1,762,727 research outputs found
Dihasilkan Selama Pandemi Covid-19 Timbul Pamerkan 63 Karya Seni
Dalam penciptaan karya ini Timbul Raharjo fokus utamanya adalah proses penciptaan seni rupa itu sendiri, yang tidak dapat menyatukan pemahaman holistik dari semua karya yang disajikan dalam konsep keterkaitan karya satu dengan lainnya
Seni Kriya: Kajian Inovasi dalam Karya Master dan Produk Masal
Terdapat kompleksitas kajian seni kriya yakni kreativitas dalam
memilih sumber ide, nilai fungsi, penemuan karakter, sampai pada
persoalan kreativitas pembahanan. Kreativitas itu tumbuh dan berkembang
mengikuti gerak perubahan masyarakat pendukungnya.
Perubahan itu menggiring pada persoalan pemenuhan kebutuhan
hidup para kriyawan dan kelestarian berkarya. Oleh karena itu
penciptaan kriya selalu menyesuaikan dengan trend yang sedang
diminati masyarakat. Pada sisi kriyawan menjaga kreativitasnya sebagai
kriyawan diperlukan energi dan ketekunan mencari sumber
inspirasi yang berbeda setiap o"t, hal ini
runtuk
memPertahankan
eksistensi diri. Sementara pada proses reproduksi yang berada di
kantong-kantong industri baik sentra seni kerajinan mauPun studiostodio
produksi, mereka melakukan produk massal erat dengan aspek
ekonomi dan pasar. IJpaya memadukan unsur kreativitas dan industri
diupayakan seperti apa yang terjadi di negara Vietnam. Keduanya
akan memperoleh keuntungan yang seimbang, hal inilah harapan dari
pemerintah untuk memajukan industri kreatif Indonesia
Seni untuk rakyat
Buku ini merupakan Laporan dari berbagai informasi atas pelaksanaan Festival Kesenian Yogyakarta ke XXIV 2012.
Sajian dalam buku ini dipilah menjadi
beberapa bagian, yakni pra-event, publikasi,
pembukaan, pelaksanaan festival , dialog seni, dan ·
acara penutupan. Setiap acara dibagi menjadi
berbagai detail acara, Malioboro Outdoor Expo, FKY
mampir di Mal, ekspresi wajah penganten di
Malioboro, kiblat papat limo pancer, pasar seni,
panggung hiburan FKY 2012, pameran seni rupa,
dan lain sebagainya. Acara-acara disajikan dalam
format dengan tajuk "Seni Untuk Rakyat". Demikian
banyaknya informasi baik dari media cetak dan
elektronik, gambar toto, maka cara editing
menyesuaikan dengan alur informasi dan penataan
gambar toto, sehingga diharapkan para p~mbaca
mengetahui secara gamblang melihat informasi
yang dilengkapi foto-foto.
Editor telah berusaha memilah-milah dan
dicoba untuk menyajikan tata letak tulisan dan
gambar semaksimal mungkin, namun "tiada gading
yang tak retak", sehingga editor mohon maaf jika ada
kesalahan dan kekeliruan, harapannya agar tulisan
ini dapatmenjadi sebuah ilmu pengetahuan yang
berarti
Karya Inovasi Monumental Penciptaan dan pemikiran seni rupa karya Timbul Raharjo
Buku ini membahas tentang penciptaan karya seni rupa yang merupakan bagian projek berseni rupa tahun 2021 yang disajikan dalam benuk Pamern Tunggal "Timbul Raharjo 2021" dalam skema "My Self & I # 4, Dilaksanakan di Candi Tirto Raharjo Bantul Yogyakarta tanggal 8 November 2021. Sengaja judul pada penciptaan inovasi seni rupa monumental ini tentang " ketiadaan ide sebagai sumber ide penciptaan gambar dan arca". Terasa ganjil namun dapat dijelaskan secara gamblang, para pembaca dapat menyimak lebih lanjut pada tulisan dalam buku ini
Inovasi Kerajinan Kulit Tersamak dengan Teknik Tatah Timbul dan Cap dengan Motif Batik Tradisional
