1,721,005 research outputs found

    MODEL KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PROGRAM HOMESCHOOLING (STUDI TERHADAP KELUARGA SYAHIRUL ALIM, S.Kp., M.Sc., Ph.D.)

    Get PDF
    Pendidikan Homeschooling(Studi Terhadap Keluarga Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D.),Tesis. Yogyakarta: Kosentrasi Pendidikan Agama Islam. Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, 2017. Latar belakang penelitian ini adalah upaya untuk menyeimbangkan ketiga dimensi pokok manusia sebagai khalifah fi al-arḍiyang dapat dimulai melalui pendidikan, termasuk salah satunya sistem pendidikan homeschooling salah satunya adalah homeschooling yang diterapkan oleh keluarga Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D..Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tiga hal, yakni bagaimana konsep kurikulum pendidikan Islam, hasil dari implementasi kurikulum pendidikan Islam dan problematika pelaksanaan kurikulum pendidikan Islam dalam sistem pendidikan homeschooling dalam keluarga Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D.. Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah pengetahuan dalam bidang pendidikan, khususnya yang berkenaan dengan kurikulum pendidikan Islam dalam sistem pendidikan homeschooling. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil latar dalam keluarga Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D. Pengumpulan data dilakukan dengan observsi, wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, konsep kurikulum pendidikan Islam dalam sistem homeschooling keluarga Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D., memiliki tujuan untuk membimbing dan mengarahkan anak agar menjadi seperti apa yang Allah mau, yaitu menjadi abdi dankhalifah.Sumber pembelajaran yang utama adalah Al-Qur’an & Sunnah. Pola pembelajaran keluarga ini mengutamakan penanaman iman, adab, ilmu dan amal. Beberapa metode yang digunakan adalah dialog, pembiasaan, keteladanan, mengingatkan dan memuji anak serta mengajarkan kepada untuk mengharap ridho Allah semata. Evaluasi pendidikan Islam dilakukan menggunakan standar dalam syarah 10 muwashafatserta memberi kesempatan pada anak untuk keluar dari zona nyaman. Kedua, tentang implementasi kurikulum pendidikan Islamdalam sistem homeschooling keluarga Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D., diketahui bahwasanya untuk mencapai tujuan pendidikannya, keluarga Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D. telah mengajarkan masalah baligh sejak dini. Materi disampaikan secara terintegrasi dan kontekstual. Metode dalam pembelajaran pendidikan Islam dilakukan secara efektif dan saling melengkapi. Evaluasi pendidikan Islam memperhatikan aspek akal, hati dan fisik. Ketiga, hasil implementasi kurikulum pendidikan Islamdalam keluarga Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D., diketahui bahwasanya secara garis besar, anak-anak mampu menguasai syarah10 muwashafat. Keempat, problematika pelaksanaan kurikulum pendidikan Islam. Faktor pendukung pelaksanaan kurikulum pendidikan Islam yaitu kebebasan orangtua menentukan materi, pembelajaran aplikatif, serta obyek belajar yang luas. Sedangkan faktor penghambatnya adalah minimnya pengetahuan orangtua

    Model Pendidikan Islam Dalam Program Pendidikan Homeschooling (Studi Terhadap Homeschooling keluarga Syahirul Alim)

    Get PDF
    Pendidikan adalah usaha untuk menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar dan mengembangkan potensi. Sejatinya pendidikan tidak hanya memberikan perhatian pada aspek akademis belaka, akan tetapi juga menjaga dan menumbuhkembangkan fitrah anak sesuai perkembangan usianya. Penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana homeschooling keluarga Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D. mendidik, menjaga dan mengembangkan fitrah anak-anaknya. Penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwasanya pendidikan Islam dalam homeschooling keluarga Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D. menjadi salah satu model dalam menyeimbangkan dimensi pokok yang mendidik anak-anaknya sesuai dengan fitrahnya

    Menuju Persaksian Renungan Pokok Tentang islam

    No full text

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) MELALUI KOMITMEN ORGANISASIONAL VARIABEL INTERVENING PADA PERAWAT RUMAH SAKIT DAERAH KABUPATEN JOMBANG

    Get PDF
    Organizational citizenship behavior adalah perilaku yang bersifat sukarela, bukan merupakan tindakan terpaksa terhadap hal-hal yang mengedepankan kepentingan organisasi. Perilaku ini dapat timbul tidak hanya dari komitmen organisasi yang tinggi, namun juga karena adanya kepuasan kerja dari pegawai. Dengan kata lain, adanya perilaku ini interaksi social pada anggota organisasi menjadi lancar, mengurangi terjadinya perselisihan, dan meningkatkan efisiensi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap organizational citizenship behaviour (OCB) dengan komitmen organisasional pada perawat rumah sakit x kabupaten jombang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif. Subjek ditarik dari populasi sebanyak 156 perawat dengan teknik simple random sampling di mana semua populasi dapat dijadikan responden. Analisis data menggunakan ujiregresi untuk mengetahui kuat pengaruh kepuasan kerja terhadap OCB dengan komitmen organisasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap OCB yaitu sebesar 0,013 (≤0,05). Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap OCB melalui komitmen organisasional yaitu sebesar 0,001 (≤0,05). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kepuasan kerja yang dimiliki perawat, semakin tinggi pula OCB yang dimiliki oleh perawat. Namun Komitmen Organisasional sebagai variable intervening hanya mempengaruhi secara parsial. Oleh karena itu, perawat harus memahami dari bentuk loyalitas kerja agar komitmen tersebut bisa diajalankan
    corecore