155 research outputs found

    PENGARUH KOMUNIKASI PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI PADA HERO SUPERMARKET GATOT SUBROTO

    No full text
    PUSPITA LIANTI PUTRI. 2009. The Impact of Marketing Communication to Purchase Decision at Hero Supermarket Gatot Subroto. DIII Marketing Management Study Program. Departement of Management. Faculty of Economics. Satate University of Jakarta. Scientific work aims to determine the impact of marketing communications to purchase decision at Hero Supermarket Gatot Subroto. The author takes the title is to know about marketing communication activities conducted Hero Supermarket Gatot Subroto and find out whether or not the impact of marketing communications to purchase decision at Hero Supermarket Gatot Subroto. The method used in this research is descriptive analysis by using data gathered through a literature study, interviews and questionnaires. Type of scale used is a Likert scale. The sampling technique used by random sampling. In this study the authors used the technique of data analysis qualitative and quantitative with product moment correlation. From the result of this scientific work we can conclude that the presence of a positive relationship between marketing communication with purchase decision at Hero Supermarket Gatot Subroto is 0.55 and the magnitude of the impact of marketing communications in Hero Supermarket Gatot Subroto explained the purchase decision is 30.25% with a significance level 5% ( = 5%). Thus we can conclude that H0 is rejected and H1 is accepted

    ABSTRAKSI PADA PERKULIAHAN TEORI GRUP: STUDI FENOMENOLOGI HERMENEUTIK PADA MAHASISWA CALON GURU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri fenomena abstraksi dan makna-makna objek yang muncul ketika perkuliahan teori grup pada mahasiswa calon guru matematika. Dua hal ini penting dalam aktivitas belajar matematika bagi mahasiswa calon guru yang akan membantu siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan matematika. Abstraksi merupakan aktivitas kognitif dalam membangun pengetahuan dengan fokus pada hal-hal yang dianggap penting sebagai dasar pengetahuan baru. Makna objek matematika merupakan representasi dari pemahaman objek matematika yang keluar dari mahasiswa calon guru. Berdasarkan tujuan penelitian, realitas penelitian yang diungkap yaitu tentang fenomena pengalaman belajar (abstraksi) dan makna-makna objek teori grup, maka penggunaan penelitian kualitatif dengan studi Fenomenologi Hermeneutik digunakan sebagai metodologi dalam penelitian ini. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Triadik Harel yaitu Mental Act-Ways of Thinking-Ways of Understanding. Selain teori triadik Harel sebagai kerangka teori besarnya, diperlukan teori Abstraksi Struktural dan Abstraksi Reflektif baik teori APOS, RBC+C, dan teori Reifikasi untuk memahami fenomena abstraksi. Makna objek diperdalam dengan menggunakan teori Konsep dan Objek dari Frege dan Sfard. Partisipan dalam penelitian ini 7 mahasiswa calon guru yang sedang belajar teori grup dikondisikan dengan bentuk aktivitas Focus Group Discussion (FGD). Data yang diperoleh berupa aktivitas FGD dari 10 video, 20 audio wawancara pendalaman, dan 7 file pdf catatan harian partisipan. Semua data digital tersebut dikelola, diolah, dan dikoding dengan bantuan aplikasi QDAS Nvivo 12. Temuan dan diskusi hasil dalam penelitian ini tentang aksi mental dan makna objek teori grup pada mahasiswa calon guru. Aksi mental yang muncul pada perkuliahan teori grup diantaranya: aksi kontekstualisasi, aksi menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan lama, aksi fokus dan abai pada suatu objek, aksi merampingkan argumentasi, dan aksi manipulasi objek. Makna-makna objek teori grup unik yang ditemukan diantaranya: makna subgrup identik dengan subset, makna invers identik dengan satu per, makna identitas sama dengan menghilangkan