1,721,396 research outputs found
PENDEKATAN DALAM MENGAJAR PERSPEKTIF SYAIFUL BAHRI DJAMARAH DAN ABUDDIN NATA. (Studi Komparatif Deskriftif)
Teaching is not a light task for a teacher. In teaching teachers dealing with a group of students where they are sentient beings who need guidance and coaching to get to maturity. Students after experiencing the process of education and teaching are expected to become human beings who are self-aware of responsibility, self-employed, personable and moral. The result of this research is according to Syaiful Bahri Djamarah there are four component approach in teaching that is individual approach, group approach, mixed approach, educative approach. The opinion of Syaiful Bahri Djamarah is more general. Likewise, Abuddin Nata also argues that there are four components of the teaching approach: individual approach, group approach, mixed approach, educative approach, but the opinion of Abuddin Nata is more religious, this can be proved by the Qur'anic verses which is used as a guide in giving opinions
KIAT KESUKSESAN BELAJAR DALAM BUKU RAHASIA SUKSES BELAJAR KARYA SYAIFUL BAHRI DJAMARAH
ABSTRAK
Nurhasanah, (2022): Kiat Kesuksesan Belajar dalam Buku Rahasia Sukses
Belajar karya Syaiful Bahri Djamarah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kiat kesuksesan belajar yang
terdapat dalam buku Rahasia Sukses Belajar karya Syaiful Bahri Djamarah. Studi
ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis isi
(content analysis) yang dilakukan dengan mengkodekan kata atau istilah,
mengklasifikasikan, menganalisis, dan mendeskripsikan hasil analisis. Hasil
penelitian menyimpulkan bahwa kiat kesuksesan dalam belajar, terbagi menjadi
empat, yaitu: Pertama, kiat belajar sendiri, diantaranya: mempunyai fasilitas dan
prabot sendiri, mengulangi bahan pelajaran, menghafal bahan pelajaran, membaca
buku, membuat ringkasan atau ikhtisar, mengerjakan tugas, dan memanfaatkan
perpustakaan. Kedua, kiat belajar di sekolah, diantaranya: masuk kelas tepat waktu,
memperhatikan penjelasan guru, mencatat hal-hal yang penting, aktif dan kreatif
dalam kerja kelompok, dan bertanya mengenai hal-hal yang belum jelas. Ketiga,
kiat belajar di universitas, yaitu mempersiapakan cara mengikuti kuliah membentuk
kelompok dan melaksanakan diskusi kelompok serta mengenali tipe dosen.
Keempat, kiat menghadapi ujian, yaitu membaca kembali, memperbaiki catatan,
membuat ikhtisar dan menghafal materi.
Kata kunci: Kiat Kesuksesan Belajar, Rahasia Sukses Belaja
فعالية استخدام طريقة المباشرة بلعبة خادم المقصف لترقية مهارة الكلام لدى التلاميذ في الصف الثامن بمدرسة توفيق والهداية المتواسطة الإسلامية بكنبارو
ABSTRAK
Syaiful Bahri, (2018): Efektivitas Penggunaan Metode Langsung dengan
Permainan Pelayan Kantin untuk Meningkatkan
Keterampilan Berbicara Siswa (Penelitian Eksperimen
di Madrasah Tsanawiyyah Taufik Walhidayah
Pekanbaru).
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui
Efektivitas Penggunaan Metode Langsung dengan permainan Pelayan Kantin untuk
Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa di Madrasah Tsanawiyyah Taufik
Walhidayah Pekanbaru. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah
Penggunaan Metode Langsung dengan permainan Pelayan Kantin Efektif untuk
Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa di Madrasah Tsanawiyyah Taufik
Walhidayah Pekanbaru?”. Penelitian ini dimulai dari rancangan langkah
pembelajaran, pelaksanaan, observasi, kemudian test. Populasi penelitian adalah
kelas 8.1 dan 8.3, dan Sampelnya adalah seluruh siswa di kelas 8.1 dan 8.3
Madrasah Tsanawiyyah Taufik Walhidayah Pekanbaru. Subjek penelitian adalah
siswa kelas 8.3 dan siswa kelas 8.1. Dan Objek penelitian ini adalah Metode
Langsung dengan permainan Pelayan Kantin untuk Meningkatkan Keterampilan
Berbicara Siswa Kelas 8 di Madrasah Tsanawiyyah Taufik Walhidayah
Pekanbaru. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam
penelitian ini terdiri dari observasi dan test. Adapun hasil penelitian ini adalah
bahwa Metode Langsung dengan permainan Pelayan Kantin efektif untuk
Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa di Madrasah Tsanawiyyah Taufik
Walhidayah Pekanbaru. Karena nilai To = 2,67 lebih besar dari Tt pada taraf
signifikansi 5% = 1,68 dan taraf signifikansi 1% = 2,42. Ini berarti bahwa Ho
ditolak dan Ha diterima.
Kata kunci: Efektifitas, Metode Langsung, Permainan Pelayan Kantin,
Keterampilan Berbicara
Aspirasi Pendidikan Masyarakat Bakumpai di Kalimantan Selatan
Syaiful Bahri, NIM 11.0351.0012: Aspirasi Pendidikan Masyarakat Bakumpai di
Kalimantan Selatan, di bawah bimbingan I. Prof. Dr. H. Ahmadi Hasan, M.H dan
II. Drs. H. Ahdi Makmur, M.Ag. Ph.D. pada Pascasarjana IAIN Antasari
Banjarmasin, (2016).
Kata kunci: Aspirasi Pendidikan, Masyarakat, Bakumpai
Masyarakat Bakumpai adalah suatu komunitas masyarakat yang beragama
Islam, berdomisili di Marabahan Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Mereka hidup berkelompok di sepanjang pinggiran Sungai. Mereka menyalurkan
aspirasi pendidikannya melalui jalur lembaga pendidikan yang berbeda-beda,
sebagian besar memilih lembaga pendidikan umum. Padahal, secara teoretis,
keyakinan beragama yang dianut oleh seseorang akan mendorong dirinya untuk
melakukan sesuatu sesuai keyakinannya. Fenomena inilah yang menarik untuk
diteliti.
Tujuan penelitian ini berdasarkan ruang lingkup: 1) cita-cita, harapan dan
orientasi orangtua memasukkan anaknya ke sekolah ; 2) cita-cita, harapan, dan
dan orientasi orangtua terhadap anak laki-laki dan perempuan; 3) perbedaan
antara cita-cita, harapan dan orientasi orangtua dengan anaknya. Penelitian
lapangan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan lewat
wawancara mendalam, observasi, dan dokumenter dengan menggunakan analisis
deskriptif-kualitatif. Penarikan kesimpulan secara induktif.
Penelitian ini menemukan, bahwa dalam masyarakat Bakumpai
nampaknya masih bertahan orientasi agama. Meskipun dalam realitas mayoritas
anak-anak mereka sekolah di sekolah umum, tetapi di dalam diri orangtua masih
terpendam keinginan untuk menyekolahkan anaknya ke madrasah.
Orangtua dalam masyarakat Bakumpai memiliki sikap kesetaraan jender
sehingga setiap anak baik laki-laki maupun perempuan diperlakukan sama dalam
memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan. Meski begitu, ditemukan
pertentangan antara aspirasi orangtua dan aspirasi anaknya. Orangtua
mengharapkan anak-anak mereka sekolah ke lembaga pendidikan Islam, tetapi
anaknya lebih cenderung memilih lembaga pendidikan umum.
Dalam masyarakat Bakumpai umumnya telah berkembang orientasi kerja
ketika orangtua akan menyekolahkan anak. Meskipun dasar orientasi mereka
agama, tetapi dalam konteks dunia kerja, mereka cenderung mengadakan
penyesuaian dengan dunia kerja. Semua orangtua dalam masyarakat Bakumpai
memiliki cita-cita agar anak-anak mereka bisa menempuh pendidikan hingga ke
jenjang perguruan tinggi
Somatic embryogenesis from scutellar embryo of Oryza sativa L. var. MR219
Somatic embryogenesis is an efficient plant regeneration system and it is a potentially useful tool for genetic transformation. An experiment was carried out on somatic embryogenesis from scutellar embryo of rice var. MR219. High intensity of callus formation (100%) was initiated through culturing the scutellar embryo on modified MS medium, with the macro nutrients reduced to half-strength and supplemented with different 2,4-D concentrations (1, 2, 4 and 6 mgL-1). Meanwhile, the highest percentage of embryogenic callus formation (80%) was obtained on the modified MS medium containing 4 mgL-1 2, 4-D. The calli produced were yellowish and friable with nodular structures on the surface. Rounded cells with highly dense cytoplasm were also observed under an inverted microscope and their viability was confirmed based on the apple green fluorescence staining in the fluorescein diacetate (FDA) solution. High mean number of somatic embryos was also produced in
this treatment, at 85 somatic embryos per explant. Upon transferring the somatic embryos onto the modified MS medium with 2 mgL-1 BAP and 0.05 mgL-1 NAA for germination, 82.5% of the somatic embryos were germinated into the seedlings
STRUCTURALISM OF CHARACTER VALUES IN THE NOVEL “ONE YEAR ACADEMIC†BY JUNIOR DANY WIBISONO
This study aims to determine the value theory of character education and structural theory. In line with the research objectives, this research uses qualitative research using descriptive methods. The data used in this study is a combination of intrinsic and extrinsic elements of literary works which include structural theory and the values of character education contained in the novel. The data source used in this research is the novel "One Academic Year" by Junior Dany Wibisono. The results of the analysis of the One Academic Year novel include structural theories such as intrinsic elements consisting of: (1) theme, namely the intrinsic elements of the novel which are the basis of the story, (2) plot/plot which is the storyline, (3) setting which refers to the background. time, atmosphere, and place of the story, (4) characterization is the determination of the character or character of the character, (5) point of view, namely the direction of a writer's point of view in conveying a story, (6) mandate, which is a moral message written by the author of the story. In addition, there are also extrinsic elements. The extrinsic element is the opposite of the novel's intrinsic element. The extrinsic elements of the novel are elements that are outside the literary work, but indirectly affect the structure of the literary work. The extrinsic element of a literary work depends on the author telling the work. Extrinsic elements for example are the values contained, background, and social situation. After structural theory, there are also character education values contained in the novel
- …
