1,841,920 research outputs found

    TATA UPACARA PERKAWINAN DAN HANTARAN PENGANTIN BEKASRI LAMONGAN

    No full text
    ABSTRAK Bekasri Lamongan merupakan pengantin Tradisional yang merupakan warisan budaya lokal Lamongan yang tercermin pada tata rias, tata busana, dan penataan rambut serta rangkaian prosesi pernikahan diantaranya dengan berbagai macam jenis hantaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) tata upacara perkawinan Bekasri Lamongan serta maknanya, dan (2) jenis hantaran dan makna hantaran pengantin pada upacara perkawinan Bekasri Lamongan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dalam bentuk narasi yang dilakukan secara mendalam terhadap tata upacara perkawinan dan hantaran pengantin Bekasri Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tata upacara perkawinan Bekasri Lamongan terdiri dari tata upacara perkawinan pranikah, tata upacara perkawinan menjelang pernikahan dan tata upacara pasca nikah. (2) hantaran diberikan pada 3 tahapan yaitu pada tahap pranikah yaitu saat lamaran, berupa alat sholat oleh calon mempelai wanita kepada mempelai laki-laki yang bermakna supaya calon mempelai laki-laki rajin beribadah, sedangkan makanan yang rekat bermakna agar merekatkan kedua belah pihak. Calon mempelai laki-laki membalas lamaran dengan hantaran berupa pakaian “sak pengadek” yang merupakan simbolis keikhlasan lahir batin untuk memberi pada calon istri. Pada tahap menjelang pernikahan yaitu prosesi srah-srahan, hantaran berupa bahan makanan. Sedangkan pada tahap pasca nikah diberikan pada saat temu manten yaitu tikar dan bantal. Kata kunci: Pengantin Bekasri Lamongan, Tata Upacara Perkawinan, Hantaran Pengantin. ABSTRACK Bekasri Lamongan is traditional bride forms a local inheritance culture of Lamongan focuses in make up, dress-making, and hair styling and also a series of wedding procession which are with some kinds of wedding gift. The purpose of this research is to describe (1) wedding ceremony of Bekasri Lamongan and its meaning, (2) kinds of wedding gift and its meaning in the wedding ceremony of Bekasri Lamongan. The kinds of this research is qualitative description with collecting data technique which is used descriptive analysis in narration form which was done deeply about wedding ceremony and wedding gift of Bekasri Lamongan. The result of this research shows that (1) wedding ceremony of Bekasri Lamongan consists of wedding ceremony before marriage, wedding ceremony towards the wedding and wedding ceremony after marriage (2) wedding gift is given in three steps. They are on prewedding step, that is at engagement, consists of prayer equipment and some foods from the woman which have meaning in order to her fiance always pray frequently while some foods have meaning together each other. The fiance replies engagement with wedding gift contains cloths full of body that forms symbols of the sincere with all his heart and soul for his wife. On the towards wedding step is take and give procession, the gift contains of food material. While on the after marriage step is given in brade meeting which are pillow and bolster as a symbols. Key words : Bekasri bride Lamongan, wedding ceremony, wedding gift

