6,014 research outputs found
Strategi komunikasi KH. Ahmad Syarifuddin Abdul Ghani dalam pembinaan akhlak pada masyarakat lingkungan pondok pesantren Al-Hidayah Jakarta Barat
Pada zaman sekarang ini nilai-nilai akhlak yang sudah tertanam di dalam masyarakat sudah mulai menurun, untuk itu, KH. Ahmad Syarifuddin Abdul Ghani sebagai seorang pemimpin Pondok Pesantren al-Hidayah dan sebagai kiai di lingkungan Pondok Pesantren al-Hidayah kampung Basmol mempunyai peranan penting untuk membentuk masyarakat yang berakhlak karimah. Selain itu juga untuk meyampaikan pesan-pesan agama kepada masyarakatnya yang meliputi aqidah, ibadah, syari�ah, dan akhlak, dalam aspek akhlak perlunya pembinaan akhlak yang baik bagi masyarakat, oleh karena itu diperlukan adanya strategi komunikasi KH. Syarifuddin Abdu Ghani dalam pembinaan akhlak pada masyarakat lingkungan Pondok Pesantren al-Hidayah kampung Basmol agar tujuan tersebut tercapai. Bagaimana strategi komunikasi dan metode apa saja yang digunakan KH. Ahmad Syarifuddin dalam pembinaan akhlak? Bagaimana bentuk komunikasi KH. Ahmad Syarifuddin dalam pembinaan akhlak? Apa saja hambatan-hambatan komunikasi dalam pembinaan akhlak ? Strategi komunikasi yang digunakan KH. Ahmad Syarifuddin dalam pembinaan akhlak adalah; Mengenal komunikan, menentukan pesan, membujuk, mengontrol, mengantisipasi, merangkul dan strategi memberi kabar gembira dan peringatan. Metode yang digunakan adalah cerita, diskusi, tanya jawab, ceramah dan nasihat. Bentuk komunikasi yang dilakukan oleh KH. Ahmad Syarifuddin lebih cenderung kepada komunikasi kelompok dan komunikasi antarpribadi. Faktor penghambatanya adalah pemanfaatan waktu, kondisi dari komunikan dan sikap orang tua yang apatis. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti berusaha untuk menggambarkan secara jelas segala yang terjadi di lapangan dan kemudian dianalisa untuk mendapatkan hasil yang berdasarkan tujuan penelitian. Pendekatan kualitatif ini menitik beratkan pada data-data penelitian yang akan dihasilkan berupa kata-kata melalui pengamatan dan wawancara. Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan, bahwa dengan menggunakan strategi komunikasi dan bentuk komunikasi, semua itu berhsil dilakukan oleh KH. Ahmad Syarifuddin dalam pembinaan akhlak pada masyarakat lingkungan Pondok Pesantren al-Hidayah Kampung Basmol, dan hasil yang diperoleh cukup baik, hal. ini dapat dilihat tanggapan dari masyarakat strategi komunikasi dan bentuk komunikasi yang dilakukan oleh KH. Ahmad Syarifuddin dalam segi prilaku sehari-hari yang menunjukan kemajuan yang lebih baik, serta dapat memberikan banyak pengetahuan agama dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk membina ilmu
PERANAN KH. AHMAD GAOS SYARIFUDDIN DALAM MENGEMBANGKAN PONDOK PESANTREN AL-ISTIQOMAH WANASARI KOTA BANDUNG PADA TAHUN 1982-1996
Penelitian ini berjudul “Peranan KH. Ahmad Gaos Syarifuddin Dalam Mengembangkan Pondok Pesantren Al-Istiqomah Wanasari Kota Bandung Pada Tahun 1982-1996.” Hal yang melatarbelakangi penelitian ini ialah ketertarikan dalam melihat pengaruh Kiai terhadap perkembangan pondok pesantren di daerah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana cara sebuah pondok pesantren tetap eksis di masyarakat perkotaan, dalam hal ini tentunya peranan Kiai sebagai sosok pimpinan yang sangat berpengaruh. Oleh karena itu, penelitian ini berawal dengan judul peranan Kiai. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini meliputi kondisi awal pondok pesantren pada kepemimpinan KH. Ahmad Gaos Syarifuddin, peranan KH. Ahamad Gaos Syarifuddin dalam mengembangkan sarana dan prasarana, manajemen dan program pondok pesantren, kondisi pondok pesantren di akhir kepengurusan KH. Ahmad Gaos Syarifuddin, serta faktor pendukung dan penghambat perkembangan pondok pesantren. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sejarah meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Bardasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dengan kepemimpinan KH. Ahmad Gaos Syarifuddin, Pondok Pesantren Al-Istiqomah mengalami perkembagan yang signifikan baik dari fasilitas, bangunan yang sebelumnya semi permanen menjadi permanen, serta program yang dahulunya sederhana menjadi lebih variatif. Dampak ini tidak hanya untuk internal pondok pesantren tetapi juga terhadap masyarakat. Selanjutnya perkembangan manajemen kepengurusan yang dahulu bersifat tradisional atau kekeluargaan menjadi lebih formal dan profesional dengan terbentuknya yayasan. Selama masa kepemimpinan beliau terdapat faktor pendukung seperti ketersediaan lahan, terbentuknya yayasan, dukungan baik dari internal seperti keluarga, serta dukungan eksternal seperti pemerintah yang kemudian memudahkan KH. Ahmad Gaos dalam mengembangkan pondok pesantren ini. Selain itu, terdapat juga faktor yang menghambat perkembangan seperti pendanaan yang cukup sulit dan pemikiran kolot masyarakat sekitar pada masa itu.
