8,134 research outputs found

    KONSEP MENGUBAH TAKDIR MENURUT MUHAMMAD SYAFI’I SARAGIH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep mengubah takdir menurut Muhammad Syafi’i Saragih dan implikasinya bagi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Sumber data primer penelitian ini adalah buku Mengubah Takdir karya Muhammad Syafi’i Saragih. Adapun sumber data sekunder penelitian ini adalah buku-buku, artikel jurnal, media masa, dan lain-lain yang terkait dengan tema penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen dan data diolah dengan metode reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini berupa konsep mengubah takdir menurut Muhammad Syafi’i Saragih yaitu sikap bijak dalam menyikapi takdir dan dimensinya, taubat sebagai langkah awal mengubah takdir, metode pembiasaan untuk mengubah takdir serta macam-macam pembiasaan berupa pembiasaan pada sektor akidah, ibadah, dan akhlak. Selain itu, Implikasi konsep mengubah takdir menurut buku karya Muhammad Syafi’i Saragih terhadap pembelajaran PAI yaitu implikasi terhadap tujuan pembelajaran PAI, pendidik, peserta didik, materi ajar dan metode pembelajaran PAI. Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan sumbangsih pengetahuan terkait konsep mengubah takdir dengan pembiasaan sehingga dapat diimplikasikan secara nyata pada proses pembelajaran PAI sehari-hari

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    Full text link
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUH DAN AGUS MUSTOFA DALAM MEMAKNAI TAKDIR

    Full text link
    Takdir merupakan suatu problematika keislaman yang menjadi pembahasan serius sejak awal munculnya aliran-aliran klasik seperti Qodariyah, Jabariyah, Mu’tazilah, Asy’ariyah. Dengan berpegang teguh pada pendapat masing-masing aliran, takdir memiliki variasi definisi yang luas dalam pembahasannya. Perbedaan itu terbawa hingga menginspirasi para pemikir setelahnya. Meskipun begitu banyak pembahasan yang muncul sebagai jawaban atas problematika tersebut, takdir selalu menyisakan suatu titik di mana akal dan intuisi manusia berhenti pada suatu keburaman yang tidak terjangkau. Dalam karya ini, penulis berupaya mengkomparasikan pemikiran Muhammad Abduh sebagai tokoh reformis mesir, seorang mufti dan teolog yang pemikirannya tentang pembaharuan telah menginspirasi tokoh-tokoh setelahnya, dengan Agus Mustofa seorang penulis yang karyanya bertemakan tasawuf modern dalam pembahasan mengenai takdir. Dalam pengkomparasian ini termuat persamaan dan perbedaan yang akan memaparkan kesesuaian takdir dari kedua tokoh tersebut. Abduh yang notabene hidup dalam masyarakat yang taklid buta dan Agus yang mengangkat problematika keengganan masyarakat untuk berusaha sama-sama mencoba merumuskan formulasi antara pengoptimalan akal dan usaha manusia dalam menentukan takdir. Tentunya takdir ini tidak terlepas dengan ketetapan Allah

    TAKDIR DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-AZHAR KARYA HAMKA DAN TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AL-ZUHAILI

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian dengan judul: Takdir dalam Perspektif Tafsir Al-Azhar Karya Hamka dan Tafsir Al-Misbah Karya Wahbah Al-Zuhaili ini disusun oleh Muhammad Nur Ulil Albab, NIM: 1880503220016. Dosen pembimbing Prof. Dr. Kojin, M.A dan Prof. Dr. Abad Badruzaman, Lc., M.Ag. Kata Kunci: Takdir, Tafsir Al-Azhar, Tafsir Al-Munir. Penelitian ini membahas tentang perbandingan pemikiran Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dan Wahbah dalam Tafsir Al-Munir tentang takdir. Banyaknya perdebatan yang terjadi terhadap permasalahan takdir sejak zaman dahulu hingga saat ini menimbulkan sikap saling menyalahkan dan mengkafirkan antar kelompok. Setidaknya ada tiga kelompok yang bersebrangan dalam perpandangan mengenai takdir ini, yaitu Jabariyyah, Qadariyyah dan Ahlussunnah wal Jama’ah. Hamka dan Wahbah merupakan tokoh mufassir kontemporer yang karyanya sangat terkenal dalam kehidupan modern. Keduanya berlatar belakang Ahlussunnah wal Jama’ah, namum memiliki madzhab dan letak sosial geografis yang berbeda. Fokus penelitian ini adalah pada bagaimana wawasan umum al-Qur’an tentang takdir? Bagaimana perbandingan pemikiran Hamka dan Wahbah tentang ayat-ayat takdir? Bagaimana elaborasi takdir dalam konteks kekinian?. Metode penelitian ini adalah library research dengan pendekatan deskriptif kualitatifif. Temuan dari penelitain ini adalah pertama, term takdir dalam al-Qur’an disebutkan 131 kali dengan berbagai bentuk. Dilihat dari maknanya terma tersebut terbagi menjadi lima macam. Dari makna-makna tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua klasifikasi, yakni ayat takdir mubram dan muallaq. Kedua, hasil perbandingan dalam mendefinisikan takdir menurut Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Munir adalah dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan lebih mengutamakan kehendak manusia untuk berfikir memilih dan memilah apa yang dilakukan. Hal ini menandakan bahwa Hamka lebih condong pada aliran Qadariyyah. Sedangkan Wahbah dalam Tafsir Al-Munir cenderung mengutamakan kehendak dan ketentuan Tuhan, yang mengisyaratkan Wahbah lebih condong pada aliran Jabariyyah. Ketiga, Elaborasi dari penelitian ini adalah sikap yang saharusnya dimiliki seorang muslim menghadapi takdir, yakni dengan senantiasa berusaha dan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Hal tersebut akan menjadikan hikmah memperoleh jiwa yang optimis, rendah hati, sabar dan tawakkal atas ketentuan Allah

    The Complete Muhammad Ali

    No full text
    Including material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Intro -- DEDICATION -- INTRODUCTION -- The Curious History of an Icon -- CHAPTER 1 -- CHAPTER 2 -- CHAPTER 3 -- CHAPTER 4 -- CHAPTER 5 -- CHAPTER 6 -- CHAPTER 7 -- Did the Secret Government Fear a U.S. Muslim/Overseas Muslim Alliance? -- CHAPTER 8 -- CHAPTER 9 -- The Break Between the Prophet and his Disciple -- CHAPTER 10 -- CHAPTER 11 -- CHAPTER 12 -- The GOAT (Greatest Of All Time): Ali or Louis? -- CHAPTER 13 -- The Nation of Islam, the Mob, Showdowns in Canada and Sonny Liston -- CHAPTER 14 -- CHAPTER 15 -- The Taunts: Marketing or Racism? -- CHAPTER 16 -- CHAPTER 17 -- CHAPTER 18 -- CHAPTER 19 -- Boxing and the Brain -- CHAPTER 20 -- Ali's Feet -- CHAPTER 21 -- Mr. Dick -- CHAPTER 22 -- CHAPTER 23 -- The Opening Ceremonies, November 2005 -- CHAPTER 24 -- December 2005, Las Vegas -- CHAPTER 25 -- CHAPTER 26 -- June 16, 2004 -- CHAPTER 27 -- CHAPTER 28 -- CHAPTER 29 -- Aix-en-Provence -- CHAPTER 30 -- Ali as a Black Nationalist -- San Francisco, January 2004 Black Liberation Book Fair -- CHAPTER 31 -- January 31, 2004 -- CHAPTER 32 -- October 2005, Chicago -- CHAPTER 33 -- Why Ali remained with Elijah instead of following Malcolm -- CHAPTER 34 -- CHAPTER 35 -- February 4, 2006, Oakland, California -- CHAPTER 36 -- Like Zeus Descending from Mount Olympus -- CHAPTER 37 -- CHAPTER 38 -- Tuesday, February 28, 2006, New York -- CHAPTER 39 -- Bigger Than Boxing -- CHAPTER 40 -- Tribes Gallery, New York, April 2006 -- CHAPTER 41 -- June 2006, Louisville, Kentucky -- CHAPTER 42 -- CHAPTER 43 -- CHAPTER 45 -- Bad Company -- CHAPTER 46 -- Coxson, A Very Charming Rogue -- CHAPTER 47 -- Ali and the largest embezzlement scheme in Wells Fargo history -- CHAPTER 48 -- CHAPTER 49 -- "Lonnie is a stabilizing force."-Harry Belafonte -- October 29, 2006 -- CHAPTER 50 -- Abdul Rahman -- CHAPTER 51 -- CHAPTER 52 -- CHAPTER 53How Will Ali Be Remembered? New York, January 8, 2005 -- CHAPTER 54 -- CONCLUSION -- AFTERWORD -- Boxers' Rights? -- BIBLIOGRAPHY -- MUHAMMAD ALI -- ISLAM AND NATION OF ISLAM -- BOXING -- RELATED SUBJECTS -- ALSO AVAILABLE FROM BARAKA BOOKSIncluding material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries

    DESIGN OF THE MANAGEMENT MODEL OF URBAN HOUSEHOLDS SOLID WASTE GENERATION

    Full text link
    One of the global problems related to the future of cities is the environmental problem, namely the amount of municipal solid waste. From this waste, several issues arise in various aspects, such as health, aesthetics, and social and environmental problems. So that focused research is carried out on the management of urban solid waste produced by households. The research objective is to design a conceptual model and determine the variables and indicators that affect the generation of urban household solid waste and determine what prevention can be done. The model intended consists of 5 variables and 17 indicators. Data was collected based on a survey method with a closed questionnaire distributed to 120 respondents aged ≥ 17 years and residing in Yogyakarta. Analysis of the model and variable relationships was carried out based on the Structural Equation Modeling (SEM) method with the help of AMOS 24 software. The results showed that the designed model was valid. Socioeconomic variables, KAP level, waste reduction, and seasonality are direct predictors determining waste generation behavior. Socioeconomic variables are also direct predictors of KAP level and seasonal variables, and KAP level variables are direct predictors of waste reduction and seasonal variable

    20 Hadis Takdir Agus Nurasikin 181370064 IHB5

    No full text
    Secara bahasa, hadis berarti berbicara, perkataan, percakapan. Hadis disebut juga 'Sunnah', yang secara istilah berarti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan landasan syariat Islam. Dan makalah ini berisi 20 hadis tetang takdir lengakap disertai keterangan nya

    Corrigendum to: Kearifan Ritual Jodangan dalam Tradisi Islam Nusantara di Goa Cerme [15(1), (2017), 42-57]

    No full text
    Corrigendum to: Takdir, Muhammad, (2017), IBDA, [15(1), (2017), 42-58] doi: 10.24090/ibda.v15i1.2017.pp42-58, in the article, author name typed as "Mohammad Takdir Ilahi". Last name deleted, so the author\u27s full name is "Mohammad Takdir"

    KONSEP TAKDIR MENURUT SYEKH JA’FAR SUBHANI(Kajian Buku Terjemah Al-Bada’ fi Dhau’ al-Kitab wa al-Sunnah)

    Full text link
    Muhammad Arsyad, 1001431060, Konsep Takdir Menurut Syekh Ja’far Subhani (Kajian Buku Terjemah Al-Bada fi Dhau’ al-Kitab wa al-Sunnah),Skripsi, Jurusan Akidah Filsafat, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora. Pembimbing Dr. Irfan Noor, M. Hum dan Drs. H. M. Kursani Ahmad, M. Ag. Penelitian ini bertolak dari perkembangan ilmu pengetahuan dan pemikiran dalam Islam, terutama dalam bidang teologi Islam.Teologi Islam atau yang sering disebut ilmu kalam ini turut mengalami perkembangan dari masa kemasa, baik karena dipengaruhi hasil temuan-temuan baru atau karena munculnya pemikiran-pemikiran baru dari hasil perdebatan, termasuk diantaranya adalah tentang takdir.Mengenai pembahasan tentang takdir, Syekh Ja’far Subhani salah seorang tokoh yang berlatar belakang Syiah menulis sebuah buku yang diberi judul Al-Bada fi Dhau’ al-Kitab wa al-Sunnah, yang mana di dalamnya terdapat sebuah konsep yang disebut Al-Bada’.Hal tersebut mendapat perhatian dari peneliti dan tertarik untuk meneliti. Adapun yang menjadi pokok permasalahan yaitu: bagaimana konsep takdir menurut Syekh Ja’far Subhani? dan bagaimana perbandingan konsep takdir Syekh Ja’far Subhani dengan aliran teologi Islam?. Tujuan dari penelitian ini adalah: Pertama, ingin mengenalkan sosok Syekh Ja’far Subhani yang mana beliau juga termasuk seorang teolog, sejarawan, dan fuqaha. Kedua, ingin mengungkap gagasan pemikiran beliau tentang takdir yang menjadi pembahasan utama dalam tulisan ini.Ketiga, ingin mengetahui sesuatu yang khas dari pemikiran Syekh Ja’far Subhani untuk membandingkannya dengan konsep takdir dalam pandangan aliran-aliran Kalam. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research), dengan menggali data dari sumber buku kepustakaan yang memadai untuk diambil dalam penelitian ini.Sumber yang diambil terdiri dari literatur-literatur yang ditulis Syekh Jafar Subhani sebagai sumber formal, serta literatur-literatur lain yang berhubungan dengan rumusan masalah sebagai sumber sekunder penelitian. Setelah melalui teknik analisis deskriptif kualitatif dalam penelitian ini menghasilkan temuan-temuan, yaitu: Pertama, Konsep Al-Bada’ menurut Syekh Ja’far Subhani adalah bagian dari konsep takdir, dan bukunya yang menjadi objek kajian disini berisikan tentang pembelaan terhadap konsep Al-Bada’. Kedua, Mengenai kehendak mutlak Tuhan, Ja’far Subhani sependapat dengan kelompok Jabariyah, namun menurutnya Tuhan tidak terikat dengan apa yang telah ditakdirkannya. Ketiga, mengenai kebebasan manusia, ia sependapat dengan Mu’tazilah, Menurutnya manusia memiliki kebebasan memilih, tidak digerakakan dan tidak dipaksa. Manusia memiliki hak untuk mengubah takdirnya

    Corrigendum to: Kearifan Ritual Jodangan dalam Tradisi Islam Nusantara di Goa Cerme [15(1), (2017), 42-57]

    No full text
    Corrigendum to: Takdir, Muhammad, (2017), IBDA, [15(1), (2017), 42-58] doi: 10.24090/ibda.v15i1.2017.pp42-58, in the article, author name typed as "Mohammad Takdir Ilahi". Last name deleted, so the author's full name is "Mohammad Takdir"
    corecore