1,720,980 research outputs found

    KAIDAH KEMUTTASILAN SANAD HADIS (Studi Kritis Terhadap Pendapat Syuhudi Ismail)

    Full text link
    The study of the sanad is very important in hadith studies. This article attempts to analyze and criticize Syuhudi Ismail theory of the ittisal sanad (the connectedness of hadith chain). The author comes to two conclusions. First, a chain hadith is considered muttasil (unbroken) if each narrator to the previous nearest narrator validly existing under the provisions of tahammul wa \u27al-ada’  al-hadis and according to historical provisions. Second, the credibility, religious commitment, and  cleverty (s}iqah, ‘adalah, d}âbit}) are not something that are essential in determining ittisal sanad. The ‘adalah (religious commitment) (without cleverty) should be sufficient, as long as it does not fall on mudallis narrators category

    Differing Responses to Western Hermeneutics: A Comparative Critical Study of M. Quraish Shihab’s and Muḥammad ‘Imāra’s Thoughts

    Full text link
    This article deals with Muslim scholars’ responses to Western hermeneutics and its application to the Qur’an. It focuses on the thoughts of two thinkers, i.e. M. Quraish Shihab from Indonesia and Muḥammad ‘Imāra from Egypt, and discusses them in a comparative critical way. On the basis of the available data, its author comes to the following conclusions. First, the two scholars have different receptions of the Western hermeneutics. While ‘Imāra rejects it totally only because it is rooted in the Western tradition that is different from the Islamic tradition, Shihab accepts it with some considerations on the basis that it can widen horizons of Qur’an interpreters, so that they might understand the Qur’an in a more careful way. Second, ‘Imāra’s arguments for his rejection of it are not strong enough, and even constitute misunderstandings of hermeneutical theories, whereas Shihab’s arguments can be considered more plausible, even though in some cases he does not give enough elaborations. Third, these responses have a certain impact on the dynamics of hermeneutical approaches in Indonesia. [Artikel ini membahas respon ilmuwan muslim mengenai ilmu hermeneutik barat dan penerapannya pada Qur’an. Tulisan ini fokus pada dua pemikir muslim yaitu M. Quraish Shihab dari Indonesia dan Muḥammad ‘Imāra asal Mesir serta mendiskusikannya dalam kerangka perbandingan kritis. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa pertama, dua ilmuwan tersebut berbeda dalam penerimaan hermeneutik barat. ‘Imāra menolak sepenuhnya karena berakar pada tradisi barat, sedangkan Shihab menerimanya dengan beberapa pertimbangan selama dapat memperluas cakrawala penafsiran Qur’an dan dapat memahaminya dengan berhati-hati. Kedua, argumen penolakan yang diajukan ‘Imāra tidak cukup kuat dan kadang terdapat kesalahpahaman teoritikal, sedangkan argumen Shihab lebih masuk akal, walaupun dalam beberapa bagian ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Ketiga, kedua respon ilmuwan tersebut mempunyai dampak signifikan pada dinamika pendekatan hermeneutik di Indonesia.

    Book Review

    Full text link
    Ketidakpuasan terhadap tradisi pemikiran klasik dan konsep-konsep lama yang berkaitan dengan Al-Qur'an pada khususnya dan Islam pada umumnya merupakan suatu fenomena yang muncul di penghujung abad 20. Pemikiran dekonstruktif, dan sekaligus rekonstruktif, merupakan sinyalemen yang menandai akan munculnya perkembangan pemikiran baru di Dunia Islam pada abad ke-21. Muhammad syahrur, seorang profesor di universitas Damaskus, adalah salah seorang tokoh yang telah memberikan kontribusi,yg sangat berharga dalam kajian-kajian keislaman Bukunya yang berjudul al-Kitāb wa al-Qur'ān menawarkan ide-ide segar berkaitan dengan terma-terma dalam ilmu-ilmu Al-Qur'an, dan konsep-konsep Al-Qur'an yang berhubungan dengan teologi, hukum dan akhlaq, Meskipun sebagian terma dan konsep yang dijadikan pokok bahasan,dalam buku tersebut mungkin tidak asing bagi para pemerhati dan pengkaji Al- Qur'an namun pengertian terma dan pemahaman konsep yang ditawarkan Syahrur mengandung nuansa pemikiran yang berbeda dengan yang selama ini dianut oleh sebagian besar ulama

    Hermeneutika alquran Mazhab Yogya/ Syamsuddin

    No full text
    xxiv, 319 hal.; 24 cm

    Hermeneutika Alqur'an Mazhab Yogya.

    No full text
    Yogyakartaxxiv, 320 p.24 cm

    Kajian Islam Terkait lingkungan Harus Diseimbangkan

    Full text link
    Seiring dengan kemajuan zaman,lingkungan hid up di Tanah Air sudah semakin semakin rusak. Namun, kerusakan terse but harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk mayoritas umat Islam di Indonesia

    Book Review: Beberapa Tema Reformasi dalam Islam

    Full text link
    Buku yang akan diperkenalkan kepada pembaca ini merupakan kumpulan artikel yang memaparkan secara singkat biografi dan pokok-pokok pikiran beberapa pemikir reformis Muslim kontemporer, baik dari kalangan konservatif maupun liberal, dari beberapa negara. Meskipun hanya merupakan preliminary research, buku ini menyajikan informasi-informasi yang sangat menarik dan segar dan tentunya sangat bermanfaat bagi para pembaca yang ingin melakukan penelitian lebih mendalam tentang pemikiran tokoh-tokoh yang disebutkan dalam buku ini. Memuat 19 artikel, buku ini dibagi ke dalam 5 tema besar, yakin (1) wajah Islam di Eropa, (2) konsep demokrasi religius, (3) ruang gerak reformasi syariat, (4) pemahaman rasional terhadap al-Quran, dan (5) aktivisme Islam dalam hal pembelaan terhadap hak asasi manusia dan hak kaum wanita
    corecore