This research is entitled "The Role of KH. Ahmad Gaos Syarifuddin in Developing Pesantren Al-Istiqomah Wanasari in Bandung City 1982-1996." It is motivated by an interest in examining the influence of Kiai on the development of Islamic pondok pesantren in urban areas. The research also aims to see how the pesantren continues to exist in urban communities, in this case, of course, the role of Kiai as a leadership figure which is very influential. Therefore, this research began with the title of the role of Kiai. The problems studied in this research include the background condition of the pesantren in the leadership of KH. Ahmad Gaos Syarifuddin, the role of KH. Ahmad Gaos Syarifuddin in developing facilities and infrastructure, the management and program of the pesantren, the after-condition of the pesantren at the end of KH. Ahmad Gaos Syarifuddin's period, and the supporting and inhibiting factors for the development of the pondok pesantren. The methods used in this research are historical methods such as heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. According to the results, it is known that with the leadership of KH. Ahmad Gaos Syarifuddin, Pondok Pesantren Al-Istiqomah experienced significant development in terms of facilities, the buildings that were previously semi-permanent to permanent, and programs that were once simple but became more varied. The impact was not only for internal pesantren but also for the community. The development of management that was traditional or family-oriented became more formal and professional with the existence of the foundation. During his leadership period, there were supporting factors such as the availability of land, the establishment of the foundation, and support from both internal such as family, and external from the government, made it easier for KH. Ahmad Gaos to develop this pondok pesantren. Besides, there were also factors that hindered development, such as funding which was quite challenging, and the conservative thinking of the surrounding community at that time
Implementation of KH Ahmad Dahlan's educational thoughts in the merdeka curriculum
This research aims to see how the thoughts of KH Ahmad Dahlan are implemented in the kurikulum merdeka that is being promoted by the government through KEMDIKBUDRISTEK. The research method used is a literature review where the author collects data on the educational thoughts of KH Ahmad Dahlan, independent curriculum and discusses how it is implemented. The results of the study show that the thoughts of KH Ahmad Dahlan are implemented in the independent curriculum in several aspects including: in the education system, namely the integration of religious and Scientific knowledge curricula, in the aspect of educational goals, namely the formation of students who are religiously knowledgeable and intelligent in insight and scientific views which are reflected in the Pancasila student profile, in terms of technical implementation, namely indications of pending development of educational implementation, in terms of learning methods namely contextual learning which is reflected in intracurricular and cocurricular learning models on independent curriculum. In addition to these four aspects, both KH Ahmad Dahlan and the concept of independent curriculum focus on developing students both individually and socially. The implication of this research is the formation of educational institutions that truly become an answer to the needs of students in facing the development of time, not just schools as a formality to get a diploma. As for educators, they should be more open-minded so that they are ready to develop and ready to become a solution for student development
Pengaruh Religiositas Terhadap Kepercayaan Diri pada Narapidana Menjelang Masa Bebas.
ABSTRAK
Syarifuddin. 2014. Pengaruh Religiositas Terhadap Kepercayaan Diri pada Narapidana Menjelang Masa Bebas. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Pembimbing utama Ahmad Yasser, S.Psi., M. Si., Ph. D., dan pembimbing pendamping Muh. Nur Hidayat Nurdin, S.Psi., M. Si.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif antara religiositas terhadap kepercayaan diri narapidana menjelang masa bebas. Subyek penelitian ini adalah narapidana menjelang masa bebas di Lapas Klas I Makassar. Jumlah subyek pada penelitian ini adalah 30 orang (N = 30). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala religiositas dan skala kepercayaan diri. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik regression (regresi sederhana). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif religiositas terhadap kepercayaan diri narapidana menjelang masa bebas, r = 0,446 , R Square = 0,199, F = 6,944,dan p = 0,014.
