180 research outputs found

    Studi Komparatif Perkembangan Daya Tahan Pada Anak Usia 11 Tahun di DataranRendah, Dataran Sedang dan Dataran Tinggi

    No full text
    ABSTRAK Ramadhani, Tony. 2017. Studi Komparatif Perkembangan Daya Tahan Pada Anak Usia 11 Tahun di DataranRendah, Dataran Sedang dan Dataran Tinggi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Asim, M.Pd (II) Fahrial Amiq, S.Or,. M.Pd Kata Kunci: Perkembangan, daya tahan, anak usia 11 tahun, di dataran rendah, dataran sedang, dataran tinggi.Perkembangan daya tahan anak usia 11 tahun berbeda-beda, apalagi anak yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. Perbedaan itu bisa dilihat dari bagaimana aktivitas gerak yang mereka lakukan sehari-hari mulai dari bangun tidur, makan, berangkat sekolah, aktivitas di luar jam pelajaran, dan sampai tidur lagi. Kegiatan tersebut setiap anak pasti berbeda-beda. Salah satu hal tersebut yang membuat tingkat daya tahan disetiap individu anak menjadi berbeda. Karakterisstik setiap umur berbeda-beda, sehingga membuat tingkat daya tahan anak juga berbeda. Setiap jenjang umur anak memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda, dengan demikian kita juga bisa mengetahui tingkat daya tahan dari berbagai umur anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perkembangan daya tahan VO2Max anak usia 11 tahun, yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi di wilayah Malang Raya.Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan Cross-Sectional, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa tes yaitu Bleep Test dengan versi Budiwanto.Berdasarkan hasil uji Anava dengan α 0,05menunjukkan nilai signifikansi (,000) < 0,05, maka H0 ditolak, yang berarti terdapat perbedaan perkembangan daya tahan VO2Max anak usia 11 tahun, yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. Setelah diuji anava satu arah dilanjutkan dengan uji tukey. Di daerah dataran rendah dan dataran sedang tidak terdapat perbedaan daya tahan VO2Max anak usia 11 tahun, lalu di dataran rendah dan dataran tinggi terdapat perbedaan rata-rata daya tahan VO2Maxanak usia 11 tahun, sedangkan di daerah dataran sedang dan tinggi terdapat perbadaan rata-rata daya tahan VO2Maxanak usia 11 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan bahwa dataran tinggi berpengaruh lebih baik terhadap perkembangan daya tahan VO2Max anak usia 11 tahun dibandingkan di dataran sedang dan dataran rendah, dataran rendah dan dataran tinggi. Diharapkan kepada guru pendidikan jasmani di setiap sekolah dengan cara memberikan pengarahan dan pengetahuan pada saat proses pembelajaran yang dapat mendukung perkembangan daya tahan VO2Max anak putra pada usia11 tahun

    ANALISIS IMPLEMENTASI REBRANDING KAMPUNG KELUARGA BERENCANA MENJADI KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS DI KELURAHAN BANYUDONO KABUPATEN PONOROGO

