1,722,001 research outputs found
PLANTAPEDIA Ensiklopedia Tumbuhan Berbasis Barcode Tumbuhan Tingkat Tinggi Wilayah Pantai Tope Jawa, Takalar
SURVEI TINGKAT KEPUASAN PENGUNJUNG TERHADAP FASILITAS OBJEK WISATA PERMANDIAN ALAM EREMERASA KABUPATEN BANTAENG
ABSTRAK
SYAMSIAH, 2019. Survei tingkat kepuasan pengunjung terhadap fasilitas objek
wisata Permandian Alam Eremerasa Kabupaten Bantaeng. Jurusan Penjaskesrek
Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh
Arifuddin Usman dan Muhammadong.
Permasalahan yang di cari dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat
kepuasan pengunjung terhadap fasilitas objek wisata Permandian Alam
Eremerasa Kabupaten Bantaeng.. Populasi penelitian ini adalah seluruh
pengunjung yang ada di objek wisata Permandian Alam Eremerasa Kabupaten
Bantaeng, sebanyak 40 sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah
angket: Hasil penelitian menunjukkan bahawa Tingkat Kepuasan Pengunjung
Terhadap Fasilitas Objek Wisata Permandian Alam Eremerasa Kabupaten
Bantaeng dengan beberapa indikator tingkat kepuasan di antaranya faktor daya
tarik, faktor tanggung jawab, dan faktor lokasi. Dari hasil survei tingkat kepuasan
pengunjung terhadap fasilitas objek wisata Permandian Alam Eremerasa
Kabupaten Bantaeng adalah 5%. dalam kategori puas, 60% dalam kategori sedang,
10% dalam kategori sangat puas, 5% dalam kategori sangat tidak puas, dan 20%
dalam kategori tidak puas.
Kata Kunci: Kepuasan Pengunjun
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Perubahan posisi matahari sebagai dasar reformasi kalender Syamsiah dan variasi waktu salat
Kalender Syamsiah sangat penting keberadaannya bagi umat manusia, begitupun juga jadwal waktu salat menjadi sangat penting bagi umat Islam, karena adanya sebuah sistem kalender dijadikan acuan pengorganisasian waktu dan jadwal salat dijadikan sebagai panduan masuknya awal waktu salat. Namun masih ada masyarakat yang belum memahami betul mengenai pengaruh adanya perubahan posisi Matahari yang menyebabkan dilakukannya reformasi kalender Syamsiah. Kalender Romawi yang telah direformasi menjadi kalender Julian merupakan akar dari Kalender Syamsiah Gregorian. Reformasi kalender Romawi tersebut terjadi pada tahun 45 SM yang dilakukan oleh Julius Caesar menggunakan panjang satu tahun 365,25. Artinya, setiap 4 tahun ada 1 tahun yang panjangnya 366 hari atau disebut tahun kabisat, yaitu pada tahun yang angkanya habis dibagi 4. Namun sistem kalender Syamsiah Julian dalam 400 tahun terdapat kelebihan (365,25−365,2422) × 400 = 3,12 hari. Maka setiap 400 tahun perlu dihilangkan 3 hari. Aturan ini disebut dengan sistem kalender Syamsiah Gregorian. Aturannya setiap tahun kelipatan 100 yang tidak habis dibagi 400 harus jadi tahun basit}ah. Misalnya tahun 1700, 1800 dan 1900. Selain itu perubahan posisi Matahari menyebabkan awal waktu salat berubah setiap harinya. Masih terlihat juga ada masyarakat yang menggunakan jadwal waktu salat abadi. Meskipun menggunakan kata “abadi” sejatinya jadwal waktu salat tidak lah abadi, karena jadwal waktu salat ini tidak akan bisa dimanfaatkan dalam waktu yang panjang.
