488 research outputs found
KOMPARASI HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANTARA SISWA YANG DIAJAR DENGAN METODE ACCELERATED LEARNING MODEL MASTER DAN METODE CERAMAH SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KAUMAN PONOROGO TAHUN AJARAN 2013/2014
Sulastri, Enik. 2014. Komparasi Hasil Belajar Matematika antara Siswa yang Diajar dengan Metode Accelerated Learning Model MASTER dan Metode Ceramah Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kauman Ponorogo Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pembimbing: Drs. Jumadi, M.Pd.
Kata Kunci: Accelerated Learning, Model MASTER, Hasil Belajar Matematika
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas X yang diajar dengan metode pembelajaran Accelerated Learning model MASTER dan metode ceramah di SMA Negeri 1 Kauman Ponorogo. Ada 2 masalah yang akan dibahas didalam penelitian ini. 1) Apakah ada perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang diajar dengan metode Accelerated Learning model MASTER dan siswa yang diajar dengan metode ceramah?. Apakah respon siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan metode Accelerated Learning model MASTER termasuk dalam kategori baik?
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian adalah post-test only control design. Penelitian ini adalah penelitian terhadap populasi yang terdiri dari seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Kauman Ponorogo tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 112 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan random sampling, sehingga diperoleh dua kelas yaitu kelas XA sebagai kelas eksperimen yang akan diberikan metode pembelajaran Accelerated Learning model MASTER dan XB sebagai kelas kontrol yang akan diberikan metode ceramah yang masing-masing kelas berjumlah 28 siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes, angket dan dokumentasi. Data penelitian diperoleh dari tes hasil belajar yang berupa post-test. Analisis data perbedaan hasil belajar menggunakan uji t (independent sample test) dengan tes satu sisi atas.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran Accelerated Learning model MASTER memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran dengan metode ceramah. Nilai rata-rata post-test pada metode pembelajaran Accelerated Learning model MASTER adalah 75,0357sedangkan model pembelajaran ceramah rata-rata nilai post-testnya adalah 66,214. Hasil output SPSS untuk uji-t dengan taraf signifikansi 5% menunjukkan nilai t dengan equal variances assumed sebesar 3,803 dan nilai Sig.(2-tailed) = 0.000. Karena menggunakan uji hipotesis satu sisi, maka nilai Sig.(2-tailed) harus dibagi dua menjadi 0.000/2 = 0.000. Karena Sig.(2-tailed) < α=0.05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan metode Accelerated Learning model MASTER lebih baik daripada siswa yang diajar dengan metode ceramah pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Kauman Ponorogo. Rata-rata prosentase hasil angket respon siswa terhadap metode Accelerated Learning model MASTER sebesar 67%. Nilai ini diinterpretasikan dalam kriteria kebaikan termasuk kategori respon yang baik
Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Penurunan Miskonsepsi Siswa SMA
Enik Setianingsih, 2016. Pengembangan Modul Pembelajaran Dinamika Gerak Berbasis inkuiri terbimbing tSiswa Kelas X SMA/MA. TESIS. Pembimbing I: Prof.Dr.H.Widha Sunarno. M.Pd., Pembimbing II: Sukarmin,S.Pd, M.Si., Ph.d. Program Studi Magister Pendidikan Sains, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Pada saat memasuki belajar konsep fisika yang baru, siswa tidak datang dengan pikiran kosong tanpa memiliki pengetahuan awal, siswa biasanya telah memiliki wawasan dari pengalaman sehari-hari dan informasi sekitar. Kadang-kadang konsep awal yang telah di bangun siswa tidak sesuai dengan dengan konsep ilmu yang sudah di sepakati oleh para ahli. Keadaan demikian disebut dengan miskonsepsi. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui:(1)karakteristik modul pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing untuk penurunan miskonsepsi pada materi dinamika gerak untuk siswa SMA kelas X, (2) kelayakan modul pembelajaran berbasis inkuiri untuk menurunkan miskonsepsi pada materai mekanika newton tentang gerak untuk siswa SMA kelas X, (3) Ada penurunan miskonsepsi fisika setelah di beri modul pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing pada materi dinamika gerak untuk siswa SMA kelas X. Penelitian menggunakan metode pengembangan (R&D) yang mengacu pada model yang dikemukakan oleh Thiagarajan, yang dilaksanakan dari bulan Juli 2015 hingga Mei 2016. Kelayakan media divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, validasi guru, dan validasi teman . Subjek uji coba penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 2 Jombang tahun akademik 2015/2016 sebanyak 34 siswa dengan rincian 10 siswa sebagai subjek uji coba terbatas dan 30 siswa sebagai subjek uji coba pemakaian. Modul disebarkan pada guru-guru fisika SMA. Data hasil penelitian berupa nilai validasi modul oleh ahli, guru dan teman sejawat, respon keterbacaan siswa, dan hasil penurunan miskonsepsi dengan menggunakan uji t-test paired two sample for mean menggunakan software SPSS 18. Penelitian pengembangan yang telah dilaksanakan memberikan kesimpulan : (1) langkah-langkah prosedur pengembangan yang dilakukan untuk mengembangkan modul fisika berbasis inkuiri terbimbing materi dinamika gerak menggunakan model 4-D yang diawali tahap 1 define yaitu melakukan studi literatur yang meliputi analisis siswa, kurikulum dan materi, tahap 2 design yaitu pemilihan format modul, tahap 3 develop yaitu desain awal modul, validasi produk, uji coba terbatas, perbaikan, uji coba luas, dan tahap 4 disseminate yaitu penyebaran modul pada guru fisika SMA. Pengembangan yang dilakukan mengacu pada langkah yang dinyatakan oleh Thiangarajan dan telah tervalidasi; (2) modul fisika berbasis inkuiri terbimbing materi dinamika gerak untuk siswa kelas X SMA yang dikembangkan dinyatakan layak dengan kategori sangat baik; (3) Ada penurunan miskonsepsi fisika setelah diberi modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi dinamika gerak Kata kunci: Miskonsepsi, Modul Fisika, Inkuiri Terbimbin
Perbedaan Hasil Belajar Larutan PenyanggaSiswa Kelas XI MAN Malang 1 antara Siswa yang Diajar Menggunakan Model Learning Cycle 5E dengan yang Diajar Menggunakan Learning Cycle 5E Berbantuan Media Animasi
ABSTRAK Apriliyanti, Enik Dwi. 2015. Perbedaan Hasil Belajar Larutan PenyanggaSiswa Kelas XI MAN Malang 1 antara Siswa yang Diajar Menggunakan Model Learning Cycle 5E dengan yang Diajar Menggunakan Learning Cycle 5E Berbantuan Media Animasi. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Muntholib, S.Pd., M.Si., (II) Dr. Irma K. Kusumaningrum, S.Si, M.Si Kata Kunci : learning cycle 5E,media animasi, hasil belajar, larutan penyangga Karakteristik ilmu kimia adalah sebagian besar konsep-konsepnya bersifat abstrak. Sifatnya yang abstrak menyebabkan kimia cenderung menjadi pelajaran yang sulit bagi kebanyakan siswa. Fenomena kimia digambarkan dan dijelaskan oleh para ahli kimia menggunakan level-level representasi yang meliputi representasi makroskopik, (sub)mikroskopik, dan simbolik. Levelmolekuler tidak dapat diamati secara langsung, olehkarena itu merupakan suatu hal yang penting untukmemberikan gambaran/visualisasi pada level molekular kepada siswa. Media animasiadalah sebuah media berbasis komputer yang memungkinkan siswa untuk melihat penyebab terjadinya fenomena kimia pada level partikulat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hasil belajar Larutan Penyangga siswa yang diajar menggunakan model Learning Cycle-5E. 2)hasil belajar Larutan Penyangga siswa yang diajar menggunakan model Learning Cycle-5E berbantuan media animasi. 