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul Analisis Implementasi Rebranding Kampung Keluarga Berencana Menjadi Kampung Keluarga Berkualitas Dikelurahan Banyudono Kabupaten Ponorogo Oleh Rizqi Gilang Ramadhani / 18240662 dengan dosen pembimbing Bapak Oki Cahyo Nugroho, S.Sn., M.I. Kom Penelitian ini didasari fenomena maraknya kampung KB yang menjunjung tinggi prestasi akan desanya, maka dari itu penulis mengambil system rebranding dari kampong keluarga berencana menjadi Kampung KB sebagai penelitian ini. Dengan menggunakan tiga tahap rebranding yang akan digunakan penulis dalam penelitian ini. Selain itu penulis juga melakukan penelitian dilapangan secara berkala untuk menemukan data yang akurat serta data yang dibutuhkan.Penelitian ini menggunakan metode penlitian kualitatif yang mana penulis akan melakukan wawancara dengan narasumber yang terkait dengan proses rebranding Kampung Keluarga Berencana di Kelurahan Banyudono ini. Selain itu juga menggunakan dokumnetasi serta referensi penelitian terdahulu. kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini akan mengarah pada kesuksesan rebranding kampung keluarga berencana menjadi Kampung KB Banyudono. Sumber data pada penelitian ini ada dua macam yaitu data primer yang berisikan wawancara dengan narasumber dan data sekunder yang mengambil video serta gambar yang ada sebelumnya. Hasil dari penelitian ini akan menunjukkan sudah efektif terbukti dengan semakin dikenalnya kampung KB Bayudono dikalangan masyarakat. Kata Kunci : Rebranding, Banyudono, Kampung KB, Citra, BKKBN ABSTRACT Thesis with the title Analysis of Implementation of Rebranding of Family Planning Villages to Become Quality Family Villages in Banyudono Village, Ponorogo Regency By Rizqi Gilang Ramadhani / 18240662 with supervisor lecturer Mr. Oki Cahyo Nugroho, S.Sn., M.I. com This research is in line with the phenomenon of the rise of family planning villages that uphold the high achievements of their villages, therefore the authors adopted a rebranding system from family planning villages to family planning villages as this research. By using a three-stage rebranding that will be used by the author in this study. In addition, the author also conducts field research on a regular basis to find accurate data and the data needed. This research uses a qualitative research method in which the author will conduct interviews with informants related to the process of rebranding the Family Planning Village in the Banyudono Village. Besides that, it also uses documentation and references to previous research. The conclusions that can be drawn from this research will lead to the success of rebranding the family planning village into Banyudono KB Village. There are two kinds of data sources in this study, namely primary data which contains interviews with informants and secondary data which takes videos and pictures that existed before. The results of this study will show that it has been proven effective by the increasing recognition of KB Bayudono village among the community. Keywords: Rebranding, Banyudono, Kampung KB, Citra, BKKB

    Pengaruh Parliamentary Threshold Terhadap Konfigurasi Partai Politik di DPR RI pada Pemilihan Umum Tahun 2019

    No full text
    This research tries to describe the results of simultaneous general elections which have been carried out on April 17, 2019, more specifically this study tries to describe the results of national legislative elections, namely the DPR RI and how to regulate who reports the 2019 general elections. At the DPR RI, heterogeneous institutions make the representative system adopted in Indonesia is the proportional system. Where every political force in Indonesia that forms political parties has the same opportunity to improve governance with the number of electoral seats (electoral seats) that have been provided in each province with the latest calculation methods such as the Saint League. The number of participants in the election was 16 political parties issued were the Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Nasdem, Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), Partai Berkarya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), andPartai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). However, complications arise at this time, Indonesia began to implement the Parliamentary Threshold system. This implementation has continued since the 2009 general elections with 2.5% and continues to increase until reaching the highest figure in 2019 with 4% which directly impacts on changes in regulating political choices in the Indonesian Parliament. Noted from 16 political parties contesting the general elections in 2019 There were 3 political parties that were one of the winners of regional elections (electoral districts) in each province and had the opportunity to get the quota of seats reserved in the electoral districts. Take it only because there are differences in the parliamentary threshold that makes the election of political parties must eliminate his dream to get a seat in the Indonesian Parliament. The political party is the Persatuan Indonesia (Perindo) to be one of the winners of Electoral District 3 of North Sumatra Province, and Electoral District 2 of East Nusa Tenggara Province. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) which was one of the winners of the Electoral District 2 and 3 of DKI Jakarta Province, Electoral District 1 of East Java Province, and Electoral District 3 of Banten Province. And the Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), which was one of the winners of the Bali Province Electoral District.Penelitian ini mencoba menguraikan bagaimana hasil pemilihan umum serentak yang telah dilaksanakan pada 17 April 2019, lebih khusus penelitian ini mencoba menguraikan bagaimana hasil pemilihan umum legislatif nasional, yaitu DPR RI dan bagaimana konfigurasi yang terjadi pasca pemilihan umum tahun 2019. Pada lembaga DPR RI, dengan unsur masyarakat yang heterogen membuat sistem perwakilan yang dianut di Indonesia adalah sistem proporsional. Dimana setiap kekuatan politik di Indonesia yang berbentuk partai politik memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pemerintahan dengan jumlah kuota kursi daerah pemilihan (dapil) yang telah disediakan pada setiap provinsi dengan metode penghitungan terbaru yaitu saint league. Adapun jumlah peserta pemilu yaitu 16 partai politik yang diantaranya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Nasdem, Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), Partai Berkarya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Namun, persoalan muncul ketika Indonesia mulai menerapkan sistem Parliamentary Threshold (ambang batas parlemen). Penerapan ini berlangsung sejak pemilihan umum tahun 2009 dengan angka 2.5% dan terus meningkat hingga angka tertinggi pada pemilihan umum terakhir yaitu pada tahun 2019 dengan angka 4% yang secara langsung berdampak pada berubahnya konfigurasi partai politik yang berada di DPR RI. Tercatat dari 16 partai politik peserta pemilihan umum tahun 2019 terdapat 3 partai politik yang menjadi salah satu pemenang daerah pemilihan (dapil) pada suatu provinsi dan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan jatah kuota kursi yang disediakan pada dapil tersebut. Hanya saja karena adanya regulasi parliamentary threshold membuat ketiga partai politik tersebut harus melenyapkan mimpinya untuk mendapatkan jatah kursi DPR RI, walaupun menjadi salah satu pemenang daerah pemilihan di suatu provinsi. Partai politik tersebut adalah Persatuan Indonesia (Perindo) menjadi salah satu pemenang Dapil 3 Provinsi Sumatera Utara, dan Dapil 2 Provinsi Nusa Tenggara Timur. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menjadi salah satu pemenang Dapil 2 dan 3 Provinsi DKI Jakarta, Dapil 1 Provinsi Jawa Timur, dan Dapil 3 Provinsi Banten. Dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang menjadi salah satu pemenang Dapil Provinsi Bali.197 HalamanSkripsi Sarjan

