1,720,986 research outputs found

    Similarity Check Yuliarni Syafrita (Archive)

    Get PDF
    Similarity Chec

    Hubungan Kadar Glial Fibrillary Acidic Protein Serum dengan Severitas dan Luaran Cedera KepalaTraumatik

    Get PDF
    Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar GFAP dengan severitas dan luaran 6 bulan pascacedera kepala. Metode : Ini adalah studi potong lintang, dimana kadar GFAP dinilai dengan metode ELisa, saat kunjungan pasien di IGD. Pada saat bersamaan dinilai Glascow Coma Scale (GCS) untuk severitas dan luaran dinilai dengan Glasgow Outcome Scale (GOS) 6 bulan pascacedera. Analisa bivariate dilakukan untuk mengetahui hubungan GFAP dengan severitas dan outcome. Hasil : Sebagian besar subjek penelitian adalah laki-laki (72,7%) dengan median usia 36 tahun (18-60). Kadar GFAP serum lebih tinggi pada kelompok cedera kepala berat (CKB) dibandingkan kelompok cedera kepala sedang (CKS) dan cedera kepala ringan (CKS). Ditemukan hubungan bermakna antara kadar GFAP dengan severitas CKT (p=0,017). Tidak ada perbedaan kadar GFAP fase akut dengan baik buruknya luaran 6 bulan pascacedera (p=158). Kesimpulan : Ada hubungan kadar GFAP pada fase akut dengan severitas cedera kepala traumatik dan tidak ada hubungan kadar GFAP dengan luaran (GOS) 6 bulan pascacedera

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2

    Get PDF
    Background :The number of Dementia is increasing year by year, and it will be 3.980.000 in 2050 In Indonesia, as well as the world. Dementia can be triggered by Diabetes Mellitus type 2. Long hyperglycemia can induce beta amiloid in brain, that declines the cognitive function. Besides, some factors can influence cognitive function such as age, sex, level of education and duration of DM type 2. The aim of this study is to review the faktors that influence cognitive function of DM type 2.Methods: The study design was cross sectional, with 56 subjects.  The collective data were age, sex, level of education, duration of DM type 2,  and cognitive function which is determined by using MoCA Ina The variables associated were tested by using Chi-Square Test, and the association is significant if p<0,05.Results: From 56 research subjects,32 (57,14%) subjects are female,, high level of education is 76,79 %, and 57,14 % subjects are suffering from DM for 5-<10 years. The average MoCA Ina value was 23 + 3.47. There are 37 (66.1 %) subjects with cognitive decline. There is no significant associations between age, sex,level of education, duration of DM and cognitive function (p>0,05)

    Analysis of Neuron Specific Enolase Serum Levels in Traumatic Brain Injury

    Get PDF
    Background : Traumatic brain injury is still the main cause of death and disability in productive age. Assessment the level of consciousness and imaging examinations after a brain injury can not always describe the severity of damage in the brain, this is because the pathological process is still ongoing due to secondary brain injury. Therefore, it is necessary to examine biomarkers that can describe the severity of the pathological process that occurs. The purpose of this study was to assess serum neuron-specific enolase (NSE) levels and their relationship to the severity and outcome of a traumatic brain injury. Methods : A cross sectional design was conducted in the emergency department of DR M Djamil Hospital, Padang. There were 72 patients who met the inclusion criteria. A Glasgow Coma Scale examination was performed to assess the severity of brain injury and examination of NSE serum levels at 48 hours post- injury using ELISA technique and assess the Glasgow outcome scale (GOS) at 6 weeks post-injury. Data analysis using SPSS 22 program, the results are significance if the p value <0.05  Results : The average NSE level was higher in severe brain injuries than moderate and mild brain injuries and this difference was statistically significant (p<0.05).  The NSE serum levels were higher in poor outcomes than in good outcomes and this difference was statistically significant (p<0.05).  Conclusion : High NSE serum levels in the acute phase were associated with the severity of the brain injury and poor outcome 6 weeks after the brain injury.&nbsp

