1,721,220 research outputs found
Identifikasi dan Tingkat Penerapan Inovasi Teknologi Padi Sawah di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah
Pencapaian tingkat swasembada dan ketahanan pangan khususnya beras tidak terlepas dari beberapa dukungan seperti sumberdaya alam dan penerapan inovasi teknologi. Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu wilayah penghasil beras yang cukup besar di Sulawesi Tengah yang diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan baru produksi beras Nasional di Indonesia. Pemerintah Daerah menetapkan wilayah ini, sebagai daerah penyangga beras terbesar di Sulawesi Tengah. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk : 1. Mengidentifikasi berbagai permasalahan dan tingkat penerapan inovasi teknologi pertanian di Kabupaten Parigi Moutong dan 2. Menetapkan arahan dan alternatif teknologi yang potensial untuk pengembangan lahan di Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua tahap yaitu tahap 1 Desk study dan 2. Penelitian Lapangan. Desk study dilakukan dengan cara penelusuran pustaka dan diskusi dengan stake holders lainnya. Untuk Penelitian lapangan dilaksanakan dengan menggunakan metode survey dengan melakukan pengamatan kondisi sosial ekonomi dan budaya serta pengamatan tingkat penerapan inovasi teknologi melalui pendekatan Partisifatif Rural Aprasial atau Pengenalan Desa Secara Partisifatif (PRA). Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 2 bulan yaitu dari bulan Juni hingga bulan Juli 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi perluasan areal persawahan dan peningkatan luas tanam karena didukung oleh iklim dan irigasi yang cukup baik. Tingkat penerapan teknologi masih cukup rendah terutama penggunaan varietas unggul, benih unggul dan bermutu serta pemupukan. The achievement level of self-sufficiency and food security, particularly in rice production should be supported by natural resources and the application of technology innovation. Parigi Moutong Regency is one of the largest rice producer areas in Central Sulawesi, which is expected to be a new growth source area of national rice production in Indonesia. Local government has set this region as the largest rice buffer zone in Central Sulawesi. The aim of this study was to: 1) Identify the problems and the application level of agricultural technology innovation in Parigi Moutong Regency and 2) Setting the direction and potential of alternative technologies for the development of rice land area in the Regency of Parigi Moutong. This research had two steps, namely : 1) desk study and 2) field research. Field research method was done using a survey method of observing socio-economic and cultural conditions as well as the observation of the level of technology innovation through Participative Rural Appraisal (PRA) approach or partisipative village introduction. The research was conducted from June to July 2014. The result shows that there is a potential for expansion and improvement of rice cultivation acreage because it is supported by the suitable climate condition and well-managed irrigation facilities. However, the level of technology application is still relatively low, especially in the use of improved varieties, improved and quality seed and also proper fertilization.</p
Learning to Listen, Learning to Teach: The Power Of Dialogue in Educating Adults
Buku Learning To Listen, Learning To Teach: The power Of Dialogue in Educating Adults, layaklah sebagai buku wajib bagi mereka yang berkecimpung di bidang pengembangan masyarakat, pekerja sosial, penyuluh pembangunan (pertanian, sosial, hukum, kesehatan, agama, pajak, politik, kebudayaan) baik di instansi pemerintah maupun swasta. Buku ini menunjukkan cara ampuh untuk lebih memahami teknik mendidik orang dewasa yaitu melalui kekuatan dialog dengan 12 prinsip yang menyertainya
MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGI GURU MELALUI LESSON STUDY MENUJU MUTU PEMBELAJARAN GURU
This article aims to examine strategies for improving pedagogical competence through in service training that is more focused on the empowerment of teachers in accordance with the capacity and the problems faced by teachers in the classroom, to improve the quality of teacher learning through lesson study. lesson study is a model of professional development of educators through collaborative learning and continuous assessment based on collegiality and mutual learning. to build a learning community. lesson study selected and implemented in order to improve the pedagogical competence as an effective way to improve the quality of learning and teaching in class. Lesson study carried out in the form of a cycle plan-do-see. through lesson study expected to increase pedagogical competence and increase the quality of learning.</p
MODEL FOR COMPLETING PATIENT RIGHTS TO RISKS INVOLVED IN HEALTH CLINIC BUSINESS
Fulfilment of Health is one of the main rights of every citizen. The need for the health sector, making this field one of the profitable businesses in Indonesia, one of which is a health clinic. This study explores and finds a model for fulfilling the patient's right to risk due to the beauty click business. This research is critical, provides legal certainty to patients due to the risks posed by the health clinic business. This research included the concept of doctrinal law research, which emphasizes the legal substance by analyzing legal instruments and related policies. The study results show that the patient is a customer who gets civil and criminal protection based on Article 58 paragraph (1) of Law No. 36/2009 and Article 19 paragraph (2) of Law No. 8/1999. The government or ministry of health should actively evaluate the implementation of a health clinic business to minimize medical risks caused. It means that it looks at the existence of a business license and evaluates it periodically and emphasized in the Minister of Health No. 9/2014. Nevertheless, periodic evaluation and confirmed in the Minister of Health No. 9/2014. However, periodic evaluation and confirmed in the Minister of Health No. 9/2014
Impact of a spatial repellent on malaria incidence in two villages in Sumba, Indonesia
-
Implementasi zakat profesi di kalangan Pns dan Tni/Polri di Kecamatan Bahorok
Zakat profesi merupakan perkembangan kontemporer, yaitu
disebabkan adanya profesi-profesi modern yang sangat mudah
menghasilkan uang. Misalnya profesi dokter, konsultan, advokat, dosen,
arsitek, dan sebagainya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan zakat
profesi sesuai dengan Undang-Undang nomor 38 tahun 1999 tentang
pengelolaan zakat, serta faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan
zakat profesi di kalangan golongan PNS dan TNI/POLRI di Kecamatan
Bahorok.
Penelitian ini dilaksanakan dengan mengambil informan yang
berasal dari PNS, Guru, TNI, POLRI di Kecamatan Bahorok, dengan
pendekatan kualitatif dan pengumpulan data dengan wawancara yang
mendalam, observasi, serta studi dokumen.
Dalam penelitian ini temukan bahwa, pelaksanaan pengumpulan
zakat profesi oleh Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Bahorok ternyata
belum terlaksana sesuai dengan Undang-Undang nomor 38 tahun 1999
tentang pengelolaan zakat. Demikian juga dengan pelaksanaan zakat
profesi oleh kalangan profesional di Kecamatan Bahorok, belum semua profesional melaksanakan zakat profesinya.
Rendahnya realisasi zakat profesi di kalangan profesional di
Kecamatan Bahorok disebabkan oleh beberapa faktor menghambat,diantaranya adalah: kurangnya pemahaman terhadap hukum zakat profesi, rendahnya kesadaran para profesional dalam menjalankan hukum zakat profesi, kurangnya sosialisasi tentang Undang-Undang zakat dan fatwa Majelis Ulama ndonesia (MUI) tentang zakat penghasilan
DESKRIPSI PROSES BERPIKIR KRITIS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF PADA SISWA SMK PERSADA WAJO
Berpikir kritis (critical thinking) adalah proses mental untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Untuk memahami informasi secara mendalam dapat membentuk sebuah keyakinan kebenaran informasi yang didapat atau pendapat yang disampaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa SMK Persada Wajo dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif Field independent (FI) dan Field Dependent (FD). Dalam menyelesaikan soal integral yang diberikan masing-masing siswa berbeda dalam menyusun dan mengolah informasi yang mereka dapatkan disebabkan perbedaan gaya kognitifnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah 2 orang siswa kelas XII SMK Persada Wajo yang terdiri atas 1 orang subjek bergaya kognitif Field independent dan 1 orang subjek yang bergaya kognitif Field Dependent. Instrumen dalam penelitian ini adalah GEFT (Group Embedded Figures Test), tes berpikir kritis (TBK) dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes berpikir kritis (TBK) dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan proses berpikir kritis subjek Field Independent maupun subjek Field Dependent mampu memahami masalah, mengungkapkan konsep-konsep, dan menjelaskan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Perbedaan proses berpikir kritis kedua subjek terlihat pada indikator menginferensi, subjek Field Independent mampu membuat kesimpulan dengan tepat sesuai konteks soal dan lengkap sedangkan subjek Field Dependent mampu membuat kesimpulan dengan tepat sesuai dengan konteks tetapi tidak lengkap. Perbedaan lain terlihat pada saat menyelesaikan soal yang diberikan, subjek Field Independent menjelaskan dengan lancar dan tepat saat wawancara sedangkan subjek Field Dependent menjelaskan dengan tepat jika diberikan petunjuk dari peneliti.
Kata Kunci: berpikir kritis, gaya kognitif, field independent, field dependent, GEFT
Implementasi Metode Diskusi Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa
There are many of learning approaches and methods that could produce an active students in the learning process. The teacher has important role to engage students in the learning process. Discussion method is a kind of teaching method that believed could solve problems by exchanging ideas with mutually consensus among group members and participants. Discussion method is a way of presenting a lesson, where students are faced with a problem, which can be either statements or questions are problematic to be discussed and solved together. Nevertheless, the discussion method are facing the problem in terms of fiqh study areas. Some of students consider trivial and seem less interested in studying the field of fiqh study, so the impact on the results obtained by the students. There were some issues raised in this study: first, to determine the learning plan fiqh by using the method of discussion at High School Darussalam. Second, to examine the implementation of fiqh study by using the discussion method at High School Darussalam. And third, to find out the learning outcome fiqh by using the method of discussion on student High School Darussalam. This research was kind of qualitative researchwhich aimed to describe or analyze the phenomenon, events, social activities, beliefs, perceptions, thoughts people individually or in groups. The tools used are observation, documentation and interview. The finding of the research could be carried out in three phases, planning through the process of preparing teaching materials, syllabus and lesson plans. In this phase of implementation is in accordance with what was previously planned. The planning phases was discussion method preparation until discussion method implementation in some specific material. The outcome presents a critical changes, particularly at the mastery of materials, the seriousness of learning and the value obtained through discussion method
STRATEGI REKRUTMEN DAN SELEKSI TENAGA PENDIDIK DI MAS MUQ PAGAR AIR ACEH
Strategi rekrutmen merupakan ilmu dan seni menggunakan sumber daya untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu. Rekrutmen ini merupakan strategi yang biasa digunakan oleh pimpinan untuk mencari keinginan tertentu dalam mengamati tugas kearah yang lebih baik. Permasalahan dalam penelitian di MAS MUQ Pagar Air Aceh adalah tidak konsekuennya pelaksanaan secara manajemen dan administrasi tidak sempurna sehingga mengakibatkan hasil tidak baik. Penyebabnya adalah: 1) Manajemen perencanaan tidak berjalan dengan baik. 2) Manajemen pelaksanaan tidak terorganisir dengan sempurna. 3) Manajemen pengawasan tidak ketat. 4) Manajemen evaluasi tidak berjalan.Penelitian ini diharapkan dapat memperbaiki hal-hal yang berkaitan dengan strategi rekrutmen dan seleksi tenaga pendidik.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Responden yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah Rais (Ketua Perekrutan), Kepala Sekolah dan Pengurus Dayah. Adapun instrument pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem rekrutmen yang dilakukan selama ini tidak berjalan dengan baik, sehingga hasilnya tidak maksimal. Penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan oleh berbagai pihak-pihak yang terkai
INTEGRASI NILAI-NILAI SPIRITUAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL
Pendidikan Agama Islam memiliki peranan penting dalam membentuk kepribadian, karakter, moral dan kesadaran spiritual peserta didik berdasarkan ajaran Islam. Di era globalisasi proses penanaman nilai-nilai spiritual menghadapi tantangan yang semakin berat. Banyak peserta didik mengalami kebingungan identitas, penurunan kesadaran beragama, serta melemahnya kualitas moral. Hal ini mencerminkan bahwa proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam belum sepenuhnya menyentuh aspek spiritual peserta didik yang paling dalam yaitu sisi batin dan rohaninya. Dalam praktiknya, sering kali terjadi keterputusan antara nilai-nilai agama yang diajarkan secara formal dengan penghayatan spiritual yang mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari serta kearifan lokal. Hal ini menyebabkan internalisasi nilai agama menjadi kurang efektif dan tidak membentuk karakter serta kesadaran spiritual yang kuat pada peserta didik. Sehingga pendekatan spiritual dapat menjembatani aspek pengetahuan, sikap, dan praktik keagamaan secara lebih menyeluruh dan mendalam. Pendekatan spiritual lebih menekankan pentingnya pengembangan aspek batiniah, seperti kecerdasan spiritual, pengendalian emosi, dan pembentukan karakter mulia melalui pembiasaan ibadah, pengelolaan emosi, serta penanaman nilai-nilai luhur, bagi peserta didik
- …