elemen, dan makna grup siklik identik dengan elemen berpangkat. Dalam diskusi penelitian, aksi mental yang muncul bisa sebagai tahapan abstraksi dari teori abstraksi yang di teori APOS dan teori RBC+C yaitu aksi kontekstualisasi, fokus dan abai, sintesis pengetahuan, dan merampingkan argumentasi. Aksi kontekstualisasi merupakan aksi mental yang menonjol dalam tahapan abstraksi dan penting disajikan karena berkaitan dengan calon guru yang akan menyampaikan kembali materi tersebut pada konteks yang berbeda. Makna objek yang muncul jika dilihat dari abstraksi memiliki sifat yang operasional dan dinamis. Mahasiswa calon guru harus mampu melakukan abstraksi ketika menyerap pengetahuan dan melakukan kontekstualisasi kembali ketika akan menyampaikan pengetahuannya kembali This study aims to explore the phenomenon of abstraction and object meanings that appear during group theory learning for pre-service mathematics teachers. These two things are important in learning mathematics activities for pre-service mathematics teachers who will transfer their knowledge to students. Abstraction is a cognitive activity in building knowledge with a focus on things that are considered important as the basis of new knowledge. The meaning of mathematical objects is a representation of the understanding of mathematical objects that come out of pre-service mathematics teachers. Based on the research objectives, the reality of the research that is revealed is about the phenomenon of learning experiences (abstraction) and the meanings of group theory objects, so the use of qualitative research with Hermeneutic Phenomenology studies is used as the methodology in this study. The theoretical framework used in this study uses Harel's Triadic theory, namely Mental Act-Ways of Thinking-Ways of Understanding. In addition to Harel's triadic theory as his grand theoretical framework, Structural Abstraction and Reflective Abstraction theory, both APOS theory, RBC+C, and Reification theory are needed to understand abstraction phenomena. Concepts and Objects theory from Frege and from Sfard to understand more deeply about object meaning.The participants in this study were 7 pre-service mathematics teachers who were studying group theory in the form of Focus Group Discussion (FGD) activities. The data obtained in the form of FGD activities from 10 videos, 6 audio group discussions, 7 audio in-depth interviews, and 7 pdf files of participants' diaries. All digital data is managed, processed, and coded with the help of the QDAS Nvivo 12 software. The findings and discussion of the results in this study are about mental actions and the meaning of group theory objects on pre-service mathematics teachers. Mental actions that appear in group theory lectures include: contextualizing actions, connecting new knowledge with old knowledge, focusing and ignoring an object, streamlining arguments, and object manipulation. The meanings of unique group theory objects found include: the meaning of the subgroup as subset, the meaning of the inverse as one per, the meaning of identity as removing the element, and the meaning of the cyclic group as the rank element. In the research discussion, the mental actions that appear can be as stages of abstraction from the abstraction theory in APOS theory and RBC + C theory, namely contextualization, focus and neglect, knowledge synthesis, and streamlining argumentation. Contextualization action is a mental action that stands out in the abstraction stage and is important to present because it relates to pre-service mathematics teachers who will re-deliver the material in a different context. The meaning of the object that appears when viewed from the abstraction has an operational and dynamic nature. Student teacher candidates must be able to abstract when absorbing knowledge and contextualize again when conveying their knowledge again

