Siddhayatra (E-Journal - South Sumatera Archaeological Service Office, Ministry of Education & Culture)
Not a member yet
    76 research outputs found

    MINYAK ATSIRI KULIT KAYU MANIS (Cinnamomun Burmanni) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN LUMUT PADA CANDI KEDATON

    No full text
    Candi Kedaton yang masuk dalam Kawasan Percandian Muaro Jambi, terletak di kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Candi Kedaton sampai sekarang masih dalam tahap pemugaran bagian halaman II, namun perlu evaluasi pasca pemugaran untuk pelestarian. Kerusakan pelapukan pada bata Candi Kedaton salah satunya disebabkan faktor eksternal yaitu lumut. Minyak atsiri kulit kayu manis bisa difungsikan sebagai penghambat pertumbuhan lumut pada Candi Kedaton, khususnya pada bata lepas. Medote penelitian bersifat kuantitafif, tahapannya meliputi pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, sintesis data sampai pada tahap kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan minyak atsiri kulit kayu manis yaitu sinamaldehid bisa menghambat pertumbuhan lumut dilihat dari perubahan warna. Mekanisme dari sinamaldehid dengan menghambat pertumbuhan lumut dilihat metagenesis energi pada sel, sehingga menyebabkan ketidakmampuan sel untuk beradaptasi dengan senyawa ini. Minyak atsiri pada saat disemprotkan pada lumut akan tersangkut pada bagian arkegonium sehingga menghambat sel spora untuk masuk ke dalam anteredium

    RUMAH GDANG DAN PENYIMPANAN ARTEFAK BUDAYA DI KERINCI

    No full text
    Artefak adalah kajian utama arkeologi atau yang dikenal dengan ilmu sejarah kebudayaan material. Di wilayah Kerinci artefak budaya disimpan pada Balai Adat yang dikenal dengan nama Rumah Gdang, hal ini karena artefak tersebut dianggap sebagai pusaka dan tidak jarang benda tersebut di keramatkan. Sehingga sulit untuk mengakses dan melihat artefak budaya tersebut sesuai dengan waktu yang diinginkan seperti halnya galeri budaya maupun museum dan menjadikan masyarakat tidak memiliki pengetahun terhadap artefak budaya tersebut khususnya bagi generasi muda. Oleh karena itu, melalui artikel ini penulis berusaha menghadirkan bentuk peranan dan bukti Rumah Gdang sebagai tempat penyimpanan benda pusaka disamping sebagai pusat atau balai permusyarawatan adat dalam setiap dusun atau luhah. Jadi dengan adanya penjelasan tentang posisi dan tatacara penyimpanan artefak budaya sebagai benda pusaka pada Rumah Gdang dan mengidentifikasi beberapa artefak budaya yang menjadi koleksi dan tersimpan pada beberapa Rumah Gdang di Kerinci. Sehingga dapat mengetahui peranan penting Rumah Gdang dan keberadaan artefak sebagai pusaka yang tersimpan di dalamnya

    SUNTINGAN TEKS DAN ANALISIS ISI TEKS PADA NASKAH ULU SUMATERA SELATAN DALAM KOLEKSI PETI PNRI NO 91/3+

    No full text
    Sumatera Selatan telah mengenal tradisi tulis mulai dari Abad VII hingga saat ini dengan ditemukannya artefak beraksara Sanskerta, Arab Melayu, ulu, Jawa, dan Latin. Naskah Ulu merupakan naskah yang banyak berkembang dan tersebar di daerah perdalaman Sumatera Selatan. Naskah Peti 91/3+ merupakan salah satu naskah koleksi PNRI beraksara Ulu dan berdialek Melayu daerah Sumatera Selatan. Masalah penelitian ini yaitu bagaimana Suntingan dan analisis isi naskah Peti No. 91/3+ tersebut. Tujuan penelitian untuk menyunting dan mengetahui isi naskah tersebut. Metode filologi yang digunakan dalam penelitian ini yang menyajikan edisi teks dengan menggambarkan fisik naskah yang akan diteliti. Naskah Peti No.91/3+ berbahan bambu berwarna coklat masih dalam keadaan utuh.Naskah Peti No.91/3+ menceritakan tentang sebuah perjalanan seorang pelaut dan hukum suatu perkara. Naskah ini ditulisan oleh penulis naskah sekitar akhir abad ke 15 atau awal abad ke 16

    CANDI TINGKIP DAN LINGKUNGANNYA

    No full text
    Environment and humans are two variables that are interrelated and influence each other,as well as their culture and environment. The environment chosen as a place to live andthe construction of religious buildings need to consider the potential and resources theyhave. In building sacred buildings Hindu-Buddhist religions have special consideration forthe environment. Tingkip Temple is one of the temples in the Musi Rawas area. The purposeof this paper is to determine the relationship between the establishment of Tingkip templebuildings and natural resources in the Musi Rawas area. This research uses qualitativemethods, with inductive reasoning, by collecting library and field data, as well as data processingby conducting environmental analysis. The results of the research show that MusiRawas has natural potential that is suitable as a place for the establishment of sacred buildings,because it has the type of soil that is suitable for organic farming, besides being surroundedby rivers and creeks, and the vegetation around it in the form of agricultural andplantation crops. Musi Rawas natural resource potential affects the establishment of theTingkip Temple

    PEMANFAATAN LINGKUNGAN OLEH MASYARAKAT PENDUKUNG SITUS DI BELITUNG BAGIAN SELATAN

    No full text
    Tulisan ini membahas tentang hubungan masyarakat pendukung situs dengan lingkungannya di wilayah Belitung bagian selatan berdasarkan hasil penelitian Balai Arkeologi Sumatera Selatan pada tahun 2018. Dalam upaya mencapai tujuan tulisan, penulis menggunakan pendekatan lanskap budaya maritim di mana pengetahuan sejarah dan etnografi diintegrasikan dengan tinggalan-tingalan arkeologi. Hasil penelitian menunjukkan interaksi masyarakat di lokasi penelitian dengan lingkungannya dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber daya yang berasal dari dua lingkungan yang berbeda, yaitu laut dan darat. Sumberdaya alam yang tersedia di lokasi penelitian utamanya dimanfaatkan untuk subsistensi dan kelebihan pasokan akan dijual yang hasil penjualan tersebut digunakan untuk membeli barang-barang yang tidak diproduksi oleh masyarakat setempat

    RITUAL ASYEIK SEBAGAI AKULTURASI ANTARA KEBUDAYAAN ISLAM DENGAN KEBUDAYAAN PRA-ISLAM SUKU KERINCI

    No full text
    Penelitian terhadap ritual Asyeik ini bertujuan untuk mengetahui percampuran antara kebudayaan Islam dengan kebudayaan pra Islam Kerinci. Akulturasi ini tercermin dari berbagai benda-benda arkeologi yang digunakan dalam ritual Asyeik serta dari mantra-mantra yang diucapkan. masalah percampuran kebudayaan maka dalam penelitian ini digunakan teori akulturasi. Penelitian ini dilakukan di wilayah kecamatan Siulak dan Siulak Mukai yang dilakukan secara bertahap. Pada tahap observasi dilakukan studi kepustakaan bertujuan untuk mengumpulkan sumber kepustakaan yang diperlukan dan digunakan dalam riset lapangan yaitu wawancara dan observasi. Selanjutnya pada tahap pengolahan data dilakukan analisis data yang telah terhimpun yakni dengan membuat pemerian yang terinci pada unsur-unsur ritual Asyeik baik unsur-unsur kebudayaan Kerinci maupun unsur-unsur kebudayaan Islam dalam ritual Asyeik. Sebagai hasil penelitian diketahui bahwa ritual Asyeik telah berkembang sesuai dengan perkembangan keyakinan masyarakat suku Kerinci. Terdapat banyak unsur-unsur kebudayaan Islam dalam penyelenggaraan ritual Asyeik dilihat dari material yang digunakan dalam upacara

    PENYELAMATAN ARCA-ARCA MEGALITIK SITUS PADANGPERIGI KABUPATEN LAHAT

    No full text
    Penemuan benda purbakala atau sekarang disebut cagar budaya seringkali terjadi karena adanya laporan masyarakat. Itu pun terjadi pada arca-arca megalitik di Desa Padangperigi. Hasil peninjauan menunjukkan arca-arca tersebut dalam kondisi memprihatinkan karena terkena/terendam air sepanjang hari dari sebuah parit. Arca yang lain terkubur sebatas leher dengan kepalanya di dalam parit. Untuk itu perlu dilakukan ekskavasi penyelamatan agar benda cagar budaya tersebut tidak mengalami kerusakan. Ekskavasi ditujukan untuk mengetahui keseluruhan bagian arca, mengalihkan parit, sekaligus untuk menata lingkungannya

    TIPOLOGI LESUNG BATU DI SITUS PULAU PANGGUNG DAN PAJAR BULAN, KABUPATEN LAHAT, PROVINSI SUMATERA SELATAN

    No full text
    Increasing food needs equire people to create equipment that can help their daily lives byutilizing local wisdom. One of the tools created was stone mortar which serves as a containerfor pounding grains or rice. The number of stone mortar findings can indicate that morecommunity needs must be met. This makes the manufacture of stone mortar which can beseen from the remains scattered in Pajar Bulan Subdistrict so that a typological study of theshapes and reliefs that develop there is needed. The method used is quantitative and qualitativemethods with data sources from literature studies. The analysis used is a special analysis,namely through morphological and stylistic analysis to observe the physical characteristicsof artifacts. The results obtained are there are 3 types of stone mortar, Oval Circuit(A1) mortar, rectangle with sharp angle (B1), Oval Easimove (A2) type

    Prospek Penelitian Artefak Perunggu Temuan Kerinci Melalui Analisis Metalurgi

    No full text
    Temuan artefak perunggu dalam se-abad terakhir di dataran Kerinci diteliti hanya sebatas pada kajian deskripsi dan ikonografi semata. Seringkali data yang didapat belum begitu akurat untuk merekonstruksi budaya masyarakatnya pada masa lampau. Apalagi temuan-temuan tersebut tidak kontekstual lagi. Analisis metalurgi yang telah banyak dilakukan peneliti terhadap temuan artefak perunggu di tempat lain, memberi kesempatan untuk membongkar kembali artefak perunggu Kerinci agar dilakukan kajian melalui analisis metalurgi dengan studi komparatif. Melalui pendekatan induktif dalam tulisan ini, penulis mencoba memberikan gambaran tentang prospek penelitian artefak perunggu Kerinci melalui analisis metalurgi. Beberapa prospek penelitian ke depan antara lain: (1) aspek teknis pembuatan artefak tersebut; (2) aspek sosial-ekonomi seperti penelitian jalur perdagangan kuna ke Kerinci pada masa klasik; (3) migrasi artefak atau ideofak mengenai teknologi pembuatan perunggu dari Dongson ke wilayah Kerinci; (4) penelitian mengenai permasalahan apakah artefak perunggu Kerinci diimpor atau diproduksi secara lokal

    WASTWASAMBHAWOTPĀTA PADA MASA PEMERINTAHAN RAJA JAYAPANGUS

    Full text link
    Pembangunan sebuah rumah memiliki aturan tertentu. Begitupula pembangunan rumah di masa lampau menggunakan aturan-aturan tertentu yang diatur dalam prasasti. Dalam menentukan lokasi bangunan perlu memperhatikan lingkungan dan masyarakatnya. Selain itu, terdapat pula beberapa ritual yang dilaksanakan apabila terdapat pelanggaran yang dilakukan masyarakat dalam membangun rumah. Istilah pelanggaran tersebut disebut dengan Wastwasambhawotpāta. Istilah tersebut ditemukan dalam beberapa Prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Jayapangus yang menyebutkan terkait dengan ritual upakara Caru Prayaҫcita sebagai salah satu cara untuk mencegah bencana yang disebabkan oleh Wastwasambhawotpāta. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelanggaran pembangunan rumah yang dilakukan di masa lampau dan untuk mengetahui cara yang dilakukan untuk mengatasinya agar tidak mengakibatkan dampak negatif dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif berupa data deskriptif dan dikaji dengan dua teori, yakni teori religi dan teori simbol. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa di masa pemerintahan Raja Jayapangus terdapat beberapa pantangan dalam membangun rumah, apabila dilanggar diperlukan suatu ritual untuk mencegah bencana yang ditimbulkan

    15

    full texts

    76

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Siddhayatra (E-Journal - South Sumatera Archaeological Service Office, Ministry of Education & Culture)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