    PELAKSANAAN SCHOOL EMPOWERING PROGRAME KETERAMPILAN TATA BOGA DI SMA ISLAM KEPANJEN

    No full text
    ABSTRAK   Aini, Yuli Suci Qurrotul. 2017. Pelaksanaan School Empowering Programe Keterampilan Tata Boga Di SMA Islam Kepanjen. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Rina Rifqie Mariana, M.P., (II) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si.   Kata Kunci: pelaksanaan, school empowering programe   School empowering programe merupakan pengembangan dari kegiatan ekstrakurikuler pilihan. School empowering programe yang sudah dijalankan di SMA Islam Kepanjen berjalan sejak tahun 2010. Program ini memiliki tiga bidang keahlian yaitu bidang keahlian multimedia dan desain grafis yang bekerja sama dengan POLINEMA, bidang keahlian otomotif yang bekerjasama dengan VEDC, dan bidang keahlian tata boga yang bekerjasama dengan Univesitas Negeri Malang.   Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kebijakan school empowering programedi SMA Islam Kepanjen, pelaksanaan school empowering programe keterampilan tata boga di SMA Islam Kepanjen, dan kendala pelaksanaan school empowering programe keterampilan tata boga di SMA Islam Kepanjen. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Islam Kepanjen. Informan dalam penelitian ini adalah ketua bagian school empowering programe, guru school empowering programe keterampilan tata boga, peserta didik school empowering programe keterampilan tata boga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan school empowering programe keterampilan tata boga yang dilaksanakan di SMA Islam Kepanjen: (1) Kebijakan program school empowering prorame dilatar belakangi masalah siswa yang lulus SMA Islam Kepanjen namun tidak melanjutkan  pendidikan ke perguruan tinggi, sehingga sekolah mendirikan program ini untuk memberikan bekal keterampilan kepada peseta didik, setiap peserta didik baru dapat memilih salah satu keterampilan sesuai dengan minatnya, struktur organisasi meliputi penanggung jawab, ketua bagian, dan guru pengajar school empowering programe, dana yang dibutuhkan untuk school empowering programe berasal dari SPP siswa; (2) Pelaksanaan school empowering programe keterampilan tata boga di SMA Islam Kepanjen, meliputi: media pembelajaran yang digunakan adalah handout, papan tulis, video memasak, dan gambar masakan, metode yang digunakan adalah metode ceramah dan demonstrasi, materi yang diajarkan sudah ditentukan oleh Universitas Negeri Malang yang bekerja sama dengan SMA Islam Kepanjen,  jadwal pelaksanaan adalah hari sabtu; (3) Kendala Pelaksanaan school empowering programe keterampilan tata boga di SMA Islam Kepanjen, meliputi: resep standar yang belum ada, sarana berupa kompor, alat masak, alat hidang, kursi, prasarana berupa ruang kelas yang disediakan hanya satu, guru pengajar yang masih diploma, jadwal pelaksanaan school empowering programe keterampilan tata boga, dan lingkungan alam seperti cuaca alam

    A Conserved GA Element in TATA-Less RNA Polymerase II Promoters

    No full text
    Initiation of RNA polymerase (Pol) II transcription requires assembly of the pre-initiation complex (PIC) at the promoter. In the classical view, PIC assembly starts with binding of the TATA box-binding protein (TBP) to the TATA box. However, a TATA box occurs in only 15% of promoters in the yeast Saccharomyces cerevisiae, posing the question how most yeast promoters nucleate PIC assembly. Here we show that one third of all yeast promoters contain a novel conserved DNA element, the GA element (GAE), that generally does not co-occur with the TATA box. The distance of the GAE to the transcription start site (TSS) resembles the distance of the TATA box to the TSS. The TATA-less TMT1 core promoter contains a GAE, recruits TBP, and supports formation of a TBP-TFIIB-DNA-complex. Mutation of the promoter region surrounding the GAE abolishes transcription in vivo and in vitro. A 32-nucleotide promoter region containing the GAE can functionally substitute for the TATA box in a TATA-containing promoter. This identifies the GAE as a conserved promoter element in TATA-less promoters

    REKAYASA TATA RIAS WAJAH PENGANTIN ARAB MODERN

    No full text
    Abstrak Tata rias wajah pengantin Arab memiliki karakteristik riasan yang tajam, glamour dan cenderung menor. Namun adanya tren tata rias wajah pengantin diharapkan depat menjadi inspirasi tata rias yang dapat mengesankan lebih anggun dan cantik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian responden terhadap hasil perwujudan tata rias wajah pengantin Arab modern. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah jenis metode dekriptif kualitatif. Dengan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu angket. Teknik analisis data menggunakan rumus mean/rata-rata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil perwujudan rekayasa tata rias wajah pengantin Arab modern mendapat respon dan penilaian sangat baik dan dapat diterima oleh panelis. Kata kunci: karakteristik pengantin Arab Abstract Arab bridal bridal make-up has sharp, glamorous makeup and tends to be menor. However, the bridal makeup make up trend is expected to be a makeup inspiration that can impress more elegant and beautiful. This study aims to determine respondents assessment of the results of the embodiment of modern Arab bridal makeup. The type of research method used is the type of qualitative descriptive method. The data collection methods used are interviews, observation and questionnaire. Data analysis techniques using the mean / average formula. The results of this study indicate that the results of the embodiment of modern Arab bridal make-up engineering received very good responses and ratings and were accepted by panelist. Keywords: characteristics of Arab brides

    Ultrastructural characterisation of Bacillus subtilis TatA complexes suggests they are too small to form homooligomeric translocation pores

    No full text
    Tat-dependent protein transport permits the traffic of fully folded proteins across membranes in bacteria and chloroplasts. The mechanism by which this occurs is not understood. Current theories propose that a key step requires the coalescence of a substrate-binding TatC-containing complex with a TatA complex, which forms pores of varying sizes that could accommodate different substrates. We have studied the structure of the TatAd complex from Bacillus subtilis using electron microscopy to generate the first 3D model of a TatA complex from a Gram-positive bacterium. We observe that TatAd does not exhibit the remarkable heterogeneity of Escherichia coli TatA complexes but instead forms ring-shaped complexes of 7.5–9 nm diameter with potential pores of 2.5–3 nm diameter that are occluded at one end. Such structures are consistent with those seen for E. coli TatE complexes. Furthermore, the small diameter of the TatAd pore, and the homogeneous nature of the complexes, suggest that TatAd cannot form the translocation channel by itself. Biochemical data indicate that another B. subtilis TatA complex, TatAc, has similar properties, suggesting a common theme for TatA-type complexes from Bacillus

    PENINGKATAN KETERAMPILAN TATA RIAS WAJAH MELALUI PELATIHAN TATA RIAS PANGGUNG BAGI TIM PADUAN SUARA GEREJA KRISTEN NAZARENE FILADELFIA YOGYAKARTA

    No full text
    Abstrak: Pelatihan keterampilan tata rias panggung diberikan pada Tim Paduan Suara di Gereja Kristen Nazarene Filadelfia Yogyakarta untuk meningkatkan keterampilan tata rias yang digunakan untuk penampilan tim paduan suara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengelolaan pelatihan keterampilan tata rias panggung, 2) aktivitas peserta pelatihan, 3) hasil pelatihan keterampilan tata rias panggung, 4) respons peserta pada pelatihan tata rias panggung. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan rancangan penelitian pre-test and posttest group design. Data yang didapat berupa hasil pengelolaan pelatihan, aktivitas peserta pelatihan, hasil pretest dan posttest keterampilan tata rias panggung, dan respon peserta pelatihan. Subyek penelitian adalah 26 orang anggota Tim Paduan Suara Gereja Kristen Nazarene Filadelfia Yogyakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes kinerja, dan angket. Metode analisis menggunakan rata-rata untuk pengelolaan pelatihan dan aktivitas peserta, hasil pelatihan menggunakan uji t dan respon peserta menggunakan persentase. Berdasarkan hasil analisis data, pengelolaan pelatihan tata rias panggung memperoleh penilaian dalam kriteria sangat baik. Aktivitas peserta pelatihan memperoleh penilaian dengan kriteria baik. Data hasil tata rias panggung yang diperoleh dari nilai pretest dan posttest menunjukkan perbedaan yang signifikan dan peningkatan setelah dilakukannya pelatihan pelatihan keterampilan tata rias panggung dengan metode demonstrasi dan panduan handout. Hasil akhir yang diterima menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan tata rias panggung sesudah dilakukan pelatihan bagi Tim Paduan Suara Gereja Kristen Nazarene Filadelfia Yogyakarta. Respon peserta terhadap pelatihan keterampilan tata rias panggung menunjukkan persentase rata-rata sebesar 100% dengan kriteria sangat baik. Kata kunci: Pelatihan, Tata Rias Panggung     Abstract: Stage makeup skills training is given to the member of choir team in the Church of Philadelphia Nazarene at Yogyakarta to improve their skills of makeup that used for performance. The purpose of this research is to find out about: 1) the execute of stage make up training, 2) the activities of participant, 3) the result of stage makeup skills training, 4) participant response about stage make up training. This research is a pre-experimental research that use pre-test and posttest group. The data result constitute the product of training execute, the activities of participant, the results of pretest and posttest stage makeup skills, and the participant response. The subjects of this research are 26 member of choir in the Church of Philadelphia Nazarene at Yogyakarta. The collection data method that used in this research is observation method, assignment tests, and questionnaire. Analysis method that use average to find out about training execute and the activities of participant. Ttest is use to find out about the training results and percentages is use to find out about the participant response. According to the data analysis, stage make up training execute was got score in very good criteria. The activity of participant was got score in good criteria. The result of stage make up from pretest score and posttest score shows significancy difference and increase after the stage make up training with the method of demonstration and handouts. The final result shows that stage make up skill is increase after executed training for the choir in the Church of Philadelphia Nazarene at Yogyakarta. The response of participants about stage make up training showsthe average percentage of 100% in the very good criteria. Keywords: Training, Stage Makeu

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TATA RIAS WAJAH SEHARI- HARI PROGRAM KEAHLIAN DOUBLE TRACK TATA RIAS SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK

    No full text
    Pendidikan dan teknologi menjadi dua aspek yang berkolaborasi dalam menciptakan media guna mendukung kegiatan belajar mengajar yang inovatif dan interaktif. Implementasi media yang sesuai dapat menciptakan iklim pembelajaran yang interaktif dengan memfasilitasi kemampuan siswa secara optimal. Oleh karena itu, media pembelajaran yang menarik memberikan peningkatan antusias peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kelayakan media pembelajaran, hasil belajar, dan respon yang ditunjukkan peserta didik dalam mengimplementasikan media pembelajaran interaktif tata rias wajah sehari-hari. Pendekatan penelitian ini menerapkan R&D dari Borg & Gall melibatkan 8 tahap meliputi (1) identifikasi potensi dan permasalah, (2) pengumpulan data, (3) desain, (4) validasi, (5) revisi desain, (6) uji coba, (7) revisi produk, dan (8) uji coba implementasi. Sumber data berjumlah 30 peserta didik Double Track Tata Rias di SMA Muhammadiyah 8 Gresik. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kelayakan dan kualitas media pembelajaran interaktif mendapatkan rata-rata 4,53 bermakna "sangat baik", 2) hasil belajar yang diperoleh melalui tes menunjukkan rata-rata 89,06 dengan tingkat ketuntasan 100%, dan 3) Respon peserta didik saat mengimplementasikan media pembelajaran ini memperoleh rata-rata nilai 4,41 atau "sangat baik". Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif tata rias wajah dalam keseharian layak diterapkan.   Kata Kunci: Media Pembelajaran Interaktif, Tata Rias Wajah Sehari- Har

    MODIFIKASI TATA RIAS PENGANTIN MUSLIM PUTRI JENGGOLO SIDOARJO

    No full text
    Tata rias pengantin Putri Jenggolo Sidoarjo dapat dipertahankan kelestariannya dan dikembangkan melalui cara modifikasi. Modifikasi berarti memberi sentuhan baru untuk menghasilkan tampilan yang bebbeda tanpa harus meninggalkan jejak asli dari karya tersebut. Modifikasi pengantin muslim “Putri Jenggolo” Sidoarjo dapat dilakukan dengan penambahan kreasi jilbab, busana yang digunakan sebagai pendukung, dan tata rias wajah yang memadu padankan dengan corak busana serta aksesoris yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perwujudan modifikasi tata rias pengantin muslim “Putri Jenggolo” Sidoarjo serta mengetahui hasil modifikasi tata rias pengantin muslim “Putri Jenggolo” Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian yang di nilai oleh 2 orang perias senior, 4 ahli rias, 1 ahli agama dan 23 panelis terlatih, menunjukkan bahwa hasil modifikasi tata rias wajah memperoleh nilai rata-rata 4,683 dinyatakan sangat baik, hasil kreasi kerudung dengan nilai rata-rata 4,758 dinyatakan sangat baik, hasil busana dengan nilai rata-rata 4,866 dinyatakan sangat baik, hasil nilai keseluruhan dengan nilai rata-rata 4,8 dinyatakan sangat baik. Hasil keseluruhan dinyatakan sangat baik karena hasil tata rias wajah, kreasi kerudung dan busana pengantin yang sudah menutup aurat sesuai dengan syariat Islam sangat serasi dan layak sebagai hasil kreasi tata rias pengantin muslim. Kata kunci : Pengantin Muslim “Putri Jenggolo” Sidoarjo, Modifikasi Tata Ria

    PENGARUH PROGRAM DOUBLE TRACK TATA BOGA TERHADAP PENINGKATAN MINAT WIRAUSAHA PESERTA DIDIK DI SMAN 1 KALIDAWIR

    No full text
    Progam double track merupakan salah satu program unggulan dari pemerintah provinsi Jawa Timur untuk mengembangkan keterampilan keahlian pada bidang pendidikan dengan memadukan program belajar regular dan kegiatan pembekalan keterampilan secara berdampingan yang bertujuan untuk menyiapkan peserta didik lulus dengan memperoleh ijazah formal dan sertifikat kompetensi keterampilan. Program double track tata boga, memiliki tujuan menyiapkan peserta didik dengan keahlian dan keterampilan dalam kompetensi keahlian tata boga agar kelak peserta didik lulus dapat bekerja di dunia usaha bidang boga maupun berwirausaha sendiri. Tata boga adalah pengetahuan di bidang boga (seni mengolah masakan) yang mencakup ruang lingkup makanan, mulai dari persiapan pengolahan sampai menghidangkan makanan itu sendiri yang bersifat tradisional maupun internasiona. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif observasional, dimana penelitian ini hanya melakukan pengamatan (observasi) pada subjek penelitian. Subjek penelitian merupakan siswa yang mengikuti program double track tata boga di SMAN 1 Kalidawir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner dengan 27 pernyataan mengenai minat berwirausaha. Hasil penelitian menunjukkan program double track tata boga berpengaruh terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI, dengan nilai t hitung 2,461 > t-tabel 1,984 dan nilai signifikansi 0,015 < 0,05 dan nilai signifikan determinasi (R2) sebesar 5,3% yang dipengaruhi dari kedua variabel dan selebihnya 94,7% dipengaruhi dari variabel lai

    HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MENGGAMBAR DESAIN RIAS DENGAN HASIL PRAKTEK TATA RIAS PENGANTIN JAWA PRODI S1 PENDIDIKAN TATA RIAS DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

    No full text
    Program Studi Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Surabaya menawarkan berbagai mata kuliah yangmencakup berbagai jenis teknik tata rias. Untuk mendapatkan hasil riasan yang sempurna, ada beberapa faktoryang perlu dipertimbangkan, dan salah satunya adalah elemen desain. Program Studi Pendidikan Tata RiasUniversitas Negeri Surabaya juga mencakup mata kuliah desain tata rias yang fokus pada pengajaran konsep dasardesain. Namun, ditemukan bahwa Mahasiswa yang telah mempraktikkan tata rias pengantin Jawa memperolehhasil yang berbeda-beda, ada yang selaras dengan prinsip desain dan ada yang menyimpang dari prinsip tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai kemampuan siswa dalam membuat desain tata rias,mendeskripsikan hasil praktik tata rias Pengantin Jawa, dan mengetahui hubungan antara kemampuan desaindengan hasil tata rias pengantin Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakanmetode korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata mahasiswa dikategorikan memilikikemampuan menggambar desain rias dan hasil praktek tata rias Pengantin Jawa dengan sangat baik, sehinggaterdapat hubungan yang signifikan antara variabel kemampuan menggambar desain rias terhadap hasil praktekrias Pengantin Jawa pada mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Rias di Universitas Negeri Surabaya.Kata Kunci : Hubungan, Desain Rias, Tata Rias Pengantin Jawa
    corecore