7 research outputs found
Komunikasi Antar Budaya Pada Mahasiswa Pendidikan Sejarah
Budaya komunikasi pada mahasiswa Pendidikan Sejarah UKSW. Mahasiswa Pendidikan Sejarah UKSW berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan keberagaman Bahasa dan budaya. Setiap mahasiswa memiliki cara untuk menyikapi perbedaan Bahasa dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dan keberagaman Bahasa dan budaya di Indonesia. Penulis menggunakan Metode Deskriptif Kualitatif dengan pendekatan sosial budaya. Dari penelitian ini ditemukan bahwa tejadinya perbedaan dan perubahan budaya dan Bahasa bukan menjadi hambatan untuk mahasiswa dan bersosial, namun hal itu menjadi motivasi tambahan untuk mengenal dan mengetahui Bahasa dan budaya lain.Communication culture in UKSW History Education students UKSW History Education students come from various regions in Indonesia, with diverse languages and cultures. Each student has a way of responding to differences in language and culture. The purpose of this study is to determine the differences and diversity of languages and cultures in Indonesia. The author uses a Qualitative Descriptive Method with a socio-cultural approach. From this study, it was found that the occurrence of differences and changes in culture and language is not an obstacle for students and socializing, but it is an additional motivation to get to know and understand other languages and cultures
PEDULI TUNAS HARAPAN PAPUA: Alternatif Pembangunan Sumber Daya Manusia Nduga, Provinsi Papua Pegunungan
Penelitian ini mengkaji mengenai PENA Papua sebagai Strategi alternatif Pembangunan sumber Daya Manusia di Kabupaten Nduga Provinsi Papua Pegunungan, adanya inisiatif dari Penulis sebagai anak asli suku Nduga yang berkomitmen dalam pengembangan sumber daya Nduga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam terutama penulis sendiri sebagai kunci informan dan Sembilan informan yang terlibat langsung, terdiri dari Pengurus PENA Papua, Siswa, Mahasiswa dampingan serta Perwakilan LSM yang bergerak di bidang Pendidikan untuk SDM Nduga. Data penelitian juga didukung dengan analisis program perencanaan Pembangunan SDM dengan Pembinaan, Pendampingan, yang dilakukan serta sumber media digital sebagai data sekunder. Dengan analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Peduli Tunas Harapan Papua ( PENA Papua) terlibat dalam Pembangunan sumber daya manusia Nduga secara kolektif yang dilakukan oleh Narik Yimin Tabuni. Yang berperan dalam mengejar ketertinggalan Pendidikan di kabupaten Nduga baik secara input, proses dan output Pendidikan. Namun penelitian ini juga mengikuti Pembangunan SDM Kabupaten Nduga yang menempati posisi IPM Paling Rendah di dunia dengan memperoleh Indeks Pembangunan Manusia Nduga 35.18/0.35 pada tahun 2024. Upaya PENA Papua sebagai alternatif dalam pengembangunan sumber daya manusia Nduga.This study examines PENA Papua as an alternative strategy for human resource development in Nduga Regency, Papua Mountain Province, an initiative from the author as a native of the Nduga tribe who is committed to developing Nduga resources. This study uses a qualitative method with in-depth interviews, especially the author himself as the key informant and nine informants who are directly involved, consisting of PENA Papua Management, Students, Assisted Students and Representatives of NGOs engaged in Education for Nduga Human Resources. Research data is also supported by an analysis of the Human Resource Development planning program with Coaching, Mentoring, which is carried out and digital media sources as secondary data. With the analysis of the research results, it shows that the Peduli Tunas Harapan Papua Foundation (PENA Papua) is involved in the collective development of Nduga human resources carried out by Narik Yimin Tabuni. Which plays a role in catching up on the backlog of education in Nduga Regency both in terms of input, process and output of education. However, this study also follows the development of human resources in Nduga Regency which occupies the lowest HDI position in the world by obtaining an Nduga Human Development Index of 35.18 / 0.35 in 2024. PENA Papua's efforts as an alternative in developing Nduga human resource
VISUAL BASIC 6.0 INFORMATION PRESENTATION SUPPORT COSTS AS A LAUNDRY IN CV. BATAVIA GARMENT INDUSTRY
CV. Batavia Garment Industry is a business entity engaged in the laundry services,particularly for entrepreneurs and businessmen convection rental apparel. But inhandling the problem still use the evidence in the form of bill / receipt. Viewing thesecircumstances, the authors propose kepihak services company to provide computerbasedinformation using Visual Basic 6.0 software assistance.The author here gives recommendations to companies about issues ayaran Pemblaundry costs. Among these officers can enter data directly into a customer, the typeof goods entering without having to record through the evidence for the bill
Makna Lokalitas “Gereja Maria” di Paroki Administratif Mater Dei Bonoharjo
This study aims to discover the theological reflections contained in a work of art that is the fruit of an artist's reflection. The author intends to examine a case study of a religious statue, namely the Virgin Mary, which appears in an unusual form. This statue is located in the Mater Dei Bonoharjo Administrative Parish, Wates, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta, in the local area. It is a work of art with theological meaning and hidden beauty. The study was further explored using a literature review method from various relevant sources. In order to obtain more accurate data, the author conducted an interview with Mr. Ismanto, a sculptor from Muntilan, Central Java. The results of the author's research state that Mary's role is not only as the Mother of Jesus, but she is also present as the Mother of the Church. Thanks to Mary's motherhood, the Church appears as a mother who nurtures the children of God. Works of art are a means of expressing the fruit of faith reflection on the encounter with God. Works of art are often viewed merely as decorations, without looking more deeply at the fact that a work of art is the result of a person's contemplation. Every time a work of art is created, there is a ‘soul’ that remains in the work of art.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan refleksi teologis yang terdapat pada suatu hasil karya seni yang merupakan buah refleksi seorang seniman. Penulis hendak meneliti studi kasus tentang sebuah patung religius yakni Bunda Maria yang tampil secara tidak biasa. Sebuah patung yang terdapat di Paroki Administratif Mater Dei Bonoharjo, Wates, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta dalam lokalitas setempat. Suatu karya seni dengan segala makna teologis dan keindahan yang tersembunyi. Kajian terkait lebih diperdalam dengan metode studi pustaka dari berbagai sumber yang relevan. Supaya memperoleh data yang lebih akurat, penulis melakukan wawancara dengan Bapak Ismanto, seorang seniman pematung dari Muntilan, Jawa Tengah. Hasil penelitan yang diperoleh penulis menyatakan bahwa peranan Maria bukan saja sebagai Bunda Yesus, namun ia hadir sebagai Bunda Gereja. Berkat keibuaan Maria, Gereja tampil sebagai seorang ibu yang mengayomi anak-anak Allah. Karya seni merupakan sarana untuk mengekspresikan buah refleksi iman akan perjumpaan dengan Allah. Karya seni seringkali hanya dipandang sebagai hiasan saja, tanpa melihat secara lebih mendalam bahwa suatu karya seni ialah hasil dari permenungan seseorang. Setiap kali proses menciptakan karya seni, terdapat ‘jiwa’ yang tertinggal dalam hasil karya seni itu
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN BANK SAMPAH DI KECAMATAN JATIASIH KOTA BEKASI
Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan sampah Kota Bekasi yang mencapai 1.714 ton per hari. Dalam mengatasi permasalahan sampah tersebut, Pemerintah Kota Bekasi melalui program pengembangan model pemilihan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga membentuk bank sampah unit disetiap rw sehingga melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Untuk itu, perlunya peran masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan bank sampah secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisa bagaimana partisipasi masyarakat pada setiap tahapan kegiatan dalam pengelolaan bank sampah di Kecamatan Jatiasih menggunakan teori Cohen dan Uphoff yaitu tahapan partisipasi masyarakat dalam pembangunan yaitu tahapan pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, dan evaluasi.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan tujuan untuk memahami, menganalisa, dan mendeskripsikan empat tahapan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan bank sampah di Kecamatan Jatiasih. Teknik pengumpulan data menggunakan studi lapangan dan studi pustaka (observasi, wawancara, dokumen) dengan teknik perposive untuk memilih informan. Untuk menguji keabsahan data menggunakan tiangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, bahwa masyarakat terlihat tidak secara penuh terlibat pada proses keempat tahapan. Tahap pengambilan keputusan dan evaluasi dilakukan oleh stakeholder maupun kelompok masyarakat tertentu. Sedangkan masyarakat terlihat terlibat pada tahapan pelaksanaan dan pengambilan manfaat. Sehingga disimpulkan, tingkat kualitas partisipasi berada pada partisipasi tidak langsung dan partisipasi adanya reward. Saran yang dapat penulis berikan adalah memberikan porsi yang lebih luas kepada masyarakat untuk dapat terlibat secara penuh, menyediakan kotak saran, kecamatan dan kelurahan membantu korwil, sosialisasi terjadwal dilakukan ditiap Rt. This research is based on the problem waste in Bekasi City which reaches 1.714 tons per day. In resolving the waste problem, the Bekasi City Government through a program to develop model for selecting household waste and similar household waste has farmed a unit waste bank in each Rw. For this reason, the role of the community is needed realizing the management of waste banks independently.The purpose aims to describe and anlyze how community participation at each stage of activity in waste bank management in Jatiasih District uses Cohen and Uphoff’a theory, namely the stages of community participation decision making, implementation, benefit, and evaluation.The research method used is qualitative research method aims of undestranding, analyzing, and describing the four stages of community participation in waste bank management in Jatiasih District. Data collection techniques used field studies and literature studies (observation, interviews, documents) with perposive techniques to select informants. Validity data use triangulation techniques.The results of this study indicate that community does not appear to fully involved in process of the four stages. The decision making and evaluation stages are carried out stakeholder and certain community groups. Meanwhile the community seems to be involved in the implementation and benefit stages. Concluded, quality participation in inderect participation and participation of reward. Author can give are to provide a wider portoin of community to be fully involved, provide suggestion boxes, sub districts and ward help the regional coordinator, scheduled socialization carried out in each Rt
Perancangan Infografis Interaktif 2D Sebagai Media Informasi Krs Online Bagi Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Asia Malang
In early 2016 Asia University decided to use a new system in the process of drafting the KRS namely an online study plan card. The use of Online KRS system has few constraints because the new system is less socialization of its use so there are still many students who have not understood with the flow of filling Online KRS. Due to obstacles in the flow of filling Online KRS then selected an interactive infographic media to provide understanding and socialization of Online KRS to the students, especially new students who are just undergoing college.
Interactive infographic media is created by combining images, text, video, audio and 2-dimensional animation. In this media there are 3 menus: the menu about contains a brief summary of the application contents and a glance of Asia, KRS flow contains the process of filling Online KRS, and author's profile contains about the data of this media maker. In this media there are also exit button, maximaze button, picture button in KRS path to KRS flow description page and next back button. The colors used in this medium are blue, orange, black and white served younger. While the text used is Arial font, Arial Black, Arial Rounded MT Bold, and Arial Narrow.
Through this interactive infographic media, the students especially the new students who just undergo a period of unfamiliar and confused college can understand how the flow of filling Online KRS is still being run by Asia Malang. Based on the result of questionnaire of interactive infographic media testing on 60 people, it can be concluded with the interactive infographic media 32% of students were very understanding about the flow of filling Online KRS. 68% of respondents agreed and suitable use of this media as a medium of information flow process filling Online KRS.Pada awal tahun 2016 Perguruan Tinggi Asia memutuskan menggunakan sistem baru dalam proses penyusunan KRS yaitu kartu rencana studi online. Penggunaan system KRS online memiliki sedikit kendala karena sistem yang baru ini kurang sosialisasi penggunaannya sehingga masih banyak para mahasiswa yang belum mengerti dengan alur pengisian KRS online tersebut. Karena kendala dalam alur pengisian KRS Online maka dipilihlah media media infografis interaktif untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi tentang KRS Online kepada para mahasiswa khususnya mahasiswa baru yang baru menjalani masa kuliah maka diperlukan sebuah media sebagai media informasi.
Media infografis interaktif dibuat dengan penggabungan gambar, teks, video, audio dan animasi 2 dimensi. Didalam media ini terdapat 3 menu yaitu menu about berisi tentang rangkuman singkat isi dari aplikasi dan asia secara singkat, alur KRS berisi proses alur pengisian KRS Online, dan profil author berisi tentang data diri pembuat media ini. Pada media ini juga terdapat tombol exit, tombol maximaze, tombol gambar didalam alur KRS menuju halaman keterangan alur KRS dan tombol next back. Warna yang digunakan dalam media ini yaitu biru, jingga dan hitam putih disuguhkan lebih muda. Sedangkan teks yang dipakai adalah font Arial, Arial Black, Arial Rounded MT Bold, dan Arial Narrow.