3) perbedaan hasil belajar Larutan Penyangga antara siswa yang diajar menggunakan modelLearning Cycle-5E dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Learning Cycle-5E berbantuan media animasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan posttest only design. Penelitian ini dilakukan di MAN Malang 1. Teknik pengambilan sampel dengan cara random sampling. Dari seluruh populasi yaitu sebanyak 5 kelas XI IPA, diambil dua kelas yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle-5E berbantuanmedia animasi, sedangkan kelas kontrol dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle-5E. Instrumen perlakuan berupa silabus, RPP, Lembar Kerja Siswa, dan media animasi. Instrumen pengukuran hasil belajar berupa soal-soal ulangan harian berupa dua puluh soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata Larutan Penyanggasiswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaranLearning Cycle-5E berbantuan media animasi sebesar 71,88, sedangkan siswa yang dibelajarkan dengan Learning Cycle-5E memiliki hasil belajar rata-rata 65,47. Dari hasil t-test dapat disimpulkan bahwa skor rata-rata hasil belajar kognitif Larutan Penyangga siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle-5E berbantuan media animasilebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaranLearning Cycle-5E
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK SOLUTION-FOCUSED BRIEF COUNSELING (SFBC) BERBASIS CYBER-COUNSELING UNTUK MENINGKATKAN SELF EFFICACY SISWA DI MTS HASANUDIN SIRAMAN
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Penerapan Konseling Kelompok Solution-Focused
Brief Counseling (SFBC) Berbasis Cyber-Counseling untuk meningkatkan Self
Efficacy Siswa di MTs Hasanudin Siraman” ditulis oleh Enik Idawati, NIM
17306163041 , Jurusan Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin Adab
dan Dakwah, Pembimbing Desika Nanda Nurvita, M.Pd.
Kata kunci: Konseling kelompok, cyber-counseling, self efficacy
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya self efficacy yang tinggi
dimiliki oleh siswa. Kondisi di lapangan menunjukkan sebagian besar siswa
masih memiliki self efficacy dalam kategori rendah. Hal ini menyebabkan para
siswa tidak menggunakan kemampuan mereka secara optimal dalam melakukan
suatu tugas. Secara tidak langsung, para siswa yang memiliki self efficacy dalam
kategori rendah cenderung tidak percaya diri dan mengabaikan kemampuannya
dalam bertindak. Sehingga tidak hanya akan berdampak pada tugas belajar,
melainkan juga tugas-tugas lainnya sebagai remaja. Rumusan masalah pada
penelitian ini adalah apakah penerapan konseling kelompok solution-focused brief
counseling (SFBC) berbasis cyber-counseling dapat meningkatkan self efficacy
siswa di MTs Hasanudin Siraman? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui penerapan konseling kelompok solution-focused brief counseling
(SFBC) berbasis cyber-counseling dapat meningkatkan self efficacy siswa di MTs
Hasanudin Siraman.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain
penelitian pre-test post-test one group design. Desain penelitian ini tidak memiliki
kelompok pembanding, sehingga peneliti hanya membandingkan keadaan ketika
diberi pre-test dan post-test. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX di MTs
Hasanudin Siraman. Sampel penelitian ini adalah para siswa kelas IX MTs
Hasanudin Siraman yang berjumlah 57 siswa. Subjek penelitian berjumlah 4
siswa yang terdiri dari 1 laki-laki dan 3 perempuan yang diambil dari hasil skor
angket self efficacy yang masuk dalam kategori rendah. Instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini menggunakan angket self efficacy. Sebelum instrumen
digunakan, terlebih dahulu dilakukan pengujian persyaratan analisis meliputi uji
validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan
teknik statistik parametris uji paired sample t test dengan menggunakan aplikasi
SPSS Statistics 20.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling kelompok
solution-focused brief counseling (SFBC) berbasis cyber-counseling dapat
meningkatkan self efficacy siswa. Selain itu, terdapat peningkatan skor self
efficacy pada subjek penelitian, yaitu AJ dari 78 menjadi 99, AK dari 77 menjadi
103, RS dari 79 menjadi 113, BE dari 78 menjadi 105. Peningkatkan self efficacy
mampu membuat siswa berpikir positif terhadap kemampuan yang dimiliki,
mampu menggunakan, serta mengoptimalkan kemampuannya untuk melakukan
suatu pekerjaan atau tugasnya sebagai seorang siswa. Keterbatasan penelitian
adalah terkendala oleh jaringan internet yang kadang susah, respon yang lambatdari konseli, dan tidak adanya interaksi langsung sehingga tidak memunculkan
reaksi emosional yang secara langsung dapat diinterpretasikan oleh konselor
Analisis Nosibagi Pengolahan Kapuk dalam Tinjauan Hukum Islam di Desa Dalaka Kecamatan Sindue
This thesis is entitled Nosibagi Analysis of Kapuk Processing in Islamic Law Review in Dalaka Village, Sindue Subdistrict, by stating the main problem, How is the analysis of the Nosibagi kapok processing in Dalaka Village, Sindue District and how Islamic law reviews the Nosibagi system for kapok processing in Dalaka Village, Sindue District The method uses qualitative methods with data and data observation approaches starting from the beginning, where the author sees and analyzes things that are pleasing to the required data, especially Nosibagi (profit sharing) processing of kapok in Dalaka Village, Sindue District. Based on the results of the study, it shows that, First, the Nosibagi analysis of kapok processing in Dalaka Village, Sindue Subdistrict, is carried out orally among the parties concerned, with the provision of mutual trust with each other with a 50/50% share, including the owner of the capital and the manager. Second, in the review of Islamic law, this division prioritizes the value of justice for the parties concerned, where the owner of the capital does not take all of his shares if the sales of cotton mattresses and pillows are lacking, and the owner of the capital gives bonuses to managers in order to get more results. Managers, it is better to maintain the level of fairness in the distribution of the results of kapok processing which can be developed downward. Even though the agreement was made orally. It is hoped that the Government will pay more attention to the business of kapok processing so that the agreement is carried out well, as well as provide training on how to share good results according to Islamic law
PENGARUH PENJUALAN TEH TERHADAP BREAK EVEN POINT (BEP) PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VIII (PERSERO)
Dalam Penjualan yang tinggi merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapai perusahaan. Namun hal ini untuk mencapai kearah tersebut banyak hal yang menjadi sub-sub permasalahannya yang hendak kita perhitungkan salah satunya Perhitungan Break Even Point. Yang menjadi titik dimana perusahaan tidak memperoleh keuntungan dan juga tidak mengalami kerugian untuk memperoleh Break even point terdapat variabel-variabel yang berhubungan bahkan mempengaruhi secara langsung terhadap Perhitungan Break Even Point. Variabel-variabel tersebut salah satunya adalah penjualan.
Penelitian yang dilakukan pada PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero) ini bermaksud untuk mengetahui perkembangan perjualanan dan perkembangan Break Even Point serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan penjualan terhadap Break Even Point pada PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero). Metode Penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode Deskriptif Kuantitatif yakni pendekatan ilmiah terhadap pengambilan keputusan manajerial dan ekonomi, dimana pendekatan ini terdiri atas perumusan masalah, menyusul model, mendapatkan data, mencari solusi, menguji solusi, menganalisa hasil dan mengimplementasikan hasil.
Hasil pengujian hipotesis yang berdasarkan analis regresi, korelasi dan teterminasi dari penelitian yang dilakukan pada PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero) menghasilkan persamaan regresi Y = -174709,86 + 1,613 X dengan nilai korelasi r = 0,952 yang artinya adalah bahwa nilai korelasinya sebesar 0,952 yang berarti pengaruh penjualan Terhadap Break Even Point pada PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero) sangat kuat dan nilai koefisien determinasinya sebesar KD = 90,6% berarti pengaruh penjualan terhadap Break Even Point lebih dari sedangkan sisanya sekitar 9,4% di pengaruhi oleh faktor lainnya. Dan hasil pengujian hipotesis menyatakan bahwa, Pengaruh Penjualan Terhadap Break Even Point adalah signifikan, hal itu terlihat bahwa t hitung lebih besar dari t tabel (t hitung 5,366 > t tabel 2,353) Maka variabel bebas signifikan terhadap variabel terikat. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penjualan berpengaruh terhadap Break Even Point pada PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero)
- …