    The Use Of Cabri 3D Software As Virtual Manipulation Tool In 3-Dimension Geometry Learning To Improve Junior High School Students’ Spatial Ability

    No full text
    This study is aimed to know students’ spatial ability who work under 3-dimension learning use Cabri 3D software at Junior High School in Bandung. The using of Cabri 3D software as manipulative tool in 3-dimension geometry learning can reduce misperception about 3-dimension materials. This study is quasi-experiment and the instruments cosist of spatial ability test and students’ worksheet. This study is conducted for 8th grade students at Junior High School in Bandung. Based on study result, it is found that students’ spatial ability enhancement under the learning, where Cabri 3D software is used, than those who were taught by conventional learning. From five elements of spatial ability based on Meir (1976), only 2 elements of spatial ability which do has no improve merit significantly, namely, perception ability component and visualization ability, while rotation ability, relation ability and orientation ability have improved significantly. Key Words: Cabri 3D Software, Virtual Manipulation Tool, Geometry 3 Dimension, Spatial Abilit

    PENGGUNAAN SOFTWARE CABRI 3D SEBAGAI ALAT PERAGA MAYA DALAM PEMBELAJARAN BANGUN RUANG DI SMP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SPASIAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan spasial dengan pembelajaran menggunakan software Cabri 3D di Kelas VIII SMP, khususnya SMP Talenta Bandung. Pada penelitian ini, Cabri 3D difungsikan sebagai alat peraga maya dalam pembelajaran geometri bangun ruang. Salahsatu permasalahan pembelajaran geometri bangun ruang adalah adanya misperseption (salah persepsi) apabila disajikan dengan menggunakan papan tulis 2 dimensi. Selain untuk meningkat kemampuan spasial, pembelajaran dengan menggunakan Cabri 3D bertujuan untuk mengurangi salah persepsi. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimen dengan instrumen penelitian adalah tes kemampuan spasial, bahan ajar berupa LKS dan non-tes berupa skala sikap. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Talenta Bandung. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa peningkatan kemampuan spasial pada pembelajaran menggunakan Cabri 3D lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Dari lima dimensi kemampuan spasial, hanya 2 dimensi kemampuan spasial yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan yaitu dimensi kemampuan persepsi dan dimensi kemampuan visualisasi, sedangkan dimensi kemampuan rotasi, dimensi kemampuan relasi dan dimensi kemampuan orientasi mengalami peningkatan signifikan. Hasil Uji ANOVA Dua-jalur antara kelompok kelas (kelas kontrol dan kelas eksperimen) dengan kelompok nilai awal matematika (kelompok atas, kelompok sedang, dan kelompok bawah), pada kelompok kelas menunjukan adanya perbedaan peningkatan kemampuan spasial secara signifikan, sedangkan pada kelompok nilai tidak ada perbedaan peningkatan kemampuan spasial secara signifikan. Dengan kata lain, Pembelajaran dengan menggunakan Cabri 3D dapat mengurangi gap (jurang) kemampuan spasial antara kelompok atas, kelompok sedang, dan kelompok bawah. Secara umum, siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan Cabri 3D memiliki sikap positif terhadap pembelajaran menggunakan Cabri 3D. Kata kunci: software Cabri 3D, alat peraga maya, geometri bangun ruang, kemampuan spasia

    Material dan Sifatnya

    No full text
    v, 50 hlm; 25 c

    Budi daya dan Penyulingan Minyak Nilam

    No full text
    iv, 44 hlm.; 22 cm

    Membuat Sabun Mandi

    No full text
    v, 41 hlm; 21,7 c

    Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan SMP/MTs Kelas VII

    No full text
    Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (selanjutnya disingkat PJOK) pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam bentuk fisik, mental, serta emosional. Sebagai mata pelajaran, PJOK merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosionalsportivitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berpikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga, dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Kurikulum 2013 menekankan bahwa mata pelajaran PJOK memiliki konten yang unik untuk memberi warna pada pendidikan karakter bangsa, di samping diarahkan untuk mengembangkan kompetensi gerak dan gaya hidup sehat. Muatan kearifan lokal dari Kurikulum 2013 diharapkan mampu mengembangkan apresiasi terhadap kekhasan multikultural dengan mengenalkan permainan dan olahraga tradisional yang berakar dari budaya suku bangsa Indonesia. Mata Pelajaran PJOK untuk Kelas VII SMP/MTs yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. PJOK bukan berisi materi aktivitas yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan peserta didik, atau mata pelajaran yang membaginya menjadi pengetahuan tentang kesehatan dan keterampilan berolahraga. Terampil berolahraga bukan berarti peserta didik dituntut untuk menguasai cabang olahraga dan permainan tertentu, melainkan mengutamakan proses perkembangan gerak peserta didik dari waktu ke waktu. Dalam aktivitasnya, peserta didik dibawa dalam suasana gembira, sehingga dapat berekplorasi dan menemukan sesuatu secara tidak langsung. Untuk mengaktualisasikan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan seperti ini, peserta didik harus dijadikan sebagai subjek didik

    Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan SMP/MTs Kelas VII: buku guru

    No full text
    Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) merupakan salah satu mata pelajaran pada Kurikulum 2013. PJOK merupakan bagian integral dari program pendidikan nasional, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui pembekalan pengalaman belajar menggunakan aktivitas jasmani terpilih dan dilakukan secara sistematis. Kurikulum 2013 menekankan bahwa mata pelajaran PJOK memiliki konten yang unik untuk memberi warna pada pendidikan karakter bangsa, di samping diarahkan untuk mengembangkan kompetensi gerak dan gaya hidup sehat. Muatan kearifan lokal dari Kurikulum 2013 diharapkan mampu mengembangkan apresiasi terhadap kekhasan multikultural dengan mengenalkan permainan dan olahraga tradisional yang berakar dari budaya suku bangsa Indonesia. Mata Pelajaran PJOK untuk Kelas VII SMP/MTs yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. PJOK bukan berisi materi aktivitas yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan peserta didik, atau mata pelajaran yang membaginya menjadi pengetahuan tentang kesehatan dan keterampilan berolahraga
    corecore