Melalui media infografis interaktif ini para mahasiswa khususnya para mahasiswa baru yang baru menjalani masa kuliah yang tidak mengerti dan bingung dapat memahami bagaimana alur pengisian KRS online yang masih baru dijalankan oleh Asia Malang. Berdasarkan hasil kuesioner pengujian media infografis interaktif terhadap 60 orang, maka dapat disimpulkan dengan adanya media infografis interaktif 32% mahasiswa sangat mengerti tentang alur pengisian krs online. 68% responden setuju dan cocok penggunaan media ini sebagai media informasi alur proses pengisian krs online.
 
PEMANTAUAN KEBIJAKAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KECAMATAN GARUT KOTA OLEH TIM PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA KABUPATEN GARUT
Skripsi ini berupaya menyajikan hasil penelitian yang merefleksikan kegiatan Pemantauan Kebijakan Penataan Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Garut Kota oleh Tim Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Kabupaten Garut. Latar belakang dari penelitian ini ialah tercetusnya kebijakan Penataan Pedagang Kaki Lima yang diprakarsai pada era kepemimpinan Rudy Gunawan selaku Bupati Garut Periode 2014 – 2019, sebagai upaya dalam menata kembali pusat perkotaan dan menertibkan para Pedagang Kaki Lima yang berjualan di sekitar pusat kota, hingga dalam praktiknya ditemukan suatu kendala dari pelaksanaan kebijakan tersebut yang disebabkan karena tidak efektifnya kegiatan pemantauan (monitoring) kebijakan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari William N. Dunn (1999), beliau mengemukakan bahwa Pemantauan setidaknya memainkan empat fungsi yaitu Eksplanasi, Akuntansi, Pemeriksaan, dan Kepatuhan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan berupa observasi non- partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik triangulasi sumber dijadikan sebagai pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini, kemudian data-data tersebut direduksi, disajikan, dan ditarik simpulan. Berdasarkan penelitian Penulis, nyatanya kegiatan pemantauan kebijakan tidak dapat dipandang sebelah mata, dikarenakan pemantauan kebijakan memiliki peran yang vital dalam menilai dan mengawal sejauh mana kebijakan yang sedang dilaksanakan dapat berjalan sesuai dengan koridor tujuan dan sasaran kebijakan tersebut, sehingga Pemantauan Kebijakan tidak dapat hanya dimaknai secara harfiah saja, perlu dilakukan elaborasi yang mendalam, seperti pada aspek Kepatuhan, Pemeriksaan, Akuntansi, dan/ atau Eksplanasi, karena hasil dari pemantauan kebijakan dapat dijadikan acuan untuk melakukan upaya koreksi/ modifikasi kebijakan. ABSTRACT This paper presents the results of research that seeks to reflect the monitoring activities Structuring Street Vendors Policy in Garut Kota subdistrict by Team Arrangement and Empowerment of Street Vendors Garut. The background of this study is that the conclusions of the policy Structuring Street Vendor initiated the era of the leadership of Rudy Gunawan as Garut Regent Period of 2014 - 2019, as an effort to restructure the urban centers and curb the street vendors who sell at around the center of town, up in practice found a constraint on the implementation of the policy caused by lack of effective monitoring policy. The theory used in this study came from William N. Dunn (1999), he argued that the monitoring of at least play four functions, namely Explanation, Accounting, Auditing, and Compliance. This research is conducted by using descriptive and qualitative approach. Data obtained using literature study and field studies in the form of non-participant observation, in-depth interviews, and documentation. Triangulation techniques serve as a source of data validity checking in the study, then the data is reduced, presented, and the conclusions drawn. Based on the study of author, in fact monitoring policy can not be underestimated, because the monitoring policy has a vital role in assessing and guarding the extent to which the policy is being implemented to run in accordance with the corridor aims and objectives of the policy. So, the monitoring policy can not be simply interpreted a literal, depth elaboration is necessary, as in the aspect of Compliance, Auditing, Accounting, and/ or Explanation, because the results of the monitoring policy could be use as a reference to make efforts correction/ modification of the policy.</jats:p