Disertasi ini menjawab pertanyaan pokok mengenai perubahan posisi Matahari yang dirinci dalam sub pertanyaan berikut: 1) Mengapa terjadi perubahan posisi Matahari yang berdampak pada tahun tropis Matahari dan 2) Bagaimana perubahan posisi Matahari menjadi dasar reformasi kalender Syamsiah dan penentuan waktu salat di berbagai kondisi.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakaan (library research), data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Setelah data-data yang dibutuhkan terkumpul, kemudian data-data tersebut diolah dan dianalisis bersamaan dengan proses penyajiannya dengan pendekatan historis astronomis. Temuan penelitian ini memberikan suatu pemahaman bahwa, 1) Panjang tahun tropis selalu mengalami perubahan pada setiap tahunnya disebabkan oleh lintasan Bumi berbentuk elips dan mempunyai eksentrisitas yang mengakibatkan ketidak-konstanan kecepatan gerak revolusi Bumi. Selain itu, menjauhnya bulan dari Bumi 3,78 cm per tahun dan gerak nutasi sumbu poros Bumi oleh bulan dan planet yang selalu berubah sekitar 11,6 detik per tahun juga turut menjadi penyebab ketidak-konstanan tersebut. Sedangkan Vernal Equinox mengalami gerak presisi sekitar 50,3 detik per tahun. 2) Perubahan posisi Matahari setiap hari dan memendeknya tahun tropis Matahari berimplikasi pada perbedaan jumlah hari antara siklus tahun tropis Matahari dengan rata-rata tahun kalender Syamsiah Gregorian yang semakin besar setiap tahunnya. Tulisan ini memberi usulan untuk melakukan koreksi dan perbaikan terhadap kalender Syamsiah Grgorian dengan panjang rata-rata tahun sipil berjumlah 365 hari 5 jam 48 menit 46,08 detik (365,2422 hari) dan menjadikan tahun 2800 sebagai tahun basit}ah. Modifikasi aturan penentuan tahun kabisat adalah setiap tahun yang habis dibagi 4 merupakan tahun kabisat. Adapun tahun abad bisa menjadi tahun kabisat apabila habis dibagi 400 kecuali tahun abad kelipatan 2800 itu merupakan tahun basit}ah dan menjadikan tahun 17500 serta kelipatannya sebagai tahun kabisat. Akibat adanya perubahan posisi Matahari, waktu salat setiap harinya juga selalu mengalami perubahan dan setiap tahun awal waktu salatnya pun juga tidak sama, misalnya awal waktu salat tahun 2022 tidak sama dengan waktu salat tahun 2023. Perubahan yang terjadi dapat dijadikan sebagai pemahaman bagi masyarakat bahwa kebenaran jadwal waktu salat bukan bersifat statis- pasif melainkan bersifat dinamis-variatif.
ABSTRACT:
The Syamsiah calendar is very important for mankind, as well as the schedule of prayer times is very important for Muslims because the existence of a calendar system is used as a reference for organizing time and the prayer schedule is used as a guide for entering the beginning of prayer times. However, some people do not fully understand the effect of the change in the sun's position which led to the reform of the Shamsiah calendar. The Roman calendar, which has been reformed into the Julian calendar, is the root of the Shamsiah Gregorian calendar. The reformation of the Roman calendar took place in 45 BCE by Julius Caesar using a year length of 365.25. It means that every 4 years there is 1 year that is 366 days long or is called a leap year, that is, in a year whose numbers are divisible by 4. However, the Shamsiah Julian calendar system has advantages in 400 years (365.25−365.2422) × 400 = 3, 12 days. Then every 400 years is necessary to remove 3 days. This rule is called the Shamsiah Gregorian calendar system. The rule is that a multiple of 100 which is not divisible by 400 must be a basit}ah year every year. For example in 1700, 1800, and 1900. In addition, changes in the sun's position cause the changing of the beginning of prayer time every day. It is still visible that there are people who use the perpetual prayer schedule. Even though using the word "perpetual" actually the prayer schedule is not perpetual, because this prayer schedule cannot be used for a long time.
This dissertation answers the main questions regarding changes in the position of the Sun which are detailed in the following sub-questions.
1) Why does a change in the Sun position affect the tropical year of the Sun and 2) How did the change in the position of the Sun become the basis for reforming the Shamsiah calendar and determining prayer times in various conditions.
This research is included in library research, the data used are interviews and documentation. After the required data is collected, then the data is processed and analyzed together with the process of presenting it with an astronomical historical approach. The findings of this study provide an understanding that 1) The length of the tropical year always changes every year due to the Earth's trajectory being elliptical and having eccentricity which results in an inconstancy in the speed of the Earth's revolution. In addition, the moon is moving away from the Earth by 3.78 cm per year and the motion of the Earth's axis nutation by the moon and planets which are always changing around 11.6 seconds per year also contributes to this inconstancy. Meanwhile, the Vernal Equinox experiences a precision movement of about 50.3 seconds annually. 2) The change in the position of the Sun every day and the shortening of the tropical year of the Sun have implications for the difference in the number of days between the solar tropical year cycle and the average Shamsiah Gregorian calendar year which is getting bigger every year. This paper proposes to make corrections and improvements to the Syamsiah Gregorian calendar with an average civil year length of 365 days 5 hours 48 minutes 46.08 seconds (365.2422 days) and make the year 2800 a basit}ah year. The modification of the rule for determining leap years is that every year divisible by 4 is a leap year. A century year can become a leap year if divisible by 400 unless a century year that is a multiple of 2800 is a basit}ah year and make the year 17500 and its multiples a leap year. As a result of the change in the Sun's position, the daily prayer time also changes and every year the prayer time is not the same, for example, the prayer time in 2022 is not the same as the prayer time in 2023. The changes that occur can serve as an understanding for the public that the true prayer schedule is not static-passive but dynamic-variable
Studi komparatif sistem penanggalan Jawa Pranata Mangsa dan sistem penanggalan Syamsiah yang berkaitan dengan sistem musim
Sistem penanggalan Pranata Mangsa merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Jawa yang berkaitan dengan pengelolaan pertanian berdasarkan pada kejadian-kejadian alam. Seiring berjalannya waktu, teknologi pun semakin canggih dan dianggap lebih baik, yaitu prakiraan cuaca dari BMKG. Sistem penanggalan Jawa Pranata Mangsa tentu saja memiliki perbedaan dengan sistem penanggalan syamsiah yang berkaitan dengan musim yang diperkirakan oleh BMKG. Penanggalan Pranata Mangsa yang umurnya jauh lebih tua dari prakiraan BMKG masih ada yang menggunakan. Hal ini menunjukkan bahwa penanggalan Pranata Mangsa dipercaya masyarakat, akan tetapi apakah sistem ini masih dapat dipergunakan?
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem penanggalan Jawa Pranata Mangsa dan sistem penanggalan Syamsiah yang berkaitan dengan sistem Musim dan mengetahui analisis komparatif diantara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat kualitatif dengan desain penelitian deskriptif kualitatif analitik dan komparatif. Jenis data bersifat library research yang didalamnya menggunakan sumber data utama berupa buku Qamarulsyamsi Adammakna yang membahas tentang penanggalan Jawa Pranata Mangsa dan data yang ada di BMKG yang berkaitan dengan musim dan sumber data pendukung seperti hasil wawancara, literatur-literatur yang bertalian erat dengan sistem penanggalan Jawa Pranata Mangsa dan penanggalan Syamsiah yang berkaitan dengan sistem musim.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penentuan Awal Musim Hujan dan Awal Musim Kemarau di Kabupaten Sukoharjo Surakarta pada tahun 2009 – 2013 pada sistem Pranata Mangsa secara umum mundur/lebih lambat dari perhitungan sistem tersebut, meskipun begitu terdapat satu tahun yang sama dengan Pranata Mangsa yaitu tahun 2011, terjadi pada Mei dasarian II (Kasa). Penanggalan ini masih tetap dapat diandalkan dalam hal pengamatan atas gejala alam karena petani perlu beradaptasi apabila terjadi perubahan dengan mengubah pola tanam. Terdapat inrelevan antara penanggalan Pranata Mangsa dengan musim yang sebenarnya berlangsung, bahkan bisa dikatakan penanggalan ini masih belum bisa secara konsisten menyesuaikan dengan fenomena iklim yang sebenarnya karena sebagian flora dan fauna yang menjadi indikator penanda musim banyak yang hilang. Tentu lebih konsisten jika menentukan musim dengan mengkomparasikan sistem penanggalan Masehi atau dari penentuan prakiraan BMKG agar mendapatkan hasil yang maksimal untuk pertanian dan perkebunan
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Meningkatkan Kemampuan Menghafal Surah-surah Pendek Siswa kelas Melalui Media Media Audio Visual Di MIN Sungai Tuan Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar
Syamsiah. 2011. Meningkatkan Kemampuan Menghafal Surah-surah Pendek Siswa kelas Melalui Media Media Audio Visual Di MIN Sungai Tuan Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: Drs.H. Aswan ,M.Pd
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data awal yang menunjukkan minimnya hasil belajar siswa mata pelajaran Alquran Hadis, utamanya pada penghafapalan surah-surah pendek, hal itu disebabkan media pengajaran yang digunakan cukup monoton, sehingga mempengaruhi kualitas belajar. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu upaya untuk meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran menghafal surah-surah pendek.
Masalah yang diteliti adalah Apakah dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran menghafal surah-surah pendek dapat meningkatkan kemampuan menghafal siswa kelas II MIN Sungai Tuan Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar dan bagaimana respon siswa terhadap penggunaan media itu
Subjek penelitian ini adalah guru 1 orang guru pengajar Alquran hadis dan siswa kelas II MIN Sungai Tuan Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar dengan jumlah siswa 24 orang yang terdiri dari 14 orang siswa laki-laki dan 10 orang siswa perempuan.
Data yang digali dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumenter. Selanjutnya diolah dengan teknik editing, tabulating, dan interpretasi. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif dan penarikan kesimpulan secara induktif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil observasi kegiatan pembelajaran menghafal surah-surah pendek dengan menggunakan media audio visual, maka hasil tes belajar pertemuan rata-rata nilai siswa hanya 62,9, pada pertemuan kedua siklus I, setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan media audio visual kembali, maka dapat meningkat nilai rata-rata menjadi 76,8 pada pertemuan kedua siklus II. Respon siswa siswa kelas II Madarasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Tuan Kecamatan Astambu Kabupaten Banjar dalam pembelajaran menghafal surah-surah pendek dengan menggunakan media audio visual sangat baik, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar yang baik pula
- …