    PELAKSANAAN KEWAJIBAN IZIN PEMANFAATAN TANAH DARI PEMILIK HAK ATAS TANAH KEPADA PEMILIK BANGUNAN GEDUNG BERDASAR PRINSIP PEMISAHAN HORIZONTAL (STUDI DI KABUPATEN SITUBONDO, JAWA TIMUR)

    No full text
    Tyas Rizky Ramadhani, Dr. Imam Kuswahyono, SH., M.Hum, M. Hamidi Masykur, SH., M.Kn Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email: [email protected]   ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kewajiban izin pemanfaatan tanah dari pemilik hak atas tanah kepada pemilik bangunan gedung berdasar prinsip pemisahan horizontal kaitannya sebagai persyaratan administratif permohonan izin mendirikan bangunan apakah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam Pasal 11 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan Pasal 12 ayat (2) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 05/PRT/M/2016 tentang Izin Mendirikan Bangunan diatur bahwa dalam hal bangunan gedung didirikan di atas tanah milik pihak lain diperlukan izin pemanfaatan tanah dari pemilik hak atas tanah yang harus berupa perjanjian tertulis. Penulis ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan kewajiban izin pemanfaatan tanah tersebut di Kabupaten Situbondo melalui pihak-pihak terkait. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris, pendekatan penelitian yuridis sosiologis dan jenis serta sumber data yaitu data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara, data sekunder yang diperoleh melalui beberapa literatur. Kata Kunci: Pelaksanaan, Izin Pemanfaatan Tanah, Pemisahan Horizontal ABSTRACT This research aims to analyze the implementation of land use permit obligations from the holder of the land right to the owner of the building based on the principle of horizontal separation as an administrative requirement for building construction permit whether in accordance with the laws and regulations. In Article 11 of Government Regulation No. 36/2005 on the Implementation of Law of the Republic of Indonesia Number 28 Year 2002 on Construction and Building and Article 12 Paragraph (2) of Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing of the Republic of Indonesia Number 05/PRT/M/2016 on Building Establishment Permit stipulated that in the case of a building constructed on the land owned by another parties, it is necessary to take land use permit from the holder of the land right which must be stated in a written agreement. The author wants to understand how the implementation of land use permit obligations in Situbondo Regency through the related stakeholders. This study uses the type of empirical legal research, sociological jurisprudence research approach, types and sources of data namely primary data obtained through observation and interview, secondary data obtained through some literatures. Keywords: Implementation, Land Use Permit, Horizontal Separatio

    PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PENETAPAN PENGADILAN TENTANG AFWEZIGHEID TERKAIT JANGKA WAKTU PENETAPAN ORANG DINYATAKAN TAK HADIR SERTA AKIBAT HUKUMNYA (Studi Penetapan PN Nomor: 392/Pdt.P/2014/PN.Jkt.Tim.)

