1,720,978 research outputs found

    TINGKAT SERANGAN PENYAKIT VSD (Oncobasidium theobromae ) PADA LIMA KLON KAKAO DI DUSUN LAWANI KABUPATEN LUWU TIMUR

    Full text link
    Vascular Streak Dieback (VSD) yang disebabkan oleh cendawan Oncobasidium theobromae  adalah salah satu penyakit penting pada tanama kakao. Percobaan ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat serangan VSD pada beberapa klon kakao lokal, (2) mengetahui beberapa metode untuk mencegah penyakit VSD dipertanaman. Percobaan ini berlokasi di pertanaman kakao di dusun Lawani, Kab. Luwu Timur, pada bulan Maret - April 2017 Percobaan ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengamatan tingkat serangan VSD pada lima klon kakao lokal pada lahan 1 ha dengan 1000 populasi tanaman kakao. Penentuan pohon sampel setiap klon dilakukan  secara diangonal  dengan lima pohon sampel setiap titik diagonal. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan perhitungan tingkat serangan VSD pada tanaman kakao. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tingkat serangan VSD tertinggi pada klon MCC 02 dan terendah pada klon M05. Tingkat ketahanan 5 klon kakao berturut - turut adalah M-05, BB-01, MCC-01, THR, MCC 02.   &nbsp

    Tingkat Serangan Hama Penggerek Buah Kakao (Conopomorpha cramerella Snellen ) pada Lima Klon Kakao Lokal

    Full text link
    Salah satu penyebab turunnya produksi dan produktivitas kakao nasional disebabkan serangan hama penggerek buah kakao (PBK), Conopomorpha cramerella (Snellen). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui  daya tahan  klon kakao lokal terhadap serangan hama PBK , (2) Mengetahui beberapa metode untuk mencegah hama PBK dipertanaman. Penelitian ini menggunakan metode  deskriptif kuantitatif. Luas lahan adalah 1 ha untuk 2 lokasi yang berbeda. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan cara area sampling.Penentuan pohon sampel setiap klon dilakukan  secara diangonal  dengan lima pohon sampel setiap titik diagonal. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan perhitungan tingkat kerusakan buah kakao oleh PBK. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat serangan hama PBK tergolong sedang. Klon yang paling tahah adalah  klon MCC 02  (8%) dan klon yang paling rentan adalah klon BB (16 %).Beberapa cara pengendalian yang dilakukan berupa pemangkasan, pemupukan,panen teratur dan sanitas

    IDENTIFIKASI CENDAWAN PADA BIJI KAKAO KERING DITINGKAT PETANI

    Full text link
    Rendahnya kualitas biji kakao diakibatkan oleh proses penanganan  pasca panen yang tidak optimal ditingkat petani sehingga berbagai jenis kerusakan yang dapat timbul pada biji kakao. Salah satunya adalah beberapa jenis cendawan yang dapat menyerang biji kakao pascapanen. Hal ini akan berpengaruh terhadap nilai jual biji kakao. Antisipasi kerusakan perlu dilakukan penanganan untuk meminimalisir tingkat kerusakan biji kakao. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui jenis - jenis cendawan  yang menyerang dan karakteristik biji kakao kering yang terserang cendawan. Percobaan ini dilakukan pada bulan Mei–Agustus 2018. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 wilayah (Bone, Soppeng dan Luwu) Provinsi Sulawesi-Selatan. Metode percobaan secara deskriptif dengan pengamatan secara langsung pada biji kakao, isolasi cendawan menggunakan media  DG 18 dan  Identifikasi cendawan berdasarkan Pitt and Hocking (1997). Hasil percobaan menunjukkan bahwa jenis cendawan yang ditemukan adalah Aspergillus sp., Penicillium sp. dan Fusarium spp

    PEMBERDAYAAN PETANI DALAM PENGGUNAAN AGENS HAYATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT SAYUR DI KAB. ENREKANG

    No full text
    Penggunaan agens hayati sangat memungkinkan untuk diterapkan bagi petani sayur dataran tinggi karena mikroba antagonis mudah dikembangkan dengan media dari limbah pertanian, mudah diaplikasikan, dan biayanya jauh lebih murah dibandingkan dengan pestisida sintetik. Melalui program pemberdayaan masyarakat ini akan mengedukasi petani tentang pengembangan agens hayati dalam skala petani untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi petani sayur yang mandiri dalam pengendalian hama penyakit tanaman, meningkatkan keterampilan petani dalam produksi agens hayati, menerapkan teknologi produksi dan aplikasi agens hayati skala petani di pertanaman sayur. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah Penyuluhan, Pelatihan, Demonstrasi Pendampingan dan pembinaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani sangat antusias belajar dan mempraktekan cara produksi dan aplikasi agens hayati dipertanaman sayuran. Petani telah dapat memperbanyak agens hayati dengan media kompos kemudian diaplikasikan langsung ke pertanaman

    Pemberdayaan Masyarakat Tani dalam Input Teknologi Agribisnis Cabe di Kab. Tanatoraja

    Full text link
    Musim panen cabai yang menyebabkan harga cabai sangat murah oleh karena itu petani membutuhkan teknologi penanganan pasca panen cabai. Peningkatan nilai jual produk cabai dapat ditingkatkan dengan mengolah cabai segar menjadi bubuk. Program ini sangat memungkinkan untuk diterapkan bagi petani cabai karena Cabai yang dikembangkan adalah sistem budidaya ramah cabai lokal. Teknologinya mudah diterapkan, penggunaan alat sederhana dan biaya lebih murah. Melalui program ini telah mengedukasi petani tentang pentingnya input teknologi agribisnis dalam pengolahan komersial cabai skala petani sebagai sumber pendapatan tambahan. Program ini bertujuan untuk memberdayakan petani secara mandiri dalam penanganan pasca panen cabai dan pengolahan yang bernilai jual, meningkatkan keterampilan petani dalam produksi cabai bubuk, menerapkan pengembangan teknologi agribisnis cabai. Demonstrasi dan Pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 petani perempuan terampil dalam pengolahan cabai segar menjadi cabai bubuk, pengemasan dan pemasaran.Musim panen cabai yang menyebabkan harga cabai sangat murah oleh karena itu petani membutuhkan teknologi penanganan pasca panen cabai. Peningkatan nilai jual produk cabai dapat ditingkatkan dengan mengolah cabai segar menjadi bubuk. Program ini sangat memungkinkan untuk diterapkan bagi petani cabai karena Cabai yang dikembangkan adalah sistem budidaya ramah cabai lokal. Teknologinya mudah diterapkan, penggunaan alat sederhana dan biaya lebih murah. Melalui program ini telah mengedukasi petani tentang pentingnya input teknologi agribisnis dalam pengolahan komersial cabai skala petani sebagai sumber pendapatan tambahan. Program ini bertujuan untuk memberdayakan petani secara mandiri dalam penanganan pasca panen cabai dan pengolahan yang bernilai jual, meningkatkan keterampilan petani dalam produksi cabai bubuk, menerapkan pengembangan teknologi agribisnis cabai. Demonstrasi dan Pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 petani perempuan terampil dalam pengolahan cabai segar menjadi cabai bubuk, pengemasan dan pemasaran

    EVALUASI MODEL PENGERINGAN LAPISAN TIPIS JAGUNG (ZEA MAYS L) VARIETAS BIMA 18 DAN BIMA 16

    Full text link
    Drying is one of the most important things done in the post-harvest process. This research aims to determine the pattern of decreasing water content in hybrid corn varieties Bima 18 and Bima 16, as well as to obtain an appropriate mathematical model of thin layer drying. The method used is the trial fitting method with the Newton Model, Henderson and Pabis Model, Page Model, Midilli et al. Model, and the two-term exponential model. Drying of thin layers of hybrid corn Bima 18 and Bima 16 at temperatures of 40°C and 50°C showed an exponential pattern. The most suitable corn drying model for the Bima 18 and Bima 16 varieties and at temperatures of 40°C and 50°C is the Midilli et.al model and the two-term exponential model. Awm2-4e of 40°C is R2=0.9986 and the Bima 16 variety has R2=0.9961, while the Two Term Exponential model value for the Bima 18 variety at a temperature of 50° is R2 = 0.9988 and the Bima 16 variety has R2 = 0.9938

    PENERAPAN TEKNOLOGI PASCAPANEN UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL CABAI DI TANATORAJA

    No full text
    Cabai adalah komoditi unggulan yang memiliki nilai jual yang cenderung stabil. Penumpukan buah cabai saat musim panen akan mengakibatkan buah cepat busuk karena karakteristik buah cabai memiliki kandungan air yang tinggi. Cabai yang mudah rusak menyebabkan fluktuasi harga sangat tinggi, begitu pula dengan kelebihan produksi pada saat panen raya mengakibatkan harga akan turun drastis. Oleh karena itu, dibutuhkan ilmu pengetahuan dalam penanganan pascapanen cabai agar cabai bernilai jual tinggi, baik dalam bentuk buah cabai segar maupun dalam bentuk cabai olahan. Melalui penanganan pascapanen yang baik dan benar produk pertanian dapat bertahan lama, serta memudahkan pendistribusian dan memperluas pemasaran. Program ini telah diterapkan teknologi pascapanen cabai di tingkat petani. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi petani cabai dalam pengelolaan cabai segar, meningkatkan keterampilan petani dalam produksi cabai bubuk, dan aplikasi pengemasan yang berlabel. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah penyuluhan, demonstrasi dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat 5 wanita tani yang terampil dalam mengemas buah cabai segar dan mengolah menjadi cabai bubuk dalam kemasan yang menarik. Mitra telah menerapkan introduksi teknologi pascapanen dalam menghasilkan cabai bubuk. Untuk pemasaran dilakukan proses pendampingan, khususnya mengenal pasar sasaran dalam penjualan cabai bubuk

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore