 diabetes mellitus," "diabetes mellitus type 2," and "T2DM."
Result: The results of the article search revealed 13 articles from 2019-2024 that matched the criteria set. The results showed that Eating habits have a significant effect on the risk of developing Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM). Poor food choices and irregular eating patterns increase the risk.
Conclusion: The paper highlights the significant impact of dietary habits and eating behaviors on the development and progression of Type 2 Diabetes Mellitus. It emphasises the importance of healthy food choices and regular eating patterns in managing blood glucose levels and insulin sensitivity. These insights could contribute to designing an effective health promotion program
STRATEGI KOMUNIKASI PENINGKATAN PRAKTEK IMUNISASI DIFTERI PADA IBU BALITA DI PUSKESMAS CIJEDIL, DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIANJUR
Difteri merupakan salah satu penyakit menular dan sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) di beberapa wilayah. Difteri merupakan penyakit yang sering menyebabkan kematian, karena racun yang dihasilkan oleh bakteri Corynebacterium diphterie. Berdasarkan masalah yang terjadi di Kabupaten Cianjur mulai pada tahun 2013 ditemukan penderita difteri sebanyak 6 kasus dan 1 orang meninggal dengan Case Fatality Rate sebesar 17%. Sedangkan pada tahun 2015 ditemukan penderita difteri sebanyak 3 kasus. Kemudian pada tahun 2017 terdapat 15 pasien difteri yang ditangani RSUD Cianjur beberapa diantaranya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung karena jumlah penderita meningkat sedangkan ruang isolasi terbatas. Salah satu daerah yang terjadi KLB yaitu tepatnya di wilayah kerja Puskesmas Cijedil. Data vaksinasi yang di dapat di Puskesmas Cijedil yaitu berjumlah 86 bayi laki-laki dan 87 bayi perempuan sehingga jumlahnya 173 bayi laki- laki dan perempuan, sedangkan yang sudah mendapatkn vaksinasi DPT 1 dan HB1 untuk kategori bayi laki laki berjumlah 71 atau 82,6 % dan kategori bayi perempuan berjumlah 84 atau 96,6 % yang sudah mendapatkan imunisasi DPT1 dan HB1. Penelitian ini mengunakan desain metode kualitatif yang mempelajari tentang peningkatan praktek imunisasi difteri pada ibu balita di Puskesmas Cijedil,Dinas Kesehatan kabupaten cianjur mulai bulan Februari sampai Maret 2019 dan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan ibu balita dan petugas kesehatan, kader posyandu. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya peningkatan praktek imunisasi pada ibu balita di Desa Cijedil tahun 2019. dari hasil wawancara mendalam menggunakan kuesioner di dapatkan bahwa ibu balita terkait pengerahuan ibu balita tentang imunisasi difteri dan pencegahan difteri menunjukan adanya peningkatan praktek imunisasi difteri. Disarankan kepada petugas Petugas promosi kesehatan Dinas Kesehaan Cianjur agar lebih ditingkatkan lagi kunjungan imunisasi setiap satu bulan sekali agar peserta imunisasi difteri dapat mengerti betul tentang pencegahan penyakit difteri.  Kata kunci: Difteri, Strategi Komunikasi Praktek Imunisasi, Kabupaten Cianju
Pengaruh Budaya Pangan Lokal dalam Pencegahan dan Penanggulangan Stunting pada Anak Balita (6-59 Bulan): Systematic Review
Latar Belakang: Stunting didefinisikan sebagai tinggi badan menurut usia di bawah -2 standar median kurva pertumbuhan anak, Stunting merupakan kondisi kronis buruknya pertumbuhan linier anak yang merupakan akumulasi dampak berbagai faktor seperti gizi dan kesehatan yang buruk sebelum dan setelah kelahiran anak. Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2018 mencapai 30,8%. Dengan kompleksitas penyebab stunting, salah satu upaya yang dikampanyekan oleh pemerintah adalah pemanfaatan pangan lokal. Budaya pangan lokal di Indonesia sangat beragam sehigga dapat menjadi potensi untuk pencegahan dan penanggulangan stunting yang berbasis kearifan lokal. Tujuan: Mengetahui pengaruh budaya pangan lokal untuk mencegah dan penanggulangan stunting pada balita (6-59 bulan) di Indonesia. Metode: Systematic review ini menggunakan pandungan dari PRISMA dengan menggunakan 3 databased ProQuest, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci seperti “stuntingâ€, “local foodâ€, “cultureâ€. Hasil: Review dari 7 jurnal yang telah dipilih menunjukkan bahwa budaya pangan lokal memberikan pengaruh kepada peningkatan status gizi balita khususnya pada fase pencegahan stunting. Sedangkan pada fase pencegahan, budaya pangan lokal dengan pemanfaatan bentuk makanan olahan belum dapat meningkatkan status gizi pada balita yang sudah menderita stunting. Pemanfaatan pangan lokal untuk balita yang menderita stunting perlu didampingi dengan suplementasi lainnya agar memberikan pengaruh yang siginifikan. Kesimpulan: Makanan dan makan di masyarakat memiliki nilai budaya dan sosial, sehingga pemanfaatan budaya pangan lokal untuk makanan balita akan mudah diterima, mudah didapat dan terjangkau secara harga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pencegahan stunting di daerah
- …
