1,720,965 research outputs found
PERTUMBUHAN DUA VARIETAS BIBIT TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera L.) DENGAN PEMBERIAN DOSIS KOMPOS LIMBAH PADAT PABRIK TEH
Keberhasilan budidaya anggur tidak terlepas dari ketersediaan bibit dalam jumlah yang banyak dan berkualitas. Upaya untuk mendapatkan bibit dalam jumlah yang banyak dan seragam yaitu dengan stek batang. Bibit anggur memerlukan media tanam yang subur untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya, untuk itu perlu diberikan bahan organik berupa kompos limbah padat pabrik teh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan dua varietas bibit tanaman anggur yang diberi kompos limbah padat pabrik teh. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus - November 2019, di Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama terdiri dari 4 taraf: 0, 20, 40, dan 60 g/polybag. Faktor kedua terdiri dari 2 taraf: Varietas Yellow belgie dan Caroline black rose. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara dosis kompos limbah padat pabrik teh dan dua varietas bibit anggur tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit tanaman anggur, yang berpengaruh hanya masing-masing perlakuan. Varietas Yellow belgie memperlihatkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan varietas Caroline black rose. Pemberian kompos limbah padat pabrik teh 60 g/polybag memberikan hasil yang lebih baik terhadap berat segar akar dan berat kering akar dibandingkan dengan dosis lainnya.
Kata Kunci: Bibit Anggur, Kompos, Limbah Padat Pabrik Teh, Varieta
PENDIDIKAN ANAK METODE NABI (Kewajiban Menyusui, Mengasuh Dan Menjamin Nafkah Anak)
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma`ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut". “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadny
EKSISTENSI ADVOKAT MENURUT HUKUM ISLAM (Peluang Advokat bagi Sarjana Syari’ah dalam Proses Penegakan Hukum)
Dengan telah diundangkannya Undang-undang No.18 tahun 2003 tentang advokat, maka telah terbuka peluang bagi sarjana Syari’ah untuk menjadi advokat. Keberadaan advokat sebagai pemberi jasa hukum dalam suatu perkara (al-wakalah fi al-khusumah) dibolehkan dalam Islam, karena telah mempuyai landasan hukum yang cukup kuat. Untuk memberikan jasa hukum tersebut seorang advokat harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, dan tidak boleh diberikan jasa hukum yang bertentangan dengan aturan Allah SWT. Sarjana Syari’ah sebagai salah satu sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum telah diberi peluang menjadi advokat, dan dapat berprofesi memberikan jasa hukum, baik dalam pengadilan (litigasi) maupun diluar pengadilan (non litigasi)
KEDUDUKAN ANAK HASIL KAWIN HAMIL KARENA ZINA (Studi Perbandingan antara Kompilasi Hukum Islam dan Fiqh)
Tulisan ini dilatar belakangi kenyataan bahwa syari’at Islam telah secara tegas menyatakan, seorang anak baru memiliki hubungan nasab dengan ayahnya jika terlahir dari perkawinan yang sah, sehingga muncul pula istilah anak sah. Jika pengertian anak sah tersebut adalah anak yang lahir ”dalam” perkawinan yang sah kemudian dihubungkan kepada kebolehan mengawini perempuan hamil karena zina yang terdapat dalam salah satu pasal Kompilasi Hukum Islam, akan tampak bahwa Kompilasi Hukum Islam membuka kemungkinan tertampungnya anak yang lahir akibat perkawinan hamil ke dalam pengertian anak sah atau mempunyai hubungan nasab dengan laki-laki yang menghamili ibunya. Setelah melakukan analisis terhadap konsep fikih dan Kompilasi Hukum Islam mengenai kedudukan anak hasil kawin hamil karena zina yang dirumuskan dalam Kompilasi Hukum Islam tersebut tidak sejalan dengan konsep fikih
URGENSI KAFA’AH DALAM PERKAWINAN SERTA KAITANNYA DENGAN POLA HUBUNGAN SUAMI ISTRI DALAM PERBEDAAN STATUS SOSIAL (Studi pada Dosen IAIN Kerinci)
Kafa’ah bukanlah syarat sah perkawinan. Ia hanyalah anjuran yang harus diperhatikan oleh pasangan yang akan menikah. Dimana orang yang akan menikah diharapkan memiliki kesetaraan social dan agama agar setelah diikat dalam akad perkawinan tidak ada yang merasa dihina atau diperlakukan tidak terhormat oleh pasangannya dengan alasan status social atau lainnya. Adanya kafa’ah ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan kebahagiaan bagi pasangan yang akan menikah pasca akad pernikahannya nanti. Dalam menciptakan hubungan yang ideal antara suami dan istri dalam berumah tangga pasca menikah, maka pasangan suami dan istri hendaknya membangun sebuah interaksi positif, harmonis dengan suasana hati damai yang tercermin pula dalam keseimbangan hak dan kewajiban satu sama lain. Hal ini tentunya guna mencapai tujuan dari sebuah perkawinan yakni mewujudkan kehidupan berumah tangga yang “sakinah mawaddah wa rahmah”. Interaksi positif dan harmonis antara suami dan istri yang tercermin dalam keseimbangan antara hak dan kewajiban merupakan sebuah perwujudan hubungan yang ideal dan setara antara suami dan istri. Selain interaksi positif, hubungan yang ideal dan setara antara suami dan istri