    No full text
    Gisca Azaria Ramadhani, Prof.Dr. Suhariningsih, S.H., S.U., Rumi Suwardiyati, S.H., M.Kn. Faculty of Law, Brawijaya UniversityEmail: [email protected] ABSTRAK Didalam hukum perdata dikenal sebuah sebutan Afwezigheid yang artinya yaitu suatu keadaan dimana seseorang meninggalkan tempat tinggal dan tidak diketahui dimana keberadaannya baik didalam maupun diluar Indonesia serta tidak dapat dibuktikan bahwa ia telah meninggal dunia tanpa menunjukkan kuasanya. Keadaan Tak hadir diatur dalam KUHPerdata dalam pasal 463 sampai dengan 495, Dalam pasal-pasal tersebut dijelaskan dengan jelas masalah terkait orang yang tak hadir dari segi pengertian umumnya hingga status hukumnya. Aturan ini telah dianut oleh warga Negara Indonesia untuk menyelesaikan perkara-perkara yang terkait keadaan tidak hadir tersebut. Penelitian ini disusun dengan menggunakan penelitian yuridis normatif, yaitu penelitian yang mengkaji kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif. Untuk jenis penelitian yuridis normatif maka pendekatan penulisan yang digunakan penulis adalah Statute Approach (Pendekatan Perundang-Undangan), Descriptive Approach (Pendekatan Deskriptif), Case Approach (Pendekatan Kasus) Dan Theory Approach (Pendekatan Konseptual). Penelitian dilakukan dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, penetapan pengadilan atau dokumen dan melakukan studi kepustakaan berupa buku literatur, artikel maupun jurnal yang berkaitan dengan Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Penetapan Pengadilan Tentang Afwezigheid Terkait Jangka Waktu Penetapan Orang Dinyatakan Tak Hadir (Studi Putusan PN Nomor: 392/Pdt.P/2014/PN.Jkt.Tim.). Kata Kunci: Pertimbangan Hakim, Penetapan Pengadilan, Afwezigheid, Akibat Hukum ABSTRACTIn civil law, there is a term “Afwezigheid†which means a condition where a person leaves his place of residence, and is unknown where his existence, whether inside or outside Indonesia, and cannot be proven that he has died, and also without a power of attorney. An afwezigheid, the situation of absence is regulated in Civil Code in articles 463 to 495. In those articles clearly explained the problem related to the person who is absent seen from the general definition to the legal status of the person. This rule has been adopted by Indonesian citizens to resolve cases related to the absence condition. This research was made using normative juridical research, namely research that examines the rules or norms in positive law. For the type of this research, the author uses the descriptive approach, case approach and theory approach. The research was conducted by reviewing the laws and regulations, the determination of the court or documents and conducting a literature study such as book literatures, articles and journals relating to the analysis of Judge’s Considerations in the Court Determination on Afwezigheid Related to the Period of Time of Determination of Person who was Declared Absent and Its Legal Consequences (A Study on Determination of District Court Number: 392 / Pdt.P / 2014 / PN.Jkt.Tim.)Keywords: Judge’s Considerations, Court determination, Afwezigheid, Legal Consequence

    Improving school engagement student with autism spectrum disorder using flip-through and follow method in social story and visual schedule

