1,721,438 research outputs found
Syafrida Hani's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Strategi Pengembangan Usaha Produk Kacang Mete (Anacardium occidentale L.) (studi pada UKM Rumah Camilan Syafrida).
Peran sektor UMKM di suatu negara sangat penting sekali dalam menghadapi pasar bebas ASEAN (MEA). Hal ini dikarenakan UMKM memegang peranan di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di suatu negara, baik di negara berkembang seperti Indonesia maupun negara maju. UMKM memegang peranan yang cukup signifikan dalam perekonomian di Indonesia. Dilihat dari penciptaan nilai tambah bagi Produk Domestik Bruto (PDB) UMKM mampu berkontribusi sebesar 59,08 % (BPS, 2012). Surabaya merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki jumlah sektor UMKM yang cukup besar, yakni 37.906 unit (Dinas Koperasi dan UMKM, 2016). Rumah Camilan Syafrida merupakan salah satu dari UMKM di kota Surabaya yang telah memiliki pangsa pasar berupa peritel besar, seperti Hero, Giant, Carrefour, Superindo, dan Hypermart hampir di seluruh Indonesia. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah hasil produksi produk kacang mete Rumah Camilan Syafrida masih belum optimal dalam pemasaran. Hal ini dikarenakan ketergantungan Rumah Camilan Syafrida dalam memasarkan produk kacang mete hanya terfokus pada supermarket saja. Selain itu, kurangnya modal untuk kegiatan produksi kacang mete. Hal ini dikarenakan sistem penjualan Rumah Camilan Syafrida dengan pihak supermarket menggunakan sistem konsinyasi, sehingga uang hasil penjualan yang digunakan untuk produksi selanjutnya menjadi terbatas. Berkaitan dengan hal tersebut, secara langsung akan berpengaruh pada kontribusi UMKM terhadap PDB yang jauh lebih kecil daripada kontribusi usaha besar, maka dari itu perlunya strategi pengembangan usaha. Oleh karena itu, dengan adanya strategi pengembangan usaha diharapkan mampu membantu Rumah Camilan Syafrida dalam menghadapi permasalahan yang terjadi. Tujuan penelitian adalah 1) mendeskripsikan faktor internal dan faktor eksternal UKM Rumah Camilan Syafrida. 2) menganalisis strategi pengembangan usaha produk kacang mete pada UKM Rumah Camilan Syafrida. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini ialah analisis deksriptif kualitatif digunakan untuk menjawab tujuan pertama. Sedangkan matriks IFAS, matriks EFAS, matriks SWOT, matriks internal-eksternal, matriks grand strategy, dan Quantitive Strategy Planning Matrix (QSPM) bertujuan untuk menjawab tujuan kedua. Faktor Internal di UKM Rumah Camilan Syafrida memiliki 8 faktor strategis kekuatan dan 8 faktor strategis kelemahan. Faktor strategis yang memiliki kekuatan paling tinggi adalah lokasi produksi strategis. Sedangkan faktor strategis yang memiliki kelemahan paling tinggi, yakni desain kemasan kurang menarik. Selain itu, Rumah Camilan Syafrida memiliki faktor eksternal yang meliputi 6 faktor strategis peluang dan 6 faktor strategis ancaman. Faktor strategis yang memiliki peluang paling tinggi adalah pemerintah daerah provinsi Jawa Timur mendorong perkembangan UKM dalam menghadapi MEA 2016. Sedangkan faktor strategis yang memiliki ancaman paling tinggi adalah produk kacang mete impor. Prioritas alternatif strategi yang menjadi pilihan utama dalam ii pengembangan usaha kacang mete pada Rumah Camilan Syafrida berdasarkan matriks Quantitive Strategy Planning Matrix (QSPM) adalah penetrasi pasar dengan cara memperluas daerah pemasaran dan peningkatan promosi penjualan. Saran yang diberikan yakni, strategi penetrasi pasar dilakukan melalui promosi penjualan dengan cara memanfaatkan website dan media sosial yang telah dimiliki. Selain dengan cara promosi melalui website, media website dapat dimanfaatkan pemilik usaha untuk menjual produk kacang mete dengan cara online. Sehingga dapat memperluas jangkauan pemasaran Rumah Camilan Syafrida baik pasar dalam negeri maupun luar negeri. Strategi pengembangan produk dilakukan dengan inovasi produk kacang mete dengan cara menambah varian rasa dan varaisi kemasan kacang mete. Pengembangan produk juga dilakukan dengan memperbaiki desain kemasan produk
PENGARUH KEGIATAN ICE BREAKING JENIS GAMES TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIKIH DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 3 ROKAN HULU
ABSTRAK
Syafrida, (2022) : Pengaruh Kegiatan Ice Breaking Jenis Games terhadap Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Rokan Hulu
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan ice breaking jenis games terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode yag digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian Non-equivalent Control Grup Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 dan VIII.2 yang berjumlah 64 orang. Penarikan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik parametri, dengan uji T-Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kegiatan ice breaking jenis games terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Fikih di MTsN 3 Rokan Hulu, sebesar 2,462 lebih besar dari 1,669 (2,462 ) dan nilai signifikansi sebesar 0,020 0,05 maka ditolak dan diterima.
Kata Kunci: Pengaruh, Ice Breaking Jenis Games, Minat Belaja
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Proses Penyimpanan Arsip berdasarkan Sistem Tanggal dalam Menunjang Efisiensi Kerja pada Biro Umum Kantor Gubernur Sumatera Utara
Syafrida Ika Mei Fitri Lubis, Proses penyimpanan arsip berdasarkan system tanggal untuk menunjang efisiensi kerja pada Biro Umum Kantor Gubernur Provinsi Sumatera. Medan : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Medan, 2018.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem Penyimpanan Arsip untuk menunjang efisiensi kerja pegawai di Biro Umum Kantor Gubernur Sumatera Utara.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil objek pada Biro Umum Kantor Gubernur Sumatera Utara. Teknik dan pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan Tinjauan Pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan : (1) Sistem kearsipan Pada Biro Umum Kantor Gubernur Sumatera Utara menggunakan Sistem tanggal. (2) Sistem kearsipan pada Biro Umum Kantor Gubernur Sumatera Utara meliputi beberapa tahap : pengguanaan, penyimpanan, peminjaman, pemeliharaan, dan penyusutan arsip. (3) Sistem arsip pada Biro Umum Kantor Gubernur Sumatera Utara sebagai kegiatan pendukung untuk menunjang efisiensi pegawai dan mempermudah para pegawai dalam penggunaan surat-surat dan berkas-berkas pada saat dibutuhkan.Kertas Karya Diplom
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