Penelitian ini berjudul Inovasi Kerajinan Kulit Tersamak dengan Teknik Tatah Timbul dan Cap dengan Motif Batik Tradisional. Rencananya penelitian ini akan dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut. Tujuan penelitian ini adalah: menghasilkan produk kerajinan kulit tersamak yang unik, kreatif, dan inovatif; menghasilkan alat pahat dan pahat cap yang tepat untuk membuat hiasan dengan motif batik pada produk kerajinan kulit tersamak; meningkatkan jumlah ragam dan kualitas produk kerajinan kulit tersamak; serta menghasilkan buku ajar.Target yang ingin dicapai dari penelitian ini, tahun pertama: desain berbagai macam produk kerajinan kulit tersamak dengan hiasan motif batik; rancangan alat pahat dan pahat cap; dan laporan penelitian. Tahun kedua: alat pahat dan pahat cap; prototipe berbagai macam produk kerajinan kulit tersamak yang unik, kreatif dan inovatif yang mempunyai hiasan motif batik; HKI; serta laporan penelitian dan artikel ilmiah. Tahun ketiga: buku ajar dan laporan penelitian.Penelitian ini adalah penelitian tahun kedua, dan kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi: membuat alat pahat dan pahat cap; membuat beragam produk kerajinan kulit tersamak dengan hiasan motif batik, yang dikerjakan dengan teknik tatah timbul & cap; mengevaluasi dan menyempurnakan produk kerajinan yang telah dibuat; mendaftarkan hasil penelitian ke HKI; menyusun laporan penelitian & artikel ilmiah.Pada penelitian tahun kedua ini telah berhasil menciptakan produk kerajinan kulit tersamak sebanyak 39 buah produk yang meliputi: 6 tas pria; 14 tas wanita; 3 dompet pria; 6 dompet wanita; 3 ikat pinggang pria; 2 ikat pinggang wanita; 2 map; dan 3 lampu. Selain itu dalam penelitian tahun kedua ini juga berhasil menciptakan alat pahat dan pahat cap yang telah digunakan dalam proses pembuatan produk kerajinan kulit.Proses pembuatan produk-produk tersebut dilaksanakan secara bertahap yang meliputi: pembuatan pola; pembuatan kerangka lampu; pemolaan; pemotongan; penyesetan; pembuatan hiasan dengan teknik tatah timbul dan cap; perakitan; dan finishing. Sedangkan pembuatan alat pahat dan pahat cap dilaksanakan dengan diawali proses pemotongan, kemudian dilanjutkan dengan proses pembentukan dengan cara menggerindra, mengikir, dan mengebor.Pada tahun kedua ini, juga telah mengajukan HKI, untuk kategori desain industri, serta telah mengajukan artikel ke dewan redaksi jurnal Patra Widya, Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta
Barong dan Garuda dari sakral ke profan
Barong dan garuda oleh masyarakat Hindu Dharma hingga saat
ini masih dihormati dan dijunjung tinggi. Namun demikian semenjak
dunia pariwisata berkembang di Gianyar, maka barong dan garuda
tersebut diladikan acuan untuk pembuatan seni kerajinan kayu dalam
bentuk cenderamata sebagai seni wisara untuk memenuhi kebutuhan
komunitas wisatawan. Pengimitasian terhadap barong dan garuda
tersebut merupakan bukti yang kuat adanya kelangsungan terhadap
keduanya, sedangkan perubahannya secara visual terlihat pada produk
seni kerajinan kayu dalam bentuk cenderamatayangdikemas menjadi
seni wisata. Pengemasan produk seni kerajinan kayu yang merupakan
pengimitasian dari barong dan garuda yang diciptakan oleh komunitas
perajin Gianyar mengacu pada konsep seni wisata yang di didalamnya
terdapat lima ciri khusus, yakni: (1) tiruan dari aslinya; (2) singkar arau
padat atau bentuk mini dari aslinya; (3) penuh variasi; (4) ditinggalkan
nilai-nilai sakral, magis, dan simbolisnya; dan (5) murah harganya.
Mencermati kelangsungan dan perubahan seni kerajinan kayu
di Gianyar yang ditengarai oleh merebaknya dunia pariwisata ternyara
telah memberikan keyakinan yang kuat bagi komunitas perajin Gianyar
untuk tetap mempertahankan profesinya. Dengan demikian mereka
tetap menekuni bidang seni kerajinan kayu secara profesional guna
menghadapi tantangan dan kemajuen zamen di era global. Sementara
itu kelangsungan dan perubahan yang dipicu oleh faktor internal
dan eksternal memberikan dampak yang positif bagi perajin dan
produk yang dihasilkannya. Bagi komunitas perajin dapat menikmati
keuntungan dari apa yang mereka kerjakan, sedangkan produk seni
kerajinan kayu yang dihasilkan dengan mengacu pada benda salral
menambah khasanah baru bagi keberadaan seni kerajinan kayu dalam
bentuk cenderamata
PENELITIAN ASPEK YURIDIS TANAH TIMBUL
Berkenaan dengan munculnya tanah timbul di tepi sungai dan pantai yang dikenal dengan istilah tanah oloran (Jawa Timur, tanah wedikereng (DIY), dan tanah bokongan (Surakarta), berpotensi menimbulkan sengketa bagi beberapa pihak, baik masyarakat yang berbatasan dengan tanah timbul tersebut, masyarakat yang melakukan aktivitas usaha di atas tanah timbul, aparat desa yang menginginkan tanah timbul sebagai sumber pendapatan desa dan pemerintah daerah kota/kabupaten, maka perlu ada kebijakan pertanahan yang dapat mengakomodir keinginan masyarakat. Tujuan penelitian untuk 1) mengetahui penguasaan, penggunaan dan pemanfaatan hak atas tanah timbul, 2) mengetahui kemungkinan pemberian suatu hak atas tanah terhadap tanah timbul di kawasan pantai atau sungai, 3) mengetahui bentuk penataan dan pengendalian terhadap tanah timbul. Penelitian ini merupakan penelitian Yuridis Empiris, untuk melihat penerapan hukum (terkait tanah timbul) di tengah masyarakat.
Hasil pengumpulan data pada lima provinsi sampel, diperoleh tiga belas kabupaten/kota yang diindikasikan terdapat lokasi tanah timbul. Tipologi lokasi tanah timbul yang ditemukan berada di pesisir pantai, muara dan sungai, bahkan ada yang di tengah sungai. Ada kemungkinan tanah timbul sudah bersertipikat tapi kemudian tanahnya hilang, diantara tanah yang sudah bersertipikat itu ada yang dijaminkan sebagai hak tanggungan. Atas dasar kejadian alam ini, maka ada pemikiran untuk memberikan hak yang sifatnya sementara, Dengan demikian pemanfaatan tanah timbul digunakan untuk kepentingan umum/bersama, dikelola oleh desa dan tidak dapat dipindah tangankan (non tradable)
Corrigendum/ Erratum/ Retraction
Retraction to:
Timbul. (2013). Pesantren Sebagai Pusat Peradaban Pendidikan Islam: Pengalaman Indonesia untuk Asia Tenggara. EDUKASI : Jurnal Pendidikan Islam (e-Journal), 1(2), 182–208. Retrieved from https://ejournal.staim-tulungagung.ac.id/index.php/edukasi/article/view/9
This article has been retracted by the publisher based on the following reason:
This is based on the original author's report and the author's acknowledgement that by plagiarising the editor that the author committed an ethical violation of the publication. The author acknowledges that he has plagiarised other writers' scripts. Plagiarism articles have been published in EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan (Publisher: the Center for Research and Development of Religious Education [Puslitbang], Agency of Religious Research and Development, Education and Training [Balitbang and Diklat], The Ministry of Religious Affairs, The Republic of Indonesia) Vol. 8 Issue 2 August (2010) (https://jurnaledukasikemenag.org/index.php/edukasi/article/view/104)
This article has followed the procedures that apply to journal management. The author has received the review results and has improved the article according to the review result.One of the conditions of submission of a paper for publication in this journal is that authors declare explicitly that their work is original and has not appeared in a publication elsewhere, and also not considered by another journal. As such this article represents a severe abuse of the scientific publishing system. The scientific community takes an extreme view on this matter, and apologies are offered to readers of the journal that this was not detected during the submission process
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