    No full text
    The aim of this study is to investigate the effectiveness of Flip-through and Follow method for students with Autism Spectrum Disorder (ASD). The research is being conducted by applying Flip-through and Follow method for students with autism to improve school engagement. School engagement is active participation of the student in the academic and nonacademic area which is being assessed through behavioral, emotional and cognitive engagement. Flip-through and Follow Method is an intervention that combines social story and visual schedule. Social Story is a short story which can support individuals with autism to comprehend social situations. Visual Schedule is a visual representation of a daily agenda or a sequence of task or activity to be followed. The visual schedule will be tucked in the story as the social story ads information about why they should behave appropriately during school activities. This research is conducted using multiple baseline designs across conditions. The participant in this research is an elementary school-aged child, diagnosed with mild autism, having difficulties engaging with school activities and able to communicate verbally. The data will be collected using an observation form written by the author adjusted for school engagement for a student with autism. Data will be analyzed using a descriptive statistic and Wilcoxon T-Test. The result shows that Flip-through and follow method is not entirely effective in improving school engagement. Flip-through and follow is effective in improving engagement in classroom learning activities and scout activities, however flip-through and follow is less effective in improving physical education activity

    Pengaruh Kegiatan Employee Gathering Terhadap Motivasi Kerja Karyawan PT Telkom Indonesia Tbk Divisi Bussines Service Medan

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kegiatan Employee Gathering Terhadap Motivasi Kerja Karyawan PT Telkom Indonesia Tbk Divisi Bussines Service Medan ”. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penilaian karyawan PT Telkom Indonesia tbk Divisi Bussines Service Medan mengenai kegiatan employee gathering. Kemudian untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang membuat karyawan memiliki motivasi kerja yang lebih baik. Dan untuk mengetahui pengaruh dari kegiatan employee gathering terhadap motivasi kerja karyawan PT Telkom Indonesia tbk Divisi Bussines Service. Teori – teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi, komunikasi organisasi, public relations, employee gathering, teori motivasi, dan karyawan. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif, yang memiliki tujuan untuk mencari hubungan antara variabel X dan variabel Y. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di PT Telkom Indonesia tbk Divisi Bussines Service Medan yang berjumlah 24 orang. Penarikan sampel dilakukan secara total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian. Teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan metode kuesioner yang disebar kepada 24 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tabel tunggal, analisis tabel silang dan uji korelasi dengan menggunakan rumus Spearman Rank melalui aplikasi Statistical Product and System Solution (SPSS) versi 25.0. Berdasarkan hasil dari uji hipotesis memperlihatkan koefisien korelasi sebesar (rho) = 0,493 dengan angka signifikansi (sig.2-tailed) = 0,014, yang memiliki arti Ho ditolak jika nilai <0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh dari kegiatan employee gathering terhadap motivasi kerja karyawan PT Telkom Indonesia tbk divisi bussines service medan. Berdasarkan hasil uji determinasi dapat diketahui bahwa besarnya pengaruh kegiatan employee gathering terhadap motivasi kerja karyawan adalah sebesar 24%.This study is entitled "The Effect of Employee Meeting Activities on Employee Motivation of PT Telkom Indonesia Tbk Medan Business Services Division". The purpose of this study was to determine the PT Telkom Indonesia employee review of the Medan Division Services about employee gathering activities. Then to find out what factors make employees have better work motivation. And to find out the effect of employee gathering activities on the work motivation of PT Telkom Indonesia employees in the Business Services Division. Theories used in this research are communication, organizational communication, public relations, employee gathering, motivation theory, and employees. The research method used by the author in this study is the correlational method with a quantitative approach, which has the goal of finding the relationship between the X variable and the Y variable. The population in this study were all employees at PT Telkom Indonesia for Medan Business Services Division, which amounted to 24 people. Sampling is done in total sampling, that is, the entire population is sampled in the study. Data collection techniques, researchers used a questionnaire method distributed to 24 respondents. Data analysis techniques used in this study are single table analysis, cross table analysis and correlation test using the Spearman Rank formula through the Statistical Product and System Solution (SPSS) version 25.0. Based on the results of the hypothesis test showed a correlation coefficient of (rho) = 0.493 with a significance number (sig.2-tailed) = 0.014, which means that Ho is rejected if the value <0.05, which means there is a significant relationship so that Ho is rejected and Ha received. Then it can be said that there is an influence of employee gathering activities on the work motivation of PT Telkom Indonesia employees in the Medan business services division. Based on the results of the determination test it can be seen that the magnitude of the effect of employee gathering activities on employee work motivation is 24%.127 HalamanSkripsi Sarjan

    Strategi Komunikasi News Presenter dalam Penyampaian Berita (Studi Deskriptif Kualitatif Strategi Komunikasi News Presenter dalam Penyampaian Berita pada Program Acara "Sumut dalam Berita" di TVRI Sumatera Utara)

    No full text
    Penelitian ini yang berjudul Strategi Komunikasi News Presenter dalam penyampaian Berita. Penelitian ini berfokus pada strategi komunikasi news presenter dalam penyampaian berita pada program acara “Sumut Dalam Berita” di TVRI Sumatera Utara. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi news presenter dalam penyampaian berita; untuk mengetahui hambatan - hambatan yang dialami oleh news presenter dalam penyampaian berita; dan untuk mengetahui cara mengatasi hambatan - hambatan yang dihadapi oleh news presenter dalam penyampaian berita. Teori yang menjadi pendukung dan landasan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain Komunikasi, Strategi Komunikasi, Hambatan Komunikasi, Komunikasi Massa, Komunikasi Verbal dan Nonverbal, dan Penyiar Berita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam penentuan informan peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling dengan kriteria informan yang merupakan News presenter TVRI Sumatera Utara di program "Sumut Dalam Berita", Sudah menyiar lebih dari dua tahun dan sudah pernah live report dan live cross. Subjek penelitian melibatkan informan yang berjumlah lima (5) orang, diantaranya tiga informan utama yang merupakan news presenter Sumut Dalam Berita di TVRI Sumut, serta informan tambahan yaitu satu orang pengarah acara dan satu orang produser Sumut Dalam Berita di TVRI Sumut. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam secra terbuka dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa news presenter menggunakan strategi komunikasi dalam menyampaikan berita agar tujuan komunikasi dapat dicapai. Strategi komuikasi yang dilakukan dengan melakukan persiapan diri, dari penampilan, penguasaan materi, dan menjaga rasa percaya diri. Meski begitu hambatan – hambatan komunikasi masih sering muncul saat siaran seperti kesalahan teknis, alat- alat yang tidak berfungsi ataupun rasa gerogi yang mempengaruhi proses dan hasil komunikasi. Hambatan- hambatan itu dapat diatasi dengan cara beracting seolah - olah tidak ada kendala yang terjadi, tidak panik dan tetap tampil tenang di hadapan pemirsa. Untuk itu, strategi komunikasi menjadi suatu kunci yang sangat penting saat bersiaran untuk mencapai tujuan dan mengatasi hambatan – hambatan yang terjadi.This research is titled The Communication Strategy of News Presenter in delivering News. This study focuses on news presenter communication strategies in delivering news on the program "Sumut Dalam Berita" on TVRI North Sumatra. The purpose of this research to find out communication strategies of news presenter in delivering news, the hindrances and how to overcome those hindrances. Theories that are supporting in this research are Communication theory, Communication Strategy, Communication Barriers, Mass Communication, Verbal and Nonverbal Communication, and News Broadcasters. This study used descriptive qualitative method. In determining the informant the researcher used Purposive Sampling technique with the criteria of the informant who was the News presenter of TVRI North Sumatra in the "Sumut Dalam Berita" program, It has been broadcasting for more than two years and has had a live report and live cross. The subject of research involved five (5) informants, and three of main informants who ere the news presenters in Sumut Dalam Berita program in TVRI North Sumatra, the author of events and a producer in Sumut Dalam Berita in TVRI North Sumatra. The technique of collecting data is by way of open in-depth interviews and observation. The data analysis technique used is by reducing data, presenting data, drawing conclusions. The results of this study conclude that news presenters use communication strategies in delivering news so that communication objectives can be achieved. Commuication strategies are carried out by preparing oneself, from appearance, mastery of material, and maintaining self-confidence. Even so, communication barriers often arise during broadcasts such as technical errors, non-functional tools or sense of humor that affect communication processes and outcomes. These obstacles can be overcome by acting as if there are no obstacles that occur, do not panic and still appear calm in front of the viewers. For this reason, the communication strategy is a very important key when broadcasting to achieve goals and overcome obstacles that occur.160 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore