1,721,232 research outputs found
Mayor Jenderal TNI Nasrun Syahrun,SH:Pejuang Kemerdekaan,Abdi Hukum,Diplomat
24,5 cm; 276 ha
Development of Religious Tourism in Increasing MSME Income (Study at the Syahrun Nur Mosque)
This research aims to find out how the development of religious tourism can
increase UMKM income using SWOT analysis. The research location is the
Syarun Nur Mosque and the object of this research is the development of religious
tourism in increasing the income of UMKM. Based on the research results, it is
known that the strategy for developing religious tourism at the Syahrun Nur
Mosque in increasing UMKM income can be carried out with 4 strategies,
namely providing infrastructure and arranging and repairing the facilities and
infrastructure of the tourist attraction, improving services for visiting tourists,
developing the business of UMKM actors around the Great Mosque. Syahrun
Nur, and developing UMKM and business actors who produce and provide
souvenirs and culinary specialties from the Syahrun Nur Mosque)
Eksplorasi Etnomatematika Terhadap Masjid Syahrun Nur Sipirok Sebagai Media Penyampaian Konsep Geometri
Etnomatematika merupakan matematika yang terdapat dalam budaya. Tujuan dari penelitian
ini untuk mengeksplorasi konsep-konsep matematika pada Masjid Syahrun Nur Sipirok.
Metode penelitian yang digunakan adalah matode kualitatif dengan pendekatan etnografi.
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data,
kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pada masjid Syahrun Nur Sipirok terdapat
konsep matematika berupa bangun datar dan bangun ruang yang ditinjau dari arsitektur dan
ornamen motif ragam hiasnya yaitu segitiga, persegi, jajar genjang, balok, belah ketupat dan
segi ena
Pengembangan Wisata Religi Dalam Meningkatkan Pendapatan UMKM: (Kajian di Masjid Syahrun Nur)
This research aims to find out how the development of religious tourism can increase UMKM income using SWOT analysis. The research location is the Syarun Nur Mosque and the object of this research is the development of religious tourism in increasing the income of UMKM. Based on the research results, it is known that the strategy for developing religious tourism at the Syahrun Nur Mosque in increasing UMKM income can be carried out with 4 strategies, namely providing infrastructure and arranging and repairing the facilities and infrastructure of the tourist attraction, improving services for visiting tourists, developing the business of UMKM actors around the Great Mosque. Syahrun Nur, and developing UMKM and business actors who produce and provide souvenirs and culinary specialties from the Syahrun Nur Mosque)
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA TERHADAP MASJID SYAHRUN NUR SIPIROK SEBAGAI MEDIA PENYAMPAIAN KONSEP GEOMETRI
Ethnomathematics is mathematics found in culture. The aim of this research is to explore mathematical concepts at the Syahrun Nur Sipirok Mosque. The research method used is a qualitative method with an ethnographic approach. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, conclusions. The results of this research are that at the Syahrun Nur Sipirok mosque there are mathematical concepts in the form of flat shapes and spatial shapes which are viewed from the architecture and ornamental motifs, namely triangles, squares, parallelograms, blocks, rhombuses and hexagonsEtnomatematika merupakan matematika yang terdapat dalam budaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi konsep-konsep matematika pada Masjid Syahrun Nur Sipirok. Metode penelitian yang digunakan adalah matode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pada masjid Syahrun Nur Sipirok terdapat konsep matematika berupa bangun datar dan bangun ruang yang ditinjau dari arsitektur dan ornamen motif ragam hiasnya yaitu segitiga, persegi, jajar genjang, balok, belah ketupat dan segi enam
Studi Bentuk, Makna Dan Penerapan Motif Ragam Hias Angkola Mandailing Di Masjid Agung Syahrun Nur Kabupaten Tapanuli Selatan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keunikan dari Masjid Agung Syahrun Nur Kabupaten Tapanuli Selatan dimana terdapat Motif-motif ragam hias pada dinding bangunan dan adanya penggabungan motif ragam hias dengan motif lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bentuk, Makna dan Penerapan motif ragam hias pada Masjid Agung Syahrun Nur. Metode penelitian pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah 12 jenis motif ragam hias Angkola Mandailing yang terdapat pada bagunan Masjid Agung Syahrun Nur. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa menggunakan beberapa macam bentuk motif ragam hias Angkola Mandailing yaitu bentuk geometris, teknis, dan kosmos. tetapi motif ragam hias yang lebih dominan digunakan pada masjid ini adalah bentuk kosmos yang berjumlah 6 motif, geometris berjumlah 5 motif dan teknis berjumlah 1 motif. Selain berperan sebagai penghias bangunan, motif ragam hias di Masjid Agung Syahrun Nur memiliki makna di dalamnya. Makna tersebut ditujukkan kepada kaum muslimin yang beribadah di dalam masjid. Makna ini berisi simbol tentang ajaran-ajaran luhur dalam adat dan agama Islam, dan harapan-harapan kepada Allah SWT. Penerapan motif ragam hias Angkola Mandailing pada Masjid Agung Syahrun Nur yang mengelilingi dinding bagunan Masjid. Terutama pada bagian Menara, kubah, pintu masuk masjid, jendela masjid dan pada 8 gapura untuk masuk ke masjid
Analisis pengembangan potensi wisata halal Masjid Agung Syahrun Nur Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan dengan pendekatan analytical network process
Penelitian ini didasari pada suatu fenomena berupa kesenjangan ekonomi maupun sosial akibat dari potensi wisata halal yang belum dikembangkan. Pengembangan yang belum dilakukan berdampak pada menurunnya minat dan jumlah pengunjung pada objek wisata halal Masjid Agung Syahrun Nur serta lambatnya perkembangan ekonomi masyarakat disekitarnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana kondisi wisata halal Masjid Agung Syahrun Nur, Bagaimana strategi pengembangan potensi wisata halal Masjid Agung Syahrun Nur dengan pendekatan ANP.
Pembahasan dalam penelitian ini berkaitan dengan masalah dan aspek pengembangan objek wisata halal Masjid Agung Syahrun Nur meliputi manajemen masjid, pemerintah, dan pengembangan ekonomi serta beberapa solusi dan strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Adapun teori dalam penelitian ini berkaitan dengan pengembangan pariwisata halal, manajemen masjid dan pengembangan ekonomi melalui pariwisata halal.
Penelitian ini berjenis metode campuran atau method mix kualitatif-kuantitatif dengan pendekatan Analytical Network Process (ANP). Data dalam penelitian ini bersumber dari wawancara mendalam (indepth interview) dengan pakar, akademisi, dan stakeholder. Kemudian menggunakan software super decision V 2.10 dalam pengolahan dan sintesis data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Masjid Agung Syahrun Nur memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan. Prioritas yang ditemukan pada masalah manajemen masjid adalah infrastruktur pendukung, masalah pemerintah adalah sosialisasi pariwisata halal, masalah pengembangan ekonomi adalah pengembangan usaha masyarakat. Prioritas pada aspek manajemen masjid adalah infrastruktur dan sarana pendukung masjid, aspek pemerintah adalah fasilitas pengembangan ekonomi melalui pariwisata, aspek pengembangan ekonomi adalah strategi peningkatan pendapatan masyarakat. Adapun prioritas solusi adalah membuat fasilitas dan program modal usaha bagi masyarakat dan UKM. Kemudian prioritas strategi adalah meningkatkan akses pengembangan UKM berbasis wisata halal di wilayah Masjid Agung Syahrun Nur
Pemanfaatan Masjid Agung Syahrun Nur Sebagai Pusat Kegiatan Dakwah Para Pegawai Negeri Sipil Di Kota Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pemanfaatan Masjid
Agung Syahrun Nur beserta faktor pendukung dan penghambat hingga
implikasinya sebagai pusat kegiatan dakwah para Pegawai Negeri Sipil di kota
Sipirok kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan
menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian terdiri dari lima orang
pengurus Badan Kemakmuran Masjid Agung Syahrun Nur dengan cara purposive
sampling. Alat pengumpulan data dilakukan melalui tahap observasi, wawancara
dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data
dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa bentuk pemanfaatan
kegiatan dakwah Masjid Agung Syahrun Nur di kota Sipirok kabupaten Tapanuli
Selatan (1) Pengumpulan Infak dan Sedekah, (2) Majelis Taklim Dharma Wanita
Persatuan (DWP) Tapanuli Selatan: Pengajian Agama (Pembinaan rohani para
Pegawai Negeri Sipil), Pengajian Akbar, Safari Ramadhan, dan Halal bi halal, (3)
Peringatan Hari Besar Agama Islam (PHBAI) dengan melaksanakan ceramah
pada hari-hari besar Islam Seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Peringatan
Maulid dan Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw.
Peneliti juga menemukan hambatan pada kegiatan dakwah yang dilakukan
oleh para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Masjid Agung Syahrun Nur diantaranya
faktor Sumber Daya Manusia (SDM), faktor waktu dimana para pegawai
mempunyai kesibukan yang tinggi dan kegiatan dakwah bukanlah kegiatan pokok,
sehingga tidak jarang kegiatan berbenturan dengan kegiatan di luar jam kerja.
Sedangkan untuk implikasi dari kegiatan dakwah adanya dukungan dana sehingga
bisa membiayai kegiatan kecil hingga kegiatan berskala besar, sehingga
menambah motivasi dan semangat belajar Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang
mengakibatkan terbangunnya ukuwah islamiyah
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