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI PADA PASIEN PENYAKIT PARKINSON DI KOTA PADANG

    Get PDF
    Depresi merupakan gejala non-motor terbanyak pada pasien Parkinson yang sangat mempengaruhi kualitas hidup, namun pada praktek klinis sering terabaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat angka kejadian depresi dan faktor apa saja yang berhubungan dengan depresi pada pasien penyakit Parkinson dengan menggunakan Montgomery Asberg Depression Rating Scale (MADRS). Desain penelitian adalah cross sectional. Penelitian dilakukan pada pasien penyakit Parkinson yang berobat ke Poliklinik RS Dr. M. Djamil dan beberapa rumah sakit di Kota Padang. Didapatkan 62 pasien penyakit Parkinson (56,5% laki-laki) dengan rentang usia 35-78 tahun. Berdasarkan kuisioner MADRS didapatkan 34 pasien (54,8%) mengalami depresi, dimana 24 pasien depresi ringan (71%) dan 10 pasien depresi sedang (29%). Depresi pada pasien penyakit Parkinson cukup tinggi, dimana lebih setengah dari pasien penyakit Parkinson dalam penelitian ini mengalami depresi. 

    Profil Pasien Periodik Paralisis Hipokalemia Di Bangsal Saraf RSUP DR M Djamil

    Get PDF
    Hipokalemia Periodik Paralisis (HKPP) adalah sindroma kelemahan dan kelumpuhan otot yang langka yang terkait dengan hipokalemia. Kelemahan bervariasi dari kelemahan ringan sampai kelumpuhan total. Serangan membaik secara spontan dan pulih dalam waktu 3-36 jam. Fungsi kognitif dan sensorik tetap baik dan refleks tendon dalam mungkin akan berkurang atau tidak ada. Kami melaporkan 10 kasus pasien dengan Periodik Paralisis Hipokalemia di bangsal Saraf DR M Djamil Padang. Laporan kasus ini menggambarkan karakteristik klinis dan laboratorium pasien periodik paralisis dan untuk mencari etiologi dan terapi lebih lanjut. dilakukan pemeriksaan kadar kalium serum, kreatinin serum dan hitung leukosit pada pasien dengan periodik paralisis di bangsal saraf RSUP DR M Djamil Padang, dari periode Juli 2013 – September 2014. Diagnosis Periodik Paralisis ditegakkan berdasarkan temuan fisik dan laboratorium. Data yang dikumpulkan untuk diproses dan ditabulasikan secara manual. Jenis kelamin wanita sebanyak sembilan orang dan pria satu orang. didapatkan rerata umur 32.5 ± 9.16, berdasarkan hasil pemeriksaan kadar kalium darah didapatkan nilai minimum kalium tidak terukur (50%) dan nilai maksimum 2.1 mmol/L, dan rerata hitung leukosit 19.820 ± 8.579. Sebagian besar pasien periodik paralisis yang dirawat di bangsal Saraf RSUP DR M Djamil masuk dengan keluhan klinis tetraparese dengan kadar kalium yang tidak terukur dan hitung leukosit yang meningkat

    Perbedaan Fungsi Kognitif Antara Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dan Non Diabetes Melitus di RSUP DR M Djamil Padang

    No full text
    Populasi lanjut usia yang menderita Diabetes Melitus (DM) akan mengalami penurunan neurocognitive yang lebih cepat dan lebih buruk dibandingkan kelompok non DM dengan usia dan tingkat pendidikan yang sama. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan fungsi kognitif antara kelompok DM dan non DM dengan menggunakan kuisioner MoCA-Ina. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi dengan desain crosssectional study menggunakan data primer yang diambil langsung secara random dari hasil wawancara pada tiap kelompok di RSUP DR M Djamil Padang dari Juli 2014 sampai dengan September 2014. Terdapat kecendrungan penurunan fungsi kognitif pada kedua kelompok terhadap kemampuan visuospasial, penamaan, atensi, abstraksi, dan delayed recall dengan hasil pada kelompok DM tipe 2 lebih rendah. Sebagian besar kelompok DM tipe 2 memiliki kadar GDP dan GD2PP yang tinggi dengan  persentase  sebesar  60%  dan  65%. Uji-t  yang  dilakukan  untuk  melihat  beda  rerata  skor  MoCA-Ina menunjukkan adanya perbedaan skor rerata antar kedua kelompok dengan p<0,001. Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan skor rerata antara fungsi kognitif kelompok DM tipe 2 dan non DM dengan hasil skor MoCA-Ina pada kelompok DM tipe 2 yang mempunyai skor yang lebih buruk dibandingkan kelompok non DM. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menjadikan MoCA-Ina sebagai acuan dalam melakukan pemeriksaan skrinning fungsi kognitif agar penurunan kognitif yang lebih cepat dapat diketahui dan dihindari

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore