Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Not a member yet
411 research outputs found
Sort by
PROPAGASI IN VITRO Dendrobium macrophyllum DI BERBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN
Dendrobium macrophyllum adalah salah satu spesies anggrek yang berasal dari keluarga Orchidaceae Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh berbagai media pertumbuhan terhadap pertumbuhan eksplan D. macrophyllumdalam kultur in vitro. Empat media yang diuji meliputi MS (Murashige dan Skoog), ND (Nutrient Medium), NDM (New Doughasima Medium), dan NDMP (New Doughasima Medium Plus). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa media NDMP memberikan hasil terbaik dalam peningkatan jumlah tunas, pertambahan akar dan pertambahan tinggi. Hal ini menandakan perbedaan signifikan antara perlakuan media. Media NDMP, yang mengandung media dasar NDM diperkaya dengan ZPT berupa BA dan NAA sebagai auksin serta Kinetin sebagai sitokinin, mampu memicu pembelahan sel yang lebih tinggi, sedangkan media MS dan ND menunjukkan hasil yang kurang optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan media pertumbuhan yang tepat untuk propagasi in vitro D.macrophyllum, yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam budidaya anggrek. Hasil ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi praktisi hortikultura dalam memilih media kultur yang sesuai untuk perbanyakan tanaman anggrek secara efektif
Pembuatan Jamu Herbal untuk Meningkatkan Performa Ternak Ayam KUB
Ayam KUB merupakan salah satu nama ayam kampung hasil pemuliabiakan yang dilakukan oleh Badan Litbang Pertanian, Ciawi, Bogor. Beternak ayam kampung merupakan salah satu unit usaha yang masih menyimpan potensi yang besar, hal itu disebabkan oleh tingginya permintaan pasar dan kecenderungan masyarakat Indonesia yang memang gemar makan daging ayam. Penanganan kesehatan ternak menjadi salah satu kegiatan vital dalam usaha budidaya ternak ayam kampung, karena produktivitas ternak sangat dipengaruhi oleh kesehatan ternak. Setelah peraturan pelarangan penggunaan AGP pada pakan menjadikan peternak harus mencari pakan tambahan yang dapat menggantikan peran dari AGP. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan jamu herbal untuk ternak ayam. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi kepada peternak mengenai pentingnya mencari pakan tambahan alternatif pengganti AGP untuk ternak yang dibudidayakan, sekaligus memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai cara pembuatan pengaplikasian jamu herbal. Adapun solusi yang ditawarkan untuk mengatasi hal tersebut yaitu 1) melakukan sosialisasi dan penyuluhan terkait tata cara budidaya ayam KUB dan pembuatan jamu herbal. 2) Cara pembuatan jamu herbal dan penerapannya untuk ternak. 3) Penyerahan DOC ke mitra. 4) Evaluasi terkait kegiatan penyuluhan. Melalui pemberian jamu herbal dapat meningkatkan performa pada Ayam KUB
Penggunaan nitrogen dalam tubuh kambing peranakan etawa yang mendapat bungkil kedelai terproteksi cairan batang pisang
A Protein protection agent in feed components is banana stem liquid. This study aimed to determine the amount of nitrogen (N) utilized by crossbred Etawa goats fed soybean meal preserved with banana stem liquid. The study employed a fully randomized design with three treatments and three replications. Nine crossbred Etawa goats, approximately 5 months old and weighing approximately 7 kg or less, were used in this investigation. The way the treatment is set up. T0 = Basic ration; T1 = T0 + soybean meal with protection from banana stem liquid; 100 grams: 50 cc; T2 = T0 + soybean meal with protection from banana stem liquid. 100 grams: 100 cc. The parameters observed in this study were N consumption, N output (N feces and N urine), N Digest and N Retention. N consumption, N output (N feces and N urine), N Digest, and N Retention.was not affected by different levels of protection (P>0.05). This research concludes that the utilization of nitrogen in the body of Crossbred Etawa goats is not affected by the provision of soybean meal protected by banana stem liquid
Pengukuran keparahan gejala penyakit kuning dan kandungan nitrogen tanaman cabai terinfeksi virus gemini berbasis spektral biosensor
Virus gemini penyebab penyakit keriting daun kuning pada tanaman cabai dikenal dengan Pepper yellow leaf curl virus. Infeksi virus mengakibatkan kerusakan morfologi seperti, malformasi daun, daun kecil, leaf cupping, dan tanaman kerdil. Bukan hanya gangguan morfologi tetapi juga gangguan fisiologi seperti kandungan nitrogen dan klorofil daun tanaman cabai. Seiring dengan perkembangan teknologi digital maka penilaian keparahan gejala, pengukuran kandungan klorofil dan nitrogen dan luas daun terinfeksi virus gemini dapat dilakukan dengan teknik spektral biosensor. Metode ini merekam reflektansi cahaya merah, hijau, dan biru (Red, Green, Blue/RGB) dari objek tanaman cabai. Tujuan penelitian adalah mengukur kandungan nitrogen dan klorofil tanaman cabai terinfeksi virus gemini dan luas daun terinfeksi virus gemini. Metode yang digunakan untuk mengukur reflektansi RGB adalah spektral biosensir dengan menggunakan software ImageJ processing. Pengambilan sampel tanaman cabai terinfeksi virus gemini ditentukan secara acak berdasarkan gejala pada pertanaman cabai di pulau Muna dan Buton. Variabel yang digunakan adalah gejala dan keparahan gejala virus gemini, kandungan nitrogen dan klorofil tanaman cabai terinfeksi virus gemini, luas daun terinfeksi virus gemini. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menggunakan metode citra digital software ImageJ menunjukkan bahwa gejala bervariasi berpengaruh pada keparahan gejala tertinggi Lakanaha sebesar 95,56%, dan rendah Suka Damai sebesar 33,33%. Kandungan nitrogen meningkat Suka Damai sebesar 49,90 dan rendah Lambiku 10,42, Kandungan klorofil tertinggi Pentiro sebesar 24,21 dan rendah Lakanaha sebesar 1,12. Luas daun tertinggi Pentiro sebesar 4,727 cm2, dan rendah Labukolo 1,243 cm2
Prevalensi penyakit pada karang di kawasan transplantasi coral tree nursery, Pulau Barrang Lompo
Upaya pelestarian karang perlu dilakukan secara berkelanjutan termasuk dalam penyediaan bibit karang menggunakan berbagai metode salah satunya coral tree nursery (CTN). Untuk memperoleh bibit karang berkualitas maka perlu dilakukan pemantauan utamanya terhadap prevalensi penyakit serta gangguan yang berpotensi timbul. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gangguan hama dan jenis penyakit yang terdapat pada fragmen karang di media coral tree nursery. Metode penelitian menggunakan eksperimen lapangan dengan menempatkan 3 modul coral tree nursery yang dipasangi fragmen di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar. Pengamatan menggunakan kamera macro-underwater camera selama 1 bulan dan disertai pengukuran parameter oseanografi. Hasil pengamatan kemudian dianalisis secara deskriptif. Data parameter oseanografi menunjukkan kondisi yang sesuai untuk biota karang yaitu pH 8,01, suhu 30oC, salinitas 27,67 ppt, arus 0,07 m/s, kecerahan 100%, dan kedalaman 7 m. Spesies karang yang teramati yaitu Acropora cervicornis, Monitipora digitata, Pocilopora demicornis, Porites compressa, dan Echinopora horrida. Gangguan hama yang peneliti identifikasi yaitu alga, sponge, teritip, bekas gigitan ikan, bleaching, kerang, dan cacing kipas (Sabellidae). Jenis penyakit yang peneliti temukan yaitu White Band Disease (WBD) pada karang jenis Acropora cervicornis dengan frekuensi 6 koloni. Keberadaan hama dan penyakit pada fragmen karang yang dibudidayakan perlu memperoleh perhatian sebab secara jangka panjang akan berdampak pada tingkat kelulusan hidup dan pertumbuhan karang
Identifikasi kutu daun yang berasosiasi dengan tanaman jeruk
Aphids are polyphagous insects commonly found on various plants, including citrus plants. The association between aphids and citrus plants plays a role as pests and vectors of citrus plant diseases, particularly Citrus tristeza virus (CTV). Various aphid species have been reported as CTV vectors, including Aphis gossypii, Toxoptera aurantii, and T. citricidus. So far, no information has been on aphid species associated with citrus plants in Southeast Sulawesi. Therefore, this study aimed to identify aphid species associated with citrus plants. The research method used was observation and collection of aphids found colonizing citrus plants. The collected aphids were then brought to the laboratory for detection using the polymerase chain reaction (PCR) technique. The study results showed that the aphid species associated with citrus plants was Aphis citricidus. The PCR technique successfully detected the genome of aphid vector samples from Konawe and South Konawe (700 bp). This information is a fundamental basis for controlling CTV in mainland Southeast Sulawesi
Pengaruh Suplementasi Tepung Jintan Hitam dan Tepung Daun Mengkudu terhadap Organ Reproduksi Puyuh Betina
Quail (Coturnix coturnix japonica) is an egg-producing poultry species whose optimal egg production relies on reproductive health, which can be supported by adding herbal supplements to the feed. This study investigated the potential of black cumin meal (BCM) and noni leaf meal (NLM) on the reproductive quality of female quail. Ninety-six heads of quails aged 66 days were maintained for 28 days with the following treatment: T0= Basal Feed (BF); T1= BF + 1% BCM + 3% NLM; T2= BF + 2% BCM + 3% NLM; T2= BF + 2% BCM + 2% NLM; T3= BF + 3% BCM + 1% NLM. Two head quails in each unit were necropsied to observe the parameters of the study, such as: weight and length of the oviduct, oviduct presentation, reproductive organ presentation, ovary weight, number and weight of yellow follicles, and weight of white follicles. The data were analyzed using a completely randomized design (CRD) with four treatments and three replications. The results showed that BCM and NLM supplementation only affected the weight of the oviduct and ovary (P<0.05); otherwise, there was no effect (P>0.05). No additional protein source is responsible for this finding; instead, the antioxidant content of the supplement serves to maintain livestock health. A combination of BCM and NLM can be recommended as a feed supplement at a rate of up to 1-3%
APLIKASI PEMBENAH TANAH PADA BIDANG PERTANIAN DI INDONESIA: DESIGN RISET DAN ANALISIS DATA
Soil fertility is a key factor in agricultural success; however, poor soil quality often hindersproductivity. One solution is the use of soil amendments to improve soil's physical, chemical,and biological properties. This study aims to analyze research trends on soil amendments inIndonesia based on agricultural journals from 2015 to 2024. Data were collected throughGoogle Scholar, with a total of 24 articles analyzed based on publication count, research design,indicator plants, treatments, and data analysis methods used. The analysis results indicatefluctuations in research trends, with the highest number of publications in 2021 and 2022. The Factorial Randomized Block Design was the most commonly used method, while the mostfrequently studied indicator plants were soybean, rice, and maize. The most common treatmentinvolved combining soil amendments with organic and inorganic fertilizers. The dominant dataanalysis method was ANOVA, followed by post hoc tests such as LSD and Tukey HSD todetermine significant differences between treatment groups. This study recommends furtherresearch on the effectiveness of soil amendments in supporting sustainable agriculture andexploring their use across various plant species and environmental conditions
Bioekologi Ekosistem Perairan di Pulau Pasir Putih Polewali Mandar
Wilayah pesisir dan laut merupakan kawasan yang menyediakan sumber daya alam bagi kehidupan manusia. Semakin tingginya kebutuhan manusia tahun ke tahun menyebabkan beberapa wilayah telah mengalami penurunan kualitas sumber daya alam akibat eksploitasi yang berlebihan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2023 pada Pulau Karamassang di Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Pengambilan data padang lamun dengan estimasi penutupan lamun dilakukan dengan cara membentangkan transek garis sepanjang 100 m dan menempatkan kuadran 0,5 x 0,5 m2 dengan kisi-kisi pada interval jarak 20 meter. Transek ini dilakukan pada lokasi yang memiliki ekosistem padang lamun dan pengambilan data ekosistem terumbu karang dilakukan dengan menggunakan metode RRA (Rapid Reef Assessment). Pengambilan data kualitas air meliputi suhu, salinitas dan pH (derajat keasaman). Secara umum kondisi tutupan ekosistem lamun masuk kategori baik/sehat, jenis lamun yang ditemukan pada lokasi penelitian yaitu, Enhalus acoroides, Cymodocea serrulata, Thalassia hemprichii. Secara umum kondisi tutupan ekosistem terumbu karang masuk kategori rusak sedang dengan kondisi DCA (death coral algae) dan tidak ditemukan mangrove pada lokasi penelitian
Pengaruh Jenis Ikan Terhadap Uji Hedonik, Kadar Protein, dan Lemak Bakso
Penelitian ini bertujuaan untuk mempelajari pengaruh penggunaan beberapa jenis ikan pada pengolahan bakso terhadap tingkat uji deskripsi panelis dan kandungan gizi pada bakso ikan terpilih. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2024 sampai dengan bulan Oktober 2024. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah uji hedonik yang terdiri dari (tekstur, warna, aroma dan rasa), nilai kimia (kadar protein dan lemak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis ikan yang berbeda memberi pengaruh sangat nyata terhadap organoleptik (uji hedonik tekstur, warna, aroma dan rasa). Berdasarkan parameter yang diuji pada 4 bakso yang terbuat dari ikan yang berbeda, dapat disimpulkan bahwa bakso terbaik menggunakan ikan nila. Pengujian hedonik didapatkan nilai tertinggi yang meliputi warna, aroma, tekstur dan rasa pada bakso ikan nila. Bakso ikan nila memiliki kategori warna yang lebih cerah dengan kategori yaitu putih 4,50, beraroma khas ikan dengan kategori 4.25 serta tekstur dengan kategori kenyal 4,25 dengan kandungan protein 11,36% dan lemak 0,46%