Kata kunci: Religiositas, Kepercayaan Diri
Regression analysis and forecast study of particulate matter emission trends in foreign countries / Muhammad Syarifuddin Ahmad Zahari
Particulate matter is defined as suspended particles in the atmospheric air and existed in 2 major types which are identified by the sizing group, namely PM10 and PM2.5 particles. These particles bring with them adverse effects that do not just affect humans, but also the surrounding environment if they are exposed for more than the safe limit concentration of the elements present inside the particulate matter. Types of particulate matter ranges from coarse solids such as fumes and smog particles from coal combustion to sulphur and nitrogen derivatives such as oxides of sulphur and nitrogen. The adverse effects that may occur can lead to inflammation of the thoracic cavity, bronchitis, alteration of genomes in human neurons for affected fetus and can also cause death. In order to estimate on the particulate matter emission, regression analysis is used to identify the emission trends and predict the outcome of the concentration of emissions in the future. Regression is extensively used in order to identify lethal dosage of particulate matter and the trends of effects of particulate matter in a certain area. However, the use of regression mostly focuses on a certain very specific and intrinsic cases and are rarely used to estimate trends in a country-scale. In this research, regression analysis is conducted to in order to analyze the trends of particulate matter emissions in the United States of America, and to forecast the data until 2020 to estimate the future concentrations of particulate matter in the country and to provide mitigation options to control the emissions of particulate matter. From the research, the trends shows and exponential decrease for both PM10 and Pm2.5 particles for both present and forecasted data. Mitigations options provided include the use of clean energy sources such as natural gases and the implementation of hybrid technologies to reduce usage of fossil fuel combustion
Concreting works and brickworks at proposed two storey international school of Kuantan in Bandar Indera Mahkota / Ahmad Syarifuddin Abu Bakar
ASAS BAYU SDN BHD is a wholly owned by Bumiputera company which has incorporated under the Companies Act 1965 on 9th January 1997, with a paid up capital of RM 1,800,000. The main objective of establishing ASAS BAYU SDN BHD is to take a lot of advantage in the business with clear view to the interest of the people, state and country.
In this setting, directors of the company have a clear objective in accordance with the requirements of the commercial sector to develop Bumiputera status in the business arena where this consistent with the goals and policies of the government. Since its inception, the company wasted no time in finding and identifying opportunities that are available and have made high number of potential business relationship for the future
Humanistic Counseling in Increasing the Independence of New Male Students at the Pesantren Kyai Syarifuddin Wonorejo Lumajang
Pondok pesantren serve as comprehensive educational environments where caregivers, nyai (female religious leaders), administrators, and instructors collaborate to foster the development of students, particularly in cultivating the independence of new students. One of the approaches employed to support this goal is the application of humanistic counseling techniques. This study aims to: (1) examine the implementation efforts of humanistic counseling; and (2) evaluate the outcomes of this counseling approach in promoting student autonomy. A qualitative research method was employed, with data validity ensured through technique and source triangulation. The findings reveal that the implementation of humanistic counseling was conducted over three structured sessions. The first session focused on developing students’ self-awareness. The second session emphasized understanding personal freedom in learning activities. The third session aimed to foster a sense of responsibility for one's own learning process. As a result, students (counselees) demonstrated improved self-awareness and greater independence in managing their academic tasks
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU (Studi Multikasus di MTsN 1 Tulungagung dan SMPN 1 Tulungagung)
Syarifuddin, Ahmad., 1761154003, 2020. Implementasi Kebijakan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru (Studi Multi Kasus Di MTsN 1 Tulungagung dan SMPN 1 Tulungagung), Disertasi, Progran Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana IAIN Tulungagung. Promotor: (1) Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag (2) Prof. Dr. H. Achmad Patoni, M.Ag.
Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Kepala Sekolah, Kinerja Guru
Guru merupakan salah satu aspek terpenting dalam proses pembelajaran. Peranan yang begitu penting ini mewajibkan guru untuk terus meningkatkan kinerjanya agar mampu memberikan pembelajaran yang terbaik. Berbagai kebijakan yang diambil oleh kepala sekolah diharapkan mampu untuk meningkatkan kinerja guru.
Berangkat dari uraian di atas maka pertayaan penelitian dalam disertasi ini adalah (1) Bagaimana implementasi kebijakan kepala sekolah dalam penyediaan sarana pembelajaran untuk meningkatkan kinerja guru?, (2) Bagaimana implementasi kebijakan kepala sekolah dalam supervisi guru untuk meningkatkan kinerja guru?. (3) Bagaimana implementasi kebijakan kepala sekolah dalam pembinaan kenaikan jabatan guru untuk meningkatkan kinerja guru?.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multikasus. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan dengan menggunakan teknik reduksi data, dilanjutkan dengan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan teknik kredibilitas, dependenbilitas, transfarbilitas, dan konfirmabilitas.
Hasil penelitian dalam disertasi ini adalah (1). Implementasi kebijakan kepala sekolah dalam penyediaan sarana pembelajaran untuk meningkatkan kinerja guru dilakukan dengan cara mengadakan rapat awal semester, workshop pembuatan perangkat pembelajaran, pemenuhan sarana dan prasarana, serta meningkatkan koordinasi antar guru. (2) Implementasi kebijakan kepala sekolah dalam supervisi guru dilakukan dengan cara pemberian supervisi administrasi dan supervisi langsung, mengikutsertakan guru dalam seminar, workshop atau diskusi ilmiah yang berkaitan dengan peningkatan mutu pembelajaran serta membentuk tim khusus supervisi untuk membantu tugas kepala sekolah. (3) Implementasi kebijakan kepala sekolah dalam pembinaan kenaikan jabatan guru untuk meningkatkan kinerja guru dilakukan dengan cara pengembangan diri guru, pembinaan kedisiplinan guru serta memberikan promosi jabatan. Temuan baru dalam penelitian ini adalah implementasi kebijakan kepala sekolah melibatkan semua stakeholder dalam meningkatkan kinerja guru
- …
