1,720,959 research outputs found
STUDI KORELASIONAL MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DENGAN MINAT LITERASI PESERTA DIDIK
Tujuan Penelitian ini yakni untuk mengetahui besar korelasi antaran manajemen perpustakaan dengan minat literasi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Lokasi penelitian yakni di SMP Negeri 1 Tabongo. Adapun variable penelitian ini adalah manajemen perpustakan sebagai variable bebas dan minat literasi peserta didik sebagai variable terikat. Jumlah Populasi penelitian ini adalah 137 peserta didik, dengan jumlah sampel yakni 100 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment untuk melihat nilai korelasi dan dihubungkan dengan table intepretasi nilai r dalam penentuan simpulan korelasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat hubungan antara manajemen perpustakaan dengan minat baca peserta didik di SMPN 1 Tabongo. Dari hasil analisis korelasi sebesar 0.732, yang berarti nilai korelasi cukup. Dengan persentase hubungan manajemen perpustakaan dengan minat literasi sebesar 53.6 %. Sesuai dengan hasil penelitian perpustakaan dapat menarik minat literasi peserta didik dengan membenahi manajemen perpustakaan
PENGARUH MANAJEMEN KETENAGAAN TERHADAP MUTU LAYANAN PEMBELAJARAN
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh manajemen ketenagaan terhadap mutu layanan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian kuantitatif. Pada penelitian ini digunakan instrument penelitian berupa kuesioner untuk masing-masing variabel yakni variabel manajemen ketenagaan dan mutu layanan pembelajaran. Kuesioner yang digunakan terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Penelitian ini dilaksanakan pada di MTs Mambaul Ulum Bedanten Bungah Gresik, dengan guru sebagai responden. Populasi berjumlah 52 orang guru, yang juga dijadikan sampel penelitian. Teknik analisis data yakni analisis regresi linier sederhana dan korelasi dengan menggunakan aplikasi SPSS 20, dengan dasar melihat perbandingan nilai t hitung dan nilai t tabel untuk mengetahui tingkat pengaruh manajemen ketenagaan terhadap mutu layanan pembelajaran.. Hasil penelitian yakni manajemen ketenagaan (X) berpengaruh secara signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran (Y) dikarenakan value t-hitung > t-tabel atau 33,338 > 2,000, jadi Ho dinyatkan ditolak yang berarti nilai koefisien regresi sangat signifikan/ manajemen ketenagaan (X) nyata berpengaruh signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran (Y) .
 
TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN: MENDEKONSTRUKSI MODEL KEPEMIMPINAN TRADISIONAL UNTUK MENDORONG INOVASI DAN KEUNGGULAN AKADEMIS
Tujuan tulisan ini adalah untuk menganalisis referensi tentang transformasi kepemimpinan dalam Pendidikan, perubahan model kepemimpinan tradisional menjadi kepemimpinan yang modern sesuai dengan zama sekarang ini. Digunakan metode studi literatur, yakni proses Menyusun secara sistematis dan tersusun beberapa model teori tentang model kepemimpinan Pendidikan pada lembaga Pendidikan. Fokus tulisan ini adalah menganalisis teori transformasi kepemimpinan Pendidikan khususnya mengenai dekonstruksi model kepemimpinan tradisional dalam mendorong inovasi dan keunggulan akademis pada lembaga pendidikan. Sumber referensi yakni dari artikel jurnal, buku dan teori lainnya yang berhubungan dengan fokus konten dari judul tulisan ini. Hasil Penelitian yakni Transformasi kepemimpinan pendidikan mencakup perubahan tata kelola, paradigma, dan nilai-nilai fundamental. Pemimpin abad ke-21 harus menjadi fasilitator pembelajaran, inovator, dan berorientasi pada hasil. Keterampilan yang diperlukan termasuk pemahaman teknologi, analisis data, manajemen sumber daya, dan hubungan interpersonal. Partisipasi aktif pemangku kepentingan, pendekatan