Siddhayatra (E-Journal - South Sumatera Archaeological Service Office, Ministry of Education & Culture)
Not a member yet
    76 research outputs found

    BENDUNGAN WATERVANG: PENGARUH DAN PERKEMBANGAN NYA SAMPAI SAAT INI

    No full text
    Watervang dam is built by stemming the Kelingi River which divides Lubuk Linggau City.The dam is built for the purpose of developing agriculture and the economy after ethicalpolitics. This paper looks at how the influence of the Watervang Dam on Lubuk LinggauCity and its development to date. To see the influence of the survey and the study of dam librariesin the present. This dam consists of dam components, suspension bridges, water reservoirs,water gates, sedimentary buildings, warehouses, rain gauges, and tourism supportbuildings. The influence of the watervang dam in general to Lubuk Linggau City is the formationof the city's supporting area. This city's economic support area is one of the largestrice producers in South Sumatra until now

    Megalitik Dalam Konteks Kekinian; Legenda Dibalik Batu Larung (Kajian Etnografi Mengenai Hubungan Mitos dan Artefak Megalit)

    No full text
    Batu larung merupakan satu dari tinggalan megalitik yang masih tersebar di wilayah merangin. Eksistensi batu larung saat ini memiliki makna tersendiri dalam struktur masyarakat merangin. Batu larung saat ini dimaknai sebagai simbol tertentu yang memiliki fungsi dalam masyarakat. Penelitian ini mengkaji fenomena batu larung di tengah masyarakat merangin. Dengan metode wawancara etnografi dan merefleksikan data arkeologi penelitian ini mendefinisikan masyarakat merangin modern dan mengkaitkannya dengan konsep Batu Larung tersebut. hasil penelitian menunjukan bahwa mitos tertentu yang menyebabkan eksistensi batu larung tetap terjag

    PERTIMBANGAN PENGGUNAAN TIMAH SEBAGAI MEDIA PENULISAN PRASASTI DI SUMATERA

    Full text link
    Prasasti merupakan suatu benda yang dipermukaannya digoreskan tulisan, yang isi tulisannya dapat berupa dokumen yang menyuratkan informasi tertentu. Bahan yang digunakan dalam penulisan prasasti memiliki beberapa variasi, antara lain batu, perunggu atau tembaga, emas, daun lontar dan lain sebagainya. Penelitian yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Sumatera Selatan di tahun 2018 menunjukkan bahwa telah ditemukan beberapa prasasti yang media penulisannya adalah timah. Fenomena ini menjadi suatu fakta baru dalam dunia arkeologi Indonesia, karena belum ditemukan prasasti yang media penulisannya berupa timah. Kajian ini berusaha menjawab permasalahan mengenai alasan atau latar belakang dari penggunaan timah sebagai media tulis prasasti. Metode yang digunakan antara lain pengumpulan data, analisis dan interpretasi. Kajian ini menghasilkan pemahaman bahwa pemilihan timah sebagai media tulis berkaitan dengan aspek fungsional (kaitan prasasti dengan kegunaannya di masyarakat) dan aksesibilitas (kaitan prasasti dengan pilihan bahan yang tersedia sebagai medium penulisan)

    BANGUNAN SEKOLAH SEBAGAI MANIFESTASI POLITIK ETIS DI KOTA PALEMBANG: KAJIAN ARKEOLOGI SEJARAH

    Full text link
    Tulisan ini mengulas tentang manifestasi politik etis yang dilakukan oleh kolonial yang direfleksikan dalam tinggalan arkeologi di dalam kota Palembang. Permasalahan yang akan dipecahkan adalah mengenai keberadaan tinggalan arkeologi yang merepresentasikan praktik politik etis di kota Palembang, dan bagaimana tinggalan tersebut menjelaskan praktik politik etis yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan arkeologi kesejarahan, maksudnya adalah dengan berpijak pada data sejarah untuk menemukan bukti arkeologi di lapangan. Data sejarah berupa Peta tahun 1922 dan 1945 yang “dioverlay” dengan peta modern penelitian ini dilakukan. Setelah koordinat diketahui, dilanjutkan dengan pengecekan di lapangan. Hasil penelitian menunjukan beberapa lokasi sekolah lama yang menunjukan praktik segregasi dan diskriminasi antar kelas masyarakat sebagai efek yang timbul dalam eksistensi politik etis di Kota Palembang, khususnya di sektor pendidikan

    NASKAH INCUNG SASTRA MELAYU KLASIK YANG TERLUPAKAN

    No full text
    Penelitian naskah Incung yang mer upa kan salah satu dari peninggalan kesusastraan Melayu Klasik bertujuan untuk memperoleh gambaran dan informasi tentang kesusastraan Incung yang sudah tidak dikenal lagi oleh masyarakat Kerinci sendiri. Pada gilirannya dapat membantu masyarakat melestari dan mengembangkan kesusastraan klasik ini. Selain itu, dapat memperluas wawasan pengetahuan tentang sastra Incung Kerinci untuk kegiatan bagi pengembangan bahasa, pelajaran muatan lokal, referensi perpustakaan, penelitian dan kontribusi untuk memajukan bahasa dan sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada naskah sastra Incung, yang masih disimpan sebagai benda-benda pusaka di Kerinci. Di sini tidak semua materi dalam kesusastraan Kerinci dapat disajikan secara lengkap, penyusunannya memperhatikan nilai-nilai keaslian lokal pada naskahnaskah Incung itu sendiri, untuk membuktikan itu kita melakukan pengamatan langsung terhadap naskah sastra Incung, di beberapa ilayah Kabupaten Kerinci, yaitu Rawang, Semurup, dan Koto Tuo, pengamatan dilakukan dengan cara kritis terhadap bentuk grafis aksara Incung dan isi dalam naskah Incung Kerinci, pada tahap berikut dilanjutkan dengan studi kepustakaan melihat dan membandingkan dengan hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya. Dari hasil penelitian didapat, salah satu peninggalan peradaban masa silam yang terdapat di Sumatera adalah kesastraan Incung. Bahasa Kerinci Kuno merupakan bahasa lingua franca suku Kerinci zaman dahulu. Kalau kita simak fonetis yang terdapat dalam naskah-naskah Incung umumnya memakai bahasa Melayu Kuno, merupakan bahagian dari bahasa Melayu zaman lampau yang penyebaran meluas dari Madagaskar sampai ke lautan Fasifik. Tidak dapat disangkal lagi, Sastra Indonesia Lama yang lazim dikenal dengan istilah Sastra Melayu Klasik, kedalamnya termasuk juga Sastra Incung Kerinci

    Manfaat Sumber Daya Arkeologi di Situs Lesung Batu

    No full text
    Sumber daya arkeologi adalah semua bentuk fisik atau sisa budaya yang ditinggalkan oleh manusia masa lampau pada bentang alam tertentu yang berguna untuk menggambarkan dan menjelaskan proses perubahan budaya. Situs Lesung Batu yang terletak di Kabupaten Musi Rawas Utara merupakan salah satu situs arkeologi yang memiliki potensi sumber daya arkeologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan data yang ada di Situs Lesung Batu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif interpretatif. Hasil dari penelitian ini adalah diketahui sumber daya arkeologi di situs Lesung Batu adalah pondasi candi, struktur batu tuf, fragmen wadah keramik dan tembikar dan arca yoni. Sedangkan manfaat dari sumber daya arkeologi di situs Lesung Batu adalah untuk kepentingan akademis, ideologi dan praktis.Kata kunci: sumber, daya, arkeologi, manfaat, kepentinga

    15

    full texts

    76

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Siddhayatra (E-Journal - South Sumatera Archaeological Service Office, Ministry of Education & Culture)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