5 research outputs found
Jurnal Arkeologi Siddhayatra Vol. 25 No. 1 Tahun 2020
Seluruh artikel yang dimuat di dalam terbitan Volume 25 No. 1 bulan Mei tahun 2020 ini melingkupi kajian arkeologi prasejarah, kolonial, klasik, dan linguistik.
Tulisan dari Churmatin Nasoichah dan Wahyu Rizky Andhifani membahas tentang hasil temuan-temuan prasasti di kawasan kepurbakalaan Padang Lawas, Sumatera Utara khususnya dalam penggunaan bahasanya.
Tulisan dari Muhammad Alnoza mengenai Hubungan Situs Gede Ing Suro dan Kekuasaan Jawa di Palembang pada masa pascasriwijaya.
Aryandini Novita dan Roby Ardiwijaya pada terbitan kali ini membahas tentang pemanfaatan Situs Karang Kapal sebagai objek wisata minat khusus. penulis menggap diperlukan penyusunan kebijakan khusus yang mengatur tentang objek wisata selam terkait pembatasan wisatawan untuk menyelam di perairan Sungai Padang khususnya maupun Belitung pada umumnya.
Rofi Surya Aryanto membahas tentang Minyak Atsiri Kulit Kayu Manis (Cinnamomun Burmanni) sebagai pemhambat pertumbuhan lumut pada Candi Kedaton.
Tulisan Deki Syaputra ZE membahas Rumah Gdang dan Penyimpanan Artefak di Kerinc
RUMAH GDANG DAN PENYIMPANAN ARTEFAK BUDAYA DI KERINCI
Artefak adalah kajian utama arkeologi atau yang dikenal dengan ilmu sejarah kebudayaan material. Di wilayah Kerinci artefak budaya disimpan pada Balai Adat yang dikenal dengan nama Rumah Gdang, hal ini karena artefak tersebut dianggap sebagai pusaka dan tidak jarang benda tersebut di keramatkan. Sehingga sulit untuk mengakses dan melihat artefak budaya tersebut sesuai dengan waktu yang diinginkan seperti halnya galeri budaya maupun museum dan menjadikan masyarakat tidak memiliki pengetahun terhadap artefak budaya tersebut khususnya bagi generasi muda. Oleh karena itu, melalui artikel ini penulis berusaha menghadirkan bentuk peranan dan bukti Rumah Gdang sebagai tempat penyimpanan benda pusaka disamping sebagai pusat atau balai permusyarawatan adat dalam setiap dusun atau luhah. Jadi dengan adanya penjelasan tentang posisi dan tatacara penyimpanan artefak budaya sebagai benda pusaka pada Rumah Gdang dan mengidentifikasi beberapa artefak budaya yang menjadi koleksi dan tersimpan pada beberapa Rumah Gdang di Kerinci. Sehingga dapat mengetahui peranan penting Rumah Gdang dan keberadaan artefak sebagai pusaka yang tersimpan di dalamnya
Ilmu Kebidanan : Teori, Aplikasi dan Isu
Buku Ilmu Kebidanan (Teori, Aplikasi dan Isu) ini mengacu pada pendekatan konsep teoritis dan contoh penerapan. Oleh karena itu diharapkan book chapter ini dapat menjawab tantangan dan persoalan dalam sistem pengajaran baik di perguruan tinggi dan sejenis lainnya. Pokok bahasan dalam buku ini antara lain : Sejarah perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan; Falsafah kebidanan dan filosofi asuhan kebidanan; Manajemen kebidanan; Komunikasi dan konseling dalam kebidanan; Promosi kesehatan dalam pelayanan kebidanan; Mutu pelayanan kebidanan dan metode peningkatan mutu; Keluarga berencana; Bidan dan strategi pelayanan kebidanan komunitas; Pemeriksaan ginekologi dan kelainan ginekologi; Etikolegal dan hukum dalam praktik kebidanan; Konsep Asuhan Kebidanan Komunitas; Asuhan Kebidanan pada kehamilan; Asuhan kebidanan persalinan dan bayi baru lahir; Asuhan kebidanan nifas dan menyusui; Tumbuh kembang bayi, balita dan anak prasekolah; Dokumentasi kebidanan; Pertolongan persalinan dan operasi; Penyulit dan komplikasi persalinan; Kegawatdaruratan obstetri
Articulation of Indigenous Traditions in Tourism: A Case Study of Kenduri Sko in Kerinci, Jambi
This study examines the practice of Kenduri Sko, one of the local traditions of the Kerinci people that has been rarely practiced. Since 2017, the government of Sungai Penuh City took over the management of the practice turning it into an annual tourist attraction called as the Festival of Kenduri Sko. This paper argues that the articulation of this indigenous tradition, and its combination with religion and tourism has stimulated the attempt to preserve indigenous practices through a strategic relationship between government officials and local actors. To show how this the case, we discuss the theory of indigenous religions and the theory of articulation. We use qualitative methods and conducted field studies on the Kerinci People who live in Sungai Penuh City. The article concludes that this kind of articulation has succeeded in placing indigenous peoples as the main actors of the initiative, where the government plays a supporting role in preserving the traditions. This article also recommends a synergistic relationship between the local government and the community to maintain the tradition through various events such as festivals, art performances, and other such projects. Penelitian ini mengkaji praktek Kenduri Sko sebagai salah satu tradisi lokal masyarakat Kerinci yang sudah jarang dilakukan. Sejak tahun 2017, Pemerintah Kota Sungai Penuh mengambil alih praktik tersebut sebagai ikon pariwisata yang disebut dengan Festival Kenduri Sko yang diadakan setiap tahun. Artikel ini berpendapat bahwa artikulasi adat istiadat, agama, dan pariwisata telah mendorong upaya pelestarian praktik adat melalui hubungan strategis antara pejabat pemerintah dan aktor lokal. Untuk membangun argumen ini, artikel ini mengelaborasi teori agama leluhur dan teori artikulasi. Artikel ini menggunakan metode kualitatif serta melakukan studi lapangan terhadap Masyarakat Kerinci yang berdomisili di Kota Sungai Penuh. Artikel ini menyimpulkan bahwa artikulasi semacam itu telah berhasil menempatkan masyarakat adat sebagai aktor utama dimana peran pemerintah sebagai aktor pendukung dalam pelestarian tradisi. Artikel ini juga merekomendasikan adanya hubungan yang sinergis antara pemerintah lokal dan masyarakat untuk mempertahankan tradisi luluhur melalui berbagai macam acara seperti festival, pergelaran seni dan semacamny
Jurnal Penelitian Sejarah dam Budaya, Vol.6 No.1 Mei 2020
Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya merupakan sebuah wadah untuk memuat hasil-hasil penelitian sejarah dan budaya di berbagai daerah di Indonesia. Diterbitkan oleh kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, dengan wilayah kerja meliputi Provinsi Sumatera Barat, Bengkulu dan Sumatera Selatan.
Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya volume 6 nomor 1 tahun 2020 ini ditampilkan 6 (enam) artikel yang ditulis oleh penulis/peneliti berasal dari Universitas „Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Universitas Batanghari Jambi, UIN Imam Bonjol Padang, BPNB Jawa Barat, BPNB Kepulauan Riau, dan BPNB Sumatera Barat