inklusif, dan dorongan terhadap inovasi menjadi fokus transformasi. Evaluasi kinerja yang berkelanjutan juga menjadi tanggung jawab pemimpin modern. Dekonstruksi model kepemimpinan tradisional menjadi penting dalam menghadapi perubahan dan mendorong inovasi. Fleksibilitas kepemimpinan, pemberdayaan, promosi inovasi, dan pengakuan terhadap keanekaragaman adalah aspek kunci dekonstruksi. Dampak positif melibatkan budaya inovasi, kolaborasi, pemanfaatan teknologi, pengembangan keterampilan abad ke-21, peningkatan efisiensi, dan penyelarasan dengan tuntutan industri
PENGARUH MANAJEMEN KETENAGAAN TERHADAP MUTU LAYANAN PEMBELAJARAN
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh manajemen ketenagaan terhadap mutu layanan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian kuantitatif. Pada penelitian ini digunakan instrument penelitian berupa kuesioner untuk masing-masing variabel yakni variabel manajemen ketenagaan dan mutu layanan pembelajaran. Kuesioner yang digunakan terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Penelitian ini dilaksanakan pada di MTs Mambaul Ulum Bedanten Bungah Gresik, dengan guru sebagai responden. Populasi berjumlah 52 orang guru, yang juga dijadikan sampel penelitian. Teknik analisis data yakni analisis regresi linier sederhana dan korelasi dengan menggunakan aplikasi SPSS 20, dengan dasar melihat perbandingan nilai t hitung dan nilai t tabel untuk mengetahui tingkat pengaruh manajemen ketenagaan terhadap mutu layanan pembelajaran.. Hasil penelitian yakni manajemen ketenagaan (X) berpengaruh secara signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran (Y) dikarenakan value t-hitung > t-tabel atau 33,338 > 2,000, jadi Ho dinyatkan ditolak yang berarti nilai koefisien regresi sangat signifikan/ manajemen ketenagaan (X) nyata berpengaruh signifikan terhadap mutu layanan pembelajaran (Y) .
 
TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN: MENDEKONSTRUKSI MODEL KEPEMIMPINAN TRADISIONAL UNTUK MENDORONG INOVASI DAN KEUNGGULAN AKADEMIS
Tujuan tulisan ini adalah untuk menganalisis referensi tentang transformasi kepemimpinan dalam Pendidikan, perubahan model kepemimpinan tradisional menjadi kepemimpinan yang modern sesuai dengan zama sekarang ini. Digunakan metode studi literatur, yakni proses Menyusun secara sistematis dan tersusun beberapa model teori tentang model kepemimpinan Pendidikan pada lembaga Pendidikan. Fokus tulisan ini adalah menganalisis teori transformasi kepemimpinan Pendidikan khususnya mengenai dekonstruksi model kepemimpinan tradisional dalam mendorong inovasi dan keunggulan akademis pada lembaga pendidikan. Sumber referensi yakni dari artikel jurnal, buku dan teori lainnya yang berhubungan dengan fokus konten dari judul tulisan ini. Hasil Penelitian yakni Transformasi kepemimpinan pendidikan mencakup perubahan tata kelola, paradigma, dan nilai-nilai fundamental. Pemimpin abad ke-21 harus menjadi fasilitator pembelajaran, inovator, dan berorientasi pada hasil. Keterampilan yang diperlukan termasuk pemahaman teknologi, analisis data, manajemen sumber daya, dan hubungan interpersonal. Partisipasi aktif pemangku kepentingan, pendekatan inklusif, dan dorongan terhadap inovasi menjadi fokus transformasi. Evaluasi kinerja yang berkelanjutan juga menjadi tanggung jawab pemimpin modern. Dekonstruksi model kepemimpinan tradisional menjadi penting dalam menghadapi perubahan dan mendorong inovasi. Fleksibilitas kepemimpinan, pemberdayaan, promosi inovasi, dan pengakuan terhadap keanekaragaman adalah aspek kunci dekonstruksi. Dampak positif melibatkan budaya inovasi, kolaborasi, pemanfaatan teknologi, pengembangan keterampilan abad ke-21, peningkatan efisiensi, dan penyelarasan dengan tuntutan industri
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
