57 research outputs found

    Perbandingan aspek ekologi dan karakteristik bulubabi Tripneustes gratilla pada lokasi berbeda

    No full text
    ABSTRACT   Increasing of population growth leads to the settlement enlargement and constriction spatial of city residence, therefore a coastal reclamation becomes a choice. The reclamation affecting the population and the habitat of sea urchin Tripneustes gratilla by disturbing mutual relationship among organisms. The change of ecological haracteristics could be decreasing sea urchin resources. The T. gratilla culture in Indonesia has not been conducted commercially. Research about T. gratilla is limited because lacking of seed, eventhough an artificial spawning technique has been mastered. This research aimed to compare the characteristics of ecological aspect, food source, diameter, body weight, gonad weight, gonad index, specific growth rate (SGR), and survival rate of T. gratilla at the different sampling locations in Pelabuhan Tanjung, Tanjung Tuis, Kilongan permai, Biak, and Bolii. The advantage of the research expected to be an effective and efficient solutions in the advance of aquaculture by prioritizing a continuing environment conservation aspect. Experiment and survei method with randomized sampling location applied in five different locations. The results showed that the best sea urchin was in Tanjung Pelabuhan in June with diameter (55,60±1,96 mm), total weight (83,56±7,84 g), gonad weight (8,39±2,99 g) and gonad index (10,07±3,60%). In contrary, the lower quality of sea urchin was in May in Bolii with diameter (62,20± 2,78 mm), total weight (67,96±8,94 g), gonad weight (1,22±0,58 g), and gonad index (1,83±0,86%). The diameter, total weight, and gonad weight of sea urchin did not equivalent with gonad index. The second phase of this research showed that gonad weight of cultured sea urchin in treatment A was 31.99±0.38a g, while B was 31.74±0.61ab g, and C was 32.42±0.56b g. The SGR parameter in present study showed no difference among treatments.   Keywords: ecological characteristics, gonad index, Tripneustes gratilla     ABSTRAK   Pertambahan penduduk yang semakin meningkat, menyebabkan permukiman dan penataan kota menjadi sempit, reklamasi menjadi salah satu pilihan. Reklamasi pantai berpengaruh pada populasi dan ekosistem bulubabi Tripneustes gratilla sehingga simbiosis mutualisme terganggu. Karakteristik ekologi dapat berdampak pada menurunnya sumberdaya bulubabi. Di Indonesia kegiatan budidaya bulubabi secara komersial belum dilakukan. Penelitian tentang bulubabi untuk budidaya masih minim dilakukan karena ketersediaan benih. Penelitian bertujuan membandingkan karakteristik aspek ekologis, sumber pakan, diameter, berat tubuh, berat gonad, indeks gonad, survival growth rate dan tingkat kelangsungan hidup bulubabi diperairan Pelabuhan Tanjung, Tanjung Tuis, Kilongan permai, Biak, dan Bolii.  Kegunaan penelitian ini diharapkan menjadi solusi dalam pengembangan akuakultur dengan mengedepankan aspek kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei dan experimen dilakukan secara acak. Hasil survei menunjukkan bahwa pada lokasi Tanjung pelabuhan, diameter bulubabi terbaik di bulan Juni (55,60±1,96 mm), berat utuh (83,56±7,84 g), berat gonad (8,39±2,99 g) dan  indeks gonad (10,07±3,60 %). Terendah bulan Mei di lokasi Bolii, diameter (62,20± 2,78 mm), berat tutuh (67,96±8,94 g), berat gonad (1,22±0,58 g), dan indeks gonad (1,83±0,86%). Diameter bulubabi, berat utuh, dan berat gonad tidak berbanding lurus dengan indeks gonad. Eksperimen kedua menunjukkan bahwa berat gonad pada budidaya perlakuan A (31,99±0,38a g), B (31.74±0.61ab g), dan C (32,42±0,56b g). Sementara parameter SGR yang didapatkan pada penelitian ini tidak berbeda nyata antarperlakuan.   Kata kunci: karakteristik ekologi, indeks gonad, Tripneustes gratill

    Engineering Abalone (Haliotis asenina) Cultivation On Growth In Coastal Waters Of Uwedikan Village

    No full text
    Berdasarkan potensi perikanan, perairan laut kabupaten banggai, telah mengalami tekanan, dimana jumlah tangkapan menurun, baik ikan demersal, pelagis maupun kerangkerangan termasuk abalone. Untuk menjaga keseimbangan potensi perikanan, maka salah satu program untuk menjaga kelestarian tersebut diperlukan pengembangan budidaya abalon (Haliotis assenina). Desa Uwedikan merupakan desa yang memiliki perairan yang eksotik dan bioekonomi, namun karena faktor sumberdaya manusia yang terbatas sehingga pengelolaan sumber daya perairan perlu perhatian dan pengembangan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Program kemitraan, melalui pengolahan dengan sistem pengeringan, maupun pemasaran secara hidup dapat memenuhi permintaan pasar. Diharapkan desa Uwedikan menjadi sentral produksi abalon sehingga program Iptek bagi Masyarakat (IbM) melalui mitra, pengolahan abalone dengan inovasi sistem pengeringan, maupun pemasaran secara hidup dapat memenuhi permintaan pasar. Pertimbangan dalam rekayasa budidaya abalone yaitu, menipisnya stok abalon untuk indukan di alam, akibat penangkaran yang tidak selektifsehingga solusinya yaitu meningkatkan pengembangan budidaya dan ketersediaan pakan. Hasil analisis proximat abalon, menunjukkan bahwa kadar air ( 13,26%), abu (3,69 %), protein (59,70 %), lemak (3,86%) serat kasar (2,84 %) dan BETN (16,65%), sumber Lab. Nutisi BDP FPIK Institut Pertanian Bogor 2016. Luaran dalam kegiatan IbM Rekayasa Budidaya terhadap pertumbuhan abalon dapat terbitkan pada Jurnal Nasional terakreditasi atau telah terdaftar ISBN.Berdasarkan potensi perikanan, perairan laut kabupaten banggai, telah mengalami tekanan, dimana jumlah tangkapan menurun, baik ikan demersal, pelagis maupun kerangkerangan termasuk abalone. Untuk menjaga keseimbangan potensi perikanan, maka salah satu program untuk menjaga kelestarian tersebut diperlukan pengembangan budidaya abalon (Haliotis assenina). Desa Uwedikan merupakan desa yang memiliki perairan yang eksotik dan bioekonomi, namun karena faktor sumberdaya manusia yang terbatas sehingga pengelolaan sumber daya perairan perlu perhatian dan pengembangan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Program kemitraan, melalui pengolahan dengan sistem pengeringan, maupun pemasaran secara hidup dapat memenuhi permintaan pasar. Diharapkan desa Uwedikan menjadi sentral produksi abalon sehingga program Iptek bagi Masyarakat (IbM) melalui mitra, pengolahan abalone dengan inovasi sistem pengeringan, maupun pemasaran secara hidup dapat memenuhi permintaan pasar. Pertimbangan dalam rekayasa budidaya abalone yaitu, menipisnya stok abalon untuk indukan di alam, akibat penangkaran yang tidak selektifsehingga solusinya yaitu meningkatkan pengembangan budidaya dan ketersediaan pakan. Hasil analisis proximat abalon, menunjukkan bahwa kadar air ( 13,26%), abu (3,69 %), protein (59,70 %), lemak (3,86%) serat kasar (2,84 %) dan BETN (16,65%), sumber Lab. Nutisi BDP FPIK Institut Pertanian Bogor 2016. Luaran dalam kegiatan IbM Rekayasa Budidaya terhadap pertumbuhan abalon dapat terbitkan pada Jurnal Nasional terakreditasi atau telah terdaftar ISBN

    The Addition of Flour Kappaphycus alvarezii in Commercial Feed towards Tilapia (Oreochromis niloticus) Performance

    No full text
    Tilapia (Oreochromis niloticus) is one of fish that is suitable to be cultivated in floating net cages or in controlled containers, since tilapia is the omnivorous and is easily adjust to the environment. An artificial feeding in an intensive farming is one of the important supporting factor to increase production. Natural feed available could not meet the needs of fish, therefore in order to promote growth, it must be fulfilled by the artificial feed that could qualify nutrition. The research aims to observing the dose addition of flour Kappaphycus alvarezii in commercial feed to enhance the growth and the survival of O. niloticus. The usability of the research is the costs efficiency of feed and provides information on aspects of tilapia fish farming. The result of the research shows that daily specific growth rate performs that control treatment (0.94±0.14%) gives the best growth response compared to the treatment of seaweed flour 20% (0.06±0.04%), then is followed by the treatment of seaweed flour 5% (0.52±0.17). Further research statistic peforms that the control is significantly different to the treatment of seaweed flour 20% (p<0.05). For the best feed convertion ratio is in control (0.31±0.02) and the lowest is in the treatment of seaweed flour 20% (0.45±0.03). Then the best survival is in control treatment (80.00±0.00%), followed by treatment of seaweed flour 5% (76.670±0.00%) and the lowest survival is in treatment of seaweed flour 20% (63.33±0.06%)

    Pertumbuhan Abalon Haliotis asinina Pada Budidaya dengan Kedalaman Berbeda di Pantai Desa Uwedikan, Luwuk Timur

    No full text
    Abalon (H. asinina) sangat berpotensi untuk dibudidayakan di Desa Uwedikan, Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Propinsi Sulawesi Tengah. Wilayah ini adalah habitat endemik bagi Abalon dan memiliki sumberdaya alam yang masih terjaga kualitasnya. Metode budidaya tradisional menggunakan wadah-wadah yang diikatkan dan ditenggelamkan di sisi-sisi karamba jaring apung saat ini banyak dilakukan oleh masyarakat dengan kombinasi bersama budidaya rumput laut. Kedalaman wadah-wadah pemeliharaan tersebut bervariasi tergantung kondisi dimana karamba jaring apung ditempatkan. Penelitian ini dilakukan untuk untuk mengetahui adanya pengaruh kedalaman wadah pemeliharaan terhadap pertumbuhan Abalon. Penelitian dilakukan dengan desain rancangan acak lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan (kedalaman 100 cm, 200 cm dan 300 cm) dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh nyata dari kedalaman pemeliharaan terhadap pertumbuhan panjang, berat maupun laju pertumbuhan spesifik Abalon. Meskipun begitu, penelitian ini mengindikasikan adanya pengaruh faktor pakan alami dari lingkungan sekitar pemeliharaan yang menjadi sumber pakan tambahkan bagi Abalon sehingga muncul perbedaan pada hasil pengukuran parameter penelitian

    Jurnalistik Media Cetak (dalam Persfektif Islam)

    No full text
    Buku ini adalah salah satu bentuk nyata dari realisasi dan pengejawantahan ide sinerjitas ilmu. Buku ini diharapkan untuk memberi kontribusi penting yangdapat melahirkan inspirasi-inspirasi serta kesadaran baru dalam rangka pengembangan keberilmuan kita sebagai bagian dari civitas akademika UIN Alauddin yang muaranya diharapkan untuk pencapaian cita-cita UIN Alauddin seperti yangdisebutkan di atas. Hal ini sesuai dengan apa yang dikehendaki olehpara tokoh pendidikan muslim pasca Konferensi Pendidikan Mekkah dan pada konferensi-konferensi pendidikan setelahnya di beberapa negara

    PEMBERIAN JENIS PAKAN RUCAH TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN KUWE GERONG (Caranx inbobilis)

    No full text
    Ketersedian pakan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan kuwe gerong karena ketersediaan pakan merupakan persyaratan mutlak bagi berhasilnya budidaya ikan kuwe gerong. Diperlukan usaha pencarian jenis pakan yang berbeda untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal pada usaha budidaya ikan kuwe gerong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis pakan berbeda terhadap pertumbuhan ikan kuwe gerong (Caranx inbobilis). Metode yang diperlukan adalah metode eksperimental, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga perlakuan dan tiga ulangan sehingga terdapat Sembilan perlakuan yang digunakan dalam penelitian yaitu perlakuan A (pakan rucah bekicot), pelakuan B (pakan rucah keong bakau) dan perlakuan C (pakan pelet kontrol). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan harian, pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan dan kualitas air. Analisis ragam (ANOVA) digunakan untuk menegetahui pengaruh masing-masing perlakuan, kemudian dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang nyata pada pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian dan tingkat kelansungan hidup. Kisaran kualitas air sangat rendah tetapi masih bisa ditoleransi oleh ikan kuwe gerong

    Peran dan Tanggung Jawab Jurnalis Muslim

    No full text
    Seorang jurnalis Muslim mesti memiliki peran dan tanggung jawab serta sikap profesionalisme dan etika pada saat melaksanakan tugas-tugas jurnalistiknya dilandasi dengan nilai-nilai ajaran agama. Jurnalis Muslim juga memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, disamping karena dia berfungsi sebagai dai untuk menyebarluaskan nilai-nilai ajaran Islam, juga mengemban amanah khalayak dalam memperoleh informasi yang akurat, kredibel, jujur dan bermanfaat. Dimana dalam setiap pemberitaan yang disampaikan seorang jurnalis Muslim adalah informasi yang dapat memberi sumbangan besar kepada khalayak dalam arti yang positif, sebaliknya menghindari informasi yang kontraproduktif maupun yang provokatif. Terbitnya buku ini, antaranya adalah untuk menuntun para jurnalis Muslim dalam memenuhi harapan dimaksud

    Ilmu Komunikasi: Konstruksi, Proses, dan Level Komunikasi Kontemporer

    No full text
    Buku ini dimaksudkan sebagai panduan mempelajari Ilmu Komunikasi, khususnya di lingkungan UIN Alauddin Makassar. Juga diharapkan menjadi referensi bagi civitas akademika, utamanya dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi lain yang mempelajari komunikasi, serta kaum profesional dan masyarakat umum yang ingin mengetahui lebih mendalam mengenai seluk beluk Ilmu Komunikasi

    PERBEDAAN WARNA WADAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

    No full text
    ABSTRAK : Ketersediaan larva ikan nila mempunyai peranan yang penting karena dapat mendukung pembudidaya dalam pengembangan dan pemenuhan tersedianya benih ikan nila untuk budidaya, cara yang dilakukan untuk memenuhi tersedianya benih ikan nila adalah pengembangan larva ikan nila menggunakan warna wadah yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan warna wadah yang terbaik sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan sintasan larva ikan nila (Oreochromis niloticus). Kegunaan penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi kepada pembudidaya mengenai warna wadah yang sesuai untuk mempercepat proses pertumbuhan larva ikan nila. Organisme uji yang digunakan dalam penelitian ini yaitu larva ikan nila dengan padat tebar 25ekor/wadah.Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu A (wadah warna hijau), B (wadah warna hitam), C (wadah warna bening), D (wadah warna biru), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Analisis data menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terjadi perbedaan diantara perlakuan maka akan dilanjutkan dengan uji BNT yang dilakukan selama 4 minggu menunjukan bahwa rata-rata nila laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan biomass mutlak dan sintasan selama penelitian tidak berbeda nyata antar perlakuan A, B, C dan D. Kualitas air pada antar perlakuan masih dalam batas toleransi hidup larva ikan nila atau berada pada kondisi yang baik, berkisar antara suhu 25,5 – 32,2°Ϲ, pH 8,25–8,50, dan DO 5,0-7,7 mg/L
    corecore