1,720,964 research outputs found
PARTISIPASI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS DI PONDOK PESANTREN
Decision making is one of the leader's strategic tasks in carrying out his leadership duties. Therefore information, participation from various parties and aspects in the management system, will determine the quality of decisions made by the leadership. Kyai as the highest leader of pesantren will determine the direction of development and make quality long-term strategic decisions in the face of global change. The ability of Kyai in managing information from subordinates in society can be seen from his decision making methods, namely full power and power sharing. The focus of this research lies in how Kyai utilize and manage information to make a positive contribution to produce quality decisions in Pondok pesantren Kyai Syarifuddin, Lumajang ? This research uses a qualitative approach with case study. The results showed that Kyai as a leader in pesantren have full authority in decision making, both short and long term. However, However, the Kyai as leaders of pesantren still ask for input information from the pesantren administrators as a material consideration in making quality decisions. The quality of decisions determined by a leader is very dependent on the extent to which information material data considerations provide an influence on the outcome of the decision
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN SPIRITUAL QOUTIENT (Studi MTs Miftahul Huda Selok Anyar Pasirian)
Persoalan kecerdasan, dalam konteks pembelajaran merupakan masalah yang mendasar. Hal ini karena manusia yang menjadi obyek sekaligus subyek dalam proses pelaksanaan pendidikan memiliki berbagai potensi kecerdasan, baik akal maupun imajenasi yang dapat dikembangkan secara maksimal. Otak manusia, struktur mental, dan anatomi-spikologis serta fakultas ruhaniyah yang diciptakan oleh Allah SWT merupakan makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya dengan tugas sebagai rahmatan lil alamin.
Dengan demikian manusia sebagai makhluk Allah SWT dianugerahi potensi kecerdasan yang tidak terbatas. Namun demikian banyak kalangan yang sangat menghawatirkan dengan hasil proses pendidikan yang laksanakan oleh kebanyakan lembaga pendidikan saat ini, yaitu dinama anak didik sebagai manusia hanya dibangun dari strumktur otak saja dalam menghadapi kondisi kehidupan masyarakat saat ini.
Dari analisis data diperoleh kesimpulan bahwa program pendidikan spiritual quatient di MTs. MifThul Huda terencana dengan baik dalam bentuk ibadah sehari-hari (aqidah akhlak), hubungan sesama manusia dengan istilah “Diri dan mengenel Diri†(PKn), dan hubungan dengan alam lingkungan dengan istilah dzikrul alam. Dari proses pendidikan spiritual quatient ini didapatkan hasil baik, dimana 11,32% katagori “Rendahâ€, 15,09% masuk dalam katagori “Sedangâ€, dan 73,58% termasuk dalam katagri “Baikâ€. Maka dengan ini pendidikan spiritual quatient yang dilaksanaka di MTs. Miftahul Huda dianggap berhasil.
Maka dengan demikian bahwa pendidikan spiritual quatient merupakan salah satu pontensi kecerdasan yang dimiliki manusia dan dikembangkan secara maksimal dan optimal karena dengan kecerdasan spiritual quatient ini anak didik bisa memfungsi IQ dan EQ secama sempurna dalam konteks kehidupan anak didik dimasa depan
Sekolah Unggulan Tuntutan Pendidikan Global
The development of the world of education is very fast and competitive, the global world has contributed a lot to the direction of change in the education world, including in Indonesia. This change requires every educational institution to keep pace with the times in dynamic changes and competition, educational institutions that are able to show their superiority will be able to enter in this competition. The superior school which is the dream of all circles and groups should have clear terminology that can be understood by everyone, so that the word "superior" does not become the intellectual superiority of some people.
In some developed countries, to indicate a good school it does not use the word “excellent†but uses the term “effective†and so on, in terms of the size of the content of superior schools in Indonesia it also does not meet the requirements. Top schools in Indonesia only measure part of their academic ability. In the real concept, a superior school is a school that continuously improves its performance and uses its resources optimally to develop overall student achievement
THE ROLE OF WORK MOTIVATION IN IMPROVING EMPLOYEE PERFORMANCE IN ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS
As a learning agents, Islamic Religious Education Teachers (GPAI) have a central role in building the quality of PAI learning. One of the factors that influence the quality of PAI learning is the selection to learnthe right learning approach by GPAI in designing and managinto learnng. Therefore, in the context of learning reform that should be carried out by PAI teachers is how to change the pattern of PAI learning activities which are dominated by the application of conventional (teacher-oriented) learning approaches to student-oriented learning approaches. One of them is a problem-solving strategy. The purpose of this research is an effort to cover GPAI skills in exploring students' abilities to think creatively, critically and rationally through problem-solving learning models and strategies. This study uses a qualitative approach to the type of library research. Sources of research data come from books, journals and scientific articles. All data obtained were analyzed with a hermeneutic scalpel. The results of this study indicate that problem-solving learning strategies can stimulate students to think creatively, critically and rationally. The motivation for work is based on employees' increased performance in Islamic educational institutions. Educational institutions are various formal institutions with different individual characters and motivations. Motivation Work appears in the behaviour of everyone inside an activity or work, and motivation is a person's mental state that drives to do something giving action-guiding force to achievement need. Motivation can raise encouragement or Work Spirit for every individual. Push or Spirit of work is strongly influenced by factors situation, workmate, policy, reward, type of work, and moderate challenges someone faces. This objective study reveals another aspect of the base motivation of employees to increase performance to get results and work maximum according to the stated target. This article uses the qualitative method, data collection using the form of interviews and observations, and then For analyze data using interactive analysis. The data obtained conclude that motivation for the work of teachers and employees in institutions of Islamic education is not only financially oriented, but other factors can underlie the base motivation of teachers and employees, that as intention devotion For practising knowledge with reward as a form of worship to Allah SWT. Intention and sincerity is the main asset for teachers and employees in institutions of Islamic education, so performance they Keep going to experience positive changes and developments for progress and quality education in institutions of Islamic teaching
Konsep Profesionalitas Guru Perspektif Masyarakat Pesantren di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Miftahul Ulum Lumajang
Peningkatan kompetensi guru menentukan kualitas pengajarannya sekaligus kualitas pendidikannya. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme tersebut, misalnya dengan melakukan sertifikasi guru, mengadakan pelatihan dengan pembiayaan yang ditanggung pemerintah (continuous professional development), mengadakan program pendidikan profesi guru dan lain sebagainya. Penelitian ini ingin melihat bagaimana profesionalitas guru dalam perspektif masyarakat pesantren, dan bagaimana implementasi profesionalitas guru di madrasah diniyah Miftahul Ulum Jatiroto Lumajang. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah konsep profesionalitas guru dalam perspektif masyarakat pesantren meliputi,kedewasaan bersikap, loyalitas tinggi dan pakar dalam bidang keilmuan agama. Loyalitas dan kepakaran menjadi hal yang paling urgen di madrasah diniyah berbasis pesantren. Loyalitas dapat muncul karena pesantren secara eksplisit membentuk karakter kepribadian santri sebagai orang yang taat kepada pimpinannya (baca: kiai). Begitu pula kepakaran, sekalipun tidak ada standar baku, pesantren memiliki distingsi tersendiri dalam menseleksi guru-guru yang akan mengajar. Secara implementatif di madrasah diniyah Miftahul Ulum,profesionalismeguru dilakukan dengan upaya pembentukan Badan Pengelola Soal (BPS), penugasan guru terlebih dahulu dan membentuk kegiatan diklat halaqoh
Pendampingan Masyarakat Desa Kloposawit Candipuro Lumajang dalam Mengurai Kebiasaan Buang Air Besar di Sungai Berbasis Participatory Action Research
Abstrak: Desa Kloposawit merupakan desa yang dijadikan percontohan dalam bidang pertanian di Kecamatan Candipuro. Berbagai profesi masyarakat di desa ini yaitu, Petani, Buruh Tani, peternak, Wirausaha, PNS, non PNS, Pedagang, Penjahit, dan lain-lain. Namun, mayoritas penduduk Desa Kloposawit berprofesi sebagai buruh tani. Desa Kloposawit memiliki potensi alam yang cukup kaya dengan dianugrahi lahan yang luas dan cukup subur serta memiliki sumber air yang bagus. Untuk keperluan air minum dan memasak, masyarakat sudah memanfaatkan secara maksimal sumber air yang ada seperti sumur dan sungai. Namun, karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang dampak dan bahaya buang air besar sembarangan, masyarakat menjadikan sungai sebagai tempat pengganti MCK. Melihat kondisi masyarakat yang demikian, kami bersama masyarakat sepakat untuk mengurangi kebiasaa buang air besar di sungai. Usaha yang dilakukan tidak lepas dari peran masyarakat yang menjadi pelaku utama untuk mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Cara yang kami ambil dalam bidang kebersihan lingkungan adalah pendampingan untuk pembuatan MCK
THE TRIPOLAR TYPOLOGY OF RELIGION: FOSTERING MODERATION, HARMONY AND RESILIENCE IN THE GLOBALIZATION ERA
Amidst the diversity of ethnicities, cultures, and religions, conflicts often arise due to extremists who claim to possess absolute truth. Alan Race’s Tripolar Typology of Religion categorizes religious perspectives into three types: exclusivism, inclusivism, and pluralism. Rigid exclusivism frequently triggers conflicts, whereas the more open approaches of inclusivism and pluralism promote tolerance and interreligious dialogue. This research aims to describe these three typologies and introduce religious moderation as a response to existing divisions. The study employs a qualitative approach, utilizing a literature review as its primary research method. Data collection techniques involve descriptive-analytic methods, including reading, understanding, reviewing, and analyzing relevant literature. The findings reveal that the typology of religion, religion itself, and globalization are deeply interconnected in shaping the contemporary religious landscape. Understanding these three concepts is essential for comprehending the dynamics of religion in the context of diversity and the challenges posed by globalization. Religion in the age of globalization faces complex issues such as extremism, radicalism, and modernization. Religious moderation emerges as a balanced response to these challenges, offering a middle ground that harmonizes the interpretation of religious texts with universal human values. A comprehensive understanding of the typology of religion, the interplay between religion and globalization, and the principles of religious moderation is crucial for fostering a more peaceful and tolerant world. By respecting differences and upholding shared human values, we can work towards creating a better future for al
Dinamika Kepemimpinan Pondok Pesantren Kiai Syarifuddin Lumajang
Dalam kajian manajemen, kepemimpinan merupakan salah satu aspek yang sangat menarik untuk dikaji secara serius. Konteks kepemimpinan selalu dinamis seiring dengan perkembangan kehidupan manusia, termasuk kepemimpinan di lembaga pendidikan Islam. Dasar Perubahan selalu dimulai dari proses panjang Perubahan nilai-nilai dasar kehidupan di masyarakat yang pada tingkat selanjutnya merubah pola komunikasi, kebutuhan dasar, dan pandangan hidup mereka. Perubahan aspek kehidupan ini berdampak pada kepemimpinan organisasi. Kajian ini difokuskan pada bagaimana masa depan lembaga pendidikan Islam dalam memberikan jawaban terhadap masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dilihat dari sisi kepemimpinan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif guna memberikan pengetahuan lebih mendalam tentang masalah dasar Perubahan. Dengan kajian kualitatif diharapkan memberikan gambaran data di Balik sesuatu yang tampak dilihat dari ide, gagasan, dan strategi dalam menata manajemen lembaga pendidikan yang sangat urgen dalam merubah arah dan pencapaian tujuan lembaga pendidikan. Kajian ini menemukan bahwa Perubahan tipologi kepemim-pinan merupakan tuntutan dari Perubahan manajemen organisasi dalam mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, Perubahan tipologi kepemim-pinan akan memberikan dampak terhadap keberlangsungan dan kualitas pendidikan Islam di Indonesia di masa mendatang. Pemimpin lembaga pendidikan Islam saat ini dituntut untuk merancang manajemen organisasi yang dapat menggerakkan seluruh elemen kekuatan untuk menuju kemajuan organisasi dalam menjawab tantangan Perubahan.
Kata Kunci: dinamika kepemimpinan, kiai, pondok pesantren, tipologi kepemimpionan
 
- …
