1,721,126 research outputs found
BUDAYA PROFETIK PUISI TAUFIK ISMAIL
This article is about prophetic culture on Taufik Ismail poems.
The interpretation method is used and it is related to the reality in order
to make it alive. There are three items which are found in the poem;
humanism, liberation, and transendence. Those three principles lead all
human to be closer to God
BUDAYA PROFETIK PUISI TAUFIK ISMAIL
This article is about prophetic culture on Taufik Ismail poems.The interpretation method is used and it is related to the reality in orderto make it alive. There are three items which are found in the poem;humanism, liberation, and transendence. Those three principles lead allhuman to be closer to God.</jats:p
Postkolonialisme dalam Puisi “Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini” Karya Taufik Ismail
Pendekatan postklonialisme pada puisi Kita adalan Pemilik Sah Negeri Ini karya Taufik Ismail bertujuan untuk mengidentifikasi unsur-unsur yang muncul pada kondisi sosial bangsa Indonesia. Karya puisi yang terbit pada tahun 1966 bersamaan dengan kondisi pergantian rezim di Indonesia pada tersebut. Tujuan penelitian ini adalah unutuk mendeskripsikan aspek postkolonalisme yang terdapat pada puisi Taufik Ismail yang berjudul Kita adalah Pemilik Sah Negeri Ini. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik penyajian data naratif terhadap puisi Taufik Ismail ini. Data pada penelitian ini adalah puisi Kita adalan Pemilik Sah Negeri Ini karya Taufik Ismail. Teknik analisis data yaitu dengan analisis pemaknaan pada diksi dan bait dalam puisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek postkolonialisme tampak dalam puisi Kita adalan Pemilik Sah Negeri Ini. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya aspek kesenjangan sosial, degradasi psikologis masyarakat Indonesia, dan ambivalensi. Kritik sosial oleh Taufik Ismail berkaitan dengan aspek postkolonialism
BUDAYA PROFETIK PUISI TAUFIK ISMAIL
This article is about prophetic culture on Taufik Ismail poems.
The interpretation method is used and it is related to the reality in order
to make it alive. There are three items which are found in the poem;
humanism, liberation, and transendence. Those three principles lead all
human to be closer to God
TELAAH STILISTIKA PUISI-PUISI RENDRA DAN TAUFIK ISMAIL
Wacana puisi merupakan salah satu bentuk wacana sastra yang
memanfaatkan sistem tanda bahasa yang khas. Oleh sebab itu, dapat
dibedakan ciri karakteristik wacana puisi yang satu dengan wacana puisi
lainnya. Sekaitan dengan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
karakteristik wacana puisi ciptaan Rendra dan Taufik Ismail, serta bentuk
gaya pengungkapan kedua wacana puisi tersebut. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode kualitatif. Populasi berjumlah 100 buah puisi yang
diperoleh dari kumpulan puisi ciptaan Rendra dan Taufik Ismail sebagai
sumber data dalam penelitian ini. Sampel yang diambil adalah 20% dari
populasi. Teknik penarikan sampel ini dilakukan secara sengaja atau sampel
bertujuan (purposive sampling). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya
persamaan dan perbedaan karakteristik antara wacana puisi ciptaan Rendra
dan wacana puisi Taufik Ismail melalui unsur-unsur wacana
REPRESENTASI NILAI RELIGI DAN KEPENGARANGAN PUISI-PUISI KARYA TAUFIK ISMAIL
Penelitian ini memaparkan representasi nilai religi dalam setiap bait-bait puisi karya Taufik Ismail. Puisi yang bernilai religius dapat digunakan untuk menyadarkan masyarakat (pembaca) untuk selalu bersyukur pada Tuhan Sang Penguasa. Kumpulan puisi Debu di Atas Debu: Kumpulan Puisi Dwi-Bahasa karya Taufik Ismail merupakan catatan-catatan emosional zaman dengan gejolak politik dan sikap bangsa Indonesia. Jenis penelitian ini berupa kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) serta pendekatan sosiologi sastra. Hal ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepengarangan Taufik yang terdapat pada representasi nilai religi di setiap bait-bait puisi. Melalui seni pedalangan ketika Taufik bermukim di Yogyakarta dan seni bakaba ketika Taufik pindah ke Bukittinggi yang merupakan bentuk gaya kepengaranan seorang penyair yang dipengaruhi kebudayaan lokal, Taufik ingin menyentuh perasaan pembaca akan representasi nilai religius untuk membentuk karakter bangsa.Kata Kunci: representasi; nilai; religi; kepengarangan; puisi This study describes the representation of religious values in each poetic verse by Taufik Ismail. Religious poetry can be used to make people (readers) aware to always be grateful to God the Lord. A collection of Debu di Atas Debu: Kumpulan Puisi Dwi-Bahasa by Taufik Ismail is an emotional record of the times with political turmoil and the attitude of the Indonesian people. This type of research is qualitative with the method of content analysis and the sociological approach of literature. This is aimed at describing Taufik's authorship in the representation of religious values in each verse of poetry. Through the art of puppetry when Taufik settled in Yogyakarta and bakaba art when Taufik moved to Bukittinggi which was a form of the poet's sound style influenced by local culture, Taufik wanted to touch the readers' feelings about the representation of religious values to shape the nation's character.Keywords: representation; values; religion; authorship; poetry
Ideologi perjuangan dalam puisi Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini karya Taufik Ismail
Poetry can be interpreted as a literary work that has an effective form and is usually used as material for social criticism. Literary works by Taufik Ismail describe many socio-critical issues in the life of Indonesian society. This study aims to describe the thoughts of struggle contained in the poem We Are the Legitimate Owners of the Republic of Indonesia by Taufik Ismail. The method used in this study is descriptive qualitative which originates from a poem by Taufik Ismail We Are the Legal Owners of the Republic of Indonesia. This poem was published in 1966. The results of this research show that there is a meaning that humans must have for struggle, namely to rise up, be enthusiastic, not easily give up and always lead to positive and quality things
KAJIAN BANDINGAN STILISTIKA DAN NILAI KARAKTER PUISI-PUISI RELIGI KARYA TAUFIK ISMAIL DENGAN LIRIK LAGU RELIGI OPICK
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan stilistika dan nilai karakter yang terdapat dalam puisi-puisi religi karya Taufik Ismail dan lirik lagu religi Opick. Subjek penelitian adalah puisi-puisi religi karya Taufik Ismail dan dan lirik lagu religi karya Opick serta objek penelitian ini adalah stilistika dan nilai karakter dalam puisi-puisi religi karya Taufik Ismail dan lirik lagu religi karya Opick. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis komparatif. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara puisi-puisi religi karya Taufik Ismail dengan lirik lagu religi Opick terdapat persamaan baik berupa bunyi, kata, kalimat, bahasa figuratif, citraan, maupun nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya. Namun, antara puisi dan lirik lagu yang telah diteliti juga terdapat perbedaan tetapi tidak terlalu menunjukkan hasil yang signifikan
Majas Dan Citraan Pada Kumpulan Puisi Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia Karya Taufik Ismail: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Di SMA
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bentuk permajasan pada kumpulan puisi Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia karya Taufik Ismail, (2) mendeskripsikan bentuk citraan pada kumpulan puisi Malu (Aku) Jadi Orang
Indonesia karya Taufik Ismail. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah bahasa figuratif dan citraan yang ada pada kumpulan puisi Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia karya Taufik Ismail. Sumber data yang diperoleh dari kumpulan puisi Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia karya Taufik Ismail penerbit Yayasan Indonesia. Teknik pengumpulan data yakni,
menggunakan Teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah model semiotik, yakni pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian ini adalah (1) pemanfaatan bahasa figuratif pada kumpulan puisi Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia karya Taufik Ismail. Majas
yang terdapat dalam kumpulan puisi Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia adalah (a) majas metonimia, (b) majas metafora, (c) majas simile, (d) majas sinekdok, (e) majas personifikasi, dan (f) majas hiperbola. (2) penggunaan citraan yang ada pada kumpulan puisi (Malu) Aku Jadi Orang Indonesia karya Taufik Ismail adalah (a) citraan penglihatan (visual imagery), (b) citraan gerak (movement
imagery), (c) citraan pendengaran (auditory imagery) dan (d) citraan intelektual (intellectual imagery)
NILAI PSIKOLOGI DALAM KUMPULAN SAJAK LADANG JAGUNG KARYA TAUFIK ISMAIL SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
Abstrak. Nilai psikologi kumpulan sajak ladang jagung karya Taufik Ismail serta implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai psikologi kepribadian melalui Id, Ego, dan Super Ego yang terdapat dalam Kumpulan Sajak Ladang Jagung karya Taufik Ismail serta implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini merupakan peneitian kepustakaan sehingga tidak terikat oleh sebuah tempat. Penelitian ini menggunakan metode penelitain studi pustaka, yaitu dengan membaca dan mempelajari buku- buku yang erat kaitannya dengam pembahasan masalah sehingga diperoleh teori dan referensi yang mendukung penganalisaan data.Kata Kunci : Nilai Psikologi, Sajak, Pembelajaran SastraAbstract. The psychological value of a collection of Corn Field Poems by Taufik Ismail and their implications for Literature Learning in high school. This research aimed to find psychological self value through Id, Ego, and Super Ego wich are in Kumpulan Sajak Ladang Jagung by Taufik Ismail and the implication of literature learning in senior high school. This research was literature review thet was not bonded by place. The writer used a literature review method, read and study books which are related to the research problem.Keywords : pshilogical value, poem, literature learnin
- …