juga dapat dilihat dari beberapa aspek seperti pola pembagian kerja, pola pemenuhan nafkah keluarga dan pola pengambilan keputusan dalam keluarga. Dimana semua itu harus dijalankan dengan cara saling memahami perbedaan pendapat dan pilihan peran, saling menerima kondisi pasangan apa adanya serta saling memberdayakan untuk peningkatan kualitas pasangan dan mengahadapi segala masalah secara bersama.Kafa’ah bukanlah syarat sah perkawinan. Ia hanyalah anjuran yang harus diperhatikan oleh pasangan yang akan menikah. Dimana orang yang akan menikah diharapkan memiliki kesetaraan social dan agama agar setelah diikat dalam akad perkawinan tidak ada yang merasa dihina atau diperlakukan tidak terhormat oleh pasangannya dengan alasan status social atau lainnya. Adanya kafa’ah ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan kebahagiaan bagi pasangan yang akan menikah pasca akad pernikahannya nanti. Dalam menciptakan hubungan yang ideal antara suami dan istri dalam berumah tangga pasca menikah, maka pasangan suami dan istri hendaknya membangun sebuah interaksi positif, harmonis dengan suasana hati damai yang tercermin pula dalam keseimbangan hak dan kewajiban satu sama lain. Hal ini tentunya guna mencapai tujuan dari sebuah perkawinan yakni mewujudkan kehidupan berumah tangga yang “sakinah mawaddah wa rahmah”. Interaksi positif dan harmonis antara suami dan istri yang tercermin dalam keseimbangan antara hak dan kewajiban merupakan sebuah perwujudan hubungan yang ideal dan setara antara suami dan istri. Selain interaksi positif, hubungan yang ideal dan setara antara suami dan istri juga dapat dilihat dari beberapa aspek seperti pola pembagian kerja, pola pemenuhan nafkah keluarga dan pola pengambilan keputusan dalam keluarga. Dimana semua itu harus dijalankan dengan cara saling memahami perbedaan pendapat dan pilihan peran, saling menerima kondisi pasangan apa adanya serta saling memberdayakan untuk peningkatan kualitas pasangan dan mengahadapi segala masalah secara bersama
PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN FIQH UNTUK SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI)
selama ini fiqh diajarkan dengan metode yang relatif konvensional. Artinya, proses belajar mengajar dilakukan dengan cara penyampaian materi, dilanjutkan dengan menghafal dan praktik, sehingga bagi sebagian siswa terkesan monoton dan membosankan. Tidak jarang pula, karena alasan mengejar target kurikulum, para pendidik membebani siswa dengan materi yang begitu banyak tanpa memperdulikan apakah siswa telah benar-benar paham, tertarik dengan yang diajarkan atau tidak. Padahal suasana belajar yang monoton akan menciptakan suasana yang tidak nyaman bahkan bisa mengakibatkan stres. Kondisi yang tidak kondusif ini akan sangat menyulitkan untuk meningkatkan minat belajar fiqh dan dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Sehingga dibutuhkan suatu upaya pengembangan metode pembelajaran fiqh yang sesuai, tepat dan menyenangkan.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP MINAT INVESTASI SAHAM SYARIAH : Studi Kasus Galeri Investasi Syariah IAIN Kerinci
This study was conducted to examine the effect of financial literacy on student interest in investing in Islamic stocks at the Sharia Investment Gallery of IAIN Kerinci. Therefore, the sample used in this study amounted to 70 people. This research data analysis tool uses simple linear regression analysis. Where the results of the study indicate that financial literacy has a positive and significant effect on student interest in investing in sharia shares at the Sharia Investment Gallery of IAIN Kerinci, with the magnitude of the influence being 42.4%
PENGARUH PAHAM KEAGAMAAN DAN RELIGIUSITAS TERHADAP ETOS KERJA PEDAGANG MUSLIM DI KOTA SUNGAI PENUH
This study aims to analyze the influence of religious beliefs and religiosity on the work ethic of Muslim traders in Sungai Penuh City. The method used is a quantitative approach, with data collected through questionnaires distributed to 104 Muslim traders. Data analysis was conducted using linear regression techniques to determine the extent to which religious beliefs and religiosity contribute to work ethic. The results show that religious beliefs have a significant positive effect on the work ethic of traders, where religious values motivate them to work harder and more honestly. Additionally, religiosity also significantly contributes to the enhancement of work ethic, with traders who possess high levels of religiosity tending to demonstrate better discipline and responsibility in running their businesses. These findings are expected to provide insights for traders and policymakers in developing strategies to improve work ethic within the community, as well as to strengthen the role of religious values in the business world. This study also aims to serve as a foundation for further research on the relationship between religion, religiosity, and economic behavior in a broader